CHEF CINTA

CHEF CINTA
Iwan adalah tunangan Cucu nenek Asih


__ADS_3

"Ma'af cak teguh, Siska lebih baik kalian rujuk saja. Demi putra kalian, bersatulah kembali. Assalamu'alaikum" ucap Cinta seraya mengikuti Iwan, karena tangannya ditarik oleh pemuda itu.


"Wa'alaikumsalam" balas Teguh dan Fransiska melihat ke arah Cinta, dan kemudian keduanya saling pandang.


"Kak, kakak dengar kata Cinta tadi? kita mulai lembaran baru lagi ya kak? kita rujuk" ucap lirih Fransiska.


"Baiklah, aku coba menerima kamu kembali. Ma'afkan aku Siska, kita buka lembaran baru dan kita besarakan putra kita bersama-sama" ucap Teguh yang menggenggam tangan Fransiska.


"Iya kak, terima kasih" ucap Siska yang meneteskan air matanya.


"Jangan menangis lagi, ayo aku antar kamu pulang!" ajak Teguh seraya menyeka air mata Fransiska.


"Ba..baik kak!" ucap Fransiska yang merasakan kehangatan di sikap mantan suaminya.


Teguh kemudian mengajak Siska naik sepeda motor maticnya, dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya yang sudah lengang itu.


Demikian pula dengan Cinta dan Iwan yang sudah naik sepeda motor sport, melaju berlawanan arah dengan Teguh dan Fransiska.


"Cinta, aku minta ma'af ya tadi bilang sama teman kamu kalau aku pacar kamu" ucap Iwan yang tidak enak hati.


"Tidak apa-apa kak! Cinta malah yang berterima kasih karena kak Iwan menolong Cinta." ucap Cinta dengan jujur.


"Kak Iwan sudah punya tunangan, dan saat ini dia kerja di luar negeri sebagai TKW. Saya ingin bekerja dan kalau bisa punya usaha sendiri, agar kelak tidak tergantung pada penghasilan istriku. Dan kalau bisa istriku nanti tidak bekerja keluar negeri lagi" ucap Iwan dengan tetap mengendarai sepeda motornya.


"Oh, begitu ya? apa kak Iwan tidak takut kalau ada yang melihat kak Iwan selaku bersama Cinta, dan orang itu bicara sama tunangan kak Iwan?" tanya Cinta yang penasaran.


"Tidak!" jawab singkat Iwan.


"Eh, kok gitu?" tanya Cinta yang tambah penasaran.


"Karena neneknya tunaganku itu yang selama ini bersama kamu" jawab Iwan seraya mengulas senyumnya.


"Tu..tunggu! tunangan kamu itu cucu nenek Asih?" tanya Cinta yang penasaran.


"Iya, tunanganku yang memberitahukannya. Karena yang sebenarnya ibunda dari tunanganku itu adalah putri kesayangan nenek Asih, dan beliau sudah meninggal karena sakit. Tunanganku itu diberi amanat oleh mendiang ibunya untuk mencari neneknya. Dan ternyata nenek asih satu kampung dengan aku. Aku ceritakan semuannya tentang nenek Asih dan kamu tunanganku itu pada tunanganku." jelas Iwan.


"Wah tak menyangka sama sekali ya!" ucap Cinta yang terharu dengan cerita Iwan.


"Iya begitulah, awalnya Sari nama tunanganku itu sedikit cemburu dengan kamu. Dan aku jelaskan kalau aku hanya mencintai dia, dan berjanji tetap mencintai dia. Akhirnya dia menerimanya" ucap Iwan.


"Jadi begitu ya?" ucap Cinta yang mengerti apa yang diucapkan Iwan.


Tak berapa lama mereka telah sampai di depan rumah nenek Asih.

__ADS_1


Setelah menurunkan Cinta, Iwan segera pamit dan meninggalkan Cinta yang sudah masuk ke dalam pekarangan nenek Asih.


Setelah Iwan hilang dari pandangan kedua matanya, Cinta melangkahkan kakinya menuju ke teras rumah nenek Asih.


"Tok...tok...tok..!" Cinta mengetuk pintu rumah nenek Asih.


"Assalamu'alaikum" ucap salam Cinta yang kemudian mengetuk kembali pintu rumah tersebut.


"Tok...tok..tok...!"


"Wa'alaikumsalam!" jawab seorang wanita dari dalam rumah.


"Klek..klek..ceklek..!" dan terdengar suara pintu seperti ada yang membukanya.


