CHEF CINTA

CHEF CINTA
Kedatangan Fransisca


__ADS_3

"Sama sekali nggak paham!' ucap Gala seraya mengernyitkan kedua alisnya.


"Lebih baik jangan paham ya! karena kamu kalangan atas, ini khusus kalangan bawah! he..he..!" ucap Cinta yang masih tersenyum yang membuat hati Gala semakin tak karuan.


"Hari ini kamu libur kuliah dulu ya!" seru Gala saat melihat Cinta yang sedang membuka luka di kakinya.


"Aku tetap masuk. Ah, cuma luka seperti ini saja!" ucap Cinta sembari mengulas senyumnya.


"Terserah kamulah, tapi Aku nggak mau menggendong kamu lho!" seru Gala yang sebetulnya menggoda Cinta.


"Nggak usah, aku bisa jalan sendiri kok! " seru Cinta sambil mengulas senyumnya.


"Sebaiknya kamu mandi di rumahku saja, melihat begitu ramainya antriannya!" ucap Rafa dan Cinta pun menyetujuinya.


"Apa tidak merepotkan?" tanya cinta yang penasaran.


"Tidak, cuma sebentar saja" ucap Gala yang membalas ucapan Cinta


Setelah berkemas-kemas untuk pergi, keduanya meninggalkan tempat kos Cinta.


Keduanya pun naik ke dalam mobil dan mobil itu pun melaju ke arah rumah Gala.


Sesampainya di rumah Gala, Cinta dan Gala kemudian turun dan masuk ke dalam rumah.


Tiba-tiba saja dikejutkan oleh seorang gadis yang berwajah sendu di hadapan Hutomo dan Riska, orang tua Gala.


"Fransiska!" panggil Gala lirih yang membuat jantung Cinta berdegup kencang


"Apa yang di maksud Gala adalah Fransiska kekasihnya?" Cinta yang membatin.


Gala menghampiri ketiga orang itu dan Cinta mengikutinya dibelakang Gala.


"Fransiska!' panggil Gala saat dia sudah berada diantara mereka.


"Gala!' seru Fransiska yang menoleh dan seketika itu juga melangkahkan kaki untuk menghampiri Gala dan memeluk bos nya Cinta itu dengan tanpa rasa malu di hadapan kedua orang tua Gala dan Cinta.


"Rasanya ingin aku pukul, tendang dan aku lempar gadis itu!' ucap Cinta dalam hatinya.


"Lepas Siska, duduklah dan ceritakan apa yang telah terjadi?" tanya Gala yang melihat kedua mata Fransiska yang sembab.


"Dia baru saja datang dari luar negeri, dan menceritakan bahwa kedua orang tuanya telah meninggal dunia!" kata Riska yang menaruh simpati pada Fransiska.


"Aku turut berduka cita atas meninggalnya kedua orang tua kamu dan semoga kamu selalu tabah dan ikhlas dalam menjalani kehidupan selanjutnya" ucap Cinta.


"Aamiin ya Robbal alaamiin' ucap yang mendengarkan ucapan Cinta.

__ADS_1


"Sungguh tragis ya nasib kamu Fransiska?" ucap Gala yang duduk disamping Fransiska.


"Maka dari itu, bolehlah kiranya mama dan papa merestui hubungan aku dengan Gala." rengek Fransiska.


"Kami masih memikirkannya" ucap Hutomo, yang mulai merasa iba akan nasib akan nasib Fransiska.


"Tunggu dulu, apakah cara karena kamu gadis yang baru di tinggal orang tua, akan mendapatkan restu dari papa dan mama mas Gala?" tanya Cinta yang tidak terima dengan keputusan itu.


"Apa maksud kamu? dan siapa kamu?" reaksi Fransiska yang geram.


"Aku Cinta.Kalau masalah kehilangan orang tua, aku juga pernah mengalaminya nona!" ucap Cinta mau menentang Fransiska.


"Kau juga kehilangan orang tua?" tanya Gala yang penasaran.


"Iya bahkan langsung dihadapan saya!" jawab Cinta.


"Aku tak percaya!" seru Fransiska yang geram.


"Apa kalian pernah dengar berita tentang kecelakaan di jalan hutan Pinus.?" ucap Cinta yang mencoba mengingatian dengan kejadian yang sangat menyakitkan bagi cinta.


