CHEF CINTA

CHEF CINTA
Di Tolong Pria Misterius


__ADS_3

"Dogh..!"


"Serahkan gadis yang bernama Cinta!" seru salah satu preman itu sembari menggedor kaca mobil minibus itu.


Karena suara mereka yang berisik, Cinta akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari mobil.


"Mereka mencari aku, aku akan keluar menghadapi mereka!" ucap Cinta.


"Jangan Cinta, bahaya!" seru salah satu panitia lomba dari Surabaya yang mendampingi Cinta.


"Jangan khawatir, aku coba tanya mereka secara baik-baik lebih dulu. Mungkin yang mereka cari bukan saya!" ucap Cinta yang membuka pintu dan keluar dari mobil minibus itu.


"Kalian mencari Cinta? Cinta yang mana?" tanya Cinta dengan berusaha untuk tetap tenang.


Keempat orang itu melihat foto yang ada di tangan mereka, dan mereka saling pandang.


"Cinta yang kami maksud adalah kamu!" ucap salah satu dari keempat orang itu yang mengepung Cinta.


"Apa? kenapa kalian mau mencarimu?" tanya Cinta yang penasaran.


"Itu adalah urusan bos kami, ayo ikutlah dengan kami!" seru salah satu preman itu.


"Kalau aku tak mau, bagaimana?" tanya Cinta yang memberanikan diri untuk menghadapi mereka.


"Kami akan berlaku kasar padamu! seru preman-preman itu yang hendak mencolek dagu Cinta, namun dengan cepat Cinta menangkap tangan preman itu dan menghempaskannya.


"Oh, berani juga kamu!" seru preman yang kedua dan saling tatap mata dengan Cinta.


Tiba-tiba salah satu laki-laki tersebut mendapat tendangan dari seseorang dari belakangnya. seseorang tersebut tak lain adalah pria yang memakai Outfit Hoodie hitam, bertopi dan bermasker hitam pula yang sedari tadi mengikuti Cinta.


"Dugh..!" suara tendangan yang mengenai punggung salah satu preman itu.


"Aargh...!" rasa kesakitan yang diderita oleh preman itu.


Dan preman lainnya pun menoleh ke arah pria yang memakai Hoodie hitam itu.


"Kurang ajar siapa kau!" seru salah satu preman itu.


"Pengecut sukanya main belakang!" seru preman lainnya.


"Bukannya yang pengecut itu kalian ya? yang main keroyok seorang gadis sendirian?" ucap Pria yang memakai Hoodie hitam yang bertanya seraya menebarkan pandangannya ke kawan-lawannya, yang ternyata semuanya mengepungnya.


"Cihh! dasar manusia tak berguna!" umpat salah satu preman yang mulai melakukan gencatan pukulan pada pria berhoodie hitam itu.


"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"


Dua orang preman menyerang pria berhoodie hitam itu secara bersama-sama dan pria berhoodie itu mampu menangkis di setiap serangan lawannya.


"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"


"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"


"Aaaghh...!" satu preman tjatuh tersungkur karena pukulan pria berhoodug


"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"

__ADS_1


"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"


"Aarghh..!" suara erangan preman yang berikutnya yang terkena pukulan dari pria berhoodie hitam itu.


Serangan demi serangan pun terjadi kembali dan Pria yang berhoodie hitam itu yang selalu mendominasikan perkelahian.


Dan Cinta tak kalah hebohnya ikut memberikan serangan demi serangan pada kedua preman itu .


"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"


"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"


"Aaargghhh...!" suara erangan salah satu preman itu.


"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"


"Bagh...bugh...bagh...bugh...!"


Setelah memberi serangan pukulan pada kedua preman itu, gadis yang bernama Cinta memberikan sebuah tendangan pada preman yang masih bertahan dalam menghadapi setiap serangan Cinta.


"Dagh...dugh...!" tendangan yang Cinta lakukan Cinta.


"Aagrhhh..!" tendangan cinta mengenai sasaran dan akibatnya si preman itu terpelanting dan muntah darah.


"Ohw, akulah yang melakukannya itu?" ucap dalam hati Cinta yang seolah tak percaya dengan apa yang terjadi dan yang dia lakukan itu.


"Wauw....! prok..prok...!" seru dari pria yang memakai Hoodie hitam itu seraya bertepuk tangan.


Cinta tersadar dari lamunannya dan memandang kearah pria berhoodie hitam yang misterius itu.


"Nanti kamu juga akan tahu siapa saya, sebaiknya kalian lanjutkan perjalanan kalian. Karena sebentar lagi para polisi akan datang kemari dan pasti akan memperlambat perjalanan kalian!" ucap pria berhoodie hitam itu.


