
Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan sushi adalah beras. Beras yang digunakan untuk membuat sushi Jepang merupakan beras Jepang yang berbentuk bulat. Nasi dari beras Jepang ini memiliki tekstur yang lengket dan berbeda dengan beras lokal yang ada di Indonesia.
Di Indonesia sendiri beras Jepang ini sulit didapatkan. Walau pun ada harganya pasti sangat mahal. Unutk mengakalinya kamu bisa mencampurkan beras lokal dengan beras ketan. Dengan takaran beras ketannya setengah dari takaran beras lokal.
Selain beras, kamu juga perlu memperhatikan takaran bumbu yang digunakan. Nasi untuk sushi ini memiliki cita rasa yang khas. Takaran untuk bumbunya harus tepat agar menghasilkan rasa yang tepat pula. Rasa dari nasi sushi ini agak asam dan lembut karena campuran dari bumbunya.
Sushi memiliki cara makan yang unik, diameter sushi yang tidak terlalu besar dapat memudahkan untuk melahapnya. Masukkan ke dalam cuka atau saus khusus sushi kemudian makan sekali suap, konon cara makan ini merupakan cara untuk menghargai tamu. Selain itu masih dalam keunikan sushi, bahwa sushi memiliki koki khusus yang lebih banyak dibuat oleh pria.
Sedangkan untuk membuat sushi di rumah, kamu harus mempersiapkan alatnya. Alat yang paling penting adalah tikar bambu kecil untuk menggulung sushi. Nama tikar ini adalah makisu, ada dua jenis tikar yang digunakan untuk membuat sushi. Makisu dengan bambu yang tipis dan makisu dengan bambu yang lebih tebal.
Setelah bambu digunakan untuk menggulung sushi, maka kamu dapat mengeringkan makisu untuk menghindari bakteri dan jamur. Alat yang tidak kalah penting untuk menjaga citarasa sushi adalah hangiri. Hangiri adalah wadah yang terbuat dari bambu, hangiri adalah wadah yang fungsinya untuk menyimpan nasi yang sudah diberi bumbu cuka, garam dan gula.
Bahan untuk nasi sushi:
200 gram Beras
20 ml cuka beras atau cuka apel
½ sdm gula
½ sdt garam
Cara membuat nasi untuk sushi:
Cuci beras sampai bersih, seperti mencuci beras pada umumnya.
Masak nasi seperti memasak nasi pada umumnya.
Setelah nasi matang pindahkan nasi k edalam wadah atau baskom.
Masukkan cuka, gula dan juga garam, kemudian aduk hingga merata.
Sambil mengaduk bisa dikipas-kipas agar uap dari nasi tersebut cepat menghilang kurang lebih sekitar 15 menit.
Setelah nasi mendingin, nasi pun siap digunakan.
Bahan-bahan isian:
Nori (rumput laut kering) berbentuk lembaran
1 buah mentimun Jepang, buang bijinya potong memanjang
2 butir telur, dikocok dan dimasak menjadi telur dadar, potong memanjang
__ADS_1
1 buah alpukat atau secukupnyaCrab stik secukupnya
Bahan pelengkap dan alat:
Pasta wasabi
Shoyu (kecap asin)
Acar jahe
Mayonaise
Penggulung sushi
Cara membuat sushi sederhana:
Siapkan penggulungan sushi.
Kemudian taruh lembaran nori di atas penggulangan. Bagian mengkilap dari nori ditaruh menghadap ke bawah.
Taruh nasi di atas nori dan ratakan hingga setengah dari lembaran nori.
Susun bahan-bahan isian yang telah disiapkan sebelumnya.
Agar lembaran norinya menempel, kamu bisa mengoleskan sedikit air pada ujung lembaran nori tersebut.
Potong sushi menggunakan pisau tajam, umumnya 1 gulungan nasi sushi dapat dibagi menjadi 6 – 8 potong atau sekitar 1,5 cm perpotongnya.
Sushi siap disajikan.
📚📚📚
"Wah, sepertinya rumit. Apa aku bisa membuatnya ya?" tanya dalam hati Cinta yang dimana masih banyak lagi macam-macam sushi yang harus dia pelajari.
__ADS_1
"Tok...tok...tok...!"
