
Gala kemudian melangkahkan kakinya menuju ke mobilnya dan meninggalkan tempat kos itu.
Gala menyusuri jalan raya dan mengikuti Teguh dari kejauhan.
Sementara itu Teguh yang mengetahui kalau Cinta pergi dari tempat kosnya itu.
Setelah menghubungi Cinta namun tak mendapatkan respon dari gadis itu, Teguh melajukan kendaraannya ke jalan raya.
"Aku akan mencari tahu, apakah Cinta telah diterima di Restoran Mirama. Aaaghh Cinta, kenapa kamu harus pergi sih!" seru Teguh yang kesal.
Tak berapa lama Teguh telah sampai di depan restoran Mirama.
Teguh segera turun dari sepeda motornya yang telah terparkir di tempatnya.
Teguh kemudian turun dari sepeda motornya dan melangkahkan kakinya menuju ke restoran Mirama itu.
"Restoran Mirama? apa dia mendapat orderan di restoran ini?" gumam dalam hati Gala.
Gala juga mengikuti Teguh dengan berpura-pura sebagai pembeli, walaupun hanya sekedar memesan segelas lemon tea saja.
Sedangkan teguh yang juga membeli segelas es jeruk, mencoba bertanya pada supervisor restoran Mirama itu.
Kebetulan Teguh bertemu dengan Yogi dan Starla.
"Ma'af apa anda sekalian adalah penanggung jawab restoran ini?" tanya Teguh pada saat berhadapan dengan Damira dan Ramaya
"Iya, kami pemilik sekaligus penanggung jawab restoran ini"ucap Ramaya yang mempersilahkan Teguh untuk duduk pada saat menyambutnya.
"Mohon ma'af tadi pagi saya mengantar tetangga kos saya, tapi sampai sekarang dia tidak pulang. Apa mungkin kalian tahu apa yang terjadi dengan tetangga saya itu?" tanya Teguh yang penasaran.
"Bolehkah saya tahu siapa nama dan ciri orang yang anda maksud?" tanya Damira dengan rasa ingin tahunya.
"Dia seorang gadis yang bernama cinta, dan rambutnya sebahu" jawab Teguh.
"Cinta?" ucap Damira yang mencoba mengingatnya.
Kemudian Damira mengingat kejadian tadi pagi, ada seorang gadis yang mencari dia dan Ramaya.
🗓️Flashback on
"Ma'af yang bisa kami bantu?" tanya seorang gadis cantik yang datang bersama seorang laki-laki yang nampak berpakaian rapi.
"Saya mendapat kartu nama ini pada saat saya masih bekerja di restoran Bali Ndeso. Dan ada saat ini saya telah berhenti dari pekerjaan saya itu. Apakah ada lowongan pekerjaan ya buat saya?' jelas sekaligus tanya Cinta yang sangat mengharapkan ya.
"Sebentar? yang mana ya, ma'af saya lupa!" ucap seorang gadis yang tentu saja membuat cinta sedikit down.
__ADS_1
"Apakah anda yanh memesan, yang seperi ini?"
Menu-menu yang di minta adalah :
1.) Spagetti Bolognese Jawa ala Cinta
2.) Macaroni Schotel ala Cinta
3.) BUBLE TEA ala Cinta" jelas Cinta.
"Kenapa aku nggak ingat ya?" tanya gadis itu yang mengernyitkan kedua alisnya berusaha mengingat kejadian kemarin.
"Waktu itu kita jalan mencari makan siang bersama Tanaka yang baru pulang dari liburannya di luar negeri, dan kita iseng memesan menu yang tak tercantum dalam menu karena yang kita pesan adalah masakan barat." jelas Ramaya yang coba mengingatkan Damira
"Oiya waktu itu kita pesan Spageti dan makaroni schotel serta minumnya Buble tea! masing-masing satu yang karena persaingan kita ini membuat pelayannya yang bernama Ayudia itu melayani kita dengan geram, he..he..!" ucap si Damira yang mulai mengingatnya.
Kemudian Cinta memasak beberapa menu makanan itu disamping chef restoran Mirama dan ketiga orang tadi mengawasi Cinta seperti juri di acara kompetisi memasak dengan dua juri laki-laki dan satu juri perempuan yang tayang di televisi.
