CHEF CINTA

CHEF CINTA
Kenangan Bersama Arjuna


__ADS_3

"Mama..papa....om Juna!"


"Mama..papa....om Juna!"


Cinta menginggau memanggil kedua orang tuanya dan juga Arjuna.


Gadis itu terbangun dengan terkejut, dan dia beristighfar berkali-kali.


"Astaghfirullah..astaghfirullah....astagfirullahalaadziim...!"


Cinta mengusap wajahnya secara kasar.


"Papa..mama..! Cinta merindukan kalian, semoga kalian tenang disana. Aamiin ya Robbal alaamiin." kata dalam hati Cinta.


Tiba-tiba bayangan Arjuna ada dipelupuk mata Cinta.


"Om Juna, apa kabar dia ya? kenapa aku sangat merindukannya? Aku berharap sekali kalau dapat bertemu dengan Om juna secepatnya." ucap Cinta dalam hatinya.


Cinta bangkit dari tempat tidurnya dan melangkahkan kaki keluar dari kamarnya. Langkah gadis itu menuju ke dapur dan dia membuat teh hangat untuk dirinya.


"Aneh sekali, kenapa tiba-tiba memikirkan om Juna ya?" tanya dalam hati Cinta.


"Om Juna, tampan dan baik hati. Kasihan dia selalu gagal dalam percintaannya. Kenapa ya?" gumam dalam hati Cinta yang telah selesai membuat minuman teh hangatnya dan dia berjalan untuk duduk di kursi yang ada di meja makan.


"Eh, kenapa aku tiba-tiba memikirkan Om Juna ya? hm....!" gumam dalam hati Cinta yang mengingat kenangan bersama pemuda yang usianya tiga tahun lebih tua darinya.


Selesai menghabiskan minumannya, Cinta kembali ke kamarnya. Dan dia kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dan perlahan kedua matanya terpejam dan kembali Cinta masuk ke dalam mimpinya.


...💭💭💭💭...


Disaat dia terlelap dalam tidurnya,


tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk.


"Tokk....tokk...tokk...!!"


"Assalamu'alaikum...!"


Salam seorang laki-laki yang suaranya di kenal oleh Cinta.


"Wa'alaikumsalam..!"


Jawab Cinta yang kemudian membukakan pintu kamarnya.


"Om Juna, ada apa?" tanya Cinta yang penasaran.


"Apa Om mengganggu kamu?" tanya Arjuna yang menatap kesegala sudut kamar. kalau-kalau saja keponakannya itu sedang repot


"Tidak Om, Cinta tidak sedang mengerjakan apapun.!" kata Cinta dengan mengulas senyum.


"Aku hanya mau mengajari kamu sedikit ilmu beladiri, buat menjaga diri kamu. Karena Om tak selamanya ada di dekat kamu!" kata Arjuna yang di sambut sangat baik oleh Cinta.


"Boleh Om, Cinta mau dan Cinta bertekat tidak akan menjadi gadis manja dan cengeng lagi" ucap Cinta.


"Kalau begitu sebelumnya kamu harus tahu, kalau Pencak Silat adalah seni beladiri Nusantara." kata Arjuna sebelum memulai latihan.


"Iya om, Cinta pernah membacanya." kata cinta.

__ADS_1


"Teknik dasar yang pertama kali dalam olahraga pencak silat adalah teknik kuda-kuda. Teknik ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh untuk menyerang maupun bertahan. Caranya adalah menapakkan kaki ke tanah. Dinamakan kuda-kuda karena posisi kaki seorang dalam melakukan teknik ini bagaikan posisi kaki orang yang naik di atas kuda." jelas Arjuna.


Kemudian Cinta belajar banyak tentang silat pada Arjuna Dwi Setya.


Hingga pagi menjelang, dan suara Adzan Subuh berkumandang di setiap masjid di sekitar rumah Cinta.


"Om Juna, sebaiknya om sholat Subuh dulu. Sebelum waktunya untuk sholat Subuh habis" ucap Cinta.


"Oiya, makasih keponakan om yang cantik!" goda Arjuna.


"Sekarang tidak cantik lagi om!" kata Cinta yang memegang pipi kanannya.


"Eh, maaf bukan maksud om menyindir kamu!" ucap Arjuna yang memegang tangan cinta, untuk minta maaf.


"Tidak apa-apa Om, Cinta mengerti!" ucap cinta sembari tersenyum.


