
Cinta kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah kursi yang di tunjuk oleh Gala.
"Aduh menunggunya sampai jam berapa ya? saat ini sudah jam delapan malam. Hoaaaeemm...!" kata dalam hati Cinta seraya menguap.
Cinta membaringkan tubuhnya di bangku taman itu.
"Tidur sebentar sajalah! Nggak kuat capeknya, huaaheemm..!" batin Cinta dan sekali lagi dia menguap.
Cinta akhirnya terlelap dalam tidurnya, diatas bangku itu.
Pada saat jeda istirahat, Gala sengaja keluar dan dia sedang mencari keberadaan Cinta,
"Kemana gadis itu? apa dia pulang tanpa menungguku?" tanya dalam hati Gala yang entah kenapa ada perasaan khawatir juga di hatinya.
Setelah mencari kesana dan kemari, akhirnya Gala menemukan Cinta yang saat ini terbaring di bangku taman dengan nyenyaknya.
"Oh, di sini kamu rupanya!" ucap Gala yang melihat Cinta meringkuk karena kedinginan.
Gala kemudian melepaskan jaketnya dan di selimutkannya di atas tubuh Cinta.
Tanpa sengaja Gala melihat secara dekat wajah sebelah kiri Cinta yang tak ada bekas luka bakarnya.
"Hm..! ternyata anak ini cantik juga.Tapi..ah, lebih cantik Fransiska!" ucap dalam hati Gala.
Namun dia tak bisa membohongi dirinya sendiri kalau saat ini jantungnya sedang berdisco ria.
Setelah menyelimuti Cinta, Gala masuk kembali ke dalam ruangannya.
Sedangkan Cinta merasakan tubuhnya yang sedikit menghangat dari selimut jaket dari Gala.
"Kenapa tubuhku tiba-tiba hangat ya?" tanya dalam hati Cinta yang kemudian dia menggeliat dan membuka kedua matanya.
"Apa ini? bukankah ini jaketnya tuan Galak?" tanya dalam hati Cinta yang kemudian dia senyum-senyum sendiri.
"Rupanya dia sudah ada sedikit perasaan buat aku, he..he..tuan Galak! Ini langkah awal di misiku." lanjut dalam hati Cinta berkata.
Kemudian Cinta melanjutkan tidurnya kembali.
Beberapa menit kemudian Gala telah menyelesaikan mata kuliahnya untuk hari ini.
Kampus di mana Gala kuliah adalah sebuah kampus untuk masyarakat menengah ke atas yang keseharian mahasiswanya bekerja.
Dan kampus ini di naungi oleh yayasan yang di dirikan oleh papanya Gala.
Oleh karena itu, di kampus itu tak ada yang berani macam-macam pada Gala.
Laki-laki itu kemudian melangkahkan kakinya menuju ke bangku taman dimana Cinta sedang tidur.
"Wah, masih nyenyak juga ini bocah!" seru Gala yang kemudian menggoyang-goyangkan tubuh Cinta.
"Ugly..bangun! Bangun Ugly!" seru Gala, namun Cinta masih belum bergeming.
"Ugly bangun...!" seru Gala dan lagi-lagi Cinta tak bergeming.
__ADS_1
"Dasar kebo!" umpat Gala yang kemudian mencoba menggulingkan bangku dimana Cinta tidur diatasnya.
"Brukk..!"
Cinta jatuh dari bangku tersebut.
"Aauww..!"
Gadis itu mengerang kesakitan.
"Apa ada gempa bumi ya?" tanya Cinta yang bangkit dari terjatuhnya sekarang ini mengusap-usap lengan dan tubuhnya yang kotor karena terjatuh tadi.
"Rasain dasar kebo! ini bukan gempa, tapi bangku yang aku gulingkan! he..he..!" seru Gala dengan tertawa seolah tak bersalah.
"Dasar Srigala!" balas umpatan Cinta sedikit mengerucutkan mulutnya dan bersiap mencubit Gala.
Gala yang tahu akan niat Cinta segera berlari menghindar.
Cukup lama mereka berlarian kejar-kejaran, hingga menjadi pusat perhatian mahasiswa lainnya.
"Apa kalian akan seperti ini terus?" tanya salah seorang mahasiswa yang melihat aksi kedua sejoli itu.
"Sudah malam, apa besok kalian tidak kerja?" tanya mahasiswa yang lainnya yang kemudian meninggalkan kedua anak manusia itu.