Yang membedakan adalah karena pesertanya yang hanya Cinta sendirian.
Cinta memasak menu yang ada dalam daftar tersebut dengan hati- hati dan beberapa jam kemudian Cinta telah menyelesaikan menu makanan itu.
Akhirnya ketiga juri tersebut mencicipi menu masakan buatan Cinta.
"Nama kamu tadi siapa?" tanya perempuan yang menjadi Juri dalam mengincipin masakan Cinta.
"Cinta nama saya Mutiara Cinta, nama panggilan saya Cinta." jawab Cinta seraya menundukkan kepalanya.
"Saya Damira" ucap gadis yang ada dihadapan Cinta seraya mengulurkan tangannya.
Cinta menerima uluran tangan itu dan dan keduanya saling mengulas senyumnya.
"Saya Rama" ucap Pemuda yang bersama Starla dan berkacamata, yang juga mengulurkan tangannya.
"Kalau saya Tanaka, kamu asli mana?" kata dan sekaligus tanya laki-laki bertubuh tegap dan berambut panjang sebahu namun selalu diikanya,
"Saya asli Solo dan dibesarkan di Jakarta" jawab Cinta sembari menatap ketiga orang didepannya itu.
"Baiklah Cinta, mulai besok kamu boleh bekerja di sini. Dan kami harapkan kamu bisa menambah penambah pengetahuan kamu dengan menu-menu yang lainnya" ucap laki-laki yang bernama Ramaya itu.
"Iya, terima kasih nanti akan saya belajar lebih banyak menu lagi." ucap Cinta dengan menundukkan kepala sebagai tanda hormat pada mereka
🗓️Flashback off
"Oh, gadis itu ya yang dari restoran Bali Ndeso milik Gala?":ucap sekaligus tanya Ramaya yang merasa kenal dengan pemilik restoran Bali Ndeso.
__ADS_1
"Iya, bagaimana dengan Cinta saat ini? apa dia di terima kerja di sini?" tanya Teguh yang penasaran.
"Iya, dia diterima kerja di sini dan besok pagi dia mulai bekerja!" jawab Damira dengan jujur.
"Jadi dia sudah diterima kerja disini ya?" tanya Teguh untuk memastikannya.
"Iya, kalau kamu ada urusan dengan dia kenapa tidak meneleponnya saja?" tanya Damira yang menjelaskan.
"Sedari tadi saya sudah hubungi dia, dan tidak ada respon darinya, makanya itu saya mencari kabar waktu terakhir saya ketemu dan mengantarnya tadi pagi." jawab Teguh yang apa adanya.
"Oh, mungkin batunya lobet dan dia mampir ke rumah teman!" ucap Ranaya.
"Dia pindah kos kata pemilik kos, yang tadi katanya Cinta sempat berpamitan dengannya." ucap Teguh
"Ohw, ya itu dia mungkin cari kos yang lebih dekat dengan restoran Mirama, secara besok dia mulai bekerja." jelas Ramaya secara gamblangnya
"Oiya mungkin juga, terima kasih atas informasinya dan mohon ma'af bila mengganggu" ucap Teguh yang kemudian mengulurkan tangannya pada Damira dan Ramaya.
"Iya sama-aama" jawab Damira dan Ramaya yang bersamaan.
Teguh kemudian melangkah pergi ke kasir dan membayar we jeruknya.
Sementara Gala yang mengikutinya sedari tadi,melihat Teguh berbicara dengan sesosok dua orang yang sangat dikenalnya.
"Bukankah itu Damira dan Ramaya? Jadi restoran ini milik mereka?" tanya Gala dalam hati.
Gala kemudian melangkahkan kaki menuju ke kasir untuk membayar satu gelas lemon teanya setelah Teguh melangkah pergi menuju ke pintu keluar restoran Mirama.
Setelah selesai membayar, Gala kembali mengikuti Teguh.
Sebetulnya bisa saja Gala bertanya pada kedua teman sekaligus pemilik restoran Mirama ini, namun karena adanya persoalan di masa lalu yang membuat Gala urung bertanya pada kedua temannya itu
Gala melangkah pergi meninggalkan restoran dan masih mengikuti kemana Teguh pergi.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1