CHEF CINTA

CHEF CINTA
Mendaftar ke Kampus Gala


__ADS_3

"Saat aku belanja tadi, sempat lihat Shopia membonceng pada Ayudia. Dan dia tampak mesra" kata Cinta, Sementara Risky dan Dara menyimak dengan serius.


"Wah, jika mereka ada affair kasihan Chef Alleno dan Nila!" seru Dara yang menatap Cinta dengan serius.


"Lebih baik kita simpan berita ini. Bisa jadi mereka saudara jauh dan baru ketemu di Restoran ini?" kata Risky yang menanggapinya dengan positif thingking.


"Iya, kita perlu selidiki kebenarannya dulu. Biar tak jadi fitnah!" ucap Cinta.


"Trus masalah kamu dengan bos Gala, itu bagaimana?" tanya Dara penasaran.


"Iya, yang sebenarnya itu bagaimana?" tanya Risky yang juga penasaran.


"Hm..hm..! Jangan buat gosip di restoran ini, atau kalian di pecat!" terdengar suara khas yang membuat Cinta, Dara dan Risky sedikit melompat.


"Eh, tuan Gala" ucap Risky yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat melihat Gala yang berdiri bersandar di kusen pintu restoran.


"Cinta, ayo ikut!" seru Gala yang tanpa menunggu balasan dari Cinta langsung melangkahkan kaki keluar restoran.


Cinta memandang kedua temannya, kemudian berpamitan pada mereka.


"Ma'af aku harus duluan, sebelum Srigala itu mengamuk!" ucap Cinta sembari tersenyum.


"Selamat berdua dengan Srigala!" seru Risky.


"Awas gigitanya buat jadi vampir lho! ha..ha..!" goda Dara yang membuat ketiganya tertawa.


Cinta setengah berlari menuju keluar restoran dan menghampiri Gala yang berdiri bersedekap dan menyandar di samping mobil.


"Lama sekali!" ucap Gala yang melangkahkan kaki menuju sisi kanan mobil dan dimana dia akan mengemudi.


"Yah aku kan perempuan, nggak ada waktu sedikitlah untuk membuka pintu untukku?" gerutu Cinta yang akhirnya dia membuka sendiri pintu mobil Gala itu.


"Dasar manja..!" umpat Gala yang sudah masuk dan memasang sabuk pengamannya.


"Eh, si Ugly girl pasti tak bisa memakai sabuk pengamannya!" gumam Gala dalam hati, yang kemudian dia reflek hendak memasangkan sabuk pengaman Cinta.


Melihat hal iitu Cinta tersentak kaget.


"Hei, mau apa kamu!" seru Cinta karena posisi wajahnya dengan wajah Gala hanya sepuluh centi meter.


"Ya ma..mau masangin sabuk pengaman ka..kamu!" balas Gala yang merasa tak bersalah.


"Kau lihat!" seru Cinta seraya memperlihatkan sabuk pengaman yang sudah menyilang di tubuhnya.


"Oh, sudah bisa ya!" ucap Gala yang kemudian menarik tubuhnya kembali ke posisi semula.


"Kau kira wajahku yang buruk, aku tak bisa pasang sabuk pengaman?" seru Cinta kesal.


"Kan biasanya begitu, apalagi kamu kan dari kalangan yang belum pernah naik mobil mewah!" celetuk Gala yang mulai menyalakan mobilnya.

__ADS_1


"Serasa ingin memberi warna lebam di pipinya! tapi aku harus bersabar! demi kuliah, iya aku harus kuliah. untuk masa depanku!" ucap Cinta dari dalam hati.


"Kita mau kemana tuan Galak!" seru Cinta tanpa melihat Gala.


"Katanya mau kuliah, mama menyuruh aku mengantarkan kamu ke kampus!" seru Gala yang membalas tak melihat Cinta.


"Kampus? jadi benar Cinta bisa kuliah?" tanya Cinta yang kali ini memandang Gala dengan berbinar-binar.


Tanpa sengaja Gala melihat wajah Cinta yang berbinar-binar itu.


"Heh! seperti anak kecil yang mendapat mainannya saja!" gerutu Gala yang sedikit mendengus kesal jika mengingat dia harus satu kampus dan bahkan antar. jemput gadis di sebelahnya itu.


