
Cinta kemudian merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya dan tak berapa lama dia pun memejamkan kedua matanya.
...ðŸ’ðŸ’ðŸ’ðŸ’...
"A..aku dimana ini?" tanya Cinta dalam hati dan tiba-tiba dia melihat kejadian saat-saat bersama kedua orang tuanya.
"Ayah-ibu...!" panggil Cinta.
"Assalamu'alaikum... Mama, Cinta! kalian ada dimana?" salam sekaligus tanya seorang lelaki berusia kurang lebih empat puluh tahun.
"Wa'alaikumsalam... eh papa sudah pulang!" jawab seorang wanita yang berusia tak jauh berbeda yang keluar dari dapur yang kemudian melangkahkan kakinya menghampiri lelaki itu.
"Iya ma, tadi papa menang tender proyek pembangunan apartemen." kata lelaki itu.
Lelaki itu yang tak lain adalah Heri Setiawan papa cinta dan Eka Rahayu, Mama Cinta menghampiri suaminya dan mencium punggung tangan kanan suaminya.
"Terus tumben pulang cepat?" tanya Eka Rahayu yang meraih tas kerja suaminya dan melangkahkan kaki ke ruang kerja yang berada di samping ruang tamu.
"Iya, hari ini kan ha...!" Heri Setiawan belum selesai menjawab, muncul seorang gadis cantik dari lantai atas.
"Papa...! papa sudah pulang?" tanya gadis itu yang tak lain Cinta, putri semata wayang mereka.
Cinta yang keluar dari kamarnya, dengan berlari kecil menghampiri papanya yang duduk di sofa yang sedang melonggarkan dasinya.
Gadis itu mencium punggung tangan kanan papanya.
"Iya Cintaku, papa akan mengajak kalian liburan ke puncak!" jawab Heri Setiawan seraya mengusap lembut kepala putrinya.
"Liburan pa? kemana?" tanya Mamanya Cinta yang baru saja tiba dari meletakkan tas kerja suaminya di ruang kerja papanya Cinta.
"Ke hutan Pinus, bersiap-siaplah kalian. Kita berangkat sekarang!" seru Heri Setiawan seraya mencium kening putrinya.
"Hutan Pinus? hutan yang baru viral itu ya Pa?" tanya Cinta dengan semangat.
"Iya" jawab singkat Heri Setiawan seraya tersenyum.
"Asyiiiik, Cinta harus foto-foto disana!" seru Cinta yang kemudian dengan setengah berlari menuju ke kamarnya kembali untuk mempersiapkan segala sesuatunya. yang akan dia bawa untuk ke tempat rekreasi tersebut.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengintip keharmonisan keluarga kecil itu.
Orang itu kemudian masuk ke bawah mobil dan melakukan sesuatu di bawah mobil mewah yang terparkir itu.
Setelah selesai dengan niatnya itu, laki-laki itu pergi meninggalkan rumah mewah itu.
Tak berapa lama, keluarga kecil itu keluar dengan membawa bekal mereka masing-masing.
"Sudah siap semuanya?" tanya Heri Setiawan pada Istrinya dan juga Cinta putrinya.
"Sudah Pa" jawab Eka Rahayu dan Cinta bersama'an.
__ADS_1
Merekapun masuk ke mobil dengan posisi Heri Setiawan berada di depan, istri dan cinta putri-nya berada di kursi belakang.
Dengan perlahan mobil itu berjalan meninggalkan rumah besar dan mewah itu.
Awal perjalanan lancar-lancar saja, namun tiba- tiba pada saat jalanan yang menanjak, dan kondisi berubah.
Tiba-tiba cuaca berubah menjadi ekstrim, hujan begitu lebat dan disaat itu Heri Setawan hendak mengurangi kecepatan mobilnya.
Namun tak di duga, rem mobil yang mereka tumpangi blong dan hilang kendali.
"Astaghfirullah....! Allahu Akbar...!"
"Semuanya...! kita berdo'a sama-sama, semoga kita bisa selamat!" seru Heri Setiawan yang sangat cemas.
"Ada apa pa?"tanya Cinta dan ibunya bersamaan.
"Rem blong...!!" seru Heri Setiawan yang masih dengan rasa cemasnya.
"Astaghfirullah...! Cinta, ayo kita berdoa bersama-sama!" aja Eka Rahayu yang kemudian memeluk putrinya.
