
"Kak Iwan, ikut Cinta!' seru Cinta dan Iwan mengikuti langkah Cinta. Langkah mereka berhenti tepat dihadapan Tuan Hutomo dan Nyonya Riska yang sedang mengobrol dengan Chef Alleno, Gala dan Dara.
"Tuan dan nyonya Hutomo, selamat ya atas ulang tahun pernikahan peraknya. Mas Gala dan Dara, selamat ya!" ucap Cinta seraya mengulurkan tangannya pada Hutomo dan Riska, kemudian Gala dan Dara juga membalas dengan mengulurkan tangan kanan mereka.
"Cinta!" panggil semuanya yang melihat keberadaan Cinta yang tiba-tiba ada dihadapan mereka.
"Kejutan...!" seru Chef Alleno.
"Iya ini saya!" ucap Cinta sembari mengulas senyumnya.
"Apa kabar kamu?" tanya Dara yang langsung menghamburkan diri memeluk Cinta.
Isak tangis terdengar dari Dara dan Cinta yang meluapkan rasa rindunya pada sahabatnya itu.
"Hei, kamu kenapa? bertemu sahabat bukannya senang malah menangis sih?" tanya Cinta yang saat ini dalam posisi saling berhadapan dengan Dara.
"Cinta, kamu juga menangis!" balas Dara sembari menatap cinta.
"He .he...he..sadar tidak kalau kita sama-sama menangiaff
"Aku tidak merebut Gala darimu kan?" tanya Dara yang tak enak hati.
"Tidak, malah aku yang tak enak hati karena kemarin sempat ada permasalahan dengan tuan Galak. Bukan kah begitu tuan Galak?" jawab Cinta seraya bertanya pada Gala.
"I..iya. Tapi setelah tahu kalau Dara teman masa kecilku, aku akan berjanji untuk selalu bersama dengan cinta pertamaku" ucap Gala yang saat ini melihat ke wajah Cinta yang sudah berbeda jauh dari awal mereka berjumpa.
"Cinta, kami bertambah cantik saja!" seru mamanya Gala yang sedari tadi memperhatikan Cinta.
"Nyonya Riska, ini semua karena lulur yang diberikan oleh chef Alleno sebagai oleh-oleh pada waktu berlibur tempo hari." ucap Cinta seraya mengulas senyumnya.
"Oh begitu ya?" ucap Riska dan semuanya kemudian terlibat dalam reuni mereka. Iwan hanya sebagai pendengar setia mereka.
"Cinta, kenapa kamu ada disini?" tanya Gala yang penasara , karena merasa tak mengundang Cinta.
"Aku yang mengundang dia, setelah tahu cerita dari Dara yang katanya tuan Gala dan Fransiska bertemu dengan Cinta di perlombaan" jelas Chef Alleno.
"Oh, begitu ya!" ucap Gala yang menatap Cinta dan Iwan satu persatu.
"Nggak nyangka kalau kalian tunangan dan semoga sampai jenjang ke pernikahan. Aamiin ya robbal alaamiin" ucap dan do'a Cinta.
"Aamiin ya Robbal Alaamiin, makasih Cinta" ucap Dara dan Gala yang hampir bersamaan.
__ADS_1
"Cinta Ma'afkan kami yang dulu sempat meragukan dan membuat kesal dirimu" ucap Riska yang menghampiri Cinta.
"Sudahlah mama Riska, Cinta mengerti. Sekarang Cinta ingin mewujudkan cita-cita Cinta. Cinta ingin mengikuti lomba memasak tingkat nasional. Cinta ingin bertemu dengan keluarga Cinta lagi" ucap Cinta.
"Kami do'akan semoga tercapai Cita-cita kami Cin" ucap Riska.
"Aamiin yarobbal alaamiin, terima kasih mama dan semuanya " ucap Cinta.
"Cinta, aku juga minta ma'af ya karena pernah mengataiku Ugly girl dan memperalat kamu" ucap Gala yang tetap menatap Cinta yang saat ini telah berubah, dan terlihat wajah aslinya.
"Sudahlah lupakan saja, itu semua aku anggap hiburan buat aku. Jadi tidak aku masukkan ke hati. Yang jelas kalian berbahagialah selalu. Tuan Galak jangan galak-galak sama sama sahabat aku ini, kalau tidak AQ minta habisin cabai satu mangkok nanti! ha .ha..!" ucap Cinta sembari tertawa dengan merangkul Dara.
