CHEF CINTA

CHEF CINTA
Berpapasan Dengan Teguh


__ADS_3

Mobil yang di tumpangi Gala dan Cinta, berjalan menerobos gelapnya malam menuju ke arah restoran Bali Ndeso.


Di sepanjang jalan lampu-lampu jalan begitu indah menghiasi dan menerangi jalan raya.


"Hei, apa kamu itu sedang menyamar ha?" tanya Gala sambil mengemudi dengan rasa penasaran.


"Menyamar apaan?" tanya Cinta yang heran.


"Habisnya kamukan Ugly girl, kenapa bisa cantik kayak tadi?" tanya Gala yang penasaran.


"Hei rupanya kamu mengakui aku cantik ya!" bukan menjawab, Cinta malah berseru.


"Maksud aku cantik kamu karena polesan, apa tadi mbok Yem yang merias kamu?" tanya Gala penasaran.


"Kalau memang mbok Yem yang mendandani aku, kamu mau apa?" tanya Cinta penasaran walau sebenarnya mbok Yem tidak melakukan apa-apa.


"Pantas saja, mana mungkin gadis seperti kamu bisa berdandan!" seru Gala dengan senyum sinisnya.


"Terserah kamulah!" seru Cinta yang sudah tak memperdulikan Gala lagi.


Pandangannya terus menerawang kearah luar jendela mobil.


Dan mobil itu pun menepi, kemudian berhenti tepat di depan restoran Bali Ndeso.


"Nah sudah sampai, lekas turun...!" seru Gala dengan ketusnya.


"Tuan yang galak, kenapa berhenti disini? apa tidak antar saya sampai ke depan tempat kos saya?" tanya Cinta yang kesal.


"Hei, aku kan bawa kamu dari sini, jadi ya sampai di sinilah aku mengantarkanmu!" seru Gala dengan menatap Cinta sinis.


"Tuan kan laki-laki, apa tak ada sedikit pun merasa kasihan pada seorang gadis yang jalan sendirian di malam yang larut begini?" tanya Cinta yang mencoba mengulik hati pemuda di hadapannya itu.


"Siapa yang akan mengganggumu Ugly girl! yang akan mengganggumu malah akan ketakutan melihat wajah kamu! ha..ha..!" seru Gala dengan tertawa lebar.


"Dasar tuan Galak yang tak berperasaan!" balas Cinta yang geregetan dan Cinta kemudian keluar dari mobil.


"Blekk..!"


Di banting ya pintu mobil saat Cinta keluar dengan kasar.


"Dasar Tuan Galak tak berperasaan!" kembali Cinta berseru yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Galaxy yang berada di dalam mobil.


Gala hanya tersenyum sinis, dan kemudian dia memutar balik mobilnya. Mobil yang di tumpangi Gala itu melaju meninggalkan Restoran Bali Ndeso dan juga Cinta yang sendirian di depan reestoran Bali Desi itu.


Cinta yang melihat itu hanya bisa menghentakkan kakinya dengan kesal.


"Awas kau tuan Galak, suatu hari akan aku buat kamu bucin padaku! Sampai-sampai kamu berikan kehidupanmu padaku!" gerutu Cinta yang kesal.


"Ah, buat apa mengomel terus. Toh dianya sudah jauh pergi!' ucap Cinta yang kemudian melangkahkan kakinya menyusuri trotoar jalan raya yang menuju ke tempat kosnya.

__ADS_1


Beberapa menit Cinta melangkah, tiba-tiba ada sepeda motor yang berhenti di depannya.


"Eh, siapa itu?" seru Cinta yang tetap melangkah tanpa memperdulikan pemotor itu.


"Cinta..!" panggil pemotor itu yang kemudian membuka helmnya.


Karena penasaran sama siapa yang memanggilnya, Cinta menoleh dan dia mengenal pemotor itu.


"Cak Teguh!" panggil Cinta yang ada angin segar untuk pulang ke tempat kosnya.


"Kenapa baru pulang?" tanya Teguh yang heran.


"Tadi em...tadi diajak pak bos untuk menghadiri pesta rekan bisnis papanya si bos." kata Cinta yang benar adanya.


