CHEF CINTA

CHEF CINTA
Curhat di Pantai Kenjeran


__ADS_3

"Ihh, serem juga ya!" ucap Cinta yang tiba-tiba bulu kuduknya merinding setelah mendengar cerita dari Teguh.


Tak berapa lama pesanan mereka telah dihidangkan dan mereka kemudian menyantapnya, namun sebelumnya Cinta membagikannya di akun sosial medianya.


Foto dia dan Teguh yang bersamaan makan bakso dan es campur.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai makan baksonya, dan setelah Teguh membayar bakso dan es campur, mereka melangkahkan kaki menuju ke tempat dimana sepeda Teguh terparkir.


"Sepertinya pertanyaanku yang tadi belum kamu jawab Cin?" tanya Teguh seraya memberikan helmnya pada Cinta.


"Yang mana ya?" tanya Cinta yang benar-benar tidak ingat.


"Itu tadi yang tumben kamu pulang cepat?" tanya Teguh yang penasaran.


"Oh, aku boleh curhat tidak Cak? karena selama ini cak teguh seperti Kakak bagi Cinta" ucap Cinta lirih namun pedih bagi Teguh.


"Cinta menganggapku kakak? apa dia tak tahu dengan perasaanku saat ini?" ucap dalam hati Teguh yang kemudian membuka jaket hijaunya dan meletakannya di dalam jok sepedanya.


Teguh sedikit kecewa, karena jika Cinta hanya menganggapnya sebagai kakak, itu berarti Cinta yang bertepuk sebelah tangan.


"Ok, aku tahu tempat untuk kita bisa ngobrol dan menikmati suasana sore hari" ajak Teguh yang mulai menyalakan sepeda motornya.


"Asyik tentunya tempatnya!" seru Cinta yang bersemangat.


"Pastinya!' balas Teguh yang melajukan sepeda motornya setelah Cinta sudah siap sedia duduk di boncengannya.


"Cin, kita sholat Dhuhur dulu ya!" seru Teguh saat menepi di depan Masjid di pinggir jalan dan berhenti.


"Iya, jalan-jalan boleh saja. Ibadah jangan ditinggalkan!":ucap Cinta seraya melepaskan helmnya.


"Iya Bu Nyai!" goda Teguh.


"Apa sih Bu nyai segala!":ucap cinta yang sedikit tersipu malu.


"Bicara kamu itu seperti ustadzah di kampungku! he..he..!" ucap Teguh sambil terkekeh.


"Dasar, ilmuku belum setinggi itu!" ucap Cinta dan keduanya masuk ke halaman Masjid.


Kemudian mereka mengambil wudlu di tempat masing-masing, dan kemudian menunaikan ibadah sholat Dhuhur.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai dan melangkahkan kaki keluar dari masjid dan menuju tempat di mana sepeda Teguh terparkir.


Cinta dan Teguh melanjutkan perjalanan mereka.

__ADS_1


Sepeda motor itu melaju menuju ke arah pantai di kota Surabaya.



Mereka menyusuri jalan raya yang sedang sepi.


Tak berapa lama mereka sampai di tujuan, yaitu tempat wisata pantai Kenjeran Surabaya.



Setelah memarkirkan kendaraannya, Teguh dan Cinta melangkahkan kaki dengan santai di sepanjang pantai sambil melihat indahnya laut di selat Madura itu.



"Kamu mau cerita apa Cin?" tanya Teguh yang penasaran.


"Aku mengundurkan diri dari pekerjaanku Cak!" jawab Cinta seraya melangkahkan kaki menyusuri jembatan-jembatan yang sengaja dibuat untuk menikmati indahnya pantai Kenjeran.


"Mengundurkan diri?' tanya Teguh yang penasaran.


"Iya, Cinta resign dari Restoran Bali Ndeso" jawab Cinta seraya memandang lautan dan berpegangan pada pegangan yang tersedia.


"Kenapa Cin? bukankah kamu sudah betah disana? apalagi sepertinya kamu akrab sama bos kamu?" tanya Teguh yang penasaran.


"Lantas apa alasan kamu?" tanya Teguh yang ikut memposisikan dirinya sejajar dengan Cinta.


"Awalnya aku diberi misi menjadi pacar palsunya atau bohongannya bos Restoran Bali Ndeso, yang tujuannya agar kedua orang tuanya tidak menjodoh-jodohkan dirinya pada perempuan lain, dan sekaligus bentuk protes dirinya yang tidak suka dengan keputusan kedua orang tuanya yang tidak memperbolehkannya pacaran dengan pacarnya yang sekarang." cerita Cinta uang kini berganti posisi menjadi bersandar di pegangan jembatan itu.


