
Cumi lombok ijo.
Bahan:
- 4 cumi ukuran sedang
- 1 buah jeruk nipis
- 1 genggam atau lebih cabai hijau
- 2 buah tomat hijau
- 5 buah cabai merah keriting
- 5 buah cabai rawit merah
- 10 buah bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 ruas lengkuas
- 1 lembar daun salam
- 5 lembar daun jeruk
- Sedikit air
- Garam, lada, penyedap secukupnya
Cara membuat:
Bersihkan cumi, boleh dipotong atau utuh, cuci bersih kemudian beri perasan jeruk nipis dan garam. Diamkan 10-15menit. Bilas kembali dengan air.
Iris semua cabai, tomat, bawang-bawangan, dan lengkuas.
Panaskan minyak seperlunya, tumis semua bahan irisan, masukkan daun salam dan daun jeruk.
Masukkan cumi, beri sedikit air. Masak sampai bahan semua matang, tambahkan garam, lada, dan penyedap. Masak sampai daging cumi empuk dan lembut. Cicipi daging cumi dan rasa.
Sajikan.
Sayur lombok tahu bakso.
Bahan:
- 100 gr cabai hijau keriting, iris serong tipis-tipis
- 10 buah tahu bakso, potong-potong
- 1 bungkus santan kara instan
Bumbu halus:
- 8 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
Bumbu cemplung:
- 1 sdm gula merah
__ADS_1
- 2 lembar daun salam
- 2 cm laos geprek
- Garam dan penyedap secukupnya
Cara membuat:
Tumis bumbu sampai matang.
Masukkan cabai hijau, daun salam, laos dan gula merah. Masak sampai cabai hijau setengah layu.
Masukkan tahu bakso, tambahkan air secukupnya.
Masak sampai air mendidih, lalu masukkan santan kara.
Masak dengan api kecil aja sampai santan dan bumbu matang sempurna. Koreksi rasa.
Sajikan.
Gulai tahu tempe lombok ijo.
Bahan:
- 1/2 papan tempe
- 15 buah cabai keriting hijau, iris serong
- 1 ons daging tetelan
- 3 lembar daun salam
- Santan kental dari 1/2 kelapa
Bumbu halus:
- 10 buah cabai keriting
- 5 buah bawang merah
- 1 ruas kunyit
- 3 buah kemiri
Cara membuat:
Rebus tetelan sampai lunak.
Potong-potong tahu dan tempe. Goreng tahu 1/2 matang supaya tahu tetap lembut.
Tumis bumbu halus dan daun salam sampai matang dan harum.
Masukkan tetelan, tahu, tempe dan cabai hijau. Tambahkan garam, gula,kaldu jamur dan air secukupnya.
Masak sampai bumbu meresap dengan api kecil.
Masukkan santan. Masak sampai mendidih sambil terus diaduk supaya tidak pecah santan.
Sajikan.
__ADS_1
...****...
Beberapa menit kemudian, perlombaan pun selesai dan panitia sibuk menentukan siapa pemenang dari perlombaan antar restoran itu.
Dan tibalah pembawa acara memberitahukan siapa pemenang perlombaan itu.
"Tibalah saatnya kita mengetahui siapa pemenang dalam perlombaan antar restoran ini." ucap pembawa acara itu seraya menebarkan pandangannya.
"Akan saya umumkan siapa yang menjadi juara ke-3 dari perlombaan antar restoran ini! juara ke-3 ddnya adalah, restoran Podomoro!" seru pembawa acara tersebut dan disambut dengan meriah tepuk tangan dari para penonton perlombaan itu.
Peserta dari restoran Podomoro itu kemudian maju dan naik ke 1atas panggung.
Dan kemudian pembawa acara itu menyebutkan kembali untuk pemenangnya berikutnya.
"Untuk p.enemang kedua, di raih oleh....Restoran Bali Ndeso!" seru pembawa acara pada saat menyebutkan nama restoran Bali Ndeso.
Tepuk tangan riuh terdengar di antara penonton, dan peserta lainnya.
"Jangan-jangan juara satu bukan kita Cin?" tanya Tanaka yang sudah pesimis terlebih dahulu.
"Sabarlah, masih ada juara satunya!" jawab Cinta yang sebetulnya sudah pesimis untuk menang sedari tadi.
