
Tak berapa lama mobil mewah itu, sampai di depan Restoran Bali Ndeso.
"Itu mobil Gala , berarti Gala masih disini ya pa!" seru Riska yang sudah keluar dari mobil mewahnya dan mendapati mobil mewah putranya berada di tempat parkir restoran Bali Ndeso.
"Iya, semoga saja dia ada di dalam ya ma!" balas Hutomo yang menggandeng isterinya dan kemudian melangkah menuju ke terras restoran.
."Tampaknya dikunci dari dalam ma" ucap Hutomo.
"Apa bisa diketuk pintunya?" tanya Riska.
"Jika Gala di pantry mungkin bisa dengar ma, tapi jika Galabdi ruangannya, apa dia bisa dengar?" tanya Hutomo yang menghitung perbandingan jarak antara pintu depan restoran dengan ruangan Gala.
"Ya kita coba saja pa, mungkin Gala ada di ruangan kasir atau pantri!" balas Riska.
"Baiklah, kita coba!" ucap Hutomo yang kemudian mengarahkan kepalan tangannya ke pintu restoran yang bagian depannya ada roling doornya.
"Tokk.... tokk...tokk...!"
Tak ada jawaban dari dalam restoran.
"Tokk.... tokk...tokk...!"
Sekali lagi pintu di ketuk, namun tak juga ada respon dari dalam restoran.
"Pa, mama ingat! kalau mama memasang Cctv. Jadi mama mau lihat cctv dulu!" ucap Riska yang kemudian membuka pasword Cctvnya di ponselnya.
"Iya ma, coba lihat apa putra kita ada di dalam dan sedang melakukan apa? sampai-sampai tidak mendengar kita!" ucap Hutomo yang ikut memperhatikan ponsel istrinya.
Mereka berdua kemudian melihat handpon Riska yang membuka Cctv restoran Bali Ndeso.,
Mereka melihat kejadian saat mati lampu di dalam ruangan Gaia, dimana Gala hanya memakai handuk saja dan Cinta ada bersamanya.
Terus kejadian di dapur dan terakhir di ruangan tempat tidur.
"Gala memalukan, kita harus cepat masuk! sebelum anak kita berbuat dosa." ucap Riska khawatir.
"Iya ma! tapi bagaimana caranya?"" tanya Hutomo yang kebingungan.
"Pa, disamping ada pintu daruratnya!" seru Riska yang setengah berlari melangkahkan kaki menuju ke pintu samping restoran dan diikuti oleh Hutomo.
Mereka pun sampai didepan pintu darurat restoran.
"Ma, menjauh sedikit. Aku mau mendobrak pintu ini!" seru Hutomo yang sudah mulai persiapan untuk mendobrak pintu.
"Iya pa, hati-hati!" ucap Riska dan Hutomo menganggukan kepalanya.
Kemudian Hutomo bersiap mendobrak pintu itu.
"Dugh.... dugh... dugh... dugh..!"
"Brakk...!"
Pintu pun terbuka dan keduanya bergegas masuk kedalam restoran, tapi sebelumnya Hutomo menutup kembali pintunya.
__ADS_1
Sementara itu di ruangan Gala, Cinta melihat secara dekat wajah Gala.
Cinta terpesona akan sikap Gala yang pehatian dan wajah tampan Gala yang membuat jantungnya tak beraturan saat ini.
Gadis itu tetap diam dan terus memperhatikan lelaki bersamanya itu,
yang saat ini sibuk kembali mengobati kaki Cinta yang berdarah tadi.
"Nah, sudah selesai! ingat tetap di atas tempat tidur ya!' seru Gala yang kemudian duduk di sofa dekat pintu kamar.
Tak berapa lama mereka mendengar suara dobrakan pintu yang amat keras.
"Dugh.... dugh... dugh... dugh..!"
"Brakk...!"
"Hah, suara apa itu!" seru Gala dan Cinta bersamaan.
"Aku akan melihatnya, kamu di sini saja!" seru Gala yang kemudian dia meraih tongkat golf yang ada di sudut kamar.
"Hati-hati mas Gala!" pesan Cinta.
Gala menganggukkan kepala dan melangkah dengan pelan-pelan keluar dari kamar dan berjalan menuju ke pintu ruangan.
