CHEF CINTA

CHEF CINTA
Sambutan atas kemenangan lomba


__ADS_3

"Ok, tapi nanti aku antar kamu pulang ya!" seru Tanaka yang memanfaatkan kesempatan.


"Iya-iya deh!" balas Cinta yang mengulas senyumnya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran.


Sementara Tanaka melangkahkan kakinya menemui Damira dan juga Ramaya yang sedang membersihkan restoran karena sudah mau tutup, di bantu oleh para karyawannya.


"Mira, Rama! lihat yang aku bawa!" seru Tanaka seraya menunjukkan piagam dan pialanya.


"Apa? kita menang?" tanya Ramaya yang tak percaya dan saling pandang dengan Damira.


"Iya kita menang!" jawab Tanaka yang sudah berhadapan dengan Damira dan Ramaya.


"Alhamdulillah, ini bisa meningkatkan dan menambah daya tarik para pelanggan untuk makan di restoran kita!" seru Damira.


"Iya semoga saja! aamiin yarobbal alaamiin" ucap Ramaya seraya mengulas senyumnya yang khas.


"Baiklah akan saya tempelkan di dinding sebelah sana, agar terlihat oleh para pelanggan. Karena piala dan piagam ini bisa menambah salah satu daya tarik tersendiri oleh para pelanggan." ucap Tanaka.


"Benar, aku bantu ya!' seru Ramaya yang kemudian mereka berdua sibuk memasang piagam sedangkan Damira meletakkan piala di dalam lemari kaca.


Para karyawan yang hendak pulang, sebagian melihat apa yang dilakukan para pemimpin mereka.


"Ada apa sih?"


"Apa yang mereka lakukan?"


"Ayo kita tanyakan saja!"


"Kak Damira, kalian sedang melakukan apa?" tanya salah satu karyawan yang memberanikan diri untuk bertanya.


"Oh, ini Cinta telah memenangkan lomba antar restoran! kita menang sebagai juara satunya!" jawab Tanaka dengan sumringahnya.


"Cinta? anak baru itu?" tanya salah satu karyawan itu dan mereka pun saling pandang. Seolah tak gak percaya dengan apa yang mereka dengarkan itu.


Dan mereka kemudian membaca dengan jelas piagam yang menempel di dinding restoran.


"Ah benar, restoran kita menang!" seru salah satu karyawan itu yang telah membaca piagam uang menyatakan kalau restoran Mirama adalah juara satu dalam lomba antar restoran.


"Jika setelah lomba ini ada peningkatan pelanggan, maka gajian besok aku naikkan 20% dari gaji sebelumnya!" ucap Ramaya yang membuat semua karyawan sumringah karena mendengar gaji mereka akan naik.


"Benarkah! semoga saja restoran ramai setelah ini!' ucap Ramaya.


"Aamiin Yan Robbal alaamiin" jawab samuanya.

__ADS_1


"Kami pulang dulu ya kak!" ucap para karyawan itu seraya melambaikan tangannya.


"Oh, iya silahkan!" jawab Ramaya, Damira, dan Tanaka seraya membalas lambaiann tangan mereka.


Para karyawan itu melangkahkan kaki menuju ke pintu keluar dari restoran Mirama, dan kemudian menjauh dari restoran Mirama tersebut menuju ke rumah masing-masing.


Sementara itu Cinta telah selesai dalam mengerjakan sholat Jamak dhuhur dan Asharnya, dia melangkah keluar dari mushola dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat utama restoran untuk menemui Tanaka, Damira dan Ramaya.


"Wiesst...Cinta! dah selesai sholatnya?" tanya Tanaka seraya mengulas senyumnya.


"Alhamdulillah sudah kak!" ucap Cinta yang mengulas senyumnya dan terlihat wajahnya yang bersinar karena sehabis sholat itu.


"Cinta, Selamat ya kamu menang dan terima kasih atas nama seluruh menghuni restoran Mirama ini, karena kamu telah membuat restoran ini sangat berarti dengan bisa amenang dalam lomba antar restoran tadi" ucap Damira dan Ramaya serta Tanaka menganggukkan kepala mereka.


"Sama-sama kak, Cinta hanya ingin mengasah kemampuan Cinta juga!" balas Cinta.


"Ok, sekarang gimana nih? kita rayakan kemenangan kita ini atau gimana?" tanya Ramaya yang penasaran.


