CHEF CINTA

CHEF CINTA
Gala Mengantar Cinta


__ADS_3

Hari sudah beranjak sore, waktunya Restoran Bali Ndeso untuk tutup.


Semua karyawan dan karyawati sudah dalam bersiapan untuk pulang.


Demikian pula Cinta, dengan langkah tertatih dia berjalan menuju ke pintu keluar restoran.


"Cinta" panggil Gala dalam hatinya yang melihat perjuangan Cinta dalam melangkahkan kakinya.


"Bagaimanapun juga Cinta terluka karena keisenganku!' gumam Gala dalam hati, yang tumbuh benih cinta di hatinya. Namun belum di sadarinya.


Tiba-tiba Gala melangkahkan kakinya menuju ke arah Cinta yang berjalan paling akhir diantara karyawan dan karyawatinya.


"Cinta, aku antar kamu pulang ya?" tanya Gala saat sudah berada di dekat Cinta.


"Saya sudah ada yang jemput mas, ma'af!" ucap Cinta yang memang sebelumnya dia sudah menghubungi Teguh untuk menjemputnya.


"Apa tukang ojek itu ya?" tanya Gala yang mengingat kalau Cinta selalu diantar jemput oleh tukang ojek yang sama.


"I..iya, permisi!" ucap Cinta yang melanjutkan langkah kakinya.


Tangan Gala mengepal, dia kemudian membopong Cinta ala bridal style dan melangkahkan kakinya keluar dari restoran.


"Apa ini tuan Galak! turunkan aku!"seru Cinta seraya meronta-ronta.


"Diam! aku sedang berbaik hati, jadi terima saja dan jangan melawan!" seru Gala dengan tatapan tajam.


Cinta tak bisa berkata apa-apa lagi, dan dia merasakan jantungnya yang berloncatan saat ini juga.


"Tuan Galak ini kenapa berubah jadi lain ya?" tanya dalam hati Cinta yang terus memandangi Gala dengan takjub karena ketampanan dan keseriusannya Bos tempat Cinta bekerja.


Langkah kaki Gala sampai di tempat parkir mobilnya. Dan Gala memanggil tukang parkir sekaligus keamanan restoran Bali Ndeso.


"Bejo!" panggil Gala yang sudah berada di samping mobilnya.


"Iya tuan!" jawab Bejo yang kemudian menghampiri Gala.


"Tolong bukakan pintu mobilnya!" seru Gala, dan Bejo membuka pintu mobil Gala.


Setelah mendudukkan Cinta di kursi depan mobil, Gala menutup pintu dan melangkahkan kakinya masuk ke pintu dimana kursi Gala duduk untuk mengemudi.


"Beri petunjuk tempat kos kamu dimana ya!" seru Gala seraya menjalankan mobilnya pelan-pelan untuk keluar dari halaman restoran Bali Ndeso.


"Iya tuan Galak!" ucap Cinta yang menoleh ke arah Gala dengan senyum simpulnya.


Mereka tak menyadari, terutama Cinta. Ada sesosok laki-laki yang memakai jaket hijau sedang mengawasi mereka sedari tadi.


Laki-laki itu tak lain adalah Teguh yang sebelumnya memang berniat menjemput Cinta.

__ADS_1


"Cinta!' panggil Teguh dalam hati yang melihat mobil yang di tumpangi Cinta yang telah hilang dari pandangannya.


Teguh menyalakan kembali ponselnya dan dia siap kembali menerima penumpang, seraya mengikuti arah mobil yang membawa Cinta.


"Oh ternyata mengantarkan Cinta sampai ke tempat kosnya cinta!" batin Teguh yang melihat dan memperhatikan dari jauh mobil yang ditumpangi Cinta berhenti tepat di depan tempat kos.


Sementara itu Cinta dan Gala sudah keluar dari mobil.


Gala menuntun Cinta sampai ke depan pintu kamar kosnya.


"Dah sampai mas!" ucap Cinta yang sudah membuka pintu sebuah kamar yang hanya ada tempat tidur dan lemari kecil. Sedangkan kamar mandi ada di luar.


