CHEF CINTA

CHEF CINTA
Keputusan Chef Alleno


__ADS_3

Cinta saat ini duduk di jok belakang sepeda motor yang di kendarai Teguh.


"Cinta, bukankah restoran tempat kamu bekerja pulangnya sore?" tanya Teguh yang penasaran.


"Iya, tadi Cinta kuliah di kampus Favorit bersama pemilik restoran!" ucap Cinta yang tidak mengetahui, kalau ucapannya membuat Teguh gelisah.


Tak berapa lama mereka telah sampai di tempat kos.


Cinta pun turun dari sepeda motor Teguh, dan dia merjalan menuju ke kamarnya.


"Makasih ya Cak!" ucap Cinta.


"Iya, sama-sama!" balas Teguh.


"Daaa.. cak Teguh, selamat beristirahat!" ucap Cinta seraya melambaikan tangannya.


Teguh hanya menganggukkan kepalanya dan melangkahkan kakinya dengan mendorong sepeda motornya sampai di depan kamar kosnya.


...****...


Keesokan harinya Cinta berangkat kerja lebih awal.


Gadis itu berjalan kaki menyusuri jalan diatas trotoar.


"Tin...!" bunyi klakson sepeda motor di belakang Cinta.


Cinta menoleh dan ternyata tetangga kosnya yang selalu menawarkan diri mengantar dan menjemput Cinta.


"Cak Teguh!" panggil Cinta saat tahu kalau itu Teguh.


"Cinta, kenapa berangkatnya tidak menunggu aku?" tanya Teguh yang memberikan helm buat Cinta.


"Iya, nggak enak masak minta bantuan cak Teguh terus!' ucap Cinta.


"Kan sudah aku bilang, anggaplah aku kakak kamu! Jadi sesama saudara saling tolong menolong ya!" ucap Teguh seraya memberikan helm pada Cinta.


"Iya cak! Terima kasih Cak!" ucap Cinta yang menerima helm dari Teguh.


Dan akhirnya Cinta berangkat bersama Teguh.


Sesampainya di tempat parkir restoran Bali Ndeso, Cinta turun dari sepeda Teguh.


"Makasih ya Cak!" ucap Cinta seraya memberikan helm Teguh dan seraya tersenyum.


"Iya, Assalamu'alaikim..!" salam pamit teguh yang kemudian menyalakan sepeda motornya.


"Wa'alaikumsalam..!" balas Cinta seraya melambaikan tangannya.


Setelah Teguh hilang dari pandangan matanya, Cinta melangkahkan kakinya menuju ke dalam restoran Bali Ndeso.


Di dalam restoran ternyata belum ada yang datang, Cinta mulai mengerjakan tugas-tugasnya.


Tak berapa lama datan Dara dan Risky, setelah itu Wiwid, Chef Aleno dan Nila. Lanjut Ayudia dan Shopia yang datang bersamaan, yang membuat suasana restoran tegang.


Tak berapa lama, Gala datang dan di sambut salam dari para karyawan dan karyawatinya.


Setelah Gala masuk Chef Alleno masuk ke ruangan Gala.


Semua yang melihat hal itu bertanya-tanya dan saling pandang, terkecuali Ayudia dan Shopia yang sibuk dengan pekerjaan mereka.

__ADS_1


"Tokk..tokk...tokk..!"


"Masuk!" jawab Gala seraya membuka layar laptopnya.


"Ma'af tuan Gala, saya mengganggu sebentar!" ucap Chef Alleno saat masuk ke dalam ruang kerja Gala.


"Ada apa Chef, tumben pagi-pagi sekali menghadap aku?" tanya Gala yang kemudian menatap Chef Alleno.


"Tuan Gala saya mau resign dari restoran ini!" ucap Chef Alleno yang sedikit menundukkan kepalanya.


"Resign? kau gila ya? terus siapa yang akan memasak untuk para pelanggan nantinya?" ucap Gala sedikit geram.


"Tap saya tidak akan bisa masak jika suasana hati saya sedang kacau tuan Gala!" ucap Chef Alleno yang memohon.


"Maksud kamu apa Chef?" tanya Gala yang penasaran.


"Anda tahu kan Shopia?" tanya Chef Alleno pada Gala, dan Gala tahunya Shopia itu tunangan Chef Alleno.


"Dia kan tunanganmu" jawab Gala yang memang tahunya hanya itu.


"Tuan Gala, semalam dia membatalkan pertunangan kita. Dan ternyata dia sekarang berpacaran dengan Ayudia, salah seorang pelayan disini!" jelas Chef Alleno yang kini menundukkan kepalanya.


"Membatalkan pertunangan kalian?" tanya Gala yang merasa kasihan pada Chef Alleno.


"Iya tuan Gala!" jawab Chef Alleno.


"Tapi aku sangat membutuhkanmu Chef! Kenapa tidak Shopia saja yang resign!' seru Gala yang geram.


"Jangan tuan Gala! saya tidak mau jadi pemutus rejeki Shopia" kata Chef Alleno.


