CHEF CINTA

CHEF CINTA
Sebuah Tantangan Dari Gala


__ADS_3

Cinta melangkahkan kakinya menuju ke restoran Bali Ndeso.


Pada saat melewati tempat parkir mobil, Cinta melihat sebuah mobil yang semalam mengantarkannya baru saja terparkir .


"Oh tuan muda yang Galak sudah datang rupanya!" batin Cinta.


"Aku harus mendapatkan hatinya, karena aku ingin kuliah gratis!" ucap Cinta semangat.


Kemudian Cinta melangkahkan kaki menuju ke mobil dimana Gala keluar dari dalamnya.


"Hai tuan Galak!" panggil Cinta seraya mengulas senyum manja pada Gala.


Dengan pasang wajah jutek, Gala menatap Cinta sembari bersedekap.


"Mau apa kamu, sana lakukan tugas kamu!' seru Gala kesal.


"Kan kita pacaran, ya walau pun palsu sih!" ucap Cinta sembari berbisik.


"Pacar palsu! apanya kemarin nggak sesuai keinginanku, kedua orang tuaku malah menyukai kamu!" seru Gala sedikit emosi.


"Lha, kan memang begitu. Orang tua selalu dukung niat baik anaknya!" ucap Cinta sekenanya.


"Aku itu menjadikan kamu pacar palsu agar aku bisa kuliah ke luar negeri bersama kekasihku, bukannya sama kamu!" seru Gala dengan emosi.


"Ya maaf!" ucap Cinta sekenanya.


"Enak ya, kamu sekarang bisa kuliah! satu kampus lagi sama aku! apa sih menariknya kamu, hingga papa dan mamaku mau membiayai kamu kuliah?" tanya Gala yang masih tetap kesal.


"Eh, iya kan syaratnya harus jadikan pacar palsu ke pacar asli, he..he..!" ucap Cinta yang seharusnya di rahasiakan.


"Aih, keceplosan..!" Cinta membatin.


"Apa pacar asli? woi... bangun-bangun dari mimpi ya! siapa yang mau sama gadis buruk rupa seperti kamu!" seru Gala dengan Sinisnya.


"Kita lihat saja nanti, aku akan buat kamu bucin!" gerutu Cinta.


"Itu tak akan terjadi tukang cuci piring!" seru Gala dengan geram.


"Aku yakin pasti terjadi!" balas seru Cinta.


"Hei, itu tak akan terjadi sebelum jadi chef dulu! tapi apa mungkin kamu jadi chef? masakan kamu pasti keasinan! he...he...!" ucap Gala yang kemudian melangkahkan kaki menuju pintu masuk restoran Bali Ndeso.


"Yang aku dengar tidak salah kan? Chef katanya? iya, dia mau terima aku kalau aku jadi chef!" ucap cinta dalam hati.


"Ok, akan aku buktikan! aku bisa jadi chef, tunggu saja tuan galak!" ucap Cinta dalam hati.


Cinta kemudian melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam restoran dan menuju ke tempat biasa dia bekerja.


Semua karyawan dan karyawati restoran menatap Cinta dengan tatapan yang aneh namun Cinta tetap saja cuek.


Cinta melenggang dengan santainya melewati pantry dan ke tempat biasa dia bekerja.


"Hei buruk rupa! aku tahu kalian kemarin hanya pura-pura pacaran? atau tuan muda Gala yang salah minum obat? ha..ha...!" celetuk Nila saat Cinta hendak memulai aktifitasnya.


"Sudah belum yang bicara?"' tanya Cinta seraya mengambil satu gayung air cucian piring.

__ADS_1


"Hei ka..kamu mau apa?" bukanya menjawab Nila ganti bertanya.


"Mau mencuci muka orang yang kurang kerjaan!!" seru Cinta dengan pasang muka galak.


Nila seketika pergi menjauh dari depan Cinta dengan mengumpat.


"Dasar sinting!"


"Biarin, wekk..!" balas Cinta yang kemudian mengerjakan apa yang di memang sedang di lakukannya.


Setelah pekerjaannya beres, Cinta kemudian menyempatkan diri pergi ke dapur.


Dilihatnya Chef Alleno yang kerepotan karena assiten sekaligus kekasihnya Shopia tidak masuk kerja karena sakit.


"Chef, ada yang bisa Cinta bantu?" tanya Cinta saat berada di dalam dapur di samping chef Alleno.


"Eh Cinta, bisa kamu cuci dan potong-potong sayurannya!" jawab Chef Alleno.


"Baik Chef!"


"Mau buat sayur apa ya Chef?" tanya Cinta sembari mencuci sayur yang tadi di tunjukkan oleh chef Alleno.


