
Api membakar sebuah mobil mewah di tengah perjalanan ke tempat wisata hutan Pinus, dan telah membakar sepasang suami istri di dalamnya.
Nampak seorang gadis yang terkapar tak berdaya beberapa meter dari tempat kejadian.
"Hukk....Hukk....! aaargghhh....!!"
Gadis itu tersadar dari pingsannya saat matahari pagi menerpanya, gadis itu tak lain adalah Mutiara cinta.
Anak gadis yang baru saja merasakan musibah yang sangat mendalam itu, berusaha duduk dan mengingat apa yang terjadi.
"Papa...mama...!!" panggil Cinta dengan diiringi Isak tangisnya, yang mengingat kejadian yang telah terlewati.
Saat larut dalam kesedihannya, Cinta mengingat pesan terakhir mamanya.
"Om Juna...! iya aku hubungi Om Juna sekarang juga." kata cinta yang begitu ingat pesan mamanya.
Juna yang mempunyai nama lengkap Arjuna Dwi Setya adalah adik kandung Eka Rahayu, mama Cinta.
Yang berprofesi sebagai Atlet beladiri Nasional cabang pencak silat.
Cinta mencari ponselnya dan ternyata batunya sedang lobet, kemudian Cinta mencari ponse mamanya.
Setelah membuka mode kunci onsel yang biasa di gunakan mamanya.
"Alhamdulillah bisa terbuka, tinggal cari kontaknya. Om Juna, mana ya..!" ucap Cinta yang terus mencari nama Om-nya itu.
"Ketemu! Om Juna..!"seru Cinta yang kemudian menghubungi om Juna-nya.
"Tuuut...Turut...tuuutt...!!"
Bunyi telepon di sebrang yang belum di angkat. Tak berapa lama terdengar telepon di angkat.
"Klek"
📱"Assalamu'alaikum...halo, ada apa mbak?" (Juna penasaran).
^^^📱"Wa'alaikumsalam... Om Juna, ini Cinta Om...!" (Cinta terisak).^^^
📱"Kamu kenapa Cinta?" (Semakin penasaran).
^^^📱"Mobil kami kecelakaan Om, cinta takut sendirian!" (Masih menangis).^^^
📱"Kamu sekarang ada di mana Cinta?"
^^^^^^📱"Jalan menuju lokasi wisata hutan Pinus Om. Om, cepat kesini ya!" (tangisnya semakin menjadi).^^^^^^
📱"Iya-iya, om Juna tutup dulu ya! Assalamu'alaikum..!"
^^^📱"Wa'alaikumsalam...!"^^^
Dan keduanya saling menutup ponselnya.
"Krucuk...krucuk...krucuk....!"
Bunyi perut Cinta yang minta di isi, kemudian dia mencari sesuatu yang bisa di makan sebagai pengganjal perut.
"Mama biasanya bawa biskuit, coba Cinta lihat di tas mama" kata Cinta yang kemudian mencari biskuit itu di dalam tas mamanya.
"Alhamdulillah ada, mama terima kasih" kata Cinta lirih seraya membuka bungkus biskuit itu.
Sambil makan biskuitnya, Cinta melihat keadaan sekitarnya yang masih hening.
"Masih sepi! tak ada perkampungan kah di sekitar tempat ini?" tanya Cinta yang pasti tak ada yang menjawabnya.
Cinta bangkit dari duduknya, dengan tertatih-tatih dia berjalan menuju mobil yang terbakar.
Dimana mama dan papanya, meninggal di dalamnya.
"Mama...papa...!"
Cinta pun hanyut dalam kesedihannya.
Tak berapa lama datang dua mobil, satu mobil warna putih dan satunya mobil polisi.
Setelah kedua mobil itu menepi, para pengemudi mobil itu keluar dan dengan berlari menghampiri Cinta dan puing-puing mobil yang terbakar itu.
"Cintaaaaa...!!" panggil laki-laki berusia dua puluh tiga tahunan itu saat menghampiri keponakannya.
__ADS_1
Merasa namanya ada yang memanggil, dan cinta kenal dengan suara khas itu, gadis itupun menoleh ke sumber suara.
