CHEF CINTA

CHEF CINTA
Akhir yang Bahagia


__ADS_3

"Cinta, akhirnya kamu memperoleh cita-citamu menjadi Chef dan kamu menikah dengan orang yang sangat tepat untuk kamu dan kalian. Selamat ya sahabatku, semoga Sakinah Mawadah, wa rohmah dan langgeng sampai akhir hayat menjemput kalian. Aamiin ya robbal aamiin.


"Aamiin ya Robbal alaamiin" dan semuanya mendoakan kebahagiaan Cinta dan Arjuna.


Acara pernikahan telah berlangsung dengan sakral dan meriah.


Rona kebahagian menutupi kelelaha kedua mempelai.


"Arjuna, bawa Cinta ke kamar. Kasihan dia kelelahan nampaknya, nanti malam pertama kalian bisa gagal kalau Cinta sampai sakit!" bisik kakek Cinta.


"Iya, Arjuna juga melihat Cinta yang sudah kelelahan. Arjuna bawa Cinta ke kamar ya kek!" ucap Arjuna.


"Iya, biar para tamu kakek yang urus" ucap kakeknya Cinta.


"Cinta, ayo ke kamar. Kamu kelihatan sudah capek, jaga kesehatan kamu!" ucap Arjuna.


"Tapi kak?" ucap Cinta yang sedikit takbenak hati dengan para sahabatnya.


Arjuna kemudian membopong Cinta ala bridal Style melangkahkan kaki menuju ke kamar mereka, dan semua yang melihatnya pun tersenyum.


"Duh pengantin laki-lakinya nggak sabaran, he..he..!" goda Gala.


"Huss..! kak Gala apa nggak ingat kalau kakak kemarin juga begitu?" bisik Dara.


"Sssst...! kakak cuma mau goda pengantin baru, he..he..!" balas bisik Gala.


"Untuk para tamu yang dari jauh bisa menginap, tidur di kamar yang telah disediakan" ucap kakeknya Cinta.


"Iya, terima kasih" ucap semuanya yang kemudian mereka menuju ke kamar masing-masing.


Sementara itu Arjuna dan Cinta telah sampai di dalam kamar, Arjuna menurunkan Cinta di samping tempat tidur.


"Apa kamu tidak capek kak? membopong Cinta dari bawah tadi? Cinta kan berat, banyak makannya!" ucap Cinta saat sudah memposisikan dirinya berdiri tegak.


"Apa kamu melihat suami kamu ini kecapekan?" balik tanya Arjuna.


"Hm.. tidak sih!" jawab Cinta sembari mengulas senyumnya.


"Cinta" panggil Arjuna seraya memegang tangan Cinta dan mereka saling berhadapan.


"Ya, ada apa kak?" tanya Cinta yang penasaran.


"Akhirnya kita bisa selalu bersama, kamu milikku dan aku milikmu" ucap Arjuna.


"Iya kak, Cinta bahagia sekali bisa selalu bersama kak Arjuna. Bimbing dan lindungi Cinta dengan rasa cinta ya kak?" pinta Cinta.


"Iya sayang" jawab Arjuna yang mendekatkan wajahnya ke wajah Cinta.

__ADS_1


"He..hm.., Cinta mandi dulu, Cinta malu jika masih berkeringat begini" ucap Cinta yang sebetulnya sedikit gugup.


"Bagaimana kalau kita mandi bareng?" tanya Arjuna yang menggoda Cinta.


"Ma...mandi bareng? Cinta masih malu kak" ucap Cinta yang apa adanya.


"Baiklah, kalau begitu kak Arjun bantu lepaskan gaun pengantin kamu ini ya!" ucap Arjuna yang kemudian melangkahkan kakinya ke belakang Cinta dan bersiap membuka resleting gaun pengantin istrinya.


"Eh iya, makasih kak!" ucap Cinta yang masih malu-malu.


Setelah gaun pengantin itu lepas, tinggalah pakaian dalam yang menempel di tubuh Cinta.


"Wow..!" seru Arjuna pada saat melihat lekuk tubuh istrinya.


"Apa sih kak, hadap sana!"Seru Cinta seraya memutar tubuh Arjuna untuk membelakanginya.


Arjuna pun tertawa geli, dan Cinta semakin keki dibuatnya.


