CHEF CINTA

CHEF CINTA
Bertemu Cak Teguh dan Fransiska


__ADS_3

Sepeda motor sport itu melaju dengan kecepatan sedang keluar dari halaman rumah nenek Asih dan menyusuri perkampungan.


Dan pada akhirnya sudaha sampai di restoran Mirama dan mulai bekerja seperti biasanya.


Hari berganti hari dan waktu bergulir dengan cepatnya, tak terasa even memasak antar kecamatan dan antar kabupaten telah dilalui oleh cinta.


Suatu hari pulang dari perlombaan memasak tingkat kabupaten, seperti biasa Cinta diantar oleh Iwan.


"Kak Iwan, kita mampir gerobak sate ayam Madura disana ya!" ucap Cinta seraya menunjuk pada arah gerobak sate yang berbentuk perahu itu yang berada dipinggir alun-alun kota.



"Ok, apa kamu mau beli sate ayam Madura Cinta?" tanya Iwan yang kemudian menepikan sepeda motornya tepat didepan gerobak sate ayam Madura.


"Iya kak, buat oleh-oleh nenek Asih.Dan juga buat keluarga kamu kak Iwan." ucap Cinta pada saat turun dari sepeda motor yang dia tumpangi itu.


"Ok, aku juga mau pesan buat keluargaku di rumah'' ucap Iwan dan mereka melangkahkan kaki menghampiri penjual sate ayam Madura tersebut.


"Cak beli sate dua porsi dibawa pulang ya!" pesan Iwan pada penjual sate.


"Iya, silahkan duduk dulu!" jawab si penjual sate seraya memberikan dua kursi plastik pada Iwan.


Dan Iwan menerimanya dan memberikan kursi yang satunya pada Cinta.


"Terima kasih" ucap Cinta yang kemudian duduk dan menebarkan pandangannya kesekitar alun-alun.


Tiba-tiba pandangannya tertuju pada sepasang manusia yang keduanya sangat dikenal oleh Cinta.


Iwan yang melihat Cinta yang sedang terbengong melihat dua orang itu, dan Iwan memberanikan diri untuk bertanya pada Cinta.


"Apa kamu kenal dengan mereka?" tanya Iwan yang penasaran.


"Iya, kamu tunggu sebentar disini ya!" jawab Cinta yang sekaligus berpesan pada Iwan.


"Iya, hati-hati Cinta!" seru Iwan pada Cinta yang sudah melangkahkan kakinya dan hendak menyebrang.


"Iya!" jawab Cinta sembari melambaikan tangannya dan melangkahkan kaki untuk menyebrang .


Sesampainya di sebrang, apa yang menjadi dugaan Cinta benar adanya.

__ADS_1


Dua manusia itu berjaket Ojol dan perempuan yang memakai pakaian yang glamor.


"Cak Teguh, Fransiska!" gumam Cinta yang kemudian dia bersembunyi di balik pohon di pinggir jalan.


Cinta mendengarkan percakapan mereka.


"Sekarang aku tahu siapa selingkuhan kamu, kasihan sekali kamu sekarang dihempaskan begitu saja oleh dia!" seru Teguh dengan sinisnya.


"Ma'afkan Siska kak, ijinkan Siska kembali padamu kak. Kita ulangi lagi kisah kita, demi anak kita di kampung." ucap Siska yang saat ini dalam kondisi kacau dan penuh air mata.


"Dari dulu kamu sudah aku ma'afkan, tapi aku tak mau jika kamu akan kembali padaku dan putraku. Ibu macam apa kamu, mencari kami pada saat terpuruk saja!" seru Teguh dengan geram.


"Ma'afkan aku, ma'afkan Siska Kak! Siska janji tak akan mengulanginya lagi, Siska minta ma'af!' ucap Fransiska sembari berlutut dihadapan Teguh.


"Tidak akan aku tidak menerima kamu kembali, karena aku sudah mendapatkan ibu pengganti buat putra kita!" seru Teguh.


"Kak, kakak mau menikah? siapa dia kak? saya juga ingin tahu siapa ibu sambung anakku" ucap Siska dengan terisak.


"Mengenai siapa dia, kamu tak perlu tahu!" seru Teguh yang membalikkan tubuhnya dan hendak meninggalkan Siska.


Namun baru saja hendak melangkahkan kakinya, sesosok gadis yang sangat dia harapkan menjadi ibu sambung putranya ada dihadapannya.


"Cin...cinta!" panggil Teguh dengan sangat terkejut.