"Om Juna..!" balas Cinta yang dengan tertatih mengghampiri Om-nya yang berjalan ke arahnya.
Arjuna kemudian memeluk keponakan satu-satunya itu dan Cinta pun menerimanya.
"Mama dan papa kamu di mana?" tanya Arjuna yang penasaran.
Cinta tak menjawab, dia memandang dengan sedih ke arah mobil yang tinggal puing-puing itu.
Karena penasaran, Arjuna mendekati puing-puing mobil yang dimana dua polisi sedang menyelidiki tentang terjadinya kecelakaan itu.
"Apakah i..tu mbak Eka dan mas Heri?" tanya Arjuna yang tak percaya apa yang di lihatnya saat ini.
"I..iya Om, itu mama dan papa!" jawab Cinta yang ada di belakang Arjuna.
"Mas Juna, kami turut perihatin atas musibah yang terjadi pada saudara anda." kata salah seorang polisi yang memeriksa kondisi mobil yang terbakar itu.
"Terimakasih pak!' balas Arjuna yang memeluk keponakannya yang kini jadi yatim piatu.
"Dari pemeriksaan kami, kemungkinan ada yang menyabotase mobil saudara anda." kata polisi lainnya.
"Sabotase?" tanya Arjuna yang penasaran.
"Iya, ternyata ada yang mengubah rem mobil saudara anda. Yang mengakibatkan rem-nya blong." jawab polisi itu.
"Iya, sebelum kecelakaan papa juga bilang kalau rem-remnya blong." sahut Cinta yang mengingat kembali saat sebelum kecelakaan.
"Dan setelah kejadian itu, mama menyuruh Cinta keluar dan menghubungi Om Juna" ucap Cinta seraya menyeka air matanya.
"Baiklah pak, saya minta kepolisian mau membantu mengusut kasus yang menimpa keluarga kakak saya." ucap Arjuna pada dua polisi yang tadi bersamanya.
"Cinta, kita cek kondisi kamu! sepertinya wajah kamu terkena luka bakar!" kata Arjuna yang khawatir melihat kondisi keponakannya saat ini.
"I..iya Om!" balas Cinta yang menurut saja apa kata Om-nya.
"Permisi Pak, saya harus ke rumah sakit sekarang juga!" kata Arjuna pada kedua polisi itu.
" Iya mas Juna! Hati-hati..!" balas salah satu polisi itu.
"Assalamu'alaikum..!" salam pamit Arjuna.
Arjuna kemudian membopong keponakannya menuju ke mobilnya.
Setelah keduanya masuk ke dalam mobil, Arjuna dengan perlahan-lahan meninggalkan lokasi kejadian kecelakaan itu.
Mobil mewah yang di kendarai Arjuna Dwi Setya dengan membawa Mutiara Cinta, melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit terdekat.
"Cinta, kamu yang tabah ya!" kata Arjuna yang mengemudi dan sesekali melihat keadaan keponakannya yang meringis kesakitan.
"I...iya Om!" jawab Cinta yang kemudian terus mengipasi luka bakar di wajahnya.
Tak berapa lama, mereka sampai di rumah sakit. Dan setelah memarkirkan mobil, mereka keluar dari mobil dan bergegas menuju ke ruang pendaftaran pasien.
Setelah selesai, mereka menuju ke ruang perawatan.
Cinta di sambut oleh dokter yang kemudian memeriksa luka Cinta.
"Maaf ya mbak, rambutnya saya potong ya! karena sangat mengganggu dalam membersihkan dan mengobati luka-luka yang dialami mbak Cinta" ucap dokter yang hendak memeriksa luka-luka Cinta.
"Tapi, bagaimana rambut indahku? hiks!" kata Cinta yang sangat sayang pada rambutnya yang sebelumnya sangatlah indah.
"Nggak apa-apa Cinta, kalau sudah sembuh kan bisa memanjangkan lagi rambut kamu!" rayu Arjuna pada keponakannya.
"I..iya deh!" ucap cinta dengan kerelaan.
