
Cinta kemudian masuk ke kamar kosnya dan segera menunaikan ibadah sholat Isya'.
Dan setelah itu Cinta beranjak ke peraduannya, demikian pula dengan. Teguh dan Gala yang juga beranjak ke tempat tidur masing-masing.
...****...
Keesokan paginya, setelah mandi dan berhias diri, Cinta mendaftarkan dirinya untuk mengikuti ajang Chef Nasional.
Setelah selesai mengisi formulirnya, Cinta seperti biasa berangkat bekerja dan dia berjalan kaki meninggalkan tempat kosnya.
Dan Teguh dengan sepeda motornya mengikuti Cinta di belakang gadis itu.
Cinta menyadari akan hal itu, dia menghentikan langkahnya dan menunggu laki-laki yang selalu mengantarnya itu.
"Cak Teguh!" panggil Cinta.
"Eh Cinta, kamu tahu saja kalau aku di belakang kamu!" balas Teguh yang sudah menghampiri Cinta.
"Ya tahu saja, kan kita selalu bertemu tiap pagi. Seperti soulmate saja! he..he..!" canda Cinta.
"Lha, baru tahu ya! kita kan memang soulmate! ha..ha..!' balas Cak Teguh.
"Ayo kita cari makan cak! Cinta lapar nih!" ucap cinta yang sudah diap di boncengan belakang Teguh.
"Ayo!" balas Teguh yangmelajukan sepeda motornya saat Cinta sudah siap di posisinya.
Sepeda motor matic itu melaju menuju ke warung biasa buat mereka sarapan.
Setelah menepi dan memarkirkan sepeda motornya, Teguh mengajak Cinta untuk masuk ke lapak penjual nasi di pinggir jalan itu.
Mereka segera memesan makanan dan minuman seperti biasanya.
Sambil menunggu makanan mereka di hidangkan, Teguh memberanikan diri untuk bertanya.
"Cin, semalam kamu sama siapa?" tanya Teguh yang sedikit takut bila Cinta akan marah dan kemungkinan menjauhinya.
"Semalam?" tanya Cinta yang penasaran dengan maksud Teguh.
"Iya, kamu kan keluar dari sebuah mobil mewah yang berada di samping tempat kos semalam?" tanya Teguh yang kemudian menerima makanan dan minuman dari pemilik warung makan itu.
Cinta apa yang terjadi semalam dimana dia diantarkan oleh Mr. Galak.
"Ohw, dia ya! dia anak bos tempatku bekerja dan sekarang jadi bosnya karena ibunya' yang sedang sakit-sakitan. Aku seperti ya sudah pernah bilang kalau aku dibiayai kuliah!' jelas Cinta sambil menerima piring nasi beserta lauk dan sayur mayurnya itu, serta menerima teh manis pesanannya.
"Kenapa aku jadi pikun begini ya! ha..he..!" canda Teguh dan Cinta mengulas senyumnya.
Keduanya kemudian makan sarapannya dengan lahapnya.
__ADS_1
Tak berapa lama mereka sudah menyelesaikan makan mereka.
Dan mereka kembali meneruskan perjalanan untuk menuju ke Restoran bali Ndeso.
Dalam perjalanan itu mereka saling canda, seolah cinta melupakan masalahnya.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di depan restoran Bali Ndeso.
"Makasih ya mas atas tumpangannya," ucap Cinta sembari memberikan helm yang diPakainya pada Teguh.
Teguh menerimanya, dan menjawab ucapan Cinta.
"Sana-sana Cinta, kalau ada apa-apa hubungi Cacak ya?!" ucap Teguh yang mengulangi perkataannya yang tepi hari.
"Iya Cak!" jawab Cinta sambil mengulas senyumnya.
Tanpa diketahui oleh Cinta ada sepasang mata mengawasi mereka dari jendela lantai atas restoran Bali Ndeso.
"Cinta, dengan laki-laki itu lagi!" gerutu orang itu yang tak lain adalah Gala yang sudah datang sengaja lebih awal untuk bertemu Cinta.
Karena semalam dia menyuruh cinta untuk datang lebih awal, namun sepertinya Cinta melupakannya.
Setelah Teguh pergi, Cinta melangkahkan kaki menuju ke halaman restoran tempatnya bekerja.
