
"Perlahan-lahan harapan kamu bisa tercapai Cin" ucap nenek Asih yang bangga akan prestasi Cinta.
"Aamiin, semua berkat do'a nenek!" sahut Cinta yang mengulas senyumnya.
...****...
Keesokan harinya seperti biasa setelah menyelesaikan aktifitas di rumah dan juga sarapan bersama nenek Asih, Cinta berangkat ke tempat kerja seperti biasanya dengan berjalan kaki.
Tak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Cinta telah sampai di restoran Mirama. Dan dia langsung menuju ke tempat dimana biasa dia bekerja.
Seperti biasa Cinta menyiapkan semua peralatan dan juga bahan yang dia butuhkan dengan secepatnya, karena waktu sudah tak memungkinkan lagi.
Tiba-tiba Damira datang dengan wajah pucatnya menghampiri Cinta.
"Cinta, kamu repot tidak?" tanya Damira yang kebingungan .
"Ya tidak sih? memangnya ada apa?" tanya Cinta yang penasaran.
"Chef Rena tidak bisa masuk, baru saja dia mengalami kecelakaan!" jawab Damira.
"Innalillahi wa Innalillahi roji'uun, apa maksud kak Damira aku menggantikan menu masakan chef Rena benar begitu?" tanya Cinta yang penasaran.
"Iya, itu maksud aku. Apa kamu bisa memasak-masakan Cheff Rena?" jawab sekaligus tanya Damira.
"Baik, akan saya coba, menunya apa saja ya?" tanya Cinta yang ingin tahu.
"Bulgogi, Tumis Buncis, dan Dori gandum. Sepertinya itu menu yang di pegang oleh Chef Rena." jawab Damira.
"Baiklah, akan saya coba. Berarti aku pegang enam menu sekaligus ya?' tanya Cinta.
"Iya, kamu bisa kan?" jawab sekaligus tanya Damira.
"Sepertinya aku butuh asisten" gumam Cinta yang memikirkan pekerjaannya.
"Tapi siapa?" tanya Damira yang kebingungan.
"Bolehkah aku mengajak teman aku untuk jadi asisten aku?" tanya Cinta yang tiba-tiba ingat dengan Rena.
"Tentu saja boleh! cepat kamu hubungi dia, masalah data-datanya menyusul saja. Karena tempat kita sudah di booking oleh pejabat untuk rapat mereka. Dan menu masakannya yang ada di restoran ini, yang semua tergantung karena menunya prasmanan." jelas Damira.
"Jumlah pesertanya kira-kira berapa?" tanya Cinta yang mencoba mengira-ira masakannya nanti.
"seratus orang, dan mereka nanti akan berada di lantai dua. Dan itu untuk makan siang saat ini." jelas Damira.
"Baiklah, aku akan segera hubungi kak Iwan" ucap Cinta yang meraih ponselnya dan dia menghubungi Iwan.
"Aku percayakan semua padamu Cinta" ucap Damira yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Cinta.
Setelah menghubungi Iwan, Cinta segera mencari tahu tentang resep tiga menu masakan yang biasa dimasak oleh chef Rena di ponselnya.
Berikut ini resep-resep masakannya ;
* Dori Gandum
Bahan:
- 300 gram dori fillet
Bahan marinasi:
- 1 putih telur
- garam secukupnya
- merica secukupnya
- kaldu jamur secukupnya
- 1/2 sdt baking soda
Bahan kering:
- tepung maizena
Bahan tumisan:
- mentega
- 1 kuning telur + 1 sendok air
- bawang putih
- cabai
- daun jeruk
__ADS_1
- 5 sdm sereal
- 1 sdm susu bubuk
- garam
- kaldu jamur
Cara memasak:
Marinasi dori dengan bahan marinasi selama 20 menit. Masukkan ke kulkas.
Lumuri dengan tepung maizena, goreng.
Panaskan mentega di teflon. Masukkan kuning telur dan air secara perlahan sembari terus diaduk.
Masukkan bawang putih, cabai, dan daun jeruk.
Tambahkan sereal.
Masukkan susu bubuk, garam, dan kaldu jamur sesuai selera.
Masukkan dori tepungnya.
