
Dibukanya pintu kamar itu dan dilihatnya Gala yang tertidur pulas di sofa ruangan itu.
"Mumpung Tuan Galak masih tidur, aku mau mandi dulu!" ucap Cinta dalam hati.
Cinta pun perlahan melangkahkan kaki ke kamar mandi di ruangan itu.
Tak berapa lama Gala terbangun karena mendengar suara dari kamar mandinya.
"Apa itu Cinta?' tanya dalam hati Gala yang melihat Cinta tidak ada di kamar.
Gala kemudian melangkahkan kaki menuju ke lemari pakaian mamanya.
Dilihatnya ada beberapa pakaian mama dan papanyanya yang di tinggalkan di lemari tersebut.
Tak berapa lama Cinta keluar dari kamar mandi dan Gala memanggilya.
"Cinta, apa kamu bisa memasak hari ini?" tanya Gala meyakinkan diri.
"Insya Allah bisa, memangnya ada apa?" jawab dan tanya Cinta yang masih tetap memakai pakaiannya semalam.
"Kamu bisa ganti pakaiannya mama!' jawab Gala yang menunjukkan lemari pakaian mamanya.
"Tapi apa saya pantas?" tanya Cinta yang penasaran.
"Nggak apa-apa, dari pada kamu pulang!" jawab Gala dan Cinta mengambil satu pasang pakaian yang sesuai untuknya.
Setelah mendapatkannya, Cinta buru-buru kembali ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya.
Setelah selesai, giliran Gala yang ke kamar mandi.
"Cinta, setelah kamu berhias diri, tolong buka pintu restoran ya, dan jangan bilang pada semua karyawan kalau kita berdua menginap disini.!" pesan Gala.
"Iya tuan Galak!":bala Cinta yang segera menata rambut serta memberi polesan bedak tipis pada wajahnya.
Setelah selesai dengan ritual berhiasnya, dengan tertatih-tatih Cinta melangkahkan kaki menuju ke pintu depan restoran Bali Ndeso.
Cinta segera membuka pintu dan melangkahkan kakinya menuju ke dapur.
Gadis itu .encatat bumbu-bumbu apa saja yang kurang dan tidak ada.
Tak berapa lama satu persatu teman-temannya datang dan mulailah dengan aktifitas-aktifitas masing-masing.
Tak berapa lama saya datanglah Gala yang merhatikan cara kerja para pegawainya.
"Shopia, apa kamu bisa membelikan bahan-bahan sayuran yang kurang ini?" tanya Cinta yang memberikan catatannya pada Shopia.
"Bisa,saya permisi ya!' jawab Shopia yang kemudian menghampiri Dara untuk meminta uang untuk belanja.
__ADS_1
Cinta memasak sisa-sisa sayur yang ada di lemari es.
"Cinta kata bos Gala, kamu habis kecelakaan ya?" tanya Wiwid pada waktu masuk ke dapur.
"iya tapi udah biasa kok!" ucap Cinta seraya tersenyum.
"Banyak-banyak duduk ya kalau capek' ucap Wiwid yang khawatir
Tiba-tiba ada yang menghampiri mereka,
"Cinta, ada yang mencarimu!" seru laki-laki itu yang tak lain adalah bejo. Tukang parkir sekaligus keamanan restoran.
"Siapa ya?' tanya Cinta yang penasaran, karena dia kan tak punya keluarga di Surabaya.
"Dia laki-laki, pakai seragam Ojol!" jawab si Bejo.
"Oh, Cak Teguh!" seru Cinta yang ingat dan tahu tentang ciri-ciri yang disebutkan Bejo.
Cinta bergegas melangkahkan kaki dengan tertatih keluar dari dapur restoran.
Pada saat Cinta berjalan tetati-tatih menuju ke depan restoran, tanpa sengaja Gala melihatnya.
Diam-diam Gala mengikutinya. Ada rasa penasaran Gala tentang siapa yang ditemui Cinta.
"Assalamu'alaikum.. Cak teguh!" ucap salam Cinta.
"Wa'alaikumsalam... Cinta!" Ada senyum mengembang di bibirnya.
