
"Nenek doakan semoga yang kamu cita-citakan bisa tercapai" ucap Nenek Asih.
"Aamiin ya Robbal alaamiin." jawab Cinta dan keduanya saling tersenyum.
Setelah mandi dan sholat Maghrib, Cinta segera berangkat ke acara lomba dengan membawa semua bahan dan peralatannya.
Lomba yang diikuti Cinta bukan yang kelompok, karena Cinta masih baru dan belum begitu mengenal warga disekitarnya.
"Cinta!" panggil Iwan pada saat melihat Cinta yang kebingungan.
"Eh kak Iwan" balas Cinta sembari mengulas senyumnya.
"Kamu lombanya setelah antar kelompok ya!" seru Iwan seraya menulis di bukunya.
"Oiya, trus persiapannya bagaimana?" tanya Cinta seraya melihat situasi.
"Kamu gabung yang di sebelah sana! mereka juga ikut lomba masak yang independen" ucap Iwan seraya menunjuk ke arah yang dia maksudkan.
Tak berapa lama lomba memasak antar kelompok dimulai. Acara pun sangat meriah.
Cinta menyempatkan berkenalan dengan yang lainnya dan mereka memperhatikan para peserta lomba.
Di akhir lomba, Iwan menghampiri mereka dan mengatakan sesuatu.
"Ma'af buat peserta masak yang independen, silahkan kalian mencari posisi bergantian dengan peserta lomba yang kelompok.
Hasil dari lomba memasak secara kelompok pun mulai dinilai para juri, dan peserta yang memasak secara independen mulai mempersiapkan diri mereka.
"Perhatian! untuk lomba masak indepanden, mohon diperhatikan : waktu penyajian :30 Menit, Untuk Penyajian : 3 Porsi. Masakan yang di lombakan : Nasi Goreng Kategori :makanan utama, Masakan :nasi Durasi Persiapan :15Menit, Durasi Masakan :15Menit Total Durasi :30 Menit" ucap Iwan diatas panggung.
Dan Cinta sudah mempersiapkan peralatan dan juga bahan-bahanya di meja untuk lomba memasak.
Nasi goreng Special ala Cinta
Bahan :
1 sdm mentega
2 sdm bawang bombay, cincang
2 sdm minyak ayam
300 gram nasi putih agak pera
2 butir telur ayam
2 sdm kecap manis
100 g daging dada ayam rebus yang disuwir halus
50 g daun kol iris halus
Bumbu, haluskan:
3 butir bawang merah
__ADS_1
2 siung bawang putih
2 buah cabai merah besar
1 buah cabai merah keriting
3 buah cabai rawit merah
1 sdt terasi goreng
1 sdt garam
Cara Membuat Nasi Goreng ala Cinta ;
Panaskan mentega hingga lelah dalam wajan.
Masukkan bawang bombay, aduk hingga layu.
Tambahkan bumbu halus, aduk hingga harum dan matang lalu angkat.
Panaskan minyak ayam dalam wajan.
Masukkan nasi, aduk-aduk hingga tercampur rata dan panas.
Masukkan telur dan kecap, aduk hingga rata.
Tambahkan bumbu nasi goreng yang sudah ditumis dan daun kol, suwiran ayam lalu aduk hingga seluruhnya tercampur rata. Angkat.
Sajikan hangat dengan kerupuk udang.
Tiga puluh menit kemudian, Cinta telah selesai memasak. Dan mulailah dia menggarnish nasi gorengnya.
Dan tibalah di akhir acara, penjurian untuk lomba memasak di tingkat kampung untuk memeriahkan HUT RI.
Setelah beberapa lomba telah disebutkan termasuk lomba memasak kelompok, kini giliran lomba masak independen lah yang disebutkan oleh pembawa acara dari hasil penilaian para juri.
"Setelah menilai dari penyajian dan rasa, para juri telah mendapatkan pemenang lomba memasak independen. Dan juara satu untuk lomba memasak independen dengan menu masakan Nasi goreng adalah.... Cinta..!" seru Iwan saat berada di panggung.
"Plok..plok...plok....!"
Tepuk tangan pun riuh menyambut si pemenang lomba.
Cinta yang hanya coba-coba tak menyangka kalau menang, kemudian Cinta maju dan naik ke panggung bersama pemenang-pemenang lomba lainnya.
Semuanya mendapat hadiah hiburan dari panitia, dan juga sejumlah uang.
