CHEF CINTA

CHEF CINTA
Mengetahui Biang Keladi


__ADS_3

Betapa terkejutnya Cinta saat tahu siapa yang berada di dalam tahanan tersebut.


"Paman Hendro? Bibi Nani?" tanya panggil Cinta saat tahu siapa yang berada dalam sel yang berbeda itu, yang tak lain paman dan bibi adalah kakak dari mendiang ayah Cinta.


"Cinta, ma'afkan kami Cinta. Bebaskan kamu Cinta, kami tak mau di sini" rengek Neni Pangesti.


"Mereka kenapa om?" tanya Cinta yang penasaran. Dan dia melihat sebentar kondisi paman dan bibinya, kemudian menghampiri Arjuna.


"Setelah om menyelidiki dan mengetahui dari Cctv di rumah, ternyata ada yang menyabotase mobil papa kamu Cinta!" ucap Arjuna.


"Maksud Om, sebelum kami pergi, ada yang mengotak-atik mobil ayah?" tanya Cinta yang semakin penasaran.


"Benar, dalam aksi mereka selalu memakai pihak ketiga. Pada saat sebelum Kak Heri Setiawan, Kak Eka Rahayu serta kamu Cinta berangkat ke hutan Pinus, ada yang menyabotase mobil. Mereka menyuruh tukang kebun dan keudian menyuruh tukang kebun itu menghilang. Dan ungtungkah ada Cctv dan Om berserta para polisi melacak keberadaan tukang kebun dan mengintrogasinya. Karena Om belum banyak bukti untuk menangkap Hendro, kami masih membiarkannya bebas dengan tetap mengawasinya." jelas Arjuna.


"Mereka membuat cerita seolah-olah kamu meninggal pada saat om ikut pertandingan beladiri keluar kota beberapa bulan yang lalu. Dan mereka mengubah semua wasiat dari papa dan mama kamu. Yang mengatakan semua harta milik Heri Setiawan dan Eka Rahayu jatuh pada keluarga Hendro Setiawan. Tapi Alhamdulillah ada pengacara papa kamu yang menyimpan surat wasiat asli papa kamu. Bahwa sebenarnya harta milik kedua orang tua kamu itu terbagi menjadi empat, perkara gan di kampung untuk kakek, Heri dan keluarganya sebuah rumah di real estate, untuk Om juna semua kendaraan kedua orang tua kamu dan kamu rumah dan perusahaan papa kamu." lanjut jelas Arjuna.


"Jadi begitu, terus kenapa mereka membuat rekayasa kalau Cinta meninggal Om?" tanya Cinta yang penasaran.


"Iya karena ingin memiliki satu persatu harta kamu, lebih tepatnya harta kedua orang tua kamu. Dengan menghilangkan kamu, mereka bisa menguasai rumah dan perusahaan. Mereka juga sudah menjual semua mobil berikut sepeda motor papa kamu yang seharusnya semua itu untuk Om Juna." ucap Juna yang kemudian mengambil sebuah kotak yang terkunci dan kemudian membuka kotak tersebut.


Kotak itu berisi bukti-bukti semua kejahatan Hendro dan Neni. Dan Cinta melihat dan membacanya semua berkas-berkas tersebut.


"Ketika kamu tampil di setiap iklan perlombaan masak tingkat Nasional, ada plus dan minusnya. Plusnya Om Juna bisa mengetahui kalau kamu benar-benar masih hidup dan minusnya mereka berupaya membuat kamu mencelakai kamu. Kamu ingat dengan empat preman dan si pengantar nasi box?" jelas sekaligus tanya Arjuna.


"Iya, mereka langsung mengarah pada Cinta. Dan kenapa si pengantat nasi box itu selalu menyebut nama Om Juna lah yang menyuruhnya?' tanya Cinta yang penasaran.


"Karena mereka membuat fitnah seolah-olah akulah yang hendak menguasai harta kedua orang tua kamu, karena itulah Om Juna menyamar untuk mengungkap semua alibi dari Hendro dan Neni Pangesti." jelas Arjuna.


"Ya Allah kejam sekali mereka!" ucap Cinta yang berhenti saat melihat foto kedua orang tuanya.


"Oiya om, kenapa semua polisi terlihat patuh pada Om Juna sih?" tanya Cinta yang penasaran.