"Kenapa kamu mau, kan ada perempuan lain?" tanya Teguh selidik, sedikit ada kecemburuan bila Cinta bersama laki-laki lain.


"Habisnya dari pada aku di pecat!" ucap Cinta yang juga apa adanya.


"Di pecat?" tanya Teguh penasaran.


"Iya, jika aku tak memenuhi permintaan mereka." ucap Cinta seraya menatap Teguh


"Oh, ayo naik! sudah malam nggak baik perempuan jalan sendirian.!" seru Teguh seraya memberi isyarat pada Cinta untuk naik ke atas jok sepeda motornya.


"Iya cak, makasih akhirnya dapat tumpangan juga." ucap Cinta yang kemudian membonceng di belakang Teguh.


"Pegangan ya!" ucap Teguh yang lanjut menyalakan sepeda motornya.


"Cak Teguh dari mana?" tanya Cinta yang penasaran.


"Dari kampung, putriku kemarin sakit. Katanya kangen sama papanya!" jelas Teguh yang tetap mengarahkan pandangannya ke depan.


"Oh, semoga lekas sembuh ya putrinya" ucap Cinta saat masih berada di atas jok sepeda motor Teguh.


"Aamiin ya rabbal alaamiin." balas Teguh yang tetap mengarahkan sepeda motornya ke depan.


Tak berapa lama mereka telah sampai di depan tempat kos.


Cinta segera turun saat Teguh menghentikan laju kendaraannya.


"Cak, terima kasih ya!" ucap Cinta yang buru-buru dia melangkahkan kaki menuju ke kamar kosnya.


Karena Cinta tak mau jadi bahan gosip lagi akibat malam-malam bersama laki-laki, apalagi Teguh yang juga tinggal di tempat kos tersebut.


"Iya' jawab Teguh yang juga melangkahkan kakinya menuju tempat kosnya.


Setelah membersihkan diri dan sholat Isya', Cinta merebahkan diri di tempat tidurnya.


Pikirannya menerawang, apa yang akan di lakukannya esok hari.

__ADS_1


"Aku bisa berkesempatan kuliah, syaratnya aku harus bisa mendapatkan hati tuan galak!" gumam dalam hati Cinta.


"Kredit card ini? ok, ini urusan besok. Malam ini tidur dulu!" kata dalam hati cinta lagi.


Tak berapa lama akhirnya Cinta terlelap dalam tidurnya.


...****...


Keesokan harinya, Cinta sudah bersiap untuk berangkat kerja.


Cinta kemudian menutup dan mengunci kamar kosnya dari luar,


"Cinta, mau kerja kan? aku antar ya!" ucap seorang laki-laki yang tak lain adalah Teguh yang sudah rapi dengan jaket dan helm ojek onlinenya.


"Aku jalan kaki saja Cak!" ucap Cinta yang tak enak hati


"Sudahlah, tak apa-apa cinta! jangan hiraukan mereka. Kamu kan tidak minta makan sama mereka!" ucap Teguh yang tetap di atas sepeda motornya.


"Apa yang di katakan cak Teguh, ada benarnya juga. Aku kan tidak minta makan sama mereka, ngapain aku pikirin. Ah, sudahlah!" ucap dalam hati Cinta yang kemudian menerima tawaran Teguh untuk mengantar dirinya sampai ke depan restoran dimana Cinta bekerja.


Sepeda motor itu melaju di pinggir jalan raya dengan kecepatan sedang.


Dan beberapa menit kemudian mereka telah sampai di depan restoran Bali Ndeso milik keluarga Hutomo.


”Cin sudah sampai!" ucap Teguh yang telah memberhentikan sepeda motornya.


"Terima kasih ya cak! mana nggak bayar terus nih!" ucap Cinta sembari tersenyum.


"Sudah nggak apa-apa, kamu sudah aku anggap adikku sendiri!" ucap Teguh seraya tersenyum.


"Baiklah kakak, eh mas saja ya! mas Teguh." ucap Cinta sembari tersenyum.


"Sudah, masuk sana! kerja yang rajin dan semangat ya!" ucap Support dari Teguh.


"Siap mas Teguh!" ucap Cinta yang kemudian melambaikan tangannnya.


Teguh pun mengangguk kan kepalanya dan melajukannya menyusuri jalan raya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


m


__ADS_2