Cewek Berandal SMA

Cewek Berandal SMA
CBS_81 [Exra Part]


__ADS_3

Setelah Vani dan Ray pulang dari taman, mereka duduk di sofa ditemani dengan secangkir coklat hangat dan perapian menyala yang menghangatkan tubuh mereka


"Huh, emang enak duduk disamping perapian gini" Ucap Vani senang


"Hm... Kamu benar" Ucap Ray senang sambil menatap Vani. Saat Vani menyadarinya, dia menoleh ke arah Ray


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Vani


"Aku hanya ingin melihatmu" Ucap Ray sambil tersenyum


"Oh, mau adu mata ya? Kuylah" Ucap Vani. Vani juga menatap mata Ray dengan tajam


_____LIKE_____


Setelah beberapa saat Vani menatap mata Ray, dia merasakan suatu keanehan


"Deg.. deg.. deg" Suara detak jantung Vani yang semakin cepat


("Kenapa ini? Kenapa jantungku berdetak?")


("Eh.. Kalau nggak berdetak, mati dong")


("Tapi kenapa kenceng amat, dikira lagi balap apa") batin Vani


"Akh.. cukup cukup, aku menyerah" Ucap Vani sambil mengalihkan pandangannya


("Kenapa aku nggak kuat menatap mata Ray terlalu lama, selemah itu kah aku? Padahal belum sampai lima menit, Biasanya aku betah sampai setengah jam sama Agnes") batin Vani gugup


"Ada apa Van? Tidak seperti biasanya kamu menyerah" Tanya Ray sambil tersenyum Kecil


"Sebenarnya.. Aku bosan menang. btw kamu pakai trik apaan? Katakan padaku" Ucap Vani


"trik? Aku nggak melakukan apapun, selain menatapmu" Ucap Ray sambil tersenyum


"Trus kenapa jantungku berdetak lebih kencang dari pada biasanya, padahal aku nggak merasa lelah dan juga kenapa aku merasakan sesuatu saat menatap matamu terlalu lama? Kalau bukan pakai trik, pakai apa lagi?" Ucap Vani


"Kamu kan pintar, kamu pasti tahu jawabannya" Ucap Ray


"Walau aku pintar, tapi tidak semua hal aku ketahui. semua orang pasti ada batasan masing masing. Lagi pula Aku belum pernah tahu materi tentang itu" Ucap Vani


"Muehehehe, kata kataku barusan bagus kan" sambungnya sambil tersenyum lebar


"Kamu penasaran?" Tanya Ray


"Iya, aku ingin tahu. Itu juga bisa menambah wawasanku" Ucap Vani sambil tersenyum


"Baiklah, akan kukatakan"

__ADS_1


" Semua hal yang kamu rasakan itu, terjadi karena kamu menyukaiku" Ucap Ray percaya diri


"Oh, ternyata perasaan suka. Tentu saja aku menyukaimu Ray" Ucap Vani sambil tersenyum


Saat mendengarnya, Ray sangat terkejut


"Kamu serius Van?"


"Tentu saja aku menyukai kalian semua, kalau nggak. Mana mungkin aku mau repot repot berteman dengan orang yang tidak aku sukai" jelas Vani


"Bukan itu maksudku. Suka yang aku maksud itu, perasaan Cinta" Ucap Ray


"Blushh...." Wajah Vani merona


"A.. apa?? Cinta?" Ucap Vani gugup


"Ahahahaha, kamu ngaco Ray" sambungnya sambil berdiri dari duduknya


"Oh tidak, atmosfir disini terlalu panas. aku akan keluar sebentar"


Vani langsung berlari meninggalkan Ray dari ruangan itu


"Dasar Vani" Ucap Ray sambil tersenyum


tanpa sengaja Vani berlari keluar dari rumahnya tanpa menggunakan mantel tebal. Dia berdiri di halaman depan rumahnya sambil melamunkan sesuatu


"Huh.. Apaan barusan, aku suka sama Ray?" Ucap Vani lirih


(" Hm.. Selama ini, kalau di pikir pikir, dia selalu memperhatikanku, saat aku sedih dia juga selalu ada untuk menghiburku, saat aku susah juga dia selalu membantuku. Apa itu yang di namakan cinta? Apa sih Cinta?")


