
"Ah kak Iwan, jadi panitia lomba itu juga keren!" ucap Cinta dan keduanya saling mengulas senyum mereka, dan selanjutnya mereka melanjutkan acara memasak sampai selesai.
Setelah selesai, para karyawan lainnya mengatur dan memindahkan semua masakan ke meja prasmanan yang sudah disediakan.
Cinta dan Iwan menghela nafas lega karena waktunya memasak telah selesai sebelum waktunya. Dan mereka membereskan peralatan serta bahan-bahan yang masih sisa seraya berbincang-bincang tentang perlombaan yang akan datang.
"Cinta, aku dapat bocoran nih! katanya lomba memasak untuk tingkat kecamatan, menu temanya adalah masakan yang serba ikan." ucap Iwan seraya mencuci peralatan masak.
"Serba ikan ya?" tanya Cinta untuk lebih jelasnya.
"Iya, dan kamu bisa mulai dari sekarang belajar dan cari menu-menu yang baru. Kalau bisa ciptakan menu ikan yang baru." ucap Iwan.
"Betul juga, sambil menunggu pesanan pelanggan aku cari informasi resep-resep di ponsel saja!" seru Cinta.
"Nah benar itu, biar pekerjaan beres-beres ini jadi tanggung jawabku. Kamu belajar saja dulu, tambahkan informasi dan pengetahuan kamu" saran Iwan.
"Oya,Makasih ya!" ucap Cinta sembari tersenyum.
"Sama-sama" sahut Iwan dan mereka melakukan kegiatan berbeda di satu ruangan dengan candaan masing-masing.
Berikut ini resep yang dipelajari Cinta ;
* Mangut iwak pe
Bahan:
- ikan asap pe
- tahu, belah jadi 2
- tempe, potong dadu agak besar
- timun, buang bijinya
- 10 rawit merah utuh
- 2 cabai hijau besar, potong serong
- 3 daun salam
- 5 daun jeruk
- lengkuas
- 1 liter santan
- gula putih
- garam
- kaldu bubuk
Bumbu halus:
- 5 cabai merah besar, buang bijinya
- 7 cabai merah keriting
- 5 cabai rawit merah
- 8 bawang merah
- 5 bawang putih
- merica
- ketumbar
- kunyit
- jahe
Cara memasak:
Tumis bumbu halus bersama daun salam, daun jeruk, dan lengkuas.
Masukkan santan, ikan, tahu, tempe, cabai utuh, dan cabai rawit.
Tambahkan gula, garam, dan kaldu bubuk. Masak sampai matang kuahnya nyemek.
*Gulai kepala ikan.
__ADS_1
Bahan:
- 4 ekor kakap Merah (bersihkan, potong, kucuri jeruk nipis, cuci lagi, beri garam sedikit, diamkan di chiller tutup pakai plastik)
Bumbu halus:
- 30 bawang merah
- 15 bawang putih
- 200 gram cabai merah keriting
- 12 kemiri, sangrai
- 2 sdt ketumbar bubuk
- 100 gram jahe
- 100 gram lengkuas
- 70 grams kunyit
Bahan cemplung:
- 1 L santan cair
- 500 ml santan kental
- 5 tomat hijau, belah 4
- 50 gram cabai rawit merah utuh
- 5 asam potong medan
- 6 sere, geprek
- 20 daun jeruk
- 20 daun salam
- 4 kecombrang, belah jadi 2
- 10 okra, potong ujungnya
- 2 sdm garam
- 1 sdm gula
- 1/2 sdm kaldu bubuk
- 1/2 sdm totole
Cara memasak:
Panaskan minyak, masukkan garam 1 sdm. Tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan semua daunan dan sere. Tumis sampai bumbu matang dan wangi.
Masukkan santan encer, aduk rata lalu biarkan mendidih. Masukkan asam potong.
Masukkan kepala ikan dan bagian ikan lainnya. Biarkan sedikit mendidih.
Masukkan kecombrang, asam potong, dan okra. Masak sampai matang. Angkat kepala ikan, biarkan kuah gulainya. Beri sisa garam dan kaldu bubuk.
Masukkan santan kental, aduk rata.
Masukkan kacang panjang, masak sampai matang. Masukkan cabai rawit dan tomat. Biarkan mendidih.
*Cumi goreng asem.
