
Gala melangkah pergi meninggalkan restoran dan masih mengikuti kemana Teguh pergi.
Di jalan yang sepi, mobil Gala menghalangi sepeda motor Teguh.
Mobil itu berhenti tepat dihadapan sepeda motor Teguh yang sedang melaju itu, dan hal itu membuat Teguh sangat terkejut.
Teguh berhenti, dan Gala keluar dari mobilnya lalu menghampiri Teguh.
"Hei, kau!" seru Teguh yang tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya saat ini dan dia melepaskan helmnya.
"Kau, bukankah kau yang selama ini bersama Cinta?" tanya Gala pada saat sudah berhadapan dengan Teguh.
"Iya, aku memang selama ini selalu bersama Cinta. Bukankah kamu mantan bosnya Cinta?" jawab sekaligus tanya Teguh untuk memastikannya.
"Iya, aku memang mantan bos Cinta. Aku mau mencari Cinta untuk mengajaknya kembali bekerja di restoran aku. Dan kamu pasti tahu dimana Cinta sekarang?" tanya Gala dengan menatap tajam Teguh dan sangat berharap mendapat jawaban tentang keberadaan Cinta dari mulut Teguh.
"Aku tidak tahu, dan aku pun sedang mencarinya!" jawab dari Teguh yang sedikit berbohong.
"Bohong! kamu pasti tahu dimana Cinta sekarang!" seru Gala yang tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Teguh.
"Aku bicara yang sejujurnya karena sekarang ini aku juga sedang mencarinya!" seru Teguh yang berusaha menutupi kebohongannya.
Dan Gala tahu kalau Teguh bohong , dari kedua mata Teguh yang berkata lain.
Gala emosi dan dia mendaratkan beberapa pukulan di wajah dan perut Teguh.
"Bagh.... bugh...!"
"Aaagh..!" Teguh mengerang kesakitan dan keluarlah darah di sudut bibir driver Ojol itu.
"Sudah aku bilang, aku tak tahu dimana Cinta sekarang!" seru Teguh yang tidak melakukan perlawanan apapun dan hanya memegang bagian tubuhnya yang sakit karena pukulan dari Gala.
"Masih juga berbohong kau!" seru Gala yang kemudian mendorong tubuh Teguh dengan kuat, dan akibatnya Teguh terjungkal ke belakang dan Teguh berusaha untuk kembali berdiri.
"Awas ya! kalau aku tahu kamu berbohong, aku bisa membuatmu keluar dari pekerjaan kamu saat ini juga!" ancam Gala yang menepuk-nepukkan telapak tangannya dari sesama telapak hingga bahunya, untuk membersihkan debu yang menempel yang merupakan ciri khasnya yang terkenal sombong itu.
Teguh hanya diam saja, namun menatap Gala dengan tajam, saat Gala masuk ke dalam mobilnya.
Setelah mobil yang dikendarai Gala melaju dan menghilang dari pandangan, Teguh memakai kembali helmnya dan dia melajukan sepeda motornya kembali ke tempat kosnya.
"Cinta, tampaknya aku mendapat saingan berat untuk mendapatkan hati kamu!" gumam dalam hati Teguh saat melajukan sepeda motornya menyusuri jalan menuju ke tempat kosnya.
Sesampainya di depan tempat kos, Teguh mendorong sepeda motornya dan melewati kamar dimana kemarin Cinta masih berada di dalamnya.
Teguh memandangi kamar itu sejenak dan kemudian melanjutkan langkahnya mendorong sepeda motornya, untuk menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Sesampainya di depan kamar kosnya, Teguh segera memarkirkan sepeda motornya dan melepaskan helmnya, kemudian Teguh masuk ke kamarnya.
Setelah melepaskan jaket ojolnya, Teguh mengambil air dingin di lemari es dan menuangkannya dalam baskom.
Setelah mengambil slayernya, Teguh segera membersihkan luka sekaligus mengobati luka lebam di wajahnya.
"Cinta...Cinta...dimana kamu sekarang? kenapa ponsel kamu tidak aktif?" pertanyaan dari dalam hati Teguh seraya menempel-nempelkan slayer basah itu di sudut bibirnya.
Setelah selesai dengan mengompres luka lebam itu, perlahan Teguh membaringkan tubuhnya di kasur busanya dan mulai dia memejamkan kedua matanya.