Kemudian Cinta terus-menerus berdo'a untuk kedua orang tuanya dan juga dirinya.
Tak ada pilihan yang ada di pikiran Heri Setiawan saat ini.
"Dari pada masuk jurang, semua anggota keluargaku pasti akan meninggal, lebih baik aku tabrakan ke tebing saja! Ya Allah semoga keputusanku benar, paling tidak harus ada keluargaku yang selamat." kata dalam hati Heri Setiawan.
Lelaki setengah baya itu kemudian membanting stir dan menabrakkan sisi kanan mobil mewah itu ke pohon samping tebing yang ada di pinggir jalan menanjak itu.
Seru semua orang yang ada di dalam mobil mewah itu dengan rasa was-was dan pasrah pada sang Pencipta.
"Duaaaarrrr...!!"
Jerit bunyi mobil mewah yang menghantam pohon dan ternyata belum berhenti sebelum menabrak ke tebing.
"Duaaaarrrr...!!"
Kembali suara yang dikeluarkan mobil mewah yang menabrak dengan dinding tebing jalan menuju tempat wisata hutan Pinus.
Heri Setiawan terjepit dan meninggal di tempat, dan Eka Rahayu juga terjepit. Karena badan mobil mewah itu dalam kondisi peyok di sebelah kanannya.
"Cinta..! cepat pergi dari sini!" suara lirih dari wanita yang memeluk Cinta.
"Mama..!" panggil Cinta dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Cepat pergi putriku, sebelum mobil ini meledak. Bawa semua tas ini, dan hubungi Om Juna!" kata Eka Rahaya yang semakin melemah.
"Mama...! ayo kita keluar sama-sama" kata Cinta dengan isakan dan air mata yang berlinang di pipinya.
"Pletik..pletik...pletik....!!"
__ADS_1
Bunyi percikan api di mesin mobil itu, yang membuat Eka Rahayu dan Cinta semakin panik.
"Cepat pergi putriku...! kamu harus hidup dan jalani kehidupan ini. Jadilah anak yang Solehah dan jaga dirimu baik-baik ya putriku, Cinta! Asyhadu anlaa ilaaha illallah, wa asyhadu Anna Muhammad Rasulullah" pesan terakhir Eka Rahayu dengan terbata-bata, yang kemudian mencium kening putrinya terakhir kalinya. Sebelum dia akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir kalinya.
"Innalillahi wa innalillahi roji'uun, Mamaaaaaaaa....!!" tangis Cinta pun pecah.
"Pletik...pletik....pletik....!!"
"A..api? aku harus keluar!" seru Cinta yang teringat ada percikan api di mesin mobil.
Gadis itu berusaha membuka pintu mobil, namun pintu itu terkunci secara otomatis.
"Aku harus pecahkan kaca!" seru Cinta yang kemudian dia mencari benda yang bisa di gunakan untuk memecahkan kaca jendela mobil.
"Yang ada botol ini, semoga bisa memecahkan kaca jendela mobil!" gumam Cinta yang kemudian melemparkan botol air mineral yang masih penuh itu ke kaca jendela belakang mobil.
"Pyaaaarrr...!!"
Kaca jendela belakang mobil itu pecah, dan beberapa serpihan kaca mengenai wajah Cinta.
Namun itu tak di rasakan oleh Cinta, tekatnya hanya satu. Keluar dari mobil mewah yang ringsek itu sekarang juga, karena api sudah mulai membesar.
Dengan bersusah payah, Cinta akhirnya bisa turun dari mobil itu.
Cinta memandang mobil itu dan menerawang ke dalamnya.
Dua sosok manusia yang sangat di cintainya terjepit di dalam mobil dan sudah tak bernyawa.
Tangisnya berderai seolah tak percaya dengan kejadian yang dialaminya saat ini.
Dalam sekejap, dia harus kehilangan kedua orang tuanya.
Tiba-tiba mobil itu meledak, dan tubuh mungil Cinta terlempar beberapa meter dari tempatnya berdiri.
"Buuummmm....!!!"
"Aaaaghhh....panaaaaasss....!!!"
Jerit Cinta yang berguling-guling di rerumputan karena api membakar sebagian rambut, pakaian dan juga wajah cantiknya di bagian kanan.
...~Â¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...