CHEF CINTA

CHEF CINTA
Bertemu Gala dan Teguh


__ADS_3

Iwan turun dari sepeda motornya dan mengejar Cinta yang telah mendahuluinya, melangkah menuju ke tempat dimana dua orang yang sedang beradu mulut hingga fisik itu.


"Cak Teguh, Tuan Galak! A..apa'an ini, apa yang kalian lakukan!" seru Cinta ada saat melihat Gala dan Teguh yang sedang beradu mulut dan adu fisik itu.


Cerita sebelumnya ;


Mobil mewah yang dikendarai Gala melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya.


Tiba-tiba Gala melihat Teguh yang sedang mengantarkan penumpangnya.


"Teguh, mungkin dia tahu dimana Cinta tinggal sekarang." ucap dalam hati Gala yang kemudian mengikuti Teguh dalam perjalanannya mengantarkan penumpang.


Gala terus mengikuti sepeda motor matic yang di kendarai oleh Teguh.


Sampailah dijalankan yang sepi, mobil gala mendahului sepeda motor matic yang dikendarai oleh Teguh.


Mobil gala berhenti tepat didepan sepeda motor matic yang dikendarai oleh Teguh itu, dalam posisi menghalangi jalan lajunya kendaraan Teguh.


Teguh berhenti dan turun dari sepeda motornya, demikian pula dengan Gala yang juga turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menghampiri Teguh.


"Kau lagi...kau lagi! kenapa kamu selalu menggangguku!" seru Teguh dengan geram.


"Iya, aku lagi dan akan terus membayangimu sampai kamu katakan dimana cinta tinggal sekarang!" seru Gala yang juga geram.


"Aku tak tahu, dan benar-benar tak tahu dimana Cinta!" seru Teguh.


"Bohong! kau bohong ya!" seru Gala dengan kemarahannya.


"Aku tidak bohong, aku benar-benar tidak tahu!'' Teguh yang terus menyangkalnya.


"Kurang ajar kau!" gertak Gala dan memberikan pukulan yang telak di ulu hati Teguh.


"Bugh...!''


"Aaaghh...!"


Teguh merasakan kesakitan yang sangat amat terasa dan dia berusaha menahannya. Kemudian membalas pukulan Gala dengan pukulan yang tepat mengenai rahang kiri Gala.


"Dagh..!''


"Aagh...!''


Gara mengerang kesakitan dan darah segar mengalir di sudut bibir kanan Gala.


"Kurang ajar!' umpat Gala yang hendak menyerang kembali ke arah Teguh.


Tiba-tiba terdengar suara seorang gadis yang sangat dirindukan Gala dan Teguh, sehingga mampu membuat Gala mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"Cak Teguh, Tuan Galak! A..apa'an ini, apa yang kalian lakukan!" seru Cinta ada saat melihat Gala dan Teguh yang sedang beradu mulut dan adu fisik itu.


Cerita yang sekarang :


"Ci..cinta!" panggil Gala yang kemudian menghampiri Cinta dan mengulas senyum nya seolah tak merasakan lagi rasa sakit yang dialaminya.


"Kalian sedang apa? kenapa saling menyakiti?" tanya Cinta yang memandang satu persatu kedua laki-laki yang ada dihadapannya.


"Cinta, aku mencarimu sepulang dari perlombaan kemarin setelah mengantarkan Fransiska. Tapi restoran tempat kami bekerja sudah tutup. Dan tadi pagi aku mencari kami, namun katanya kamu libur karena mengikuti perlombaan!" jelas Gala seraya memegang kedua lengan Cinta.


Dengan kedua tangannya, Cinta menyibak kedua tangan Gala yang membuatnya terlepas dari memegang kedua lengan Cinta.


"Ma'af bukankah Anda sudah memecat saya? Anda tak membutuhkan saya lagi!" seru Cinta yang menatap tajam Gala.


Kemudian Cinta mengarahkan pandangannya pada Teguh, dan perlahan menghampirinya.


"Cinta, kenapa kamu tak pamit padaku? apa aku berbuat salah padamu?" tanya Teguh yang dengan penasarannya.