"Nenek!" panggil Cinta dengan mengulas senyumnya.


"Cinta, ayo masuk!" ucap nenek Asih dan Cinta masuk ke rumah, kemudian nenek asih menutup dan mengunci pintunya kembali.


"Alhamdulillah Cinta masuk ke tingkat propinsi nek! tinggal selangkah lagi!" seru Cinta.


"Alhamdulillah, nenek juga itut senang" ucap nenek Asih yang bersama Cinta melangkahkan kaki menuju ke sofa, untuk duduk dan saling bercerita .


"Oiya nek, ini ada sate buat nenek" ucap Cinta yang menyerahkan bungkusan sate ayam Madura yang tadi dia beli bersama Iwan tadi.


"Kalau begitu ayo kita makan bersama nek" ajak Cinta dengan semangat dan kembali bangkit dari duduknya, diikuti oleh Nenek Asih.


Keduanya melangkahkan kaki menuju ke ruang makan, dan Cinta menyiapkan peralaratan makan dan juga minuman untuk mereka berdua.


Mereka makan sambil bercerita tentang apa yang terjadi seharian ini, selain tentang lomba juga tentang acara hajatan di kediaman Hutomo dan kejadian dengan Teguh dan Fransiska.


"Wah nenek tak menyangka kalau si Siska itu mantan istri Teguh yang berpacaran dengan Gala, sedangkan Gala bertunangan dengan Dara sahabat kamu. Sungguh sama sekali diluar dugaan." ucap nenek Asih seraya menggelengkan kepalanya.


"Semua memang diluar dugaan ya nek!" ucap Cinta yang menyeruput minumannya.


Setelah menyelesaikan makan malam, keduanya belum beranjak dari kursi meja makan.


"Nek, sebelumnya Cinta minta nenek untuk tabah saat mendengar cerita dari Cinta kali ini" ucap Cinta yang memandang nenek Asih dengan tatapan sendu.


"Ada apa Cinta?" tanya Nenek Asih yang penasaran.


"Tadi Iwan sempat bercerita, kalau Iwan adalah tunangan dari cucu nenek, anak dari putri nenek" ucap Cinta dengan hati-hati.


"Putriku sudah punya anak?" tanya Nenek Asih yang kebingungan.

__ADS_1


"Iya, apa nenek lupa berapa lama putri nenek meninggalkan nenek?" tanya Cinta yang penasaran.


"Nenek sampai lupa berapa tahun, nenek hanya ingatnya dua tahun dan dua tahun" jawab nenek asih yang meneteskan air matanya.


"Kasihan sekali nenek dan putrinya, sampai akhir hayat siputi nenek tak bertemu ibunya dan si nenek yang tak bertemu putrinya. Ya Allah, semoga kau tempatkan putri nenek Asih di tempat yang layak.Aamiin ya Robbal alaamiin" do'a dalam hati Cinta.


"Sekarang cucuku dimana?" tanya nenek Asih diantara Isak tangisnya.


"Kata kak Iwan masih bekerja di luar negeri, dan kak Iwan disuruh cucu nenek untuk mencari keberadaan neneknya" jelas Cinta.


"Si Iwan itu tunangannya cucuku?" tanya nenek Asih yang ingin mengetahui kejelasannya.


"Menurut kak Iwan begitu nek!" ucap Cinta yang mendekati nenek Asih.


Cinta kemudian menuntun nenek asih untuk berjalan menuju ke kamarnya.


"Besok suruh Iwan menceritakan semuanya ya!" ucap nenek Asih pada Cinta.


"Iya nek, sekarang sebaiknya nenek beristirahat dan nanti Cinta akan menghubungi kak Iwan untuk menjelaskan kebenarannya" ucap Cinta.


"Terima kasih nak Cinta, cukup sampai disini saja. Nenek sudah tidak apa-apa, kamu juga perlu istirahat" ucap nenek Asih saat mereka berada di depan pintu kamar nenek Asih.


"Baik nek, selamat malam" ucap pamit Cinta.


"Selamat malam juga Cinta" ucap nenek Asih yang kemudian membuka pintu kamar dan masuk ke kamar kemudian menutup serta mengunci pintu kamarnya.


Cinta kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya. Setelah masuk ke kamarnya, Cinta berwudlu dan kemudian menunaikan sholat Isya.


Beberapa menit setelah selesai sholat, Cinta mengubungi Iwan dan mengatakan keinginanan dari nenek Asih.


Setelah itu Cinta mulai memejamkan kedua matanya dan gadis itu terbuai dalam mimpinya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2