CHEF CINTA

CHEF CINTA
Dari Makanan Turun ke Hati


__ADS_3

"Iya, siapa chefnya ya? penasaran, apa dia mau kerjasama dengan kita?" bisik-bisik ketiga orang itu.


"Spagethinya mantap! ini rekomendasi buat restoran kita!" bisik salah satu lainnya dari mereka.


Kemudian mereka makan dengan lahapnya dan tak ada komentar yang aneh-aneh.


Wiwid yang melihat dari kejauhan merasa lega dan dia bergegas menuju ke dapur menemui Cinta.


"Cinta, Alhamdulillah pelanggan itu suka masakan kamu!" seru Wiwid saat masuk ke dapur.


Cinta yang saat itu di bantu Shopia, sibuk memasak menu masakan pelanggan lainnya, meluangkan waktunya untuk mendengarkan cerita Wiwid.


"Oya, wah Alhamdulillah. Padahal saya belum begitu mengenal masakan itu!" ucap Cinta seraya memberi Garnish pada makanan yang akan disajikan.


"Iya, aku juga nggak nyangka! kamu memang top markotop Cinta!" seru Wiwid yang sangat lega dan senag sekali.


"Sama mbak Wid! ini pesanan meja nomor sembilan mbak!" ucap Cinta seraya memberikan nampan itu pada Wiwid dan Wiwid menerimanya.


Kemudian Wiwid memberikannya pada Risky yang baru saja membuat minuman untuk pesanan meja nomor sembilan.


Setelah meletakkan minuman bersanding dengan makanannya itu, Risky mengantarkan makanan itu pada pelanggan.


Beberapa detik kemudian Ayudia datang dan dia menghampiri Cinta dan memberikan sebuah kartu nama pada Cinta.


"Cin, orang yang pesan makanan barat tadi memintaku memberikan kartu nama mereka ini pada kamu!" seru Ayudia yang mengulurkan tangannya yang membawa secarik kertas sedikit tebal dan berlogo pada Cinta.


"Oh, terima kasih!" ucap cinta yang kemudian menerima kartu tersebut.


Cinta dan yang lainnya kemudian melayani semua pelanggan seperti biasannya dan tak ada hal yang special.


Gala sedang berkeliling melihat situasi dan kondisi di restorannya dan wiwid menghampirinya.


"Mas Gala, ada yang ingin saya sampaikan" ucap Wiwid saat sudah ada dihadapan Gala.


"Ada masalah di restoran ini?" tanya Gala yang mencoba menebak.


"Iya tadinya mas, tapi semua suda di bereskan oleh Cinta!" jawab Wiwid dengan nada sedikit meninggi.


"Cinta? memangnya apa masalahnya?" tanya Gala yang penasaran.


"Iya, tadi ada pelanggan yang pesan makanan yang tidak ada pada menu restoran kita. Untunglah Cinta bisa mengatasinya." jelas Wiwid dan Gala mendengarkannya walaupun kedua netranya melihat ke arah para pelanggannya.


"Terus menu yang di pesan pelanggan itu apa?" tanya Gala yang ingin tahu.


"Spagethi, Makaroni Schotel dan Buble tea" jawab Wiwid.


"Baiklah, aku juga mau Cinta buatkan tiga menu itu untuk saya" ucap Gala yang perlahan meninggalkan Wiwid.

__ADS_1


"Baik mas Gala!" jawab Wiwid seraya menatap Gala yang pergi menjauhinya dan menuju ke ruangannya.


"Apa tuan Gala penasaran dengan masakan barat ala Cinta ya? kalau di pikir, aku juga penasaran!" He..he..!'"gumam dalam hati Wiwid yang kemudian melangkahkan kakinya ke dapur dan menemui Cinta.


"Cinta, kamu repot tidak?" tanya Wiwid saat sudah masuk di dapur mendapati Cinta yang dengan tertatih-tatih mengambil air minum.


"Ada apa mbak Wid?" tanya Cinta yang penasaran.


"Nampaknya Tuan Gala penasaran dengan apa yang kamu sajikan untuk pelanggan yang pesan makanan barat tadi!" ucap Wiwid yang mengulas senyum menatap Cinta.


"Benarkah? " tanya Cinta setelah meletakkan gelas minumnya.


"Iya, ini kesempatan kamu cinta, untuk merebut hati Gala!" seru Wiwid seraya berbisik namun Shopia tetap mendengarkannya.