Terlihat seseorang keluar dari sebuah mobil yang telah terparkir.
Cinta kemudian menghampiri chef Alleno dan menyapanya.
"Assalamu'alaikum chef Alleno, apa kabar!" sapa Cinta sembari mengulurkan tangannya.
"Wa'alaikumsalam, eh Cinta! Alhamdulillah lebih segar sekarang." balas Chef Alleno yang menerima uluran tangan Cinta sembari mengulas senyumnya.
"Alhamdulillah, ikut senang lho Chef!" ucap Cinta yang yang mensejajarkan langkahnya dengan langkah Chef Alleno. Dan mereka melangkah masuk ke restoran Bali Ndeso.
"Selama aku berlibur, siapa yang masak Cin?" tanya Chef Alleno yang sekali-kali melihat kearah Cinta.
"Cinta Chef" ucap Cinta sambil mengulas senyumnya.
"Oya, jadi penasaran seperti apa masakan kamu Cin!" ucap Chef Alleno sembari tersenyum.
"Nanti bisa Chef rasakan kalau Cinta selesai masak, he..he..!" ucap Cinta yang tertawa kecil.
Keduanya sudah masuk ke restoran dan di sambut oleh Dara dan Risky yang sudah datang dan mulai bersih-bersih restoran.
"Selamat datang kembali Chef Alleno!" sambutan dari Dara yang menghentikan aktifitasnya untuk sekedar menyapa Chef Alleno dan mengulurkan tangannya.
"Eh, Chef! Apa kabarnya!" sapa Risky yang juga menghentikan aksinya dan mengulurkan tangannya juga.
__ADS_1
"Alhamdulillah kabar aku lebih baik dan lebih fress!" jawab Chef Alleno seraya menerima uluran tangan rekan-rekan kerjanya.
"Chef ada oleh-oleh buat kita?" bisik Risky sembari tersenyum.
Chef Alleno melihat ke arah Risky dan mengulas senyumnya.
"Tenang saja, ada kok! kalian lanjutkan kerja kalian, nanti aku bagi kalian satu-satu!" ucap Chef Alleno yang memang sedang menenteng kardus yang lumayan besar.
"Makasih Chef!" ucap Risky dan Dara yang bersemangat.
"Dah, aku mau ke dapur dulu ya! ayo cinta!" pamit dan Ajak Chef Alleno yang melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur dan diikuti oleh Cinta yang sebelumnya saling balas-balasan senyum.
Dara dan Risky melanjutkan pekerjaannya, sementara Cinta fan Chef Alleno sudah sampai di dapur.
Cinta mulai sibuk meracik sayur-sayuran untuk menu yang akan dihidangkan di Restoran Bali Ndeso hari ini.sementara Chef Alleno membuka kardus yang dibawanya dan mulai membagi oleh-olehnya dan tinggal di berikan pada rekan-rekan kerjanya.
"Cinta, aku ada ssesuatu buat kamu. Ini aku dapatkan dari tempat yang aku datangi waktu refreshing kemarin" ucap Chef Alleno yang memberikan sebuah satu kardus yang berisi satu set lulur yang di kemas dalam sebuah wadah.
"Makasih Chef, melihat chef Alleno kembali dalam keadaan bugar begini Cinta sudah senang chef!" ucap Cinta sembari tersenyum.
"Cinta-cinta!" ucap Chef Alleno sembari menggelengkan kepalannya dan mengulas senyumnya.
"Cinta buka ya Chef!" seru Cinta yang wajahnya berbinar-binar.
"Buka saja, jangan dihina ya. Hadiahku hanya sedehana saja" ucap Chef Alleno yang membalas senyum Cinta.
Cinta kemudian membuka oleh-oleh dari Chef Alleno karena sangat penasaran.
"Semoga Cinta suka dengan oleh-oleh dariku!" Chef Alleno yang membatin.
"Chef apa ini?" tanya Cinta yang membaca tulisan kemasan wadah itu.
"Itu lulur Cin, dan semoga kamu suka Cin. Semoga bisa membantu memulihkan wajah kamu yang terkena luka bakar itu" jelas Chef Alleno.
"Terima kasih Chef, Cinta sangat suka sekali!" ucap Cinta yang bersemangat.
Cinta membuka dan mencium aroma terapi dari lulur itu.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...