CHEF CINTA

CHEF CINTA
Arjuna Mencari Cinta


__ADS_3

Dan semua sahabat-sahabat Cinta terutama nenek Asih yang melihat kesuksesan Cinta, menangis terharu.


...****...


Hiruk pikuk perlombaan memasak tingkat nasional telah selesai, dan saat ini Cinta sedang berada di asrama tepatnya di kamarnya.


Gadis itu sedang berkemas-kemas untuk meninggalkan asrama.


"Kenapa pria misterius tak muncul juga ya? katanya dia akan memberitahukan rahasia besar?" gumam Cinta dalam hati.


🗓️Flashback on.


Cinta mengingat janji yang diucapkan oleh Pria misterius pada Cinta pada saat makan bakso kemarin.


"Cinta, kamu yang semangat dalam perlombaan memasak nanti. Dan aku akan ada hadiah special buat kamu. " ucap pria misterius itu yang menatap Cinta dalam-dalam.


"Termasuk buka penyamaran kamu itu?" tanya Cinta yang kembali bersemangat.


"Iya, itu juga termasuk. Dan satu lagi, ada rahasia besar di keluarga kamu yang tentunya kamu harus tahu!" jawab pria misterius itu yang membuat Cinta semakin penasaran.


"Rahasia besar?" tanya Cinta yang meyakinkan dirinya.


"Iya, karena itulah kamu usahakan untuk bisa menjadi juara satu dalam lomba memasak tingkat nasional yang akan digelar besok!" jawab Pria misterius itu dengan pasti.


"Ok, Cinta akan berusaha semaksimal Cinta" ucap Cinta dengan semangat.


🗓️Flashback off.


"Akhirnya selesai juga berkemas-kemasnya, sebaiknya aku pesan taksi online saja!" ucap Cinta seraya mengambil ponselnya.


"Tokk...tokk..tokk..!" tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Cinta.


"Assalamu'alaikum!" ucap salam dari luar pintu kamar Cinta.


"Wa'alaikumsalam!" jawab Cinta yang kemudian mengurungkan niatnya mengambil ponselnya.


Cinta melangkahkan kakinya menuju ke pintu dan membuka pintu kamarnya, gadis itu pun terkejut.


"Kau, aku kira kau tak menepati janji!" seru Cinta pada saat melihat siapa yang datang, yang tak lain seorang pria yang memakai Hoodie hitam, memakai masker hitam, berkacamata dan memakai topi. Dia adalah pria misterius yang selama ini menghantui pikiran Cinta.


"Janji adalah hutang Cinta!" ucap pria misterius itu.

__ADS_1


"Bolehkah aku masuk?" tanya Pria misterius itu yang menatap Cinta.


"Bagaimana ya? sebetulnya tidak boleh, tapi apa ini ada kaitannya dengan rahasia yang akan kamu ungkapkan kemarin?" tanya Cinta yang penasaran.


"Iya, ini salah satunya." ucap pria misterius itu, dan Cinta mempersilahkan pria misterius itu masuk ke kamarnya.


"Sekarang apa rahasia besar itu?" tanya Cinta yang penasaran.


"Kamu aku ijinkan membuka satu persatu menutup wajahku!" ucap pria misterius itu yang tetap menatap Cinta di balik kacamatanya.


"Wah, ini yang aku harapkan sedari kemarin, he .he..!" ucap Cinta sembari mengulas senyumnya.


"Cepat mulailah kamu melepaskan semua outfitku ini!" seru pria misterius yang sepertinya juga tak sabar untuk lebih cepat diketahui oleh Cinta.


"Ok, Cinta mulai dari topi, kacamata!" ucap Cinta yang tiba-tiba saja dia berhenti dan menatap nanar pemuda dihadapannya itu.


Saat ini Cinta merasakan kalau dadanya bergetar kencang. Karena dia tahu siapa pemilik alis dan bola mata yang ada dihadapannya itu.


"Kenapa diam Cinta?" tanya pria misterius itu pada gadis yang ada dihadapan Cinta.


"Sudah Cinta duga dari kemarin, kalau pria misterius adalah Om Juna!" ucap Cinta yang saat ini kedua mata ya berkaca-kaca dan dengan segera membuka masker yang dipakai oleh pria misterius tersebut.


Dan nampaklah wajah ganteng dan gagah yang sangat dirindukan oleh Cinta.


Dan Pria misterius itu memang Arjuna Dwi Setya.