"Cak teguh, apa kabar?" tanya Cinta yang kemudian menghampiri Teguh dan mereka berdua duduk di kursi depan Restoran Bali Ndeso.
"Baik, Maaf aku mencari kamu sampai di sini Cin. Habisnya aku khawatir dengan kamu, kamu semalam tidak pulang ya?" tanya teguh yang khawatir.
"Tidak cak, ya karena semalam kan hujannya deras sekali. Jadi Cinta tidak bisa pulang!" jawab Cinta yang memang benar kalau semalam hujan lebat.
"Terus kaki kamu kenapa?" tanya teguh yang khawatir.
"Oh ini semalam terkena beling pecahan gelas!" ucap Cinta jujur.
"Sakit pastinya, ayo kita ke dokter!" seru Teguh yang khawatir.
"Ah, nggak apa-apa kok Cak! Luka biasa saja, ini juga sudah di obati!" ucap Cinta yang sebenarnya.
"Ya sudah, nanti kalau ada apa-apa hubungi Cak Teguh ya!" ucap Teguh yang menatap Cinta dengan rasa khawatir.
"Iya Cak, nanti Cinta akan hubungi Cak Teguh kalau cinta pulang nanti " ucap Cinta yang mengulas senyumnya.
"Apa kamu sudah sarapan?" tanya Teguh seraya meletakkan dua bungkus nasi bungkus yang sengaja dia beli dari langganan mereka berdua bila membeli nasi untuk mengisi perut mereka.
__ADS_1
"Sudah masak sih, tapi belum sempat sarapan." ucap Cinta.
"Nah kalau begitu, ayo kita sarapan bersama!" ajak Teguh pada Cinta dan karena tak enak hati, cinta pun menerimanya dan mereka sarapan berdua di teras restoran Bali Ndeso.
Mereka berdua sarapan dengan lahapnya seraya bercerita hal-hal yang ringan dan membuat suasana semakin akrab.
Gala yang sedari tadi memperhatikan, ada rasa sesak di dadanya.
"Cinta dia bisa sebahagia itu walaupun hanya makan nasi bungkus?" gumam dalam hati Gala.
"Sebenarnya siapa laki-laki itu? dia siapanya Cinta? kenapa Cinta selalu tersenyum padanya?" pertanyaan demi pertanyaan di dalam hati Gala yang membuat rona wajahnya memerah karena rasa menyesak di dadanya.
Tak berapa lama sebuah mobil pick up yang membawa sayuran berhenti di tempat parkir restoran.
Nampak Shopia, Ayudia dan sopir mobil sayur itu turun. Dan mereka menurunkan sayuran-sayuran itu dibantu oleh Bejo.
"Cak, sayuran yang harus Cinta masak sudah datang. Cak Teguh kesini ya nanti malam saja ya!":pinta Cinta yang kemudian berdiri.
"Oiya, Cacak juga mau narik penumpang lagi!" ucap Teguh yang kemudian berdiri dari duduknya.
"Ma'af ya Cak, bukannya Cinta mengusir!" ucap Cinta yang tak enak hati.
"Tidak apa-apa, Cak Teguh mengerti kok. Resiko pekerjaan!" ucap Teguh yang kemudian melangkahkan kaki menuju ke sepeda motornya dan mereka berdua saling melambaikan tangannya.
"Assalamu'alaikum..!" salam Teguh.
"Wa'alaikumsalam..!" balas Cinta dan Teguh melajukan sepeda motornya keluar dari restoran setelah beberapa kali mengklakson setiap orang yang berpapasan dengannya.
Setelah Teguh hilang dari pandangannya, Cinta melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran dan menuju ke dapur.
Namun sebelumnya dia membuang sampah nasi bungkus dan plastik teh hangatnya sisa sarapannya dengan Teguh ke tempat sampah.
Sementar itu Gala sudah masuk ke ruangannya dengan perasaan yang kacau balau.
Entah apa yang ada di hatinya saat ini.
"Perasaan ini, kenapa tidak ada pada saat aku bersama Fransiska? apa ini yang namanya jatuh cinta? Kalau tak mengingat siapa aku, rasanya ingin sekali aku menonjok Ojol yang bersama Cinta tadi!" ucap dalam hati Gala yang mengepalkan tangannya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...