"Ma'af ya cak teguh bila saya tak pamit padamu sebelumnya.Cak Teguh tak salah, Cinta hanya ingin kembali mengejar Cita-cita Cinta. Cinta ingin ikut lomba, karena Cinta ingin keluarga Cinta ada yang mengetahui keadaan Cinta pada saat ini. Itu saja, jadi mengertilah kalian" ucap Cinta yang menatap Teguh dan Gala satu persatu.


"Dan untuk apa sih kalian saling bertengkar dan menyakiti begitu? dan itu tak ada gunanya, Cinta tidak suka hal itu!" lanjut seru Cinta .


Semuanya terdiam dan tak ada yang bersuara, hening dalam waktu beberapa detik.


Kemudian Cinta berbalik dan menghampiri Iwan.


Keduanya kemudian melangkahkan kaki dan menghampiri sepeda motor sport milik Iwan yang terpakir di tepi jalan raya.


Cinta dan Iwan mengambil helm dan kemudian naik ke atas sepeda motor sport itu.


Iwan mengendarainya dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya yang menuju ke perkampungan mereka.


"Mereka siapa kamu Cinta?" tanya Iwan yang penasaran.


"Yang pakai mobil tadi mantan bos aku, dan yang pakai jaket ojek online tadi tetangga kosanku yang dulu." jawab Cinta pada saat sepeda motor masih melaju di jalan raya.


"Oh begitu ya, sepertinya mereka ada rasa sama kamu Cin!" seru Iwan seraya mengulas senyumnya.


"Memang mereka pernah mengungkapkannya, tapi sebelumnya mereka sudah mempunyai pasangan. Lagi pula aku tak tahu ini perasaan suka atau karena kami sering bertemu dan jalan bersama. Karena itulah aku ingin menjauh barang sebentar dari mereka!" ucap Cinta dan Iwan paham maksud dari Cinta.


Perlahan Iwan menepikan kendaraannya, karena telah sampai di depan halaman rumah nenek Asih.


"Terima kasih ya kak Iwan" ucap Cinta yang turun dari sepeda motor dan kemudian melepaskan helm dan memberikannya pada Iwan.


"Iya sama-sama, besok kalau butuh sesuatu bisa hubungi saya!" ucap Iwan sembari mengulas senyumnya.


"Hmm.. butuhnya mungkin kalau minta dianterin pada saat lomba lagi! he..he..!'' ucap Cinta sembari terkekeh.

__ADS_1


"Ya nggak apa-apalah, aku malah senang dengan hal itu!" seru Iwan yang mulai menyalakan sepeda motornya.


"Makasih kak!" seru Cinta dan Iwan pun menganggukan kepalanya.


"Assalamu'alaikum..!" ucap salam pamit Iwan.


"Wa'alaikumsalam..!" jawab Cinta dan Iwan melajukan kendaraannya menjauh dari kediaman nenek Asih.


Setelah Iwan hilang dari pandangan mata, Cinta masuk ke halaman dan kemudian sampai di teras rumah nenek Asih.


"Tokk...tokk..tokk..!" Cinta mengetuk pintunya.


"Assalamu'alaikum!" dan dia mengucapkan salam.


Tak berapa lama terdengar sautan dari dalam rumah.


"Wa'alikumsalam..!"


"Klek..klek..ceklek..!" pintu rumah itu terbuka dari dalam, nampak wajah nenek Asih yang semula gelisah meenjadi sumringah karena melihat Cinta yang datang membawa piala dan piagam.


"Cinta!" panggil nenek Asih yang bahagia.


"Iya nek!" jawab Cinta eranya mengulas senyumnya.


"Akhirnya kamu menang, apa kamu dapat kesempatan ke tingkat selanjutnya?" tanya nenek Asih yang penasaran.


"Iya nek, Cinta dapat kesempatan ikut lomba ke tingkat selanjutnya!" seru Cinta dengan semangat.


"Alhamdulillah, ayo-ayo masuk!" ajak nenek Asih seraya memberikan kode isyarat.


"Iya nek!" jawab Cinta yang kemudian masuk ke rumah dan mereka duduk-duduk santai di ruang tamu.


Kemudian menceritakan pengalamannya saat lomba tingkat kelurahan tadi, dan nenek Asih mendengarkannya dengan seksama


"Perlahan-lahan harapan kamu bisa tercapai Cin" ucap nenek Asih yang bangga akan prestasi Cinta.


"Aamiin, semua berkat do'a nenek!" sahut Cinta yang mengulas senyumnya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2