"Pesanan untuk meja tiga!" seru seorang laki-laki yang meletakkan pesanan di atas meja dan kemudian dia duduk di kursi dan memainkan ponselnya.
"Biasanya kalau Risky dan Ayudya, sambil menunggu pesanan dibuatkan, dia pelayani pelanggan yang baru datang. Kalau disini malah enak-enakan main ponsel saja!" bayi Cinta yang menggelengkan kepalanya seraya mengerjakan pesanan dari pelanggan.
Setelah selesai, Cinta memberikannya pada pelayan itu.
Cinta kemudian melangkahkan kakinya mengikuti pelayan yang mengambil dan mengantarkan makanannya tadi ke para pelanggan.
Cinta berhenti di depan pintu yang memisahkan tiap ruangan dan pandangannya menebar ke seluruh ruangan restoran dimana para pelanggan restoran menikmati makanan yang mereka pesan.
"Hm...! memang benar sepi, kalau begini terus restoran bisa-bisakan mengurangi karyawannya.!" ucap dalam hati Cinta seraya terus memandangi kursi-kursi yang masih kosong tanpa adanya pelanggan yang mendudukinya.
Cinta kemudian melangkahkan kakinya kembali ke tempatnya, dan ternyata ada satu pelayan lagi yang menunggunya.
"Woy, cepetan! lama nih nunggunya!" seru pelayan itu dengan berkacak pinggang.
"Iya-iya!'' ucap Cinta yang segera mengambil daftar menu pesanan pelanggan yang diletakkan diatas meja oleh pelayan tadi.
"Dasar! anak baru mau berlagak!" seru si pelayan tadi dengan omelan yang tentu saja membuat telinga Cinta panas.
"Aduh sesama karyawan saja sok senior! sabar Cinta...sabar!" ucap dalam hati Cinta yang terus melanjutkan aktifitasnya.
Sementara si pelayan itu sibuk dengan ponselnya yang entah menelpon siapa, yang jelas terdengar mesra.
Tak berapa lama Cinta telaa selesai dalam misinya dan menghela nafasnya panjang pada saat melihat pelayan itu masih asyik dengan teleponnya.
"Woy, cepetan! pelanggan sudah pada menunggu!" seru Cinta yang membalas si pelayan itu.
"Kalau mau telepon-teleponan itu nanti saat istirahat! mau uangnya tapi kerjanya malas!" celetuk Cinta.
"Beraninya kau!" ucap pelayan itu dengan geram dan melotot menatap Cinta.
"Apa! dikira aku nggak berani apa!" balas Cinta yang berkacak pinggang.
"Apa'an ini! cepat antarkan pesanan itu! pelanggan kelamaan menunggu kalau kalian ribut-ribut begini!" seru Ramaya yang kebetulan lewat dan melihat keributan antara Cinta dan si pelayan tadi.
"Baik tuan!" seru pelayan tadi yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan dapur dan mengantarkan pesanan itu sampai ke pelanggan.
"Cinta, kamu tak apa-apa?" tanya Ramaya yang melihat ke arah Cinta.
"Tidak apa-apa kak! kalau tidak ada kakak, dapur ini mungkin jadi perahu pecah!" jawab Cinta sembari mengulas senyumnya.
"Ha..ha..! begitu ya, hancur dong usaha kami!' seru Ramaya sambil tertawa.
Tanpa mereka sadari, Dalmira mengawasi mereka.
"Kak Rama, kenapa kamu kelihatan senang sekali ya saat bersama gadis baru itu?" gumam dalam hati Damira di tempatnya.
"Kak Rama kesini mau apa?" tanya Cinta yang penasaran.
"Oiya, aku mau tanya, benar kamu mau ikut lomba untuk mewakili restoran kami ini?" tanya Ramaya yang terlihat penasaran.
"Benar kak! saya ingin ikut dalam lomba untuk nengasah kemampuan Cinta" jawab Cinta.
"Jadi benar kata Tanaka. Semangat ya!" seru Ramaya.
"Terima kasih kak!" ucap Cinta.
"Lanjutkan pekerjaanmu!" seru Ramaya yang kemudian berbalik dan melangkahkan kakinya.
"Iya kak!" balas Cinta dan keadaan restoran kembali seperti sebelumnya.
....~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...