CHEF CINTA

CHEF CINTA
Kenangan di Tempat kos


__ADS_3

Dengan berat hati, Cinta membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.


Gadis itu kemudian mengambil koper di bagasi mobilnya.


Mobil itu melaju dengan kencang setelah Cinta mengambil kopernya.


Di pandanginya mobil itu hingga hilang dari pandangannya.


"Ah, sudahlah terima dengan lapang dada. Masih mending aku di tinggal di kota, daripada aku di tinggalkan di hutan! aku akan semakin bingung lagi." ucap dalam hati Cinta.


"Sekarang lebih baik cari tempat tinggal yang sesuai dengan uangku. Setelah itu cari kerjaan!" kata dalam hati cinta lagi.


Gadis itu kemudian melangkahkan kakinya menusuri jalan di gang-gang kecil di perkampungan belakang kebun Binatang Surabaya itu.


Cinta bertanya-tanya pada setiap orang tentang tempat untuk dia tinggal.


"Ma'af Bu saya mau tanya, yang ada kos-kosan masih kosong untuk putri di mana ya?" tanya Cinta pada seorang ibu-ibu yang sedang menyuapi putranya di depan rumahnya.


"Oh kos putri, di jalan ini lurus banyak kos-kosan putri . Cari saja dimana dan tanya kalau ada kos-kosan yang kosong." ucap ibu-ibu itu.


"Baik Bu, terima kasih." ucap Cinta seraya menundukkan kepalanya dan melangkahkan kakinya sesuai petunjuk si ibu tadi.


Satu, dua dan tiga tempat kos di datangi Cinta, dan semuanya sudah penuh.


Dan temoat kos ke-empat yang dia datangi ada satu kamar yang baru saja di tinggal orang yang kos karena pindah pekerjaan.


"Ma'af ya neng, harus dibayar di muka dulu." ucap pemilik kos.


"Berapa ya Pak perbulannya?" tanya Cinta yang penasaran.


"Untuk neng yang masih baru, cukup seratus lima puluh ribu saja dulu. Tapi tiga bulan ke depan harus dua ratus ribu perbulan." jelas pemilik kos itu.


"Apa tidak bisa kurang pak? uang Saya cuma dua ratus ribu rupiah. Dan saya belum dapat pekerjaan." ucap Cinta dengan sedikit memelas.


"Ini sudah harga standardnya neng. Kalau tidak mau, tidak apa-apa! masih banyak orang yang mau nantinya!" ucap bapak kos itu yang hendak pergi meniggalkan Cinta.


"E ..baik pak, saya mau. Semoga saya cepat dapat pekerjaan." sahut Cinta dengan sedikit keterpaksaan


"Nah begitu!" seru pemilik kos yang kemudian membukakan pintu kamar yang akan di tinggali Cinta.


Sebuah kamar dengan kasur busa di lantai, satu bantal dan sebuah lemari kecil setinggi satu meter. Lemari itu juga bisa di buat meja.


Cinta pun masuk dengan membawa koper dan tas ranselnya sekalian.


"Bagaimana, jadi kan kos di sini?" tanya si bapak pemilik kos tersebut.


"I..iya pa, ini uangnya. Seratus lima puluh ribu kan?" tanya Cinta yang kemudian mengambil uangnya lima puluhan sebanyak tiga lembar.


Dan di berikan pada si pemilik kos itu.

__ADS_1


"Ya Allah, tinggal lima puluh ribu rupiah. Aku harus cari kerja, iya aku akan jalan-jalan sebentar mencari informasi. Siapa tahu ada lowongan pekerjaan." kata dalam hati Cinta yang kemudian dia mengambil peralatan mandinya, dan dia menuju ke kamar mandi yang di memang sediakan untuk penghuni kos-kosan.


Selesai mandi, Cinta kemudian berganti pakaian dan berdandan tipis.


Cinta membawa berkas-berkas yang mungkin di pakai sebagai syarat masuk kerja dan juga tas kecilnya yang hanya berisi dompetnya.


Setelah selesai dengan ritual mandi dan berdandan itu, Cinta keluar kamar kosnya dan kemudian menguncinya.


Cinta berjalan menyusuri tiap gang, yang akhirnya dia keluar dari gang dan berjalan di pinggir jalan raya.