Cinta membangunkan Siska dari duduk berlututnya, dan memeluk perempuan itu. Seolah merasakan apa yang dirasakan oleh Siska.


"Cinta, ma'afkan aku. Aku kemarin sempat melukai hati kamu. Dan sekarang, aku dijauhi oleh Gala, karena ada yang memberitahukan masa lalu aku pada Gala. Hiks..!" racau Siska dalam pelukan Cinta.


"Aku sudah mema'afkan kamu, karena


aku dengan Gala juga tidak ada hubungan yang special. Sekarang aku mau fokus lomba memasak, agar keluarga aku melihatmu dan mereka menghampiriku" jelas Cinta.


"Kamu terpisah dari keluarga kamu?" tanya Siska yang penasaran.


"Iya, kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan pada saat kami berlibur di hutan Pinus. Aku mempunyai keluarga dari ayah dan ibu. Keluarga dari Ayah, hiks...! merekalah yang membawaku ke Surabaya, dan aku dibiarkan seorang diri tanpa uang maupun ponsel. Jadi selama ini aku berusaha menghidupi diriku sendiri, yang sebelumnya tak punya pengalaman apapun. Karena aku terbiasa hidup mewah sebelumnya." jelas Cinta dengan berlinang air matanya.


"Terus keluarga dari ibu kamu?" tanya Teguh yang menghampiri Cinta dan Siska.


"Mereka tak mengetahui keberadaan ku. Karena itulah Cinta ikut perlombaan dan yang Cinta harapkan Cinta bisa sampai tingkat nasional dan keluarga Cinta dari ibu, bisa menemukan keberadaan Cinta" ucap Cinta yang seraya menyeka air matanya.

__ADS_1


"Apa itu alasan kamu yang selama ini menolakku?" tanya Teguh yang tiba-tiba saja, dan membuat Cinta terkejut dan terlebih dengan Siska.


"I..iya salah satunya Cak!" jawab Cinta yang tak enak hati dengan Teguh.


Teguh mengusap wajahnya dengan kasar, dan dia memegang kedua bahu Cinta kemudian menatap Cinta dengan tajam.


"Dengar Cinta, aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu. Waktu itu wajah kamu belum secantik seperti saat ini, aku menerima kamu apa adanya, dan aku tahu aku hanya seorang duda yang punya anak satu. Sepertinya aku sudah bercerita banyak tentang diriku padamu. Apa tak ada sedikit pun rasa cinta kamu untukku?" jelas sekaligus tanya Teguh.


"Aku tahu itu Cak, dan rasa cinta itu tak bisa dipaksakan. Cinta sedari dulu menganggap cak Teguh itu sebatas kakak. Karena Cinta sejak awal sendirian di kota ini, jadi cak teguhlah kakakku pengganti Om Juna yang dulu selalu menemaniku!" jelas Cinta.


"Cinta...!" teriak Teguh yang menggenggam erat bahu Cinta, dan Cinta kesakitan karenanya.


"Aaaaggrh, sakit Caaak!" seru Cinta yang mengerang kesakitan.


"Lepaskan Cinta kak!" seru Siska yang tak tega melihat Cinta yang kesakitan.


"Tidak sebelum Cinta mau menerimaku!" seru Teguh yang emosi sedang menguasai dirinya.


"Hei, lepaskan tanganmu!'' teriak seorang pemuda yang tergopoh-gopoh berlari menghampiri Cinta, Teguh dan Siska. Pemuda itu tak lain adalah Iwan yang datang membawa dua bungkus sate ayam Madura, yang baru saja dia beli dari pedagang sate di pinggir alun-alun.


"Apa dia yang kamu sukai Cinta?" tanya Teguh yang melepaskan Cinta dan melihat Iwan dengan tajam.


"Ya, aku pacar Cinta dan asisten sekaligus tetangga Cinta. Jadi kalau ada apa-apa dengan Cinta, anda harus berhadapan dengan saya!" ucap Iwan yang berbohong untuk melindungi Cinta.


"Kau!" seru Teguh yang masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Iwan.


"Ayo sayang kita pulang! Sudah larut malam, tak enak dengan tetangga kita jika mereka melihat kita berduaan sampai selarut ini!" ucap Iwan yang tangan kirinya memegang tangan kanan Cinta dan menarik Cinta untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Ma'af cak teguh, Siska lebih baik kalian rujuk saja. Demi putra kalian, bersatulah kembali. Assalamu'alaikum" ucap Cinta seraya mengikuti Iwan, karena tangannya ditarik oleh pemuda itu.


l


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2