CHEF CINTA

CHEF CINTA
Tanggung Jawab Pada Pekerjaan


__ADS_3

Kondisi Restoran Bali Ndeso masih sepi, karena belum waktunya jam makan siang.


Cinta dengan semangat memasak menu masakan restoran Bali Ndeso.


Wiwid mendatangi Nila yang sedang duduk-duduk sembari menunggu pelanggan yang masuk.


"Nila, berhubung Cinta ada di dapur, kamu untuk sementara waktu di tempat pencucian piring. Menggantikan Cinta!" perintah Wiwid.


"Mbak Wid, kenapa harus saya sih?" tanya Nila yang kesal.


"Lantas mau siapa lagi? kalau tidak mau, sekarang juga kamu berhenti kerja!" ancam Wiwid yang menatap Nila tajam.


"I..iya mbak, sa..saya mau jadi tukang cuci piring!" ucap Nila yang kemudian masuk ke ruangan pencucian piring.


Sementara itu Wiwid memperhatikan suasana restoran yang sudah begitu ramai.


"Sepertinya aku harus nambah karyawan sebagai pelayan, mungkin dua atau empat orang lagi!" ucap dalam hati Wiwid saat melihat Ayudia, Risky dan Dara yang sedikit keteteran saat melayani para pelanggan.


Wiwid kemudian mengambil daftar menu restoran Bali Ndeso dan menghampiri dan melayani para pelanggan.


"Permisi pak, Bu! ada yang bisa saya bantu?" tanya Wiwid saat berdiri di samping para pelanggan yang baru saja duduk di bangku untuk pelanggan restoran Bali Ndeso.


"Oiya, kami minta daftar menunya ya?" tanya salah satu pelanggan.


"Oh, ini silahkan Tuan!" ucap Wiwid yang memberikan daftar menu kepada pelanggan.


Setelah mencatat semua pesanan pelanggan, Wiwid menuju ke dapur dan menyerahkannya daftar pesanan pelanggan pada Cinta.


"Cinta, ini pesanan meja nomor lima!" ucap Wiwid pada Cinta.


"Eh, sampai mbak Wid sendiri yang melayani pelanggan!" seru Cinta seraya membaca pesanan.


"Iya, Alhamdulillah pelanggan membludak!"balas Wiwid.


"Iya, Cinta siapkan dulu ya Mbak!" ucap Cinta yang kembali menyiapkan pesanan-pesanan sebelumnya.


"Ok, aku mau ke depan lagi!" ucap Wiwid.


"Mbak Wid, tolong panggilkan Ayudia ya!" pinta Shopie yang selesai meletakkan pesanan-pesanan diatas nampan.


"Untuk apa! sempat-sempatnya pacaran ya kalian!" goda Wiwid.


"Aduh mbak Wid, ini untuk pekerjaan. Saya tahu batasannya mbak Wid!" jelas Shopie yang mengambil daftar pesanan lainnya.


"Iya-iya saya tahu itu. Sini biar aku saja yang antarkan!" balas Wiwid seraya mengambil nampan yang sudah disiapkan oleh Shopie.


"Ini untuk meja nomor sepuluh ya mbak!" seru Shopie disela-sela aktifitasnya.


"Oke!" ucap Wiwid yang kemudian melangkahkan kaki ke depan, menghampiri meja pemesan makanan yang dibawanya.


Demikianlah semuanya bahu-membahu untuk melayani para pelanggan.

__ADS_1


"Mbak Wid, apa restoran ini ganti Chef?" tanya salah seorang pelanggan.


"Iya, dia menggantikan untuk sementara waktu Chef Alleno yang sedang berlibur" jawab Wiwid dengan ramah.


"Ouh, masakannya nggak kalah sama Chef Alleno! Chef Alleno masak sayur asamnya pakai Tomat, sedangkan yang ini pakai asam, seperti masakan rumahan!" ucap istri dari pelanggaran tadi.


"Begitu ya! terima kasih, semoga tidak mengecewakan!" ucap Wiwid seraya menundukkan kepalanya.


"Nggak, malah kami mau pesan lagi buat kami bawa pulang!" ucap pelanggan itu.


"Terima kasih, ini mau pesan apa? biar dibuatkan sama Chef kami ini!" ucap Wiwid dengan tersenyum.


"Oiya, pepes gurame sama Rempah ayamnya sangat nendang. Saya pesan masing-masing lima, se sebagian mau aku kasih saudara buat oleh-oleh!" ucap pelanggan itu.


"Oh, baik tunggu sebentar ya!" ucap Wiwid yang bergegas ke dapur dan menemui Cinta.


"Cinta...cinta!" panggil Wiwid yang sudah berada di dapur.