("Akh.. Tapi kalau di pikir pikir lagi. Bukan cuma Ray yang perhatian sama aku. Jack, Jorhan, Citra dan ketiga sahabatku, khakim juga, mereka care juga sama aku. Mungkin ini hanya kebetulan mirip, tapi ini bukan perasaan Cinta")


Setelah beberapa menit, berdiri di depan halaman rumahnya, dia mulai merasa kedinginan


"Huftt... Dingin juga ya keluar pakai pakaian biasa" Ucap Vani lirih. Saat itu tiba tiba seseorang dari arah belakangnya memakaikannya mantel, hal itu membuat Vani sedikit terkejut


"heh?" Dia menoleh ke arah belakangnya


"Ray, tau aja aku kedinginan" Ucap Vani sambil tersenyum


"Kenapa kamu lari keluar tanpa menggunakan mantel tebal?" Tanya Ray


"Ahahahaa, kan tadi aku bilang. Di perapian terlalu panas, jadi aku keluar untuk mendinginkan diri" Jelas Vani sambil memakai mantelnya


"Kamu bodoh ya, jangan lakukan itu lagi" Ucap Ray serius


("Entah kenapa, sifat Ray terasa seperti Khakim, padahal dia dulu friend banget sama aku, kenapa sekarang jadi begini")

__ADS_1


"Hm.. Iya iya, ayo masuk Ray" Ajak Vani. Mereka berdua kembali masuk ke dalam rumah. Saat Vani hendak membuka pintu ruangan yang tadi mereka tempati, Ray menghentikannya


"Tunggu Van" Ucap Ray


"Kenapa?" Tanya Vani setelah menoleh ke arah Ray


"Di ruangan itu ada perapian, mungkin kamu akan merasa panas lagi, lebih baik cari tempat lain" Ucap Ray


"Oh ,iya juga. Kalau gitu ayo keruang tamu" Ucap Vani


"Di ruang tamu, ada papamu yang sedang bersama dengan tamu penting" Ucap Ray


("Njirr, padahal ini rumahku, kenapa dia yang lebih tau")


"Kenapa kamu bisa tahu?" Tanya Vani


"Tadi aku mencari mu kesuluruh ruangan di rumah ini" Ucap Ray


("Njirr, greget amat. Keseluruh ruangan di rumah ini")


"Niat amat hehe. Kalau gitu ayo ke kamarku, di sana ada Sofa, walau nggak sebesar kamar di rumah asliku sih" Ucap Vani


"Bukannya kamu lahir disini kan?" Tanya Ray


"Iya, aku memang dilahirkan disini, dulu saat aku berusia lima tahun mereka membawaku tinggal di negara B. Karena aku pintar, aku hanya satu tahun di tk. Tapi saat aku Smp, orang tua ku memutuskan untuk pindah ke negara A karena ayahku punya perusahaan besar yang harus mereka kelola, dan saat itu juga aku memilih untuk hidup sendiri" Jelas Vani


"Keputusanmu saat kamu smp memang tepat" Ucap Ray


"Kenapa begitu?" Tanya Vani


"Jika saat itu kamu memilih ikut orang tuamu pindah, mungkin kita tidak akan bertemu" Ucap Ray


"Kamu benar juga, kalau aku pindah. Mana mungkin aku ketemu teman teman konyol seperti kalian, ahaha" Ucap Vani sambil tertawa


"Iya" Ucap Ray sambil tersenyum


"Mau sampai kapan kita berdiri disini, ayo jalan" Ucap Vani. Mereka berdua pergi ke kamar Vani. Di dalam kamar Vani, mereka berdua duduk di sofa dan mengobrol


"Agnes sama Jack ngapain aja ya, kenapa belum pulang juga" Ucap Vani


"Biarkan saja mereka menikmati waktu mereka berdua" Ucap Ray


("Dengan begitu, aku juga bisa berdua denganmu")


"hehew, aku tahu maksudmu Ray" Ucap Vani sambil tertawa kecil


("Sepertinya Ray juga mengetahui perasaan Jack, bagus deh")

__ADS_1


"Oh iya, Besok tahun baru kan, bagaimana kalau nanti malam kita adakan pesta BBQ" Ucap Vani


"Boleh juga" Jawab Ray


__ADS_2