Walau tak banyak, tapi lumayanlah sebagai pengganti lelah dan juga pengganti bahan-bahan untuk memasak tadi.
Acara di akhiri dengan makan-makan masakan yang ikut lomba tadi, dan para warga penasaran dengan masakan nasi goreng Cinta.
Dan satu persatu mereka mengincipi dan merasakan memang benar-benar enak dan gurih nasi goreng buatan Cinta itu.
"Cinta, nasi goreng kamu benar-benar enak. Pantas saja para juri tadi sangat menyukainya!" seru Iwan yang sehabis merasakan nasi goreng buatan Cinta.
"Terima kasih, tapi saya masih tahap belajar kok!" ucap Cinta yang merendah.
"Bisa saja kamu ini, aku tahu kalau kamu ini bekerja di restoran Mirama. Kenapa kamu ikut lomba ecek-ecek seperti ini?" tanya Iwan yang penasaran.
__ADS_1
"Aku hanya coba-coba saja dan untuk menambah pengalaman aku saja" jawab Cinta yang tetap merendah.
"Aku sarankan kalau kamu ikut lomba memasak tingkat kecamatan dan kabupaten. Yang sebentar lagi akan di gelar di balai kota!" seru Iwan yang berdiri menghadap Cinta.
"Iya, aku sudah tahu tentang lomba tersebut dan akan aku coba. Tadi sempat browsing-browsing tentang lomba-lomba itu!" balas seru Cinta.
"Ok kalau begitu, semoga sukses!" seru Iwan seraya mengulurkan tangannya.
"Aamiin ya Robbal alaamiin, terima kasih!" ucap Cinta seraya menerima uluran tangan dari Iwan dan keduanya saling mengulas senyum mereka.
"Oiya, ma'af saya harus cepat pulang. Mau istirahat karena besok pagi saya harus kembali bekerja." ucap Cinta seraya menangkupkan kedua tangannya dan diletakkan didadanya.
"Iya silahkan, selamat Istirahat!" balas ucap Iwan.
"Assalamu'alaikum..!" ucap salam pamit Cinta.
"Wa'alaikumsalam..!" balas Iwan dan Cinta melangkahkan kakinya meninggalkan acara lomba yang diisi dengan acara main gitar dan menyanyi dari para pemuda dan juga pemudi yang masih di lokasi perlombaan.
Dengan membawa hadiah hasil lomba memasak tadi, Cinta melangkahkan kaki menuju ke rumah nenek Asih.
"Cinta..!'' ada yang memanggil Cinta dari belakang.
Gadis itu menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya.
"Nenek Asih? Nenek juga menonton lomba tadi?" tanya Cinta yang penasaran.
"Iya, nenek juga ikut menonton lomba" jawab nenek Asih sembari mengulas senyumnya.
"Wah, nenek pasti lihat Cinta memasak ya?" tanya Cinta yang memang jelas jawabannya.
"Iya jelas! Selamat ya Cinta, dan nenek ikut bangga karena kemenangan kamu sayang!" jawab nenek Asih seraya mengulas senyumnya.
"Terima kasih nek, ayo kita pulang!" ucap Cinta dan Nenek Asih menganggukkan kepalanya. Mereka berdua melangkahkan kaki menuju ke rumah tempat mereka tinggal.
Mereka pun masuk setelah nenek Asih membuka pintu rumah nenek Asih.
Nenek Asih menutup pintu dan segera menguncinya.
Cinta membuka dan menyerahkan hadiahnya pada nenek Asih.
"Nek, hadiahnya tak seberapa. Tapi lumayan hadiah hiburannya berupa satu set panci dan juga uang tunai lima ratus ribu rupiah bisa nenek gunakan untuk kepentingan kita nek!" ucap cinta seraya menatap Nenek Asih.
"Uang dari pensiunan nenek masih cukup untuk biaya hidup kita, uang itu pergunakanlah buat kamu modal usaha atau keperluan mendadak kamu!" ucap nenek Asih seraya mengulas senyumnya dengan ramah.
"Tapi nek?" ucap Cinta yang tak enak hati.
"Nenek terima yang satu set panci ini saja, sudah jangan khawatir!" ucap nenek Asih yang mengambil satu set panci tersebut dan membawanya ke dapur.
Cinta memandang kepergian nenek Asih, dan kemudian menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya pelan-pelan.
Gadis itu kemudian melangkahkan kakinya ke kamar sembari memasukkan uang dari hadiah lomba itu ke dalam dompetnya.
....~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...