Tak lelah dia bertanya, dan terus bertanya kepada setiap orang tentang lowongan pekerjaan.


Hingga tak terasa matahari sudah berada di atas kepala.


"Ya Allah, perutku sudah minta diisi saja. Dan aku belum mendapat pekerjaan" gumam Cinta sedikit bersedih.


...****...


Kemudian Cinta juga mengingat pada saat Gala mengantarkannya sampai di tempat kos.


Sementara itu Cinta dan Gala sudah keluar dari mobil.


Gala menuntun Cinta sampai ke depan pintu kamar kosnya.


"Dah sampai mas!" ucap Cinta yang sudah membuka pintu sebuah kamar yang hanya ada tempat tidur dan lemari kecil. Sedangkan kamar mandi ada di luar.


"Iya, apa boleh buat!" ucap Cinta sambil memeriksa luka di kakinya yang masih mengeluarkan darah.


Gala kemudian memeriksa luka di kaki Cinta.


"Apa ada obat luka dan kapas?" tanya Gala saat melihat luka di kaki Cinta yang cukup dalam.


"Ada, itu diatas lemari!' jawab Cinta seraya menunjuk ke atas lemari.


"Gala kemudian mengambil kotak obat yang berada di atas lemari.


Dia membuka dan mencari obat luka yang dibutuhkannya.


Kemudian dibersihkannya luka di kaki Cinta dan memberikannya obat luka.


"Sebaiknya jangan diperban lagi, biar lukanya kering" ucap Gala yang selesai mengobati dan membuang kapas dan perban bekas ke tempat sampah.


"Kalau mau cuci tangan dimana?" tanya Gala yang melihat tidak ada kamar mandi di dalam kamar itu.


"Oh, kamu keluar dan belok kiri lurus nanti ada kamar mandi. Tapi harap maklum ya, namanya juga tempat umum, he..he.." ucap Cinta sambil terkekeh.


"Iya" sahut Gala yang kemudian mengikuti petunjuk dari Cinta.


Pria itu melangkahkan kaki dan tiba di sebuah sumur dengan kamar mandi berjajar dan banyak laki-laki dan perempuan yang sedang mengantri untuk mandi.

__ADS_1


"Eh, ada cowok ganteng!'


"Iya, tajir kayaknya!"


"Dia kan yang tadi sama cewek yang kena luka bakar itu!"


"Benarkah? beruntung sekali dia, buruk rupa dapat pria ganteng!"


"Mau tidak ya jadi pacar aku?"


"Diam, dia mendekat!"


Bisik-bisik para gadis dan ibu-ibu muda yang sedang mengantri di depan kamar mandi.


"Ma'af permisi, saya mau mencuci tangan. Dimana tempatnya ya?" tanya Gala dengan sopan, walaupun dalam hatinya risih.


"Oh, mau cuci tangan ya! kirain mau cuci mata bersama kami. He .he. !" goda para ibu-ibu muda yang sudah menjanda.


"Tidak, saya hanya mau cuci tangan saja!" ucap Gala yang mencoba tersenyum.


"Di situ saja Nak, di kran wudlu saja. Jam segini disini banyak yang antri untuk mandi. Kalau cuma cuci tangan ya di kran itu saja!" ucap seorang emak-emak seraya menunjuk ke arah kran yang dimaksud dengan ramah yang juga ikut mengantri untuk mandi.


"Oh yang itu ya?" tanya Gala yang memastikan ucapan si emak-emak tadi.


"Iya," jawab semua orang kompak.


"Terima kasih" ucap Gala yang kemudian mencuci tangannya dan segera meninggalkan antrian orang yang akan mandi itu.


"Ih, mau cuci tangan saja harus ketemu banyak orang!' gerutu Gala yang melangkahkan kaki menuju ke kamar Cinta.


Cinta yang sedang duduk diatas tempat tidur sedang mengotak-atik ponselnya.


"Cin, mau cuci tangan saja harus ketemu banyak orang ya!" ucap Gala saat sudah masuk ke kamar kos Cinta.


"Oiya, sekarang inikan waktunya orang-orang mandi. Ya mereka pada antri di kamar mandi" kata Cinta yang menutup ponselnya.


"Apa kamu setiap hari begini?" tanya Gala penasaran.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2