"Terus bagaimana dengan kelancaran restoran? kita butuh tukang masak Chef!" seru Gala dengan mengacak rambutnya kasar.


"Bagaimana jika Shopia di pindahkan pada bagian lain?" tanya Gala seraya berpikir.


"Itu terserah anda, tuan Gala" jawab Chef Alleno yang menundukkan kepalanya.


"Baiklah Chef Alleno, saya akan beri kami ijin cuti selama satu Minggu untuk memulihkan mood memasak kamu." kata Gala setelah berpikir dengan keras.


"Benarkah Tuan Gala?"tanya Chef Alleno yang penasaran.


"Iya, karena aku masih mau mempertahankan kamu dari pada Shopia." jelas Gala.


"Terima kasih tuan Gala, semoga selama seminggu ke depan, mood memasak saya akan kembali pulih" ucap Chef Alleno yang kemudian meminta ijin untuk keluar dari ruangan kerja Galaxy.


Chef Alleno melangkahkan kakinya menuju ke dapur dimana ada Shopia, Ayudia, Dara dan yang lainnya.


"Chef ada apa?" tanya Wiwid yang terkejut atas kedatangan Chef Alleno dan Gala yang tiba-tiba mengahmpiri mereka.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin istirahat saja, jadi aku minta ijin pada tuan Gala. Dan Tuan Gala memberi ijin padaku selama seminggu untuk berlibur." ucap Chef Alleno yang membuat semuanya sangat terkejut karena hal ini sangat mendadak bagi mereka.


"Wah, dapur bakal sepi donk!" seru Risky.


"Lantas siapa yang akan masak nanti?" tanya Dara penasaran.


"Itu biar tuan Gala yang putuskan! Maaf saya pamit, sampai jumpa Minggu depan!" ucap Chef Alleno.


"Iya Chef, hati-hati dan sampai jumpa Minggu depan!" seru samua karyawan dan karyawati yang merasa akan kehilangan sosok chef Alleno selama seminggu kedepan.


"Assalamu'alaikum..!" salam pamit Chef Alleno.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam...!" balas semuanya.


Setelah itu Chef Alleno melangkahkan kaki keluar dari restoran.


Kemudian Gala berbicara di depan para karyawan dan karyawatinya.


"Kalian tahu kenapa saya kumpulkan di sini?" tanya Gala saat semua karyawan dan karyawatinya berkumpul.


"Apakah karena Chef Alleno?" tanya balik semua karyawan yang hampir bersamaan.


"Benar sekali! Perlu kalian tahu kalau Chef Alleno saya beri cuti selama seminggu. Dan aku minta Shopia menggantikan Chef Alleno yang sedang cuti. Saya harap Shopia bisa memuaskan rasa lapar pelanggan dengan masakannya!" ucap Gala yang lantang.


"Ta .tapi tuan, sa..ya tidak bisa memasak?" balas Shopia yang sedikit gugup karena dirinya memang tidak pernah memasak, dan selama bekerja di restoran dia hanya bantu-bantu Chef Alleno.


"Aku tak mau tahu ya! Sekarang cepat kalian lakukan tugas kalian masing-masing dengan giat!"seru Gala untuk semuanya, yang kemudian melangkahkan kaki menuju ruangannya.


Kusak-kusuk Nila dan Wiwid terdengar berdengung bak suara tawon saat hendak mencari madu.


"Shopia, apa benar kamu tidak bisa masak?" tanya Wiwid penasaran.


"Sa..ya tidak bisa memasak! bagaimana ini mbak Wid?" jawab Shofia yang ketakutan.


"Sebentar biar saya pikirkan! sekarang kamu masuk ke dapur!" seru Wiwid, yang kemudian menatap ke arah cinta.


Dan Shopia melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


"Cinta! sebaiknya kamu bantu Shopia, karena kamu kemarin belajar masak dari Chef Alleno!" pinta Wiwid yang sebenarnya tahu kalau Cinta bisa memasak.


" Tapi?" ucap Cinta yang belum yakin akan skillnya.


"Kemajuan resto ini lah yang terpenting! jadi tolong bantu kita untuk menjadi pengganti Chef Alleno, untuk sementara waktu!" seru Wiwid yakin.


"Baiklah mbak Wid?" kata cinta yang melangkahkan kaki menuju ke dapur.


Cinta kemudian membantu Shopia menyiangi sayuran.


"Kamu di sini Cinta?" tanya shopia penasaran, namun sedikit senang karena ada yang membantunya.


"Iya, mbak Wid yang menyuruhku!" ucap Cinta.


"Ah syukurlah, aku bisa terbantu karenamu Cinta!" ucap Shopia yang merasa lega.


Akhirnya Cinta yang memasak untuk restoran Bali Ndeso kali ini.


Kini shopia yang membantu Cinta dan bukan Cinta yang membantu.


...~¥~...


Maaf banyak typo, Authornya ngantuk nih 🙏🏻😍


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


~


__ADS_2