Gala berhenti dari larinya dan juga demikian dengan Cinta.
Keduanya saling pandang dan Gala melihat ke arah jam tangannya.
"Oiya, sudah pukul sebelas malam!" ucap Gala yang sangat terkejut.
Namun sebelumnya Gala sempat mengambil tas ranselnya yang ada di samping bangku dimana Cinta tadi tidur.
"Eh, Srigala tunggu..!" seru Cinta yang setengah berlari mengejar Gala yang meninggalkannya sendirian.
"Cepatlah sedikit Ugly!" seru Gala dan Cinta berhasil menyusulnya.
Mereka pun berjalan beriringan menyusuri lorong kampus.
Dan beberapa menit kemudian mereka telah sampai di tempat parkir kampus, dan mereka melangkahkan kaki menuju ke tempat parkir mobil Gala.
Seperti biasa Gala langsung masuk di belakang kemudi, tanpa membukakan pintu untuk Cinta.
"Iihh.. dasar Serigala!" umpat Cinta kesal karena tidak mendapat perhatian dari Gala.
Setelah membuka pintu mobil, Cinta masuk dan duduk di kursi depan tepatnya di samping Gala.
"Seperti biasa, tak respect sama kaum perempuan!" gerutu Cinta yang tanpa menoleh ke arah Gala.
"Hei, respectku hanya buat mama dan Fransiska. Kalau kamu no way!" seru Gala yang mulai menyalakan mobilnya dan perlahan melajukan mobil keluar dari kampus.
"Tuan Gala yang terhormat, nanti saya di turunkan di mana?" tanya Cinta yang menyempatkan menoleh ke arah Gala.
"Ya seperti biasa, memangnya di mana lagi?" jawab Gala tanpa menoleh.
__ADS_1
"Oh" ucap Cinta yang kemudian mengambil ponselnya dan mencari nama seseorang di phone booknya.
"Hei, kamu mau apa?" tanya Gala penasaran.
"Ya telepon malaikat penolongku lah! tidak seperti kamu, hei srigala pengganggu!" seru Cinta yang membuat Gala menoleh dengan senyum kecut ke arah Cinta.
"Malaikat penolong? Oiya kamu kan memang orang yang sangat perlu di kasihani ya! he..he..!" ucap Gala dengan terkekeh.
"Kau, sangat keterlaluan!" seru Cinta yang menoleh ke arah Gala dengan wajah kesalnya dan kemudian membuang muka ke arah luar jendela, tanpa berkata sedikitpun pada Gala.
"Cinta, akan aku buat kamu nggak betah bersamaku. Dan kamu keluar dari Restoran ku!" tekat dalam hati Gala mengulas senyum tipis di bibirnya.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di depan restoran Bali Ndeso milik keluarga Hutomo.
"Nah, sudah sampai!" seru Gala saat sudah memberhentikan laju kendaraannya.
"Nah sudah sampai, cepat turun!" seru Gala dengan suara yang meninggi.
"Iya-iya tuan Srigala!" balas seru Cinta yang kemudian dia turun dari mobil.
Cinta melangkahkan kakinya agak menjauh dari Gala, sementara Gala sengaja tidak langsung pulang.
"Aku ingin tahu, siapa malaikat penolongnya itu!" gumam Gala dalam hati yang penasaran.
Lumayan lama Cinta menunggu orang yang tadi di teleponnya.
"Hei, beneran ada yang menolong dia nggak sih?" ucap Gala yang penasaran.
Nampak oleh Gala, Cinta sibuk dengan ponselnya.
Dan tak berapa lama muncullah seseorang yang memakai jaket ojek Online yang menghampiri Cinta.
"Ha..ha..! kenapa nggak kepikiran olehku yA? malaikat penolongnya itu seorang driver Ojol!" gumam Gala yang tertawa sinis.
Gala masih melihat Cinta yang naik ke atas motor Ojol itu dan mereka berjalan meninggalkan restoran Bali Ndeso.
Dan tak berapa lama, mereka telah menghilang dari pandangan Gala.
Gala kemudian putar balik dan melajukan mobilnya untuk pulang ke rumahnya.
"Cinta-cinta, malaikat penolongnya seorang Ojol! he...he..!" ucap Gala yang tertawa terkekeh seraya menggelengkan kepalanya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
~