"Aku setuju itu, cinta kamu harus diperjuangkan Cin!' bisik Shopia seraya menyiangi sayuran yang ada di meja dapur.


"Bukannya mbak Wid juga suka sama mas Gala?" tanya Cinta yang penasaran.


"Iya, memang tapi itu kemarin. Siapa yang aku taksir kemarin, ternyata berbeda dengan yang sekarang. Nampaknya aku pindah kelain hati" ucap Wiwid dengan dengan mengulas senyumnya.


"Siapa mbak? eh aku jadi kepo!" tanya Cinta yang penasaran.


"Ada deh, nanti juga tahu!" ucap Wiwid yang tetap mengulas senyumnya.


Mereka berbincang-bincang dengan Cinta yang membuatkan pesanan dari Gala.


"Mbak Wid, pesanan mas Gala sudah siap. Siapa yang mau antarkan?" tanya Cinta yang menyerahkan nampan yang sudah berisikan makanan pesanan Gala pada Wiwid.


"Kaki kamu masih sakit, biar aku saja!" ucap Wiwid yang kemudian menerima nampan itu dan mengantarkannya pada Gala.


"Risky..!" panggil Wiwid saat melangkahkan kaki mau ke ruangan Gala.


"Iya mbak!" jawab Risky yang segera menghampiri Wiwid


"Tolong bantu aku ketuk dan buka pintu ruangan tuang Gala, kamu mengerti bukan!" seru Wiwid dan Risky mengangguk dan menjawab "Baik'.


Risky kemudian melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Gala.


Setelah sampai di depan pintu ruangan Gala, segera Risky mengetuk pintu ruangan itu.


"Tok... tokk...tokk...!"


"Masuk!"


Suara dari dalam yang mempersilahkan si pengetuk pintu untuk masuk ke ruangannya.


Risky kemudian membuka pintu ruangan itu dan Wiwid kemudian masuk ke ruangan itu.

__ADS_1


"Permisi tuan!" ucap Wiwid yang masuk ke ruangan Gala di bantu Risky yang membukakan pintu ruangan Gala tadi, dengan membawa nampan yang berisikan masakan Cinta pesanan dari bos restoran tempatnya bekerja.


"Mbak Wid, apa itu pesanan saya?" tanya Gala yang mendongakkan kepalanya dan menatap nampan yang di bawa Wiwid.


"Iya tuan!" jawab Wiwid yang melangkahkan kakinya menghampiri meja Gala.


Gala kemudian membereskan mejanya dari buku dan laporan-laporan keuangannya.


Wiwid kemudian meletakkan nampan itu tepat dihadapan Gala.


Gala kemudian memberi kode untuk Wiwid pergi dari ruangannya.


Wiwid mengerti maksud dari Gala. Dia kemudian melangkahkan kaki meninggalkan Gala di ruangannya.


Gala memperhatikan makanan di hadapannya dengan seksama.


"Garnishnya cukup bagus, coba aku akan memakannya. Aku sungguh penasaran dengan rasanya" ucap dalam hati Gala yang kemudian memakan Spageti buatan Cinta terlebih dahulu.


"Enak, lumayan enak! Dia belajar dari mana ya?" tanya Gala dalam hati dengan terus memakan Spagethinya.


Setelah selesai dengan Spageti, Gala melanjutkan acara makan masakan Cinta yang lainnya.


"Makaroni Schotel, semakin penasaran!' batin Gala yang kemudian memakan makaroni Schotelnya.


Dengan lahap pula, Gala memakan makaroni Schotel yang ada di hadapannya itu.


"Enak, Cinta masakan kamu enak sekali. Aku belum pernah merasakan masakan yang seenak ini!" Gala yang mulai memuji masakan Cinta.


Gala terus memandangi nampan yang sudah tidak ada makanannya lagi itu seraya menikmati Buble tea yang juga buatan Cinta.


"Apa aku menaruh hati pada Cinta? Bagaimana dengan Fransiska?" gumam dalam hati Gala yang saat ini galau dan kacau dengan perasaannya sendiri.


"Fransiska, aku menyukainya karena dia cantik dan selalu modis. Sedangkan Cinta, walaupun dia berwajah buruk tapi masakannya selalu membuat para pelanggan selalu datang dan datang lagi!" ucap Gala dalam hati yang mulai bimbang.


Gala terus memandangi buble tea yang ada dihadapannya.


"Apakah Fransiska bisa membuat masakan seperti masakan Cinta ya?" tanya dalam hati Gala yang kemudian menyedot habis minuman Buble teanya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2