"Ada apa mbak Wid? apa ada yang komplain?" tanya Cinta yang penasaran.


"Tidak, malah mereka pesan lagi buat di bawa pulang!" jawab Wiwid yang kemudian mengambil gelas dan segera menuju ke dispenser.


"Oh mau di bawa pulang? menunya apa dan berapa jumlahnya?" tanya Cinta yang arah kedua matanya mengikuti Wiwid yang sedang minum air putih yang diambilnya dari dispenser tadi.


"Pepes Gurame lima dan rempah Ayamnya yang juga lima!" jawab Wiwid setelah menandaskan air minumnya.


"Oh baiklah, akan saya siapkan!" ucap Cinta yang segera mengambil dan mengemas dua macam makanan pesanan pelanggan tadi.


"God job Cinta!" seru Wiwid yang menerima makanan pesanan dari Cinta.


Kemudian Wiwid segera melangkahkan kaki kembali menuju ke bangku pelanggan yang memesan Pepes Gurame dan rempah ayam.


"Ma'af ibu, ini pesanannya dan membayarnya lewat kasir ya!" ucap Waiwid yang menyerahkan lima pepes gurame dan lima Rempah Ayam.


"Terima kasih!' ucap pelanggan itu.


"Sama-sama" jawab Wiwid yang kemudian melanjutkan menghampiri pelanggan yang baru masuk.


Demikianlah situasi di restoran Bali Ndeso saat ini, banyak yang membawa pulang makanan karena selain untuk oleh-oleh, juga untuk persediaan lauk di rumah masing-masing pelanggan.


"Nggak nyangka ya, semua pelanggan pesan menu untuk di bungkus!" ucap Dara yang merangkap sebagai kasir.


"Iya, ini berarti mereka cocok dengan masakan Cinta!" tebak Risky saat membawakan makan siang buat Dara yang tak sempat ke mana-mana., karena harus stand by di meja kasir.


Sementara itu Nila mendatangi Wiwid dengan kesal.


"Mbak Wid, cepat buat lowongan pekerjaan sebagai tukang cuci piring!" seru Nila yang kedua kakinya saling menggaruk.


"Sudah aku pikirkan semua Nila sayang! lagian nanti aku tidak cari tukang cucu piring, tapi waitress!" ucap Wiwid seraya mengambil gorengan yang di buat Cinta.


"Apa? plis, jangan jadi tukang cuci piring mbak Wid!" pinta Nila yang merajuk.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? kan enak kerjanya duduk terus!" tanya Risky yang datang membawa piring kotor.


"Iya duduk terus, tapi lama-kelamaan kakiku bau karena kutu air!" seru Nila yang manyun.


"Ha..ha..!" Semuanya tertawa.


"Duh, kasihan, kutu air ya? beli aja tuh salep di apotik! he..he..!" ucap Ayudia yang sejak tadi mengelap piring yang akan segera di pakai.


"Ah, kalian ini ya meledek aku! awas ya kalau aku mogok nggak mau cuci piring lagi!" ancam Nila.


"Huuu..!" seru Risky dan Ayudia.


"Ssst sudah! iya nila nanti akan aku pikirkan untuk mencari tukang cuci piring!" ucap Wiwid menengahi.


"Ada apa sih! kenapa ramai sekali?" tanya Gala yang merasa penasaran dengan apa yang diobrolkan para bawahannya.


"Eh, tuan Gala. Ini si Nila minta di carikan pencuci piring lagi, ya agar dia bisa kembali jadi waitress!" jawab Risky.


"Lha pencuci piring sebelumnya siapa?" tanya Gala yang sebenarnya sudah tahu kalau itu Cinta.


"Cinta tuan!" jawab Ayudia yang berdiri di samping Risky.


"Trus sekarang dimana si Cinta itu!' seru Gala penasaran.


"Saya ada di dapur tuan Galak!" seru Cinta yang keluar dari dapur yang masih memakai Apron dan membawa Spatula.


"Di dapur, ngapain?" tanya Gala penasaran.


"Saya yang menugaskan Cinta menggantikan Chef Alleno tuan!" jawab Wiwid jujur.


"Bukannya Shopie sebagai asisten Chef yang harus menggantikan Chef Alleno?" tanya Gala yang penasaran.


"Ma'af tuan, saya tidak bisa masak!" ucap Sophia yang tiba-tiba menyembulkan kepalanya dari belakang punggung Cinta.


"Jadi yang masak untuk para pelanggan tadi, Cinta ya?" tanya Gala yang belum percaya.


"Iya tuan Gala!" jawab Wiwid.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


~

__ADS_1


__ADS_2