Dokter pun memotong dan memeriksa luka-luka Cinta.
Kemudian dokter itu menyuruh perawat untuk membersihkan luka-luka cinta.
Luka Cinta di bersihkan dan di obati oleh perawat rumah sakit itu.
"Drrrtt....drrtttt....drrttt...!!"
Terdengar bunyi ponsel di saku celana Arjuna.
Arjuna berjalan menjauh dari Cinta yang lukanya sedang di bersihkan oleh perawat.
__ADS_1
Kemudian Arjuna menerima telepon yang menghubunginya.
^^^📱"Assalamu'alaikum...!"^^^
📱"Wa'alaikumsalam.., Saudara Juna, jenazah keluarga anda sore ini akan di makamkan"
(polisi yang tadi mengurusi kecelakaan mobil ke dua orang tua Cinta)
^^^📱"Apa sore ini juga? baik kami akan kesana!"^^^
📱"Baiklah saudara Juna, selamat siang dan Assalamu'alaikum...!"
^^^📱"Wa'alaikumsalam..!"^^^
Arjuna menutup ponselnya dan menghampiri Cinta.
"Siapa Om?" tanya Cinta yang penasaran.
"Polisi tadi, yang mengatakan kalau jenazah mama dan papa kamu di makamkan sore ini juga." kata Arjuna yang melihat cara perawat mengobati keponakannya.
"Sore ini? kita langsung pulang kan Om?" tanya Cinta yang berharap tidak menginap.
"Luka anda hanya luka luar nona, anda di perbolehkan untuk pulang." ucap dokter yang sudah memeriksa luka bakar Cinta setelah di bersihkan oleh perawat.
"Nah, sudah boleh pulang tuh!" ucap Arjuna seraya mengulas senyumnya.
"Ini resep obat untuk adik cinta, semoga lekas sembuh ya!" ucap dokter seraya memberikan secarik kertas bertuliskan resep obat.
"Aamiin, terima kasih dokter. Assalamu'alaikum..!" salam pamit Arjuna.
"Wa'alaikumsalam wa rohmatullahi wabarokatuh." jawab sang Dokter.
Arjuna dan Cinta berjalan menuju ke apotik dan ruang administrasi.
Setelah selesai, keduanya berjalan melewati lorong rumah sakit dan menuju ke tempat parkiran mobil.
Mobil itu pun melaju menuju ke rumah mewah milik keluarga Cinta.
Sesampainya di rumah mewah itu, sudah terpasang bendera warna kuning.
Semua tetangga menyalami dan para ibu-ibu tetangga Cinta semuanya memeluk cinta. Untuk sekedar memberi semangat pada gadis yang sudah jadi yatim-piatu itu.
Cinta segera kekamarnya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Demikian pula dengan Arjuna yang juga membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, yang selalu dia bawa di bagasi mobilnya.
Acara selanjutnya adalah sholat jenazah, yang dilakukan semua keluarga, kerabat, sahabat dan para ta'ziah.
Setelah rangkaian acara, dan acara yang terakhir adalah pemakaman.
"Mama dan papa, semoga tenang di sana, Cinta baik-baik saja di sini!" ucap Cinta seraya menabur bunga di pusara kedua orang tuanya.
"Mas Heri dan mbak Eka, Juna janji akan menjaga putri kalian baik-baik. Semoga amal dan ibadah kalian di terima di sisi-Nya. Aamiin ya Robbal Alaamiin" doa Arjuna yang juga menabur bunga di pusara kedua kakaknya.
"Cinta, ayo kita pulang!" ajak Juna pada keponakannya itu, dan Cinta pun mengangguk dan bangkit dari duduk jongkoknya.
"Iya Om, mama...papa...Cinta pulang ya!" ucap Cinta seraya meneteskan air matanya.
"Mama...papa...!" Isak tangis Cinta.
...ðŸ’ðŸ’ðŸ’ðŸ’...
"Mama..papa....om Juna!"
"Mama..papa....om Juna!"
Cinta menginggau memanggil kedua orang tuanya dan juga Arjuna.
...~Â¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...