"Bagaimana dengan kamu?" tanya Cinta yang penasaran.


"Hal ini serahkan saja padaku, biar aku yang memberikan keterangan pada mereka!" ucap pria yang berhoodie hitam itu yang mengikat satu persatu para preman itu.


"Baiklah, terima kasih telah membantu kami melawan preman-preman itu!" seru Cinta yang menatap pria berhoodie hitam itu.


Pria berhoodie hitam itu mengangguk dan Cinta masuk ke mobil, dan menyuruh sopir yang mengemudi mobil yang ditumpanginya untuk melajukan kendaraannya.


Dan perlahan mobil itu berjalan kembali meninggalkan empat preman yang terkapar itu bersama seorang pria berhoodie hitam yang misterius itu.


"Wah, kamu hebat juga Cinta!" seru panitia lomba memasak dari Surabaya.


"Dan pria yang memakai Hoodie hitam tadi juga hebat!" seru panitia yang berasal dari Jakarta.


Dan semuan Kem by


"Walaupun pria berhoodie hitam itu misterius, sepertinya dia orang baik. Buktinya mau membantuku melawan para preman tadi" ucap dalam hati Cinta.


Tak berapa lama mobil yang ditumpangi Cinta dan yang lainnya itu telah sampai di sebuah bangunan yang biasa disebut asrama para calon chef.


Cinta turun dan diikuti dengan yang lainnya. Mereka perlahan melangkah kaki menuju teras asrama itu


"Tok..tok..tok...!" Salah satu panitia mengetuk pintu rumah Asrama.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum..!" ucap salam dari Cinta yang kemudian dijawab oleh orang yang berada didalam rumah Asrama itu.


"Klek.. .klek...ceklek..!" suara pintu yang dibuka oleh seseorang dan nampaklah beberapa orang perempuan yang membuka pintu dan melihat ke arah Cinta dan yang lainnya.


"Kami membawa peserta lomba memasak lainnya" ucap salah satu panitia lomba memasak dari Jakarta.


"Ohw baiklah, silahkan kalian masuk!" ucap perempuan yang tadi membukakan pintu.


Cinta dan yang lainnya masuk ke rumah asrama, Cinta menebarkan pandangannya ke sekitar ruangan.


"Mari saya antar kalian ke kamar kalian masing-masing." ucap panitia dari Jakarta.


"Baik kak" ucap ketiga peserta dan termasuk Cinta. Dan mereka melangkahkan kaki mengikuti panitia dari Jakarta tersebut, kemudian mereka berhenti di depan sebuah pintu kamar yang bertuliskan angka enam.


"Saudari Cinta, mulai saat kamar ini mejadi tempat tinggal anda selama berlomba memasak!" ucap panitia dari Jakarta itu yang kemudian membukakan pintu kamar tersebut.


"Ba..baik, terima kasih kak!" ucap Cinta yang kemudian masuk ke kamar tersebut.


"Ayo yang lainnya, kalian bisa ambil kamar yang ada di sebelah kamar Cinta secara urutan kalian" ucap panitia dari Jakarta itu sembari melangkahkan kaki menghampiri tiap pintu-pintu kamar yang masih kosong disamping kamar Cinta.


Sementara itu bang sudah masuk ke kamar, segera menutup dan mengunci pintu kamar tersebut.


Cinta menebarkan pandangan matanya ke sekitar ruangan dan meletakkan koper dan tas ranselnya di depan lemari.


Kemudian Cinta memindahkan pakaiannya ke lemari satu persatu. Setelah itu dia mengambil baju ganji, handuk dan peralatan mandinya.


Gadis itu melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi yang sudah tersedia dan dia mulai membersihkan dirinya.


Selesai dengan ritual mandinya, Cinta memakai baju ganti dan kemudian dia berwudlu.


Setelah itu Cinta menunaikan ibadah sholat dhuhur di kamar yang dia tempati saat ini.


"Tokk...tokk...tokk...!"


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.


"Siapa?" tanya Cinta yang melangkahkan kakinya menghampiri pintu kamarnya.


"Semua peserta dimohon berkumpul di ruang makan!" jawab seseorang di balik pintu kamar.


"Baik, saya akan kesana!" jawab Cinta yang bergegas melipat mukena dan meletakkan di tempatnya.


Kemudian Cinta keluar dari kamar dan menutup serta mengunci kamar dari luar, gadis itu melangkahkan kakinya menuju ke ruang makan.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2