* Bulgogi
Bahan:
- 175 gram beef short plate slice
- daun bawang, potong tipis
- 1 sdt biji wijen
- 1/2 butir bawang bombay, potong ukuran besar
Bumbu halus:
- 2 sdm kecap asin
- 1 daun bawang
- 1/4 btr bawang bombay ukuran besar
- 1 sdm gula pasir
- 1 slice buah pir
- 1 sdt minyak wijen
- sejumput garam
Cara memasak:
Blender semua bumbu halus.
Marinasi daging dengan bumbu halus selama 10-15 menit.
Olesi wajan dengan minyak. Masukkan bawang bombay.
Masukkan daging sapi terpisah dari bombay. Jangan diaduk selama 1 menit.
Aduk bombay dan satukan dengan dengan daging.
Masukkan 2 sdm air. Masak sampai matang.
Sajikan dengan topping daun bawang dan biji wijen.
* Tumis buncis sapi giling saus tiram.
Bahan:
- 200 gram buncis
- 200 gram daging sapi giling
__ADS_1
- 1 bawang bombay iris
- 5 butir bawang putih (cincang kasar)
- 5 cabai rawit (potong-potong)
Bumbu:
- 1 sachet saus tiram
- 2 sdm kecap manis
- 1 sdt garam(sesuai selera)
- 1/2 sdt lada bubuk
- pengental (1/2 sdm tepung maizena+2 sdm air)
Cara memasak:
Panaskan 2 sdm minyak sayur, tumis bawang bombay.
Masukkan bawang putih dan cabai.
Tambahkan lada hitam dan garam.
Masukkan saus tiram dan kecap.
Rebus buncis. Sajikan buncis dengan daging giling saus tiram.
Setelah sudap paham, Cinta segera membuat menu masakan itu dan juga tiga menu masakan ala baratnya.
Tak berapa lama Damira datang bersama seorang laki-laki yang tak lain adalah Iwan.
"Cinta" panggil Damira disela-sela aktifitas Cinta.
"Eh, kak Damira!" balas Cinta yang pandangannya memandang ke arah Iwan.
"Hallo Cinta!" sapa Iwan sambil mengulas senyumnya.
"Hai kak Iwan" balas Cinta yang juga mengulas senyumnya.
"Jadi benar dia yang kamu tunjuk buat membantu kamu?" tanya Damira pada Cinta.
"Iya kak!" jawab Cinta.
"Kalau begitu aku tinggal ya, dan kalian. semoga bisa saling bekerja sama. Kepuasan pelanggan adalah investasi kita!" ucap Damira seraya menunjukkan jadi jempolnya.
Cinta juga membalas dengan jari jempolnya, setelah itu Damira melangkah meninggalkan Cinta dan juga Iwan.
"Kak Iwan, selamat bekerja!" ucap Cinta.
"Mohon petunjukmu wahai senior!" ucap Iwan berlagak seperti aktor Jet Li saat memberi hormat.
"Ha..ha..ha..!" bisa bercanda pula kak Iwan ini!" seru Cinta yang tertawa terpingkal-pingkal.
"Eh, ayo kerja! katanya hari ini kita sibuk!" seru Iwan.
"Oiya, he..he..melepaskan ketegangan sebentar!" ucap Cinta yang kemudian mengarahkan pekerjaan buat Iwan.
Keduanya saling bekerjasama dengan sesekali bercanda dan bercerita.
Dan dari cerita Iwan itulah, Cinta tahu kalau Iwan dulunya juga lulusan tata boga saat masih sekolah menengah kejuruan.
Iwan juga pernah berprestasi menang lomba memasak sampai tingkat kecamatan, dan setelah itu dia tereliminasi.
"Pantas saja kak Iwan minta tolong untuk bisa masuk kerja di restoran Mirama ini, ternyata kak Iwan jago masak juga! he..he..!" ucap Cinta.
"Iya, tapi nggak sejago diri kamu Cinta, soalnya kemampuan kamu bisa diapresiasikan. Sedangkan aku menganggur, dan terlibat jadi panitia kalau ada even lomba memasak saja. Selebihnya berdiam diri dirumah saja." jelas Iwan.
"Ah kak Iwan, jadi panitia lomba itu juga keren!" ucap Cinta dan keduanya saling mengulas senyum mereka, dan selanjutnya mereka melanjutkan acara memasak sampai selesai.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1