
"Bedebah! kurang ajar!" seru satu orang yang tersisa itu yang kemudian dia mengeluarkan sebuah belati.
"Sial, dia pakai senjata tajam!" gumam dalam hati Cinta yang mulai bersikap hati-hati.
Sekali dua kali, Cinta berhasil menghindari serangan penjahat yang memegang belati itu.
"Sreet..!"
"Aaaghhh...!" Suara erangan Cinta yang kesakitan.
Satu sayatan mengenai lengan kanan Cinta, darah segar keluar dari garis luka yang di akibatkan oleh belati itu.
"Hei, siapa itu!" seru seseorang yang baru saja keluar dari restoran Bali Ndeso.
"Gawat, ayo kabur!" seru orang bertopeng yang membawa belati itu.
Setelah mendengar aba-aba seperti itu, dua orang yang tadinya terkapar karena pukulan Cinta, akhirnya ikut kabur dan mereka berlari menuju kendaraan mereka.
"Cinta, kamu tak apa-apa kan?" tanya orang yang tadi berteriak itu, seraya menghampiri Cinta yang terus memegang tangannya.
"Tuan Galak, tanganku terluka!" jawab Cinta yang memang kesakitan karena luka sayatan itu.
"Ayo sebaiknya masuk dan segera di obati!" seru Gala yang melangkahkan kaki dan membukakan pintu untuk Cinta.
"Apa kamu tadi yang melawan perampok itu sendirian?" tanya Gala saat menutup pintu restoran.
"I..iya, habisnya tingkah laku mereka aneh. Terus aku tegur, eh malah merayu aku. Aku hajar dua orang diantara tiga, ternyata yang satunya bawa senjata belati!" jelas Cinta yang berjalan ke arah dapur untuk mengambil kotak P3K yang selalu tersedia di tempatnya.
"Cinta, aku bantu ya!" ucap Gala yang mengambil kapas dan botol cairan kuning pembersih luka.
Dengan telaten Gala membersihkan luka itu, dan kemudian mengobatinya dengan obat luka lalu menutupnya dengan perban.
Cinta mengulas senyumnya memandangi wajah Gala yang sedang mengobatinya.
"Apa lihat-lihat!" seru Gala dengan pasang muka masam.
"Ah, ternyata tuan Galak pengertian dan cakep juga, jangan-jangan mulai suka ya sama Cinta? he..he..!' ucap Cinta sambil terkekeh.
"Suka padamu? amit-amit, aku itu nggak mau gara-gara sakit ini, kamu bolos kerja." ucap Gala yang menutupi kata hatinya.
"Oh.,karena itu ya? kalau begitu pengertian dan cakepnya di cancel saja!" ucap Cinta yang mengganti mimik muka masam.
"Terserah kamu, aku juga nggak butuh pujian dari kamu! " ucap Gala yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke ruangannya.
"Tuan Galak, mau kemana?" tanya Cinta yang mengikuti Gala dibelakang laki-laki itu.
"Mandi, kan mau Kuliah!" ucap Gala tanpa menengok ke arah Cinta.
"Lha, sedari tadi ngapain? masak belum mandi?" tanya Cinta penasaran.
"Tidur nyenyak!" jawab Gala yang sudah masuk ke ruangannya dan dia mengambil handuk dan juga baju gantinya.
__ADS_1
"Kamu berhenti di situ, jangan ikut masuk. Mengerti..!" seru Gala yang kemudian menutup dan mengunci pintu kamar mandinya.
"Ye.. siapa juga mau ikut tuan galak mandi! mendingan lihat acara televisi saja!" balas Cinta yang kemudian mengambil remote televisi yang ada di atas meja depan Sofa.
"Acara apa ya yang paling bagus!" gumam Cinta yang menggonta-ganti Chanel televisi.
Dan akhirnya aksinya memindah-mindah channel televisi berhenti saat ada acara reality show Menjadi Chef Nasional.
Saat Cinta sedang asyik nonton televisi, tiba-tiba di luar restoran sedang terjadi hujan yang sangat deras.
Karena derasnya, hujan itu membawa teman- temannya. Angin menderu dan petir yang menggelegar.
Karena cuaca ekstrim itulah, listrik terjadi putus hubungan. Mati lampu dan keadaan menjadi gelap.
"Lampu mati, gelap!" ucap Cinta lirih yang mulai ketakutan.