Teguh mulai masuk kedalam mimpinya.
...****...
Keesokan harinya di rumah nenek Asih, jam dinding menunjukkan pukul 04.30 Wib.
Cinta bangun dari tidurnya dan segera membereskan tempat tidurnya itu.
Setelah itu dia melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi dan berniat untuk Wudlu.
Setelah berwudlu Cinta kembali melangkahkan kaki menuju ke kamarnya dan mengambil mukenanya, lalu dia menunaikan ibadah sholat subuh.
Beberapa menit kemudian Cinta selesai menjalankan ibadah sholat subuh dan melipat serta meletakkan kembali mukenanya ke tempat semula.
Selesai melakukan semuanya itu Cinta melangkahkan kakinya menuju ke dapur, dan di dapur ternyata nenek Asih sudah ada di tempat itu.
"Pagi juga Cinta, kamu sudah bangun ya?" balas sekaligus tanya dari nenek Asih pada saat Cinta ada disampingnya.
"Sudah nek, nenek masak apa?" tanya Cinta yang melihat nenek Asih yang sedang mengupas bumbu.
"Nasi goreng buat sarapan kita" jawab nenek Asih yang sekali-kali melihat ke arah Cinta.
"Biar Cinta yang masak Nek! nenek tinggal makan saja, he..he..!'' ucap Cinta seraya mengulas senyumnya.
"Baiklah, terserah kamu. Tapi janji harus enak ya! he..he.. biar nenek jadi kecanduan makan nasi goreng masakan kamu" goda nenek Asih seraya mengulas senyumnya
"In syaa Allah sedap dan lezat nek!" seru Cinta seraya menunjukkan ibu jarinya.
Cinta kemudian mulai memasak nasi putih yang ada di penanak nasi.
...~~~~...
Nasi Goreng Jawa Sederhana ala Cinta.
__ADS_1
Cinta seraya menggelengkan kepalanya.
Dan mereka disibukkan dengan aktifitas masing-masing.
Setelah selesai, Cinta segera mandi dan mengganti pakaiannya. Demikian pula dengan Nenek Asih, yang mandi dan mengganti pakaiannya.
Tak berapa lama, mereka telah kembali berkumpul ke ruang makan dan sarapan bersama.
"Nek, hari ini hari pertama kerja di restoran yang baru kemarin Cinta melamar kerja. Do'akan pekerjaan Cinta hari ini lancar dan sukses ya nek" ucap Cinta disaat mengambilkan nasi goreng untuk nenek Asih.
"Tentu Cinta, kamu sudah nenek anggap seperti cucu nenek sendiri. Kalau kamu sukses, nenek juga ikut senang. Hanya satu pinta nenek.." ucap Nenek Asih sembari tersenyum.
"Makasih nek, eh apa yang nenek harapkan dari Cinta?" tanya Cinta yang penasaran.
"Kalau sudah sukses, jangan lupakan nenek ya!" ucap Nenek Asih sembari mengulas senyumnya.
"Oh, tentu saja Cinta tidak akan melupakan nenek. Cinta kan sudah tak punya orang tua lagi, jadi nenek sudah Cinta anggap sebagai nenek Cinta." ucap Cinta sebelum menyendok nasi goreng ke piringnya.
"Makasih Cinta, ayo makan yang banyak ya!" seru Nenek Asih.
"Iya nek" ucap Cinta dan setelah berdoa, mereka memakan nasi goreng tersebut dengan lahapnya.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai sarapan dan Cinta membereskan piring dan gelas bekas mereka sarapan.
Setelah mencuci piring dan gelas tersebut, Cinta segera mengambil tas dan bersiap untuk berangkat kerja.
"Nek Cinta berangkat kerja dulu ya!" ucap pamit Cinta.
"Iya, hati-hati di jalan dan di tempat kerjaan ya!" pesan si Nenek Asih.
"Iya nek, Assalamu'alaikum..!" ucap salam pamit Cinta seraya mencium punggung tangan Nenek Asih.
"Wa'alikumsalam..!" balas nenek Asih seraya mengulas senyumnya dan mereka saling berbalas lambaian tangan.
Kemudian Cinta melangkahkan kaki keluar dari rumah nenek Asih dan menuju ke jalan yang menuju ke jalan raya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...