CHEF CINTA

CHEF CINTA
Pria memakai Hoodie Hitam


__ADS_3

"Akhir bulan ini, juara satu akan diikut dalam lomba memasak tingkat nasional yang nantinya akan ditayangkan di televisi swasta. Chef Alleno kamu harus persiapkan diri!" ucap pembawa acara yang memberitahu program lomba selanjutnya.


"Ma'af jika saya tidak bisa bagaimana?" tanya chef Alleno pada ketua panitia.


"Alasannya kenapa Chef?" tanya ketua panitia tersebut.


"Saya akan menikah di awal bulan depan, jadi diakhir bulan ini saya harus persiapan untuk segala sesuatunya" jawab Chef Alleno yang sejujurnya.


"Baiklah kalau begitu kesempatan ke Jakarta akan diberikan pada juara kedua, apa kamu rela melepasnya chef?" ucap sekaligus tanya ketua panitia lomba memasak tersebut.


"Iya, kalau memang begitu tidak apa-apa, karena juara kedua juga teman saya dan dia sangat berharap untuk bisa ke Jakarta" jawab Chef Alleno dengan mengulas senyumnya.


"Baiklah, berarti sudah deal ya!" ucap ketua panitia lomba memasak itu.


"Iya" jawab chef Alleno dengan pasti.


Ketua panitia lomba itu kemudian berbisik pada pembawa acara, dan pembawa acara itu kemudian mengumumkan apa yang disampaikan oleh ketua panitia.


"Perhatian semuanya, berhubung juara pertama tidak bisa ke Jakarta karena acara terpenting dalam hidupnya, maka yang akan ke Jakarta jatuh pada juara kedua yang akan membawa nama kota kita di sana nantinya! Juara kedua, Cinta selamat kamu berhak menuju ke Jakarta!" seru pembawa acara tersebut yang sontak membuat Cinta kegirangan dan seolah tak percaya akan hal itu.


"Selamat ya Cinta, keinginan kamu akan terwujud!" ucap Iwan seraya menyalami Cinta.


"Terima kasih, eh kenapa chef Alleno tidak mau ambil kesempatan ini?" tanya Cinta pada Iwan.


"Entahlah, sebaiknya kamu tanyakan padanya!" jawab Iwan yang sebenarnya juga penasaran.


Cinta melangkahkan kaki dan diikuti denga Iwan, mereka menghampiri Chef Alleno.


"Chef, bolehkah Cinta tahu alasan Chef tidak ke Jakarta?" tanya Cinta saat berhadapan dengan Chef Alleno.


"Cinta, awal bulan besok aku akan menikah dengan Wiwid, jadi akhir bulan ini aku tak bisa kemana-mana karena harus mempersiapkan semua persiapan untuk menikah nantinya." jawab Chef Alleno.


"Oha jadi begitu ya Chef?" ucap Cinta yang sudah paham maksud dari Chef Alleno.


"Iya, dan kamu Cinta manfaatkan kesempatan ini. ok!" seru Alleno seraya mengulurkan tangannya dan disambut oleh Cinta.


Dan mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Cinta menceritakan kesempatannya ke Jakarta karena secara tak langsung di tolong oleh Chef Alleno pada nenek Asih.


"Kamu beruntung Cinta, ini termasuk rejeki kamu" ucap nenek Asih pada Cinta.

__ADS_1


"Iya benar nek! rejeki bukan cuma uang, tapi kesempatan juga!" ucap Cinta sembari tersenyum.


Keduanya saling berpelukan dan menikmati kebersamaan mereka.


...****...


Tibalah dihari yang ditunggu-tunggu, Cinta berangkat ke Jakarta bersama dua orang panitia dari lomba memasak tingkat propinsi.


Dan saat ini mereka berada di dalam ruang tunggu bersama nenek asih, Iwan, Damira, Ramaya, Teguh, Fransiska, Gala, Dara, chef Alleno dan juga Wiwid. Mereka mengantarkan Cinta sampai ke bandara.


"Ya Allah, Cita harus berkata apa. Antara sedih dan senang. Sedih karena akan berpisah dengan kalian semuanya dan senang karena kalian rela mengantarkan Cinta sampai di bandara Juanda ini" ucap Cinta sembari menyeka air matanya.