Bahan-bahan:
- Cumi 600gram
Secukupnya:
- Asam jawa
- Saus tiram
- Garam,gula pasir,lada
__ADS_1
- Minyak goreng
Cara membuat:
- Bersihkan cumi, potong cincin
- Remas-remas satu sendok makan asam jawa dengan kurang lebih 100 ml air buang ampasnya lalu tuang dalam wajan
- Masukan cumi masak sampai air menyusut tambahkan garam, lada, saus tiram dan gula pasir masak sampai mengental, lalu masukan dua sendok makan minyak goreng
- Tambahkan cabai rawit bila suka pedas masak sampai meletup-letup saus berkaramel
- Sebelum diangkat kucuri satu buah jeruk kunci (untuk rasa lebih seger)
- Tes rasa
- Angkat dan sajikan.
Tak berapa lama datang tiga orang pelayan yang membawa pesanan pelanggan.
"Chef ini pesanan untuk meja dua!" seru dari pelayan pertama.
"ini pesanan untuk meja lima!" seru pelayan yang kedua.
"Chef ini pesanan untuk meja nomor sepuluh!" seru pelayan yang ketiga.
"Ok, kak Iwan tolong pesanan meja lima dan sepuluh, tolong disiapkan ya!" inta Cinta seraya memberikan dua kertas menu pesanan pada Iwan.
"Baik Chef!" ucap Iwan dan mereka bekerja sama dalam menyiapkan pesanan.
Pelayan yang pertama pun ikut membantu menyiapkan pesanannya. Mereka saling bahu membahu, dan hal ini berbanding terbalik pada saat awal masuk Cinta ke restoran Mirama.
Pesanan pelayan pertama telah selesai, berikutnya pesanan pelayan kedua dan selanjutnya pesanan pelayan yang ketiga.
Dan mereka bahu membahu dalam menyiapkan pesanan.
Setelah pesanan pelayan ketiga selesai, datang lagi beberapa pelayan lagi yang membawa daftar menu pesanan pelanggan.
Kembali mereka saling bekerja sama, dan waktu seolah berjalan begitu cepat berlalu. Hingga tak terasa matahari telah bergulir ke arah barat.
Dan tiba saatnya untuk pulang, dan semua karyawan sibuk berberes-beres sebelum meninggalkan tempat kerja mereka.
"Semuanya sebelum pulang harap berkumpul diruangan saya sebentar!" seru Ramaya yang mengumpulkan semua karyawannya.
"Baik kak!"
"Baik tuan!"
Jawab para karyawan dan termasuk Cinta.
"Apa aku juga termasuk?" tanya Iwan yang merasa baru saja masuk kerja.
"Iya nggak apa-apalah, nanti kita pulang sama-sama kak!" ucap Cinta yang kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke ruanga Ramaya.
"Apakah sudah komplit semuanya?" tanya Ramaya yang berdiri di depan semua karyawan restoran Mirama yang telah berkumpul.
"Sudah!" seru semua karyawan yang menjawab pertanyaan Ramaya, yang berdiri didampingi oleh Damira dan Tanaka.
"Perhatian semuanya, hari ini kita akan berpisah dengan Tanaka. Karena besok pagi Tanaka harus kembali ke negaranya, yaitu di Jepang." ucap Ramaya yang memberitahukan.
"A..apa kak Tanaka akan kembali ke Jepang?" tanya Cinta yang tak percaya, dia memandang Tanaka yang nampak tersenyum namun terlihat di matanya kalau kesedihan yang mendalam.
"Cinta, nanti kamu kemari lagi habis sholat Maghrib ya!" pinta Damira pada Cinta.
"U..untuk apa kak?" tanya Cinta yang penasaran.
"Kami akan mengadakan pesta kecil-kecilan,dan kamulah yang akan memasaknya." jelas Damira.
"Untuk yang lainya, dan kalian bisa ikut dalam pesta perpisahan kita dengan Tanaka. Acara akan kami adakan jam delapan malam. Kami harap kalian semua datang, karena Tanaka akan kembali ke Jepang dan entah kapan akan kembali ke Restoran Mirama ini." ucap Ramaya seraya menatap semua karyawan dan karyawatinya.
"Baik kak!"
"Baik tuan!"
Seru semuanya karyawan dan karyawatinya yang juga ada sedikit kesedihan jika berpisah dengan Tanaka.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1