"Cinta, apa yang terjadi sama kamu beberapa bulan yang lalu? kenapa kamu tak menungguku? kamu tahu, Om hampir gila mencarimu sampai kemana-mana. Kami kemana saja?" tanya Arjuna yang penasaran, melepaskan pelukan Cinta dan menatap Cinta dalam-dalam.


"Waktu itu aku kata paman Hendro mau diantarkan ke Solo untuk menemui nenek, tapi ternyata Cinta di bawa ke Surabaya." jawab Cinta yang menyeka air matanya.


"Kenapa kamu tidak menghubungi Om Juna,Cinta?" tanya Arjuna dengan suara parau.


"Waktu itu ponsel dan ATM Cinta disita, dan Alhamdulillah Cinta masih mempunyai uang cash yang bisa buat bayar tempat kos untuk Cinta. Cinta yang dulu punya kamar yang luar dan ber AC, dan dengan tiba-tiba kamar Cinta menjadi kecil, sempit dan panas." ucap Cinta yang kemudian menceritakan semuanya sampai dia sampai di Jakarta kembali.


"Cinta! Om mencarimu sampai hampir putus asa Cinta. Om tahu kamu yang kebetulan Om melihat berita di televisi, dan kamu ikut lomba memasak. Karena itulah om mencari dan membuntutimu dari Surabaya kemarin. Karena Om sangat mengkhawatirkan keselamatan kamu!" ucap Arjuna yang meneteskan air matanya, entah karena terlalu senang bisa menemukan Cinta atau karena mendengar kisah Cinta.


"Om Juna kenapa menangis, juara beladiri kok cengeng sih?" goda Cinta yang sebenarnya dia sendiri juga dalam keadaan menangis.


"Ma'af Cinta, perasaan om saat ini sedang campur aduk. Ayo, sebaiknya kita ke kantor polisi sekarang juga!" ajak Arjuna.


"Baik om, tapi bawaan Cinta banyak om" ucap Cinta seraya menunjuk ke barang-barangnya yang terdapat di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Biar Om bantu bawa, hari ini om membawa mobil. Karena Om tahu pasti kamu akan keluar dari asrama dan pastinya kamu akan membawa barang-barang.Jadi om tidak membawa sepeda motor om, tapi mobil Om hadiah kemenangan beladiri kemarin." jelas Arjuna.


"Wah, om seperti biasa perhatian sama Cinta!' seru Cinta sembari mengulas senyumnya.


Keduanya kemudian melangkahkan kaki meninggalkan kamar dan ternyata Cintalah yang terakhir uang masih berada di asrama, karena teman-teman Cinta sudah pulang ke rumah masing-masing.


Cinta dan Arjuna melangkahkan kaki menuju ke mobil mewah yang terparkir di depan halaman asrama. Arjuna meletakkan semua barang-barang milik Cinta di dalam bagasi.


Kemudian mereka berdua masuk kedalam mobil dengan posisi Arjuna di depan kemudi, dan Cinta duduk di samping Arjuna.


Dan Arjuna mengemudi dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya yang menuju ke arah kantor polisi.


"Kwnapa kita ke kantor polisi Om? memangnya ada apa?" atanya Cinta yang penasaran saat masih dalam perjalanan mereka ke kantor polisi.


"Nanti kamu juga akan tahu tentang penyebab kecelakaan kedua orang tua kamu, sampai orang yang hendak meracuni kamu kemarin" jelas Arjuna yang sesekali melihat ke arah Cinta.


"A..apa? maksud Om, ada yang sengaja membuat kami kecelakaan dan mau membuatku meninggal?" tanya Cinta yang penasaran.


"Iya, memang begitu adanya. Dan kami pastinya tak akan menyangkanya!" jawab Arjuna yang kemudian menepikan mobilnya saat mereka sudah mendekati Kantor polisi dan kemudian Arjuna memarkirkan kendaraannya.


Setelah itu keduanya turun dari mobil dan melangkahkan kaki menuju ke dalam kantor polisi.


"Selamat siap pak!"


"Siang pak Arjuna!"


Demikianlah banyak polisi yang menyapa Arjuna dan Arjuna membalas dengan anggukan kepala dan mengulas senyumnya.


Tibalah mereka di sebuah ruangan dimana ada ruang tahanan sementara, sebelum persidangan di gelar.


Betapa terkejutnya Cinta saat tahu siapa yang berada di dalam tahanan tersebut.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2