
Setelah berlari cukup lama, Vani sampai di restoran. Ketika Vani hendak masuk ke dalam restoran, dia terkejut melihat pipinya yang memar dari pintu restoran
("Anjirr, lupa") batin Vani
dia memegang pipinya yang memar
"Aw.. Ternyata sakit"
"Ketahuan Khakim bahaya nih" Ucap Vani. dia mencari cara agar memarnya tidak ketahuan kakaknya. Dia membeli masker di toko sebelah, setelah itu dia masuk ke dalam restoran. Di sana dia melihat kakaknya yang sedang duduk bersama seorang wanita
("Enakan berduaan, kenapa pake ngajak aku segala sih")
("Eh bentar, kalau ada orang berduaan yang ketiganya setan dong") batin Vani
"Van" Panggil Kim. Vani berjalan menghampirinya
"Duduk"
"Hm.." gumam Vani mengangguk. Dia duduk di antara kakaknya dan wanita yang asing baginya itu
"kenalin ini Vani. Dia adikku" Ucap Kim
"Halo kak, Aku Vani" sapa Vani Ramah. dia mengulurkan tangannya
"Hay, panggil aku Kak Sasha" Ucap Sasha sambil tersenyum. Sasha hanya menjabat pucuk jari tangan Vani
("Jabat tangan macam apa ini")
"Oh ya kak, Restoran ini pasti makanannya nggak enak ya. Sepi gini" Ucap Vani lirih
"Ahaha, kamu nggak tau? Ini restoran terbaik di kota ini, makanan disini juga berkelas. Alasan kenapa restoran ini sepi, karena kakak kamu udah booking satu restoran ini biar kita bisa ber. du. a. an" Jelas Sasha sambil tersenyum kecil
("hah? dapet kode pengusiran") batin Vani
"Van? Kenapa pakai masker?" Tanya Kim
("Wadoh, ini dia") batin Vani terkejut
"Aaaaa... Sebenarnya aku lagi.. lagi nggak mau diliat aja hehe"
"Aku permisi ke belakang bentar ya" Ucap Sasha sambil tersenyum kecil. Sasha pergi ke toilet Wanita
"Kak, aku juga" Ucap Vani. dia mengikuti Sasha ke toilet
__ADS_1
Sementara itu, Kim mengambil handphone di sakunya dan menelpon seseorang
"tutt"
"Iya presdir? Ada masalah apa?" Tanya Zuan di telpon
"Asisten Zuan, dalam lima belas menit beri tahu saya apa yang Vani lakukan satu jam terakhir" Ucap Kim
"Baik Presdir. Ada yang lainnya?" tanya Zuan di telpon
"Tidak ada" Ucap Kim. dia memutuskan telponnya
Di toilet Wanita, Vani mengintip dari pintu masuk dan melihat Sasha yang sedang berdiri di depan cermin besar di toilet
"Cihh, jadi kotor kan" Ucap Sasha sambil membersihkan tangannya. Vani yang sedang mengintip melihat dan membolak balik tangannya
("Tanganku sekotor itu ya") batinnya
"Kim itu nggak adil, dia lebih perhatian sama adiknya dari pada sama aku. Untung dia kaya, nggak perlu cintanya. yang penting uang ngalir" Ucap Sasha
("Njerr, gila ni orang. Ngomong sendiri di depan cermin toilet") batin Vani. Saat itu Sasha hendak keluar dari toilet. Vani yang menyadarinya langsung berlari kembali ke tempat duduknya
("Dia bukan wanita yang baik")
"Kenapa kamu lari?" Tanya kim
"Maaf lama" Ucap Sasha sambil tersenyum
"Not Problem" Jawab Vani
"Kapan kita makan bareng lagi" Tanya Sasha. kim menoleh ke arah Vani. Vani menggelengkan kepalanya
"Aduh.. Leherku pegel pegel" Ucap Vani sambil memegang lehernya
"Maaf, ini yang terakhir"
"begitu juga dengan hubungan kita" ucap Kim dingin
"Apa? Hubungan kita cuma sampai sini? Katanya kamu butuh Istri! Kenapa nggak nikahin aku" Ucap Sasha Panik
("Kakak butuh istri?") batin Vani
"kamu kurang cocok sebagai kriteria istri saya" Ucap Kim
__ADS_1
"hah? lihat saja. Nanti kamu bakal mohon mohon minta aku jadi istri kamu" Ucap Sasha kesal. dia mengambil tasnya dan pergi dari restoran itu
(" Khakim di luar beda banget ya. Cold and cool") batin Vani sambil melihat kakaknya
"Kenapa kamu liatin kakak? Kamu baru sadar ya kalau kakak ganteng" Ucap kim sambil tersenyum
("heh? nggak, khakim tetap kakakku yang sama") batin Vani
"Kamu mau makan apa? Sia sia kakak booking restoran kalau nggak di pakai" Ucap Kim
("Sumpah dah, kenapa sifatnya beda banget sama yang tadi") batin Vani penasaran
"emm.. makan apa ya"
("eh? kalau aku makan, aku harus buka masker dong. Kalau buka masker, memarku ketauan dong")
"Aku nggak laper kak, khakim aja makan. Aku liatin"
"Hm.. Oke" Ucap kim sambil tersenyum kecil
saat itu Kim mendapatkan notifikasi chat dari seseorang. Dia mengambil handphone dan mengeceknya
Di chat
Zuan : "menurut info yang saya dapatkan. Satu jam terakhir, Vani berada di wilayah perumahan jalan Bingo. Dia disana berkelahi dengan anak anak berandalan. Hanya itu saja yang berhasil saya dapatkan. Kalau Presdir bersedia memberi Waktu lebih, saya akan cari tau detailnya"
Kim : "Cukup, kerja bagus"
Kim menaruh kembali handphonenya disaku dan dia menatap Vani dengan tajam
"Kamu yakin nggak makan karena nggak lapar? Atau ada alasan lain?"
"Beneran kak, untuk apa aku bohong?" Ucap Vani
"Hm.. Tadi kamu udah selesaikan pengurusan nilainya?" Tanya kim
("Nilai? Nilai apa njir") batin Vani linglung
"Oh, nilai. Semua beres kak"
"Kamu dari pagi disekolah?" Tanya kim
"Kemana lagi? Mobil aja nggak punya. Lagian Khakim kan ngelarang aku main" Ucap Vani
__ADS_1
("Khakim kenapa nih, tiba tiba aku di interogasi")
Kim berdiri dan berjalan mendekati Vani. Dia melepas paksa masker yang Vani pakai. Vani merasa sangat terkejut karena kejadian itu