"Kenapa ketawa sih kak?" ucap Cita seraya mengambil handuk dan melilitkan ke tubuhnya.


"Cinta kita kan sudah suami istri, milikku itu milikku dan milikku itu milikmu. Jadi kenapa masih harus malu?" ucap Arjuna yang kemudian membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Cinta yang sudah melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dengan membawa baju gantinya.


Arjuna melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Dan dia menggoda Cinta dengan mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


"Tokk..tokk..tokk..!"


"Kak Arjuna, jangan ganggu ya!" seru Cinta.


Setelah selesai dia kemudian memakai baju ganti dan kemudian berwudlu.


Kemudian Cinta keluar dari kamar mandi yang melewati Arjuna yang sedari tadi menunggu di depan pintu kamar mandi.


"Hmm..wangi benar istriku, jadi tak sabar nih!" goda Arjuna.


"Eh suamiku, kita sholat Isya' berjama'ah ya?" pinta Cinta.


"Iya, tunggu ya aku mau mandi juga!" jawab Arjuna.


"Iya, cepetan ya kak!" seru Cinta.


"Siap istriku!" sahut Arjuna yang kemudian dia masuk ke kamar mandi dan mulai dengan ritual membersihkan dirinya.


Sementara itu Cinta mengambil mukena serta menyiapkan pakaian Koko dan sarung yang biasa Arjuna pakai untuk sholat.


Setelah mandi dan berwudlu, Arjuna keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk dan melangkahkan kakinya menghampiri pakaian Koko dan sarung yang sudah di siapkan oleh Cinta.


Arjuna memakai pakaiannya sementara Cinta memakai mukenanya.

__ADS_1


Setelah selesai, mereka sholat Isya berjama'ah.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai sholat, dan Cibta mencium punggung tangan kanan suaminya.


"Apa istriku sudah siap?" tanya Arjuna yang melipat sajadahnya.


"Siap apa ya kak?" tanya Cinta yang pura-pura tak tahu sambil melipat mukenanya.


"Nggak paham juga, sudah langsung tidur saja" ucap Arjuna yang kemudian bangkit dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Eh, apa kak Arjuna marah ya?" gumam dalam hati Cinta yang merasa tak enak hati.


Setelah meletakkan Mukenanya ke tempat biasanya, Cinta menghampiri suaminya yang tidur membelakanginya.


"Kak, kak Arjuna sudah tidur? ma'afkan Cinta ya kak?" bisik Cinta dan Arjuna tak bergeming dari tidurnya.


Cinta kemudian merebahkan tubuhnya sejajar dengan suaminya, kemudian Cinta memeluk suaminya dari belakang.


Hati Arjuna tergerak, dan dia membalikkan badannya ke arah Cinta.


"Kak Arjuna jangan marah sama Cinta, Cinta minta ma'af jika Cinta salah" ucap lirih Cinta.


"Kakak tidak marah kok, kamu cantik sekali sayang" ucap Arjuna yang membuat Cinta tertegun.


Perlahan-lahan Arjuna mencium kening dan kedua pipi istrinya. Kemudian berlanjut ke bibir dan mereka saling menikmati permainan mulut yang keduanya lakukan.


Gelora menggebu merasuki keduanya, dan tangan Arjuna menwlisip membuka satu persatu kancing pakaian tidur Cinta.


Arjuna menurunkan ciumannya ke leher dan membuat stempel kepemilikan disana, kemudian jari-jari Arjuna bermain di dua gundukan milik Cinta dan Cinta mulai menggeliat.


Kemudian Arjuna kembali menciumi pipi istrinya dan kembali bermain bibir.


Satu persatu pakaian mereka terlepas dari tubuh mereka dan berserakan di sekitar tempat tidur.


Arjuna mulai menembus gawang pertahanan Istrinya, yang pada awalnya pelan-pelan kemudian semakin cepat dan cepat hingga keduanya kelelahan dan mencapai klimaksnya.


Keringat mulai membasahi tubuh mereka, suara rintihan dan lolongan kenikmatan seolah menjadi ritme permainan ranjang mereka berdua.


Cukup lama mereka melakukannya dan mereka pun tertidur dengan kelelahan namun mereka menikmatinya.


...~¥~...


...Terima kasih atas semua atensinya dan dukungannya dengan memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...SEKIAN...


__ADS_2