"Ya Sudah, om mandi dan sekalian sholat ya!" ucap Arjuna sembari mengusap kasar kepala Cinta.


"Om Juna...!" seru Cinta yang sedikit kesal.


Arjuna hanya mengulas senyum dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.


Sementara Cinta membereskan tempat tidur dan kamarnya.


"Aku mau bikin omlet buat om Juna! pasti dia senang dan semangat dalam bertanding nanti." kata Cinta dalam hati.


Cinta kemudian berjalan keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur.


Saat berada di dapur sudah ada dua pembantu yang sibuk memasak.


"Selamat pagi bi!" salam cinta saat sudah berada di dapur.


"Non Cinta mau apa di dapur?" tanya salah satu pembantu keluarga Cinta.


"Mau buat Omlet bi, buat Om Juna. Telurnya apa masih ada ni?'" tanya Cinta yang kemudian mengambil loyang dan kocokan telur.


"Masih ada Non, saya ambilkan" kata bibi pembantu lainnya yang kemudian membuka lemari es dan mengambil empat butir telur mentah.


"Telurnya kurang tidak non?" tanya pembantu yang mengambil telur buat Cinta.


"Sudah cukup, cuma buat om Juna saja kok!" kata Cinta sembari memecah telur dengan lincahnya.


"Tumben, memangnya ada yang special non?" tanya pembantu Cinta yang sedang memasak.


"Om Juna kan mau tanding, semoga saja Omlet buatan cinta bisa membuat semangat Om Juna bertanding." kata Cinta sambil tersenyum.


Kedua pembantu pun tersenyum.


Kemudian Cinta mulai memasak Omlet untuk memberi semangat Yang akan bertanding.


"Hmm...! baunya harum sekali. Pasti lezat..!" ucap para pembantu itu.


"Terima kasih! Siapa dulu donk..." seru Cinta dan mereka bertiga serempak berkata..


"Chef Cinta!"


"Ha...ha...ha..!"

__ADS_1


Karena Cinta, suasana di dapur menjadi ramai.


"Apa sih kok ramai sekali?" tanya seseorang yang baru saja datang.


"Om Juna!" seru Cinta yang terkejut saat Arjuna ada di dapur.


"Kamu sedang apa Cinta?" tanya Arjuna yang penasaran.


"Buat yang special buat Om Juna!" jawab Cinta seraya memberikan sepiring Omlet yang sudah di beri garnis saos dan daun seledri.


"Makasih keponakanku yang jago masak!" ucap Arjuna yang menerima Omlet buatan cinta diatas piring itu.


"Iya Om, Omlet ini Cinta buat khusus buat Om. Agar Om semangat dalam bertanding nanti. Semangat Om!' seru Cinta.


"Om Juna akan ingat selalu. Om makan ya, lapar nih!" ucap Arjuna yang kemudian duduk di kursi meja makan.


Cinta pun mengambil omletnya dan dia menyusul Arjuna ke meja makan.


Dan mereka berdua sarapan bersama.


"Selamat makan ya tuan Juna dan non Cinta!" sapa seorang bibi pembantu yang menaruh satu gelas susu putih di samping Arjuna dan satu gelas susu coklat di samping Cinta.


"Terima kasih bi" jawab Arjuna.


"Makasih bibiku tersayang!" ucap Cinta seraya tersenyum.


"Non Cinta bisa saja." kata bibi pembantu yang membalas juga dengan senyuman.


"Karena papa dan mama sudah tidak ada, kalianlah yang aku sayang!" ucap Cinta yang sekali lagi mengulas senyum, berusaha untuk tabah


"Makasih Cinta, ayo makan lagi!" ucap Arjuna seraya menunjukkan Omlet yang ada di atas sendoknya.


"Iya om.!" ucap Cinta sembari mengangguk.


Mereka berdua kemudian menghabiskan sarapan mereka dengan sembari mengulas senyum mereka.


"Om Juna, kamu baik sekali" gumam dalam hati Cinta yang senyum-senyum sendiri saat melihat Arjuna.


...💭💭💭💭...


"Om, om Juna....! Om, om Juna...!"


Cinta terus mengigau menyebut nama Arjuna Dwi Setya.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan memanggil nama Cinta.


"Tok..tok...tokk...!"


"Cin...Cinta!" panggil seorang wanita tua yang tak lain adalah nenek Asih dengan rasa khawatirnya.


...~Â¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2