"Kau ini bisa saja Cin!" seru Gala dan suasana menjadi hangat dan penuh canda tawa.
Iwan yang melihatnya pun ikut gembira dan berbaur dalam setiap obrolan mereka.
"Iwan ini siapa kamu Cin?" tanya Dara penuh selidik.
"Hanya seorang asisten pekerjaanku aku, itu saja" ucap Cinta.
"Oh, asisiten pekerjaan. Aku kira calon pendampingmu setelah bersamaku! he..he..!" goda Gala dengan mengulas senyumnya.
" Bukan, saya dan Cinta hanya sekedar partner saja. Lagi pula saya juga sudah mempunyai tunangan yang saat ini berada di luar negeri" ucap Iwan seraya menatap orang-orqng yang beberapa bulan yang lalu bersama Cinta.
Cinta seperti biasa pulang bersama Iwan, walaupun Gala sempat menawar diri untuk mengantarkannya. Namun Cinta menolaknya.
Bukan karena dia masih ada perasaan sama Gala, karena dia tak mau Gala dan yang lainnya mengetahui tempat tinggalnya sekarang. Demi kenyamanan nenek Asih, dan dirinya. Kalau Ingin bertemu Cinta, ya ditempat kerja saja. Itu yang diinginkan oleh Cinta.
Sepeda motor sport Iwan yang membawa Cinta terus melaju menyusuri jalan raya.
Dan mereka sampai didepan rumah nenek Asih.
"Saya langsung pulang saja Cin, capek nih!" seru Iwan seraya menerima helmnya dari Cinta.
"Iya kak Iwan, makasih lho mau mengantar sekaligus bantuin memasak tadi" ucap Cinta seraya mengulas senyumnya
"Sama-sama Cinta aku juga bisa dapat pengalaman sekaligus dapat cuan juga" ucap Iwan.
"Iya, sekali dayung dua sampai tiga pulau terlampaui." ucap Cinta sembari tersenyum.
"Bener!'" ucap Iwan.
__ADS_1
"Yuk ah, Assalamu'alaikum!" ucap salam pamit Iwan.
"Wa'alaikumsalam!" balas Cinta sembari melambaikan tangannya, dan Iwan berlalu dari hadapan Cinta.
Setelah Iwan hilang dari pandangan kedua matanya, Cinta kemudian melangkahkan kakinya masuk ke rumah nenek Asih.
Dimana saat ini nenek Asih sedang menunggui Cinta di ruang keluarga seraya melihay televisi.
"Assalamu'alaikum nenek!" ucap salam Cinta pada saat menutup pintu dan sekaligus mengunci pintu rumah nenek Asih dan Cinta melangkahkan kakinya menghampiri Nenek Asih.
"Wa'alaikumsalam!' balas nenek Asih yang kemudian bangkit dari duduknya.
"Eh Cinta, sudah pulang nak?" tanya nenek Asih yang menoleh ke arah Cinta.
"Iya nek," balas Cinta yang mencium punggung tangan kanan nenek Asih.
"Ayo duduk dulu dan ceritakanlah apa yang terjadi di tempat Gajayana tadi?" tanya nenek Asih yang penasaran.
"Iya kami membuat banyak nasi tumpeng dan Cinta bertemu Gala, Dara beserta kedua orang tua Gala" jawab Cinta.
Kemudian Cinta bercerita tentang apa yang dia lakukan seharian ini, dan nenek Asih menyimaknya. Nenek Asih sesekali bertanya dan memberi pendapat.
Tak terasa waktu berjalan sangatlah cepat, nenek Asih mengingatkan Cinta.
"Sudah larut malam Cinta, sebaiknya kita istirahat. Jangan sampai kamu kehilangan pekerjaan" ucap nenek Asih.
"Iya nek, Cintaa juga sudah sangat lelah" ucap Cinta yang bangkit dari duduknya lalu melangkahkan kakinya, dan diikuti oleh Nenek Asih yang menuju ke kamar mereka masing-masing.
Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Cinta segera berwudlu dan kemudian menunaikan ibadah sholat Isya' .
Cinta kemudian merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya dan tak berapa lama dia pun memejamkan kedua matanya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...