Bayangan-bayangan pada waktu kecelakaan di hutan Pinus pun muncul di kedua matanya saat ini.
"Papa...mama..!" racau Cinta yang mendekap lututnya, saat ini Cinta sedang di situasi yang ketakutan.
"Papa... mama... Cinta takut, Papa... mama... Cinta takut...!" suara parau Cinta yang teriring dengan isakan tangisnya.
Terus menerus Cinta memanggil kedua orang tuanya.
Dan hal itu di dengar oleh Gala yang ada di dalam kamar mandi.
Walaupun mati lampu, di dalam kamar mandi tetap menyala karena lampu LED.
"Cinta, kamu kenapa?" tanya dalam hati Gala yang kemudian membuka pintu kamar mandinya dan melihat keadaan di luar kamar mandi yang gelap gulita.
Gala sengaja membuka lebar kamar mandinya, agar sedikit ada penerangan.
"Cinta, kamu tak apa-apa kan?" tanya Gala yang khawatir dan dengan penerangan seadanya, Gala mencoba mendekati Cinta yang masih menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya.
"Papa... mama...! hiks...!" Isak tangis Cinta yang ketakutan.
Tanpa sengaja kaki Gala terantuk kaki meja.
"Dukk... brugh..!"
Gala jatuh tepat menubruk Cinta yang sedang memeluk lututnya.
"Aaghh..!" selain kaget dengan apa yang terjadi, luka karena sayatan belati di tangan kanan Cinta tertimpa oleh tubuh atletis Gala.
Tanpa sengaja pula kedua bibir Gala dan Cinta menyatu. Dan pada saat itulah lampu menyala.
Kedua mata cinta membelalak terkejut dan demikian pula Gala.
Secara reflek Cinta mendorong Gala yang akibatnya Gala jatuh terduduk dan kaitan handuknya terlepas.
"Ugh..!" Gala mengerang kesakitan karena jatuh terduduk itu.
__ADS_1
"Aaaaa....!"
Cinta menjerit, saat melihat handuk Gala yang menyibak dan terlihatlah milik Gala.
Seketika itu juga Cinta menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya.
Gala yang sadar apa yang terjadi bergegas menutup dan mengaitkan kembali handuknya.
Dan Gala kembali melangkahkan kaki masuk ke kamar mandi.
"Aih, betapa malunya aku. Cinta sudah lihat milikku!" racau Gala yang geram sekaligus malu dengan apa yang terjadi baru saja.
Dia segera memakai bajunya yang tadi dia bawa ke kamar mandi.
Sementara itu Cinta yang menutup kedua matanya dengan telapak tangannya itu, tak sedikit pun ada keberanian membuka telapak tangan yang menutupi wajahnya itu.
"Ya Allah, mimpi apa aku! sampai-sampai lihat gituan, terlebih-lebih itu milik tuan Galak! Bagaimana sikap aku jika bertemu dia nanti!" racau dalam hati Cinta yang kesal.
"Oiya, ta..tadi tuan galak ambil first kiss ku! aagh...itu kan buat imamku besok! Aaghh..tuan galak harus tanggung jawab nih!" gerutu Cinta dalam hati yang terus mengomel-omeli dirinya sendiri.
Tak berapa lama Gala yang sudah berpakaian keluar dari kamar mandi.
Dengan rasa canggung Gala duduk di samping Cinta.
Merasa tak ada respon dari Cinta, Gala melangkahkan kaki keluar ruangannya.
"Blessh... blessh. .!"
"Hujan turun dengan derasnya, sebaiknya aku ijin sama dosen. Kalau hari ini tidak masuk Kuliah" gumam Gala yang kemudian kembali masuk ke dalam ruangannya dan dilihat Cinta masih dalam posisi semula, duduk dengan kedua telapak tangan menutup wajahnya.
Gala kemudian mengambil ponselnya, dan dicarinya nomor Dosen yang hari ini mengajar di kampusnya.
Cinta perlahan-lahan membuka satu persatu jari-jari tangan yang menutupi wajahnya.
Dia melihat Gala yang sedang menelepon seseorang.
"Itu tuan Gala, sedang menelepon siapa ya?" tanya dalam hati Cinta.
Gala mengulas senyum sinis saat melihat ulah Cinta yang mengintip dari sela-sela jari gadis itu
Cinta yang tahu gala melihat tingkahnya, dia merapatkan kembali jari-jari tangannya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...