"Oh kenapa kamu mau?' tanya Teguh yang penasaran.


"Kalau tidak mau, dia akan memecat Cinta!" jawab Cinta yang memandang Teguh.


"Egois sekali dia ya!" ucap Teguh yang menyimpulkannya.


"Tapi usaha dia sia-sia, karena kedua orang tuanya yang awalnya sempat marah, pada akhirnya menyuruhku berusaha mendapatkan hati putranya. Karena mereka tidak menyukai pacar anaknya yang merupakan anak dari mantan salah satu orang tua bos restoran Bali Ndeso itu. Mereka tahu kalau pacaran kami hanya bohongan dan terus mendesak aku agar putranya bisa melupakan pacarnya." Cerita Cinta.


"Kenapa kamu mau?" tanya Teguh yang penasaran.


"Karena mereka memberiku bea siswa masuk kuliah di kampus ternama dan terfavorit dan aku ambil jurusan tata boga karena untuk menjadi chef." jelas Cinta.


"Anak dan orang tua yang sama-sama egois ya!" ucap Teguh dan mereka melanjutkan perjalanan dengan perlahan.


"Iya begitulah, dan Gala si bos Restoran Bali Ndeso itu mau jadi pacar aku kalau aku jadi chef dan karena itu juga alasan aku daftar masuk jurusan Tata boga." ucap Cinta.

__ADS_1


"Terus kenapa kamu resign?" tanya Teguh yang penasaran sejak awalnya.


"Ceritanya Fransiska pulang ke Indonesia dan menetap di Surabaya. Dia menceritakan kesedihannya karena di tinggalkan kedua orang tuanya kepada keluarga Gala. Dan ternyata kami satu kampus tapi beda jurusan. Dan tadi pagi entah kenapa tiba-tiba Fransiska menyerang aku dan aku lawan balik dia. Karena kata-katanya yang menyakitkan, dia mengatakan aku pelakorlah, penikunglah! dan karena itu tadi sempat ramai dan Gala datang untuk menengahi. Cak Teguh tahu tentu siapa yang di bela Gala?" jelas sekaligus tanya Cinta.


"Fransiska, benar kan?" tebak Teguh yang mengentikan langkahnya dan memandang Cinta.


"Benar, Gala lebih memilih Fransiska dan ketika hendak memecatku, aku mengajukan surat resign." ucap Cinta yang lebih plong saat ini, setelah menceritakan sebagian masalahnya pada Teguh.


"Terus rencana kamu sekarang apa?" tanya Teguh yang penasaran.


"Tetap ingin jadi chef! aku mau ikut lomba di setiap ada lomba memasak dan juga mau cari kerja untuk biaya hidupku dan juga kuliahku." jawab Cinta sambil mengulas senyumnya.


"Kenapa kamu antusias ikut lomba masak sih?" tanya Teguh yang penasaran.


"Karena aku mau buktikan pada keluargaku yang telah membuang aku, dan juga agar keluargaku yang lainnya melihat Cinta dan akan mencari tahu keberadaan Cinta" ucap Cinta yang tak menyebutkan nama Arjuna yaitu keluarga yang diharapkannya.


"Kalau butuh apa-apa nantibCk Teguh antar ya!" seru Teguh yang menawarkan diri untuk membantu Cinta.


"Makasih lho Cak! Cak Teguh baik banget sama Cinta" ucap Cinta sembari mengulas senyumnya.


"Apa sih, kan kamu dah anggap cak teguh ini kakak. Sepatutnyalah Cak Teguh anggap kamu sebagai adik" balas Teguh dan keduanya saling balas senyuman.


"Sudah sore, ayo kita pulang, mandi dan istirahat. Besok pagi aku antar kamu cari kerjaan yang baru!" ucap Teguh.


"Iya, ayo Cak!" ucap Cinta yang kini mulai semangat lagi dan mereka beriringan melangkahkan kaki menuju jalan keluar dari tempat wisata Pantai Kenjeran.


Dan kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke tempat parkir sepeda motor Teguh.


Setelah membayar ongkos parkir, Teguh dan Cinta melajukan kendaran menyusuri jalan raya yang mengarah ke tempat kos mereka.


"Cak, Sholat Ashar ya keburu tidak? kalau tidak, sebaiknya mampir masjid dulu. Kita sholat Ashar dulu!" ucap Cinta saat masih dalam perjalanan.


"Iya, kita mampir di masjid dulu, jamnya nggak keburu nanti!" seru Teguh yang memperlambat laju sepeda motornya pada saat melihat ada Masjid yang terlihat olehnya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2