"Kamu kira pekerjaan Om Juna hanya seorang atlit saja? Om juga seorang polisi dibidang kriminal. Mulai dari Bintara, sekarang om Juna berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).Yang membawahi para Bintara atau Tamtama." jelas Arjuna.


"Oh, jadi Om Juna seorang polisi?" tanya Cinta untuk memastikannya.

__ADS_1


"Iya, dan semua berkat prestasi om Juna di setiap pertandingan beladiri" jawab Arjuna yang menatap Cinta.


"Wah, AKP Arjuna Dwi Setya keren Om. " ucap Cinta dengan menunjukkan dua jari jempolnya.


"Ada satu lagi, mereka juga berusaha mencelakai kakek kamu di Solo. Untunglah warga ada yang melihatnya dan sekarang kakek aman bersama Om Juna." ucap Arjuna.


"Alhamdulillah kakek selamat" ucap Cinta yang menarik nafas lega.


"Ayo ikut Om Juna" ajak Arjuna yang kemudian mengemas kembali semua berkas dan memasukkan serta mengunci semua bukti-bukti kejahatan Heri dan Neni.


Lalu Arjuna memasukkan ya dalam brangkas dan kemudian menguncinya dengan kode sandi.


Keduanya melangkahkan kaki menuju tempat dimana mobil terparkir dan mereka masuk ke dalam mobil tersebut.


Perlahan mobil yang ditumpangi Cinta dan Arjuna meninggalkan kantor polisi.


"Kita akan kemana om?" tanya Cinta yang penasaran.


"Menemui kakek!" jawab Arjuna yang sekali-kali menatap ke arah Cinta.


"Iya, kakek. Ada dua rahasia lagi yang harus kamu tahu Cinta" ucap Arjuna yang terus mengemudi.


Arjuna tak menjawabnya dan terus mengendarai mobil hingga masuk ke perumahan kepolisian.


Mobil menepi dan berhenti tepat di depan salah satu rumah di perumahan polisi tersebut.


Setelah turun dari mobil, Cinta menebarkan pandangannya ke sekitar rumah yang ada dihadapannya.


"Tunggu apa lagi, ayo masuk Cinta!" seru Arjuna yang melangkah lebih dulu dan membuka kunci rumahnya.


"I..iya Om" jawab Cinta yang melangkahkan kakinya perlahan dan masuk ke rumah sederhana namun rapi dan bersih itu.


Saat mereka masuk, ada seoran polisi berpangkat Bintara yang menghampiri mereka.


"Selamat siap pak!" sapa polisi tersebut.

__ADS_1


"Dimana ayah angkatku berada?" tanya Arjuna.


"Ada dihalaman belakang, sedang bersantai melihat pemandangan taman kecil bapak" ucap polisi tersebut.


"Ok!"


"Oiya Cinta, dia Yuskal. Bintara yang saya tugaskan menjaga kakek kamu di rumahku" jelas Arjuna yang mengajak Cinta melangkahkan kaki menuju ke halaman belakang.


"Oh, iya" ucap Cinta.


Dan mereka pun sampai di halaman belakang rumah tersebut.


Cinta melihat kakeknya sedang duduk di kursi dengan secangkir teh dan roti biskuit kesukaannya yang berada di meja disampingnya duduk.


"Kakek!" panggil Cinta yang kemudian menghampiri dan memeluk kakeknya.


Si kakek sedikit terkejut dengan kejadian ini, namun rasa kangen dan khawatir tentang cucunya pun sirna saat melihat Cinta yang saat ini memeluknya.


"Cinta, kakek tidak bermimpi kan? ini benar-benar cucu kakek?" tanya si kakek di saat berpelukan dengan Cinta.


"Benar kek, ini Cinta!" jawab Cinta dan tangis haru meliputi mereka.


Arjuna sengaja membiarkan suasana itu berlarut, karena dia juga mengalami di situasi yang demikian.


Kemudian Arjuna memerintahkan Yuskal untuk membuatkan minuman untuk Cinta dan dirinya. Yuskal pun melaksanakan perintah tersebut.


Dan tak berapa lama minuman itu telah dihidangkan oleh Yuskal, sementara Cinta dan si Kakek saling bercerita tentang peristiwa yang mereka lalui.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2