"Tibalah saat yang ditunggu-tunggu, siapa juara satu untuk lomba kali ini, Juara satunya adalah.... Restoran Mirama!" ucap pembawa acara itu dan disambut dengan tepuk tangan yang riuh oleh para peserta yang lainnya dan juga para penonton lomba.
"Kita menang Cinta! kita menang!" ucap seru Tanaka yang sumringah akan hal itu.
Demikian pula dengan Cinta, yang tak percaya akan kemenangannya.
Dan Cinra naik keatas panggung, dan dia bersebelahan dengan Gala dan Fransiska.
"Selamat ya!" sapa ramah Gala pada saat Cinta sudah berada di samping Gala dan Fransiska.
Cinta yang memakai masker itu mengedipkan matanya dan kemudian fokus pada pejabat yang akan memberinya hadiah.
"Untuk pemenang pertama, bisakah kamu buka masker kamu?" tanya pembawa acara yang sedari tadi juga penasaran.
"Buka saja Cin, kan sudah menang. Aku yakin mantan bos kamu menyesal mengeluarkan kamu!" seru Tanaka dan Cinta menyetujuinya.
Cinta menganggukan kepalanya dan kemudian dengan segera melepaskan maskernya.
Detik itu juga Gala dan fransiska yang memperhatikan dengan baik detik-detik Cinta melepaskan maskernya.
"Cin...cinta!'' panggil Gala yang hendak mendekat, namun segera ditarik oleh Fransiska.
"Mau apa kamu kesana? dia bukan siapa-siapa kamu lagi! yang ada dia adalah musuh kamu!" bisik fransiska yang tak inginbsi jika gala akan berhubungan kembali dengan Cinta.
"Siska, lepaskan! aku ingin bersalaman dengan Cinta!' seru Gala ysng menatap kedua mata Fransiska.
"Jangan! kau tahu jika dia tahu kau yang mendekatinya terlebih dahulu, maka akan besar kepala dia!" bisik Fransiska yang mencengkeram tangan Gala.
Cinta melihat hal itu, dan dia menggelengkan kepalanya seraya tersenyum kecut.
"Jadi begitu ya! Gala yang terkenal Galak dan jutek itu, tak berkutik disamping kekasihnya! Kenapa aku menyukainya dulu? Ih...amit-amit deh!" gumam dalam hati Cinta yang saat ini sudah menerima piagam dan juga piala telah Cinta terima.
Setelah saling berjabat tangan, mereka kemudian saling berfoto untuk para wartawan yang akan membuat berita.
"Cinta, jadi kamu sekarang kerja di Restoran Mirama ya!" kata dalam hati Gala pada saat menyadari kalau Cinta memang sudah tidak berada didekatnya lagi.
"Acara telah selesai, sebaiknya kita pulang kak!" ajak Cinta pada Tanaka.
"Ayo! lagi pula aku juga sudah lelah" ucap Tanaka yang kemudian melangkahkan kakinya beriringan dengan Cinta menuju ke mobil yang tadi membawa mereka ke acara lomba.
"Besok, aku masih harus ikut lomba lagi." ucap Cinta sembari membuka pintu mobil.
"Lomba apa lagi Cin?" tanya Tanaka yang penasaran.
"Lomba tingkat kelurahan, yang nantinya akan berlanjut ke tingkat kecamatan" jawab Cinta yang sedang memakai sabuk pengamannya.
Tanpa mereka sadari, Gala memperhatikan semuanya.
"Kenapa ada perasaan menyesal karena aku telah mengeluarkan Cinta dari Bali Ndeso ya?" gumam dalam hati Gala yang melihat mobil yang ditumpangi Cinta, melaju dan menghilang dari pandangan kedua matanya.
Perlahan mobil yang ditumpangi Cinta menjauh menyusuri jalan raya yang mengarah ke restoran Mirama.
Hari sudah beranjak sore, mereka telah sampai di Restoran Mirama.
"Kak Tanaka, Cinta mau ke musholla dulu ya! tadi di lokasi lomba tidak sempat untuk sholat, karena jauh dari masjid atau musholla. Sedangkan Cinta tidak membawa mukena!" ucap Cinta pada saat turun dari mobil yang dia tumpangi.
"Ok, tapi nanti aku antar kamu pulang ya!" seru Tanaka yang memanfaatkan kesempatan.
"Iya-iya deh!" balas Cinta yang mengulas senyumnya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran.
....~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...