CHEF CINTA

CHEF CINTA
Gala Yang Penasaran


__ADS_3

"Jadi yang masak untuk para pelanggan tadi, Cinta ya?" tanya Gala yang belum percaya.


"Iya tuan Gala!" jawab Wiwid.


"Bagaimana ini, aku harus marah apa memujinya? kalau aku marah, jelas-jelas dia jadi penolong restoran Bali Ndeso. Dan jika aku memujinya, dia akan besar kepala dan secara otomatis aku menerima dia sebagai kekasihku? Oh, seperti memakan buah simalakama saja!" kata dalam hati Gala yang tak bisa membohongi dirinya kalau hatinya saat ini penasaran dengan Cinta.


"Ya sudah, sekarang kembalilah bekerja ke bagian kalian masinga-masing!" perintah Gala seraya menyembunyikan kedua tangannya di balik punggungnya.


"Baik tuan Gala!" jawab semua karyawan dan karyawati restoran Bali Ndeso.


"Wiwid, cepat buka lowongan pekerjaan untuk waitres empat orang. Karena aku akan menambah menambah empat meja makan dan dua gazebo lagi!" perintah Gala yang kemudian diamelangkahkan kaki memeriksa tempat untuk menambah kursi dan meja makan di restorannya itu.


"Baik tuan!" jawab Wiwid yang mengikuti langkah Gala.


"Oiya, menu apa yang paling laris manis tadi?" tanya Gala yang penasaran.


"Pepes Gurame dan Ayam Rempah tuan" jawab Wiwid seraya menunduk.


"Ambilkan aku masing-masing satu dan taruh di atas meja kerjaku!" seru Gala.


"Ba..baik tuan Gala!" balas Wiwid yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


"Cin, Cinta..!" panggil Wiwid saat langkah kakinya memasuki ruangan memasak itu.


"Eh mbak Wid, ada apa?" tanya Cinta yang terkejut karena suara panggilan dari Wiwid, yang takutnya membawa kabar buruk untuk dirinya.


"Apa Pepes gurame dan ayam rempahnya masih ada?" tanya Wiwid yang penasaran.


"Kebetulan tinggal satu-satu mbak!" jawab Cinta yang kemudian menyerahkan kedua menu makanan itu pada Wiwid.


"Makasih ya!" ucap Wiwid yang kemudian berlalu meninggalkan Cinta dan Shopia yang sedang mencuci sayuran.


Sedangkan Gala melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerjanya.


Tak berapa lama, "Tokk... tokk.. tokk...!"


"Masuk!" sahut Gala yang kemudian meletakkan ponsel yang sebelumnya dia sempat membukanya untuk melihat notifikasi chat yang masuk.


"Ma'af tuan Gala, saya membawa pesanan anda tadi!" ucap Wiwid setelah membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Gala.


"Ouh, bawa ke sini!" pinta Gala yang bersemangat.


"Ini tuan!" ucap Wiwid seraya meletakkan dua menu itu di hadapan Gala.


"Apa ini, mana nasinya!?" tanya Gala kesal.

__ADS_1


"Tadi kan tuan menyuruh saya hanya dua menu itu dan tidak pakai nasi" ucap Wiwid berusaha membela diri.


"Trus kamu menyuruhku makan lauk saja, tanpa nasi?" tanya Gala kesal.


"Ma'af tuan, sa..saya segera kembali!" ucap Wiwid yang kemudian membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu.


"Kalau Cinta tidak repot, suruh ke sini!" seru Gala yang kemudian membuka bungkusan daun pisang yang ada di depannya.


"Yang ini pepes gurame ya? bagaimana sih rasanya, kenapa banyak pelanggan yang meminta untuk dibawa pulang?" kata dalam hati Gala yang kemudian dia mengambil sendok dan mencoba mencicipinya.


"Astaga..! pantas saja banyak yang suka. Cinta, kamu pandai sekali meracik bumbunya. Semuanya pas!" ucap dalam hati Gala yang semakin galau.


"Tidak mungkin jika aku harus menikah dengan Cinta!" gerutu Gala yang kemudian mengusap wajahnya secara kasar.


Sementara itu Wiwid kembali lagi ke dapur dengan wajah kesal.


"Huh..dasar tuan Gala somplak, juteknya akut!" umpat Wiwid yang kemudian mengambil gelas dan mengambil air dari dispenser.