"Kamu tinggal di tempat sempit begini?" tanya Gala sambil memapah Cinta sampai ke tepi tempat tidur.


"Iya, apa boleh buat!" ucap Cinta sambil memeriksa luka di kakinya yang masih mengeluarkan darah.


Gala kemudian memeriksa luka di kaki Cinta.


"Apa ada obat luka dan kapas?" tanya Gala saat melihat luka di kaki Cinta yang cukup dalam.


"Ada, itu diatas lemari!' jawab Cinta seraya menunjuk ke atas lemari.


"Gala kemudian mengambil kotak obat yang berada di atas lemari.


Dia membuka dan mencari obat luka yang dibutuhkannya.


"Sebaiknya jangan diperban lagi, biar lukanya kering" ucap Gala yang selesai mengobati dan membuang kapas dan perban bekas ke tempat sampah.


"Kalau mau cuci tangan dimana?" tanya Gala yang melihat tidak ada kamar mandi di dalam kamar itu.


"Oh, kamu keluar dan belok kiri lurus nanti ada kamar mandi. Tapi harap maklum ya, namanya juga tempat umum, he..he.." ucap Cinta sambil terkekeh.


"Iya" sahut Gala yang kemudian mengikuti petunjuk dari Cinta.


Pria itu melangkahkan kaki dan tiba di sebuah sumur dengan kamar mandi berjajar dan banyak laki-laki dan perempuan yang sedang mengantri untuk mandi.


"Eh, ada cowok ganteng!'


"Iya, tajir kayaknya!"


"Dia kan yang tadi sama cewek yang kena luka bakar itu!"


"Benarkah? beruntung sekali dia, buruk rupa dapat pria ganteng!"


"Mau tidak ya jadi pacar aku?"


"Diam, dia mendekat!"

__ADS_1


Bisik-bisik para gadis dan ibu-ibu muda yang sedang mengantri di depan kamar mandi.


"Ma'af permisi, saya mau mencuci tangan. Dimana tempatnya ya?" tanya Gala dengan sopan, walaupun dalam hatinya risih.


"Oh, mau cuci tangan ya! kirain mau cuci mata bersama kami. He .he. !" goda para ibu-ibu muda yang sudah menjanda.


"Tidak, saya hanya mau cuci tangan saja!" ucap Gala yang mencoba tersenyum.


"Di situ saja Nak, di kran wudlu saja. Jam segini disini banyak yang antri untuk mandi. Kalau cuma cuci tangan ya di kran itu saja!" ucap seorang emak-emak seraya menunjuk ke arah kran yang dimaksud dengan ramah yang juga ikut mengantri untuk mandi.


"Oh yang itu ya?" tanya Gala yang memastikan ucapan si emak-emak tadi.


"Iya," jawab semua orang kompak.


"Terima kasih" ucap Gala yang kemudian mencuci tangannya dan segera meninggalkan antrian orang yang akan mandi itu.


"Ih, mau cuci tangan saja harus ketemu banyak orang!' gerutu Gala yang melangkahkan kaki menuju ke kamar Cinta.


Cinta yang sedang duduk diatas tempat tidur sedang mengotak-atik ponselnya.


"Cin, mau cuci tangan saja harus ketemu banyak orang ya!" ucap Gala saat sudah masuk ke kamar kos Cinta.


"Oiya, sekarang inikan waktunya orang-orang mandi. Ya mereka pada antri di kamar mandi" kata Cinta yang menutup ponselnya.


"Apa kamu setiap hari begini?" tanya Gala penasaran.


"Iya, inilah kami yang menengah ke bawah. Dan inilah keseruan kami! he..he..!" ucap cinta seraya mengulas senyum.


"Keseruan?apanya yang seru?" tanya Gala yang tak mengerti.


"Keseruannya, sebentar lagi aku akan jadi dateline di tempat kos ini! he..he..!" ucap Cinta yang semakin terkekeh.


"Sama sekali nggak paham!' ucap Gala seraya mengernyitkan kedua alisnya.


"Lebih baik jangan paham ya! karena kamu kalangan atas, ini khusus kalangan bawah! he..he..!" ucap Cinta yang masih tersenyum yang membuat hati Gala semakin tak karuan.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2