"Biarin! aku mau satu jurusan sama tuan Galak, biar bisa selalu mengoda pria yang suka marah-marah tak jelas ini!" ucap Cinta yang membuat Gala sempat menghentikan laju kendaraannya.


"Satu jurusan? tidak boleh, bisa-bisa kau membuatku tak bisa menerima pelajaran!" seru Gala kesal.


"Wah tak bisa menerima pelajaran, karena mikirin aku ya?" goda Cinta seraya menaik turunkan kedua alisnya.


"Mikirin kamu? Cihh...! amit-amit, lebih baik aki mikirin Siska kekasihku!" ucap Gala yang melajukan kendaraannya.


Cinta mengulas senyum dan memandang ke arah jalan raya di depannya.


Jam tujuh malam Mereka telah sampai di kampus favorit dimana Gala berkuliah.


Setelah mobil terparkir di tempat parkir, Gala dan Cinta turun kemudian melangkahkan kaki menuju keruang bagian penerimaan mahasiswa kampus.


"Tokk..tokk...tokk...!"


"Masuk..!" seru seorang petugas dari dalam ruangan.


"Selamat malam pak!" salam Gala saat masuk ke ruangan itu.


"Oh tuan Gala, masuk!" sambut laki-laki setengah baya itu dengan ramah.


"Apa papa dan mama sudah bilang akan memasukkan seorang gadis di kampus ini?" tanya Gala saat duduk di Sofa bersama Cinta di sampingnya.


"Benar, dan ada dua jurusan uang masih kosong. Akuntasi dan Tata boga!" jawab Petugas itu.


"Akuntansi? No..! kamu tidak boleh satu jurusan denganku!" seru Gala lantang.


"Oke kalau itu mau kamu! Tata boga juga tidak apa-apa!" ucap Cinta seraya tersenyum.


"Hei kenapa kamu tersenyum?" tanya Gala penasaran.


Cinta hanya mengulas senyumnya.


"Tata boga, ini berarti aku bisa menjadi Chef! Iya aku harus yakin jadi chef. Chef kan tak perlu cantik, yang penting bisa masak dan masakannya di sukai banyak orang. Satu lagi, aku akan mengalahkan kesombongan Tuan Galak!" Cinta yang membatin.


"Aneh! Gila kali ini orang karena dapat kuliah gratis!" gumam Gala saat melihat Cinta yang senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Gala kemudian menepuk kedua tangannya tepat di wajah Cinta.


"Plok..plok..plok...!"


"Astaghfirullah..! aku bukan burung Dara yang harus ditepukin kali!" seru Cinta yang sudah tersadar dari lamunannya.


"Habisnya senyam-senyum sendiri, kesambet setan, kesurupan nanti!" seru Gala kesal.


"He .he..! habisnya tidak menyangka akan kuliah di kampus yang sekeren ini!" ucap Cinta yang menutupi kata hatinya.


"Dasar orang miskin ya begini! katro!" gerutu Gala yang membuat Cinta melayangkan cubitan di pinggang Gala.


"Auw..! sakit tahu..!" seru Gala penuh emosi.


"Makanya punya mulut itu di jaga!" seru Cinta kesal.


"Kalian jangan bertengkar di ruangan saya ya!" ucap petugas itu.


"Eh ma'af pak!" ucap Cinta yang tak enak hati.


"Saudari Cinta, anda mulai kuliah besok malam jam delapan sampai jam sebelas. Di jurusan Tata boga" kata petugas itu.


"Baiklah saya mengerti" ucap Cinta.


"Kalau begitu kami permisi ya pak!" ucap Gala yang kemudiaan berdiri dari duduknya dan Cinta mengikutinya.


Gala yang membawa tas ransel , namun hanya bahu kanannya saja yang di bahu sebelah kananya yang menopang tas ranselnya.


Pemuda itu melangkah keluar ruangan dan diikuti oleh Cinta.


"Kau, duduk di situ, tunggu sampai aku selesai kuliah!" seru Gala seraya menunjuk ke arah kursi yang berada di taman kampus.


"Oh yang itu?" tanya Cinta yang memastikan.


"Iya, tunggu sampai aku selesai kuliah!" ucap Gala yang tak mengulangi perkataannya, dan dia melangkah menuju ke ruang jurusannya.


Cinta kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah kursi yang di tunjukkan Gala.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


~


__ADS_2