"Anda kenapa mbak Wid? kayak kesal begitu?" ucap Shopia yang penasaran dengan tingkah laku supervisor ya.


"Bos kamu itu! kenapa tidak menyuruhnya sedari tadi, buat orang bolak-balik saja!" gerutu Wiwid kesal.


"He..he..! Mbak Wid, kayak baru kenal kemarin saja!" seru Cinta yang sudah menyelesaikan kegiatan masaknya.


"He..he..!"


"Oh, ok!" ucap Cinta yang kemudian menyiapkan nasi yang di pesan Gala, dan dia bergegas melangkahkan kaki keluar dari dapur dan menuju ke ruangan Gala.


"Tokk..tokk..tokk..!"


"Tuan Gala, saya Cinta!" seru Cinta saat sudah sampai di depan pintu ruangan Gala.


"Masuk!" balas Gala dan Cinta kemudian membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk keruangan dimana ada Gala yang sedang duduk dengan ada dua menu buatannya di hadapannya.


"Anda mencari saya dan pesan nasi putih tuan?" Cinta yang menghampiri Gala dan tanpa di suruh Gala, Cinta duduk di depan meja Gala, setelah sebelumnya meletakkan sepiring nasi putih dihadapan Gala.


"Iya begitulah! Ugly girl" ucap Gala seraya menatap makanan yang ada di hadapannya itu.


"Apa anda sudah mencicipi menu dari saya tuan Galak?" tanya Cinta seraya tersenyum.


"Belum, aku cuma khawatir kalau salah satu dari menu ini kamu campur ramuan pelet,!" celetuk Gala dengan kedua alisnya yang mengernyit.


Cinta kemudian mengambil sendok dan menyendok nasi berserta pepes gurame, yang kemudian dia arahkan ke mulutnya dan memakannya.


"Apa anda masih takut kalau saya pelet tuan Galak! tahun 2022 kok masih punya pemikiran seperti itu!' ucap Cinta geram.

__ADS_1


"Ya bisa saja kan, awas saja kalau aku sampai menyukai kamu!" seru Gala dengan nada ancaman seraya menyendok nasi dan pepes guramenya.


"Awas tuan galak, jangan pakai bekas saya. Katanya anda takut kalau saya pelet!" seru Cinta dengan mengulas senyumnya.


Gala pun tersadar, kemudian dia menjatuhkan sendok yang ada di tangannya diatas meja.


"Klutek..!"


Kemudian Gala membuka laci dan mengambil satu sendok yang memang selalu dia simpan di laci, karena sewaktu-waktu akan dia gunakan.


Kemudian Gala mulai menyendok makanan tersebut.


"Jangan lupa berdo'a tuan! kan biar nggak kena peletnya Cinta!" ucap Cinta yang kembali mengulas senyumnya.


Gala menatap tajam Cinta, dan dalam hati bergumam " Cinta seperti mengguruiku"


Setelah berdoa dalam hati, Gala mulai menikmati makanan yang ada di hadapannya.


"Bagaimana tuan Galak? enak?" tanya Cinta tetap dengan mengulas senyumnya dan terus melihat cara Gala yang makan dengan lahapnya.


"Enak apanya?" tanya Gala yang berhenti sejenak setelah menelan nasi dalam mulutnya.


" Itu buktinya makan dengan lahapnya!' seru Cinta dengan senyum sinis karena Gala masih juga mengingkari perasaannya.


"Jangan Ge-er kamu! Ini karena saya sedang lapar!" ucap Gala yang masih mengelak.


"Oh lapar ya?" kata Cinta yang kemudian bangkit dari duduknya dan hendak melangkahkan kakinya.


"Kamu hendak kemana!" seru Gala yang menatap tajam Cinta.


"Katanya tuan kan kelaparan, buat apa saya ada disini melihat manusia yang seperti dua hari tidak makan! kayak kurang kerjaan saja!" seru Cinta yang kemudian berjalan meninggalkan meja Gala.


"Cinta..!" panggil Gala, namun Cinta tak menggubrisnya.


"Cinta tunggu!" panggil Gala lagi. Dan lagi Cinta tak menggubrisnya.


"Bila satu langkah lagi, kau di pecat!" seru Gala dan kata itu mampu membuat langkah cinta terhenti.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2