"Tapi aku tak mau dibela atau sekedar di kasihani oleh orang lain, Jika kalian masih tak percaya juga, kalian bisa lihat luka bakar di wajahku ini!" lanjut cinta sembari menujukkan wajahnya yang terkena luka bakar itu.


"Cinta, ternyata beban hidup kamu lebih berat dari wajah kamu." ucap Gala yang ternyata lebih memperhatikan dirinya diam-diam.


Cinta hanya mengulas senyumnya.


"Lebih baik kita bersiap-siap untuk kuliah" ucap cinta dan gala menyetujuinya.


Cinta melangkahkan kaki menuju ke kamar tamu,sedangkan Gala menuju ke kamar tidurnya


"Gala, kenapa kamu sekarang lain?" tanya dalam hati Fransiska.


"Siska bagaimana dengan kuliah. kamu?" tanya Hutomo yang mengalihkan suasana.


"Saya sekarang ikut paman saya, om dan saya sekarang kuliah di kampus, dimana Gala kuliah." ucap fransiska.


"Ohw, begitu ya?" ucap Riska.


Tak berapa lama Gala keluar dari kamarnya dan demikian dengan Cinta yang sudah berpenampilan rapi.


"Ayo kita berangkat!" ajak Gala saat sudah ada diantara mereka.


"Iya" jawab Cinta yang kemudian mencium punggung tangan kanan kedua orang tua Gala, yang kemudian Gala mengikutinya dan juga dengan Fransisika.


Lalu ketiganya melangkahkan kaki keluar dari rumah dan menuju ke tempat parkir mobil di tempat biasanya.

__ADS_1


Gala membukakan pintu mobil untuk Fransiska.


"Terima kasih sayang, ternyata kamu masih tetap sayang ya sama aku" ucap Fransiska sembari mengulas senyumnya dan Gala juga membalas senyumannya.


Setelah itu Fransiska masuk dan duduk di kursi depan mobil, kemudian Gala melihat Cinta yang sudah masuk ke mobil namun pintunya belum di tutup.


Gala kemudian membantu menutup pintu mobil dimana Cinta masuk tadi.


Cinta yang tak menyadarinya sedikit terkejut dan dia sempat melihat Gala tersenyum padanya.


"Apa hanya perasaanku saja ya? mas Gala tersenyum padaku?" tanya dalam hati Cinta yang akan dia pendam, karena menyadari ada Fransiska diantara mereka.


Gala kemudian melangkahkan kaki dan menuju ke pintu mobil bagian kemudi.


Setelah membukanya, Gala masuk dan menutup pintu mobil tersebut.


Tak selang berapa lama, Gala menyalakan mobil dan menjalankannya perlahan-lahan menuju ke jalan raya.


Pada saat sudah sampai di jalan raya, Gala melajukan kendaraannya di jalan raya, Gala mengemudi dengan kecepatan sedang.


Di dalam mobil, Fransiska terus menceritakan kisahnya selama berada di luar negeri pada Gala.


Cinta hanya menjadi pendengar setia mereka berdua.


"Astaghfirullah, aku seperti obat nyamuk saja!" gerutu Cinta.


Gadis itu kemudian mengambil ponselnya dan juga headsetnya.


"Lebih baik dengar lagu-lagu kesayangan saja, dari pada mendengarkan kicauan mereka" kata dalam hati Cinta yang kemudian sibuk mencari lagu yang sesuai dengan isi hatinya.


Tanpa diketahui oleh Cinta, Gala walaupun sedang mengemudi dan mendengarkan cerita Fransiska, pemuda itu sesekali melihat kearah Cinta yang sedang menikmati lagu yang ada di kursi belakang.


"Lagu apa sih yang kamu dengarkan Cin? sampai sebegitu asyiknya dirimu?" kata dalam hati Gala yang juga sesekali tersenyum menanggapi cerita dari Fransiska.


"Gala, kamu masih sayang dan Cinta kan sama aku?" tanya Fransiska secara tiba-tiba yang membuat Gala menghentikan laju mobilnya secara tiba-tiba pula membuat Cinta yang awalnya cuek, akhirnya melepaskan headsetnya dan memberanikan untuk bertanya pada Gala.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2