"Buat sayur Asam." jawab Chef Alleno seraya meracik bumbunya


"Menu masakan di sini, masakan rumahan ya Cheff?" tanya Cinta saat selesai mencuci sayurannya.


"Iya, makanya pemilik restoran ini memberikan nama Restoran Bali Ndeso, karena ya Inilah masakannya masakan kampung semua dan yang jelas pemandangan di sini di buat seperti di pedesaan!" Ucap Chef Alleno yang mulai menumis bumbu dan di samping penggorengan yang buat numis itu ada panci yang airnya sudah mendidih.


Chef Alleno memasukkan sayuran yang tadi di cuci oleh Cinta.


"Baik Chef!" ucap Cinta yang kemudian melakukan yang di perintahkan oleh Chef Alleno.


Tak berapa lama Risky dan Dara serta Nila juga datang ke dapur dan memberikan pesanan pelanggan.


Sementara Ayudia tidak masuk karena ada kepentingan keluarga.


Karena ternyata restoran telah buka lebih awal, maka para pelanggan datang juga lebih awal.


Chef Alleno dengan sigap melayani pesanan-pesanan itu dengan cepat dan tepat.


Cinta memperhatikan cara chef Alleno menyiapkan semua pesanan dan terkadang Cinta membantunya.


"Hei buruk rupa, ngapain kamu ke sini?" tanya Nila saat melihat Cinta yang ikut membantu Chef Alleno di dapur.


"Nila, Cinta kau panggil apa tadi?" tanya Dara geram.


"Buruk rupa! iya kan, dia memang buruk rupa!" jawab Nila seenaknya sendiri.


"Hei, perlu kau ketahui ya! mendingan Cinta yang kau sebut buruk rupa tapi hatinya tak seburuk kauuu..!" balas Dara dengan sedikit penekanan di kata terakhirnya.


"Nila, sebaiknya kamu diam! Kalau tidak ada Cinta, aku sedari tadi kewalahan!" ucap Chef Alleno sembari memberikan pesanan Nila.


"Iya nih, sana-sana! antar ke pelanggan!" seru Risky yang gemas melihat perseteruan yang di motori Nila itu.


"Iya-iya, aku memang mau pergi!" seru Nila yang kemudian keluar dari dapur dan menuju ke bangku pelanggan yang memesan makanan lewat dia.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, suasana restoran kembali ke sedia kala.


Pelanggan tidak begitu ramai, jadi aktifitas Dara, Risky dan Nila lebih banyak duduknya.


Sementara Cinta masih di tempat kerjanya mencuci piring dan peralatan lainnya.


Gala dan Wiwid menghampiri Alleno di dapur, namun sebelum mereka ke dapur, mereka memberi perintah pada Dara, Risky dan Nila untuk bersiap-siap.


"Kenapa hanya bertiga? siapa yang tidak masuk?" tanya Gala tegas saat melihat para pelayannya berkurang.


"Ayudia tuan Gala!" jawab Risky lantang.


"Kenapa dia?" tanya Wiwid penasaran.


"Ada kepentingan keluarga!" jawab Nila yang sedari tadi diam.


"Kalau begitu, persiapkan diri kalian. Karena sebentar lagi ada rombongan arisan Ibu-ibu datang ke sini!" seru Gala.


"Baik tuan Gala!" jawab Risky, Dara dan Nila bersamaan.


"Mereka akan menempati gazebo satu, persiapkan semuanya!" perintah Wiwid pada Risky yang sebagai pelayan senior di restoran Bali Ndeso itu.


"Baik mbak Wid!" jawab Risky yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke gazebo satu.


Sementara Dara dan Nila tetap bertahan dengan sesekali membuatkan pesanan minuman, karena biasanya pekerjaan ini Ayudia yang membuatnya.


Gala dan Wiwid menuju ke dapur dan menemui Chef Alleno.


"Chef! kenapa kamu sendirian?" tanya Gala saat masuk ke dapur.


"Eh iya tuan Gala!" jawab Cheff Alleno yang kemudian memberhentikan pekerjaannya.


"Lho, Shopia kemana chef?" tanya Wiwid yang penasaran.


"Shofia libur, sakit katanya!' jawab Chef Alleno.


"Jadi, sedari tadi kamu sendirian?" tanya Gala penasaran.


"Saya di bantu Cinta tuan!" jawab Chef Alleno yang sebenarnya.


"Cinta..!" seru Gala yang sedikit khawatir, karena mengingat omongannya sendiri.


"Bagaimana jika dia bisa menjadi chef? aku akan bersama dia? tidak akan mungkin!!" gerutu dalam hati Gala.


...~¥~...


...,Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


m


__ADS_2