"Cinta kamu sudah menjadi bagian dari hidup kami, semoga kamu sukses di Jakarta nanti" ucap Gala yang mewakili semuanya.


"Terima kasih untuk semuanya" ucap Cinta. Dan saling berjabat tangan dan berpelukan untuk sesama perempuan.


Tak berapa lama terdengar penerbangan dengan tujuan Jakarta sudah diinformasikan oleh pegawai bandara. Cinta dan kedua orang panitia lomba memasak itu bersiap untuk masuk ke dalam pesawat, namun sebelumnya sempat melambaikan tangan pada semua orang yang di tinggalkan di bandara Juanda.


Cinta duduk di tepi bersandar di kaca, tiba-tiba dia melihat sesosok pria memakai outfit Hoodie hitam, memakai topi hitam dan bermasker hitam juga yang baru masuk dan melewati kursi barisannya. Kemudian pria itu duduk tepat dibelakang Cinta.



"Siapa pria itu? apa aku mengenalnya?" gumam dalam hati Cinta.


Gadis itu kemudian memposisikan dirinya untuk duduk pada posisinya karena pesawat akan lepas landas.


Pesawat yang ditumpangi Cinta akhirnya terbang di langit dan meninggalkan kota Surabaya dalam waktu sekejap saja.


Beberapa jam kemudian pesawat itu landing di bandara Sukarno Hatta.


Dan akhirnya pesawat berhenti dan para penumpang pun sedang antri untuk turun dari pesawat.


Cinta melihat pria yang memakai Hoodie itu masih saja duduk di tempatnya dan tetap menundukkan kepalanya seolah tahu kalau Cinta memperhatikannya.


Setelah Cinta turun dari pesawat, pria itu baru keluar dari pesawat dan berjalan menuruni tangga.


"Akhirnya Cinta tiba juga di Jakarta!" gumam dalam hati Cinta yang bersemangat dalam melangkahnya..


Cinta dan kedua panitia yang mendampingi Cinta melangkahkan kaki ke ruang tunggu. Di ruang tunggu tersebut Cinta telah di tunggu panitia lomba memasak tingkat nasional di Jakarta.

__ADS_1


"Nona Cinta kita menunggu peserta yang lainnya, nanti kalian harus di karantina terlebih dahulu. Disaat di karantina, kalian bisa belajar berbagai macam resep masakan." ucap panitia lomba memasak dari Jakarta itu.


"Baiklah kami bersedia untuk menunggu disini" ucap Cinta yang kemudian duduk di kursi yang telah tersedia di ruang tunggu tersebut.


Cinta semakin curiga dengan pria yang memakai Outfit hoodie hitam yang duduk di sudut ruangan.


"Eh, kenapa dia ada disini juga?" batin Cinta, kedua mata Cinta melirik ke arah pria itu.


Tak berapa lama peserta dari daerah lain sudah berdatangan dan mereka kemudian melangkahkan kaki menuju ke tempat parkir dimana kendaraan para panitia sedang terparkir disana.


Setelah masuk ke dalam mobil, sopir mobil itu pun mengemudikan mobil keluar dari area bandara dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya.


Dan pria yang memakai Hoodie hitam dan bermasker hitam pula, itu membuntuti Cinta dan rombongan dengan sepeda motor sport yang berwarna hitam pula.


Cinta yang duduk di belakang minibus itu, mengetahui kalau pria yang dia curigai itu membuntutinya.


"Apa maksud dari pria itu?" ucap dalam hati Cinta.


Ketika berjalan dijalannan yang sepi, tiba-tiba mobil yang ditumpangi Cinta berhenti secara mendadak. Berhenti karena ada empat orang bertubuh kekar dengan membawa mobil Jeep menghadang mobil rombongan Cinta.


"Hei kalian turun! serahkan gadis yang bernama Cinta pada kami!" seru preman-preman itu seraya menggedor-gedor pintu dan kap mobil bagian depan.


Semua orang yang berada di dalam mobil mulai merasa ketakutan dan tak ada yang berani untuk keluar dari mobil.


"Dogh..!"


"Serahkan gadis yang bernama Cinta!" seru salah satu preman itu sembari menggedor kaca mobil minibus itu


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2