Baru saja membuka pintu, Gala di kagetkan dengan dua orang uang sangat dikenalnya dan mereka bersamaan berseru memanggil namanya.
"Galaaaaa...!"
"Dugh...!"
"Mama... papa..!" panggil Gala yang terkejut.
"Mana Cinta!" seru Riska yang langsung masuk ke ruangan dan lanjut ke kamar dimana Cinta duduk bersandar di dinding yang menempel di tempat tidur.
"Eh mama!" Gala yang masih bingung.
"Kamu ini ya, jaga nama baik mama dan papa! Kau apakan Cinta!" seru Hutomo dengan nada tinggi yang melangkahkan kaki mengikuti istrinya
"A..aku!" Gala gelagapan, dia pun berjalan mengikuti papanya.
"Cinta! kamu tidak apa-apa kan?" tanya Riska yang dengan wajah khawatir melangkahkan kaki ke samping tempat tidur Cinta.
"Cinta tidak apa-apa tante!" ucap Cinta yang terkejut dari tadi.
Riska pun memeriksa keadaan Cinta.
"Gala! kamu harus bertanggung jawab!" seru Hutomo geram.
"Bertanggung jawab?" tanya Gala yang masih belum paham.
"Kamu harus menikahi Cinta!" seru Riska yang menatap Gala tajam.
"Iya, kami sudah punya kesepakatan untuk menikah. Tapi setelah Cinta jadi chef!" seru Gala serius.
__ADS_1
"Betul begitu Cinta?" tanya Riska yang pura-pura lupa.
"Iya Tante!" jawab Cinta seraya menganggukkan kepala.
"Janji harus kamu tepati Gala! mulai sekarang jangan berhubungan lagi dengan Fransisca!" seru Riska seraya menatap Gala tajam.
"Iya mama, Gala janji tidak akan berhubungan lagi dengan Siska.
"Ya sudah, sekarang hubung sudah subuh, ayo sholat subuh berjama'ah" ajak Hutomo, dan semua menyetujuinya.
"Cinta, kalau kami belum bisa berdiri, sholat dengan berbaring saja ya" ucap Riska.
"Iya Tante." jawab cinta dan mereka segera mengambil wudlu sedangkan Cinta tayamum.
Beberapa menit kemudian, mereka telah selesai menunaikan sholat Subuh berjamaah.
"Cinta, apa kamu nanti bisa memasak?" tanya Riska penasaran.
"Belum tahu Tante, nanti akan Cinta coba. Chef Alleno masuknya masih tiga hari lagi. Saya masih kuat kok Tante, jangan khawatir ya!" ucap Cinta yang mencoba menenangkan Riska, karena dia tahu kalau mamanya Gala itu takut kalau kehilangan pelanggan.
"Baiklah kalau begitu, kami pamit pulang. Gala jaga Cinta baik-baik ya!" seru Hutomo.
"Iya-iya Pa, ma! jangan khawatir. Gala kan anak yang baik!" ucap Gala yang mengucapkan kata-kata yang biasa diucapkan mamanya.
"Dasar kau ya!" ucap Riska yang menarik hidung Gala karena gemas.
Kemudian Hutomo dan Riska keluar dari kamar dan melangkahkan kaki keluar dari restoran Bali Ndeso.
Gala mengikuti kedua orang tuanya untuk membuka dan menutup pintu depan Restoran Bali Ndeso.
Setelah keduanya keluar dari restoran, Gala menutup dan mengunci kembali pintu depan restoran.
Kemudian dia kembali ke ruangannya dan tidur di sofa.
Sedangkan Cinta juga sudah tidur pulas, karena semalam kurang tidur,
Pukul tujuh pagi Cinta bangun dari tidurnya, dan dia berusaha bangkit dan tertatih-tatih melangkah menuju pintu keluar dari kamar.
"Ceklek..!"
Dibukanya pintu kamar itu dan dilihatnya Gala yang tertidur pulas di sofa ruangan itu.
"Mumpung Tuan Galak masih tidur, aku mau mandi dulu!" ucap Cinta dalam hati.
Cinta pun perlahan melangkahkan kaki ke kamar mandi di ruangan itu.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Betsambung...