"Ma'af kak, Cinta harus mempersiapkan diri untuk ikut lomba besok pagi. Dan Cinta juga mohon ijin untuk libur sehari besok" ucap Cinta seraya memandang satu persatu wajah para atasannya itu.


"Lomba apa lagi Cinta?" tanya Damira yang penasaran.


"Lomba antar kelurahan karena kemarin Cinta menang dalam lomba memasak antar RT." jawab Cinta dan ketiganya pun mengerti.


"Makasih kak!" balas Cinta seraya menerima uluran tangan Damira.


"Semoga sukses ya Cinta!" ucap Ramaya yang juga mengulurkan tangannya.


"Aamiin... Terima kasih kak!" balas Cinta seraya menerima uluran tangan Ramaya setelah melepas uluran tangan Damira.


Beberapa menit kemudian Cinta memohon pamit pada Ramaya dan Damira.


"Saya mau pulang dulu ya kak!" ucap Cinta.


"Iya kita juga akan pulang, masak mau menginap disini? he...he..!" ucap canda Ramaya dan semuanya tertawa karenanya.


"Ya siapa tahu kalian berdua mau menunggui restoran ini, kerena takut bumbu-bumbu pada menghilang! he..he..!" balas canda Tanaka.


"Ha..ha..! bisa saja kamu ini!" seru Damira dan mereka berempat melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar kemudian melangkahkan menuju ke tempat parkir mobil mereka.


"Cinta, kamu tetap naik ke mobilku ya! aku akan mengantar kami pulang!' ucap Tanaka yang sesekali menatap Cinta.


"Iya kak! terima kasih, ma'af jika merekatkan" ucap Cinta yang sedikit mengulas senyumnya.

__ADS_1


"Ah, sudahlah! Kitakan teman. Pantaslah saya mengantarkan kamu karena saya single dan kamu juga single. Kalau Ramaya yang mengantarkan bisa pecah dunia percintaan Damira dan Ramaya donk! he..he..!" ucap Tanaka seraya melirik ke arah Ramaya dan Damira.


"Ha...ha...! betul itu, bisa-bisa seminggu aku nggak disapa sama Damira!" sahut Ramaya yang merangkul Damira dari samping sedangkan Damira wajahnya memerah karena tersipu malu.


"Baiklah kita pisah sampai disini! Daaa... Damira dan Ramaya!" seraye melambaikan tangannya dan kemudian membukakan pintu mobil buat Cinta.


"Iya, hati-hati ya!" sahut Damira seraya melambaikan tangannya.


"Iya, Assalamu'alaikum!' ucap salam Cinta seraya membalas lambaian mereka dan masuk ke dalam mobil dimana Tanaka membukakan pintu mobil buat Cinta.


"Wa'alaikumsalam..!" balas Ramaya dan Damira yang kemudian mereka masuk ke dalam mobil sesuai posisi mereka.


Sementara Tanaka melangkahkan kakinya ke pintu mobil yang kemudian dia masuk di posisi mengemudi pada mobilnya itu.


Dua mobil mewah itu perlahan keluar dari area parkir restoran dan meninggalkan restoran Mirama tersebut.


Mobil yang ditumpangi mereka berlainan arah dan meeeka pun berpisah keluar dari pintu gerbang restoran


Cinta dan Tanaka melaju menuju ke arah perkampungan dimana Cinta tibggal bersama nenek Asih.


Tak membutuhkan waktu yang lama, Cinta dan Tanaka akhirnya telah sampai di depan rumah nenek Asih.


"Ayo mampir sebentar Tanaka!" ucap basa-basi Cinta.


"Lain kali saja Cinta, aku mau cepat-cepat istirahat. Supaya besok lebih fress pada saat berkerja esok hari" ucap Tanaka.


"Oh begitu ya! makasih sudah diantarkan, dan hati-hati ya!" ucap Cinta seraya melambaikan tangannya saat sudah keluar dari dalam mobil Tanaka.


"Iya terima kasih Cinta, daaa...!" balas Tanaka seraya melambaikan tangannya dan kemudian melajukan secara perlahan mobilnya itu.


"Daaa.. kak Tanaka!" balas seru Cita seraya melambaikan tangannya.


Setelah Mobil yang ditumpangi Tanaka menghilang dari pandangannya, Cinta melangkahkan kakinya masuk ke halaman rumah nenek Asih


....~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2