CHEF CINTA

CHEF CINTA
Terbayang-Bayang Wajah Gala


__ADS_3

Apa kamu setiap hari begini?" tanya Gala penasaran.


"Iya, inilah kami yang menengah ke bawah. Dan inilah keseruan kami! he..he..!" ucap cinta seraya mengulas senyum.


"Keseruan?apanya yang seru?" tanya Gala yang tak mengerti.


"Keseruannya, sebentar lagi aku akan jadi dateline di tempat kos ini! he..he..!" ucap Cinta yang semakin terkekeh.


"Sama sekali nggak paham!' ucap Gala seraya mengernyitkan kedua alisnya.


"Lebih baik jangan paham ya! karena kamu kalangan atas, ini khusus kalangan bawah! he..he..!" ucap Cinta yang masih tersenyum yang membuat hati Gala semakin tak karuan.


"Sama sekali nggak paham!' ucap Gala seraya mengernyitkan kedua alisnya.


"Lebih baik jangan paham ya! karena kamu kalangan atas, ini khusus kalangan bawah! he..he..!" ucap Cinta yang masih tersenyum yang membuat hati Gala semakin tak karuan.


"Hari ini kamu libur kuliah dulu ya!" seru Gala saat melihat Cinta yang sedang membuka luka di kakinya.


"Aku tetap masuk. Ah, cuma luka seperti ini saja!" ucap Cinta sembari mengulas senyumnya.


"Terserah kamulah, tapi Aku nggak mau menggendong kamu lho!" seru Gala yang sebetulnya menggoda Cinta.


"Nggak usah, aku bisa jalan sendiri kok! " seru Cinta sambil mengulas senyumnya.


"Sebaiknya kamu mandi di rumahku saja, melihat begitu ramainya antriannya!" ucap Rafa dan Cinta pun menyetujuinya.


"Apa tidak merepotkan?" tanya cinta yang penasaran.


"Tidak, cuma sebentar saja" ucap Gala yang membalas ucapan Cinta


Setelah berkemas-kemas untuk pergi, keduanya meninggalkan tempat kos Cinta.


🗓️Flashback off


"Tuan Galak, bagaimana kabar kamu saat ini?" tanya Cinta dalam hati seraya mengambil nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan-lahan.


"Eh, kenapa aku harus tahu kabar dia? diakan orang kaya, punya restoran. Tentunya keadaan dia lebih baik daripada keadaanku saat ini" ucap cinta dalam hati.


Cinta kembali menghela nafasnya dan kemudian menyelesaikan acaranya mengemas barang-barangnya.


Setelah selesai, Cinta keluar dari kamar kos dan kemudian menguncinya.


Cinta melangkahkan kakinya menuju ke tempat pemilik kos.


"Permisi Cak, ini saya mau mengembalikan Kunci kamar kos!" ucap Cinta yang sembari menyerahkan kunci kamar kosnya pada pemiliknya.


"Oh, jadi benar kamu mau pergi dari tempat ku ini?" tanya pemilik tempat kos itu.


"Iya cak, titip salam dan mohon ma'af bila Cinta ada salah buat cak Teguh dan yang lainnya" ucap Cinta yang menatap wajah si pemilik tempat kos.

__ADS_1


"Oh, baiklah nanti akan saya sampaikan." balas pemilik tempat kos itu.


"Terima kasih, Assalamu'alaikum..!" ucap pamit Cinta.


"Wa'alaikumsalam..!" jawab si pemilik tempat kos.


Cinta kemudian melangkahkan kaki keluar dari tempat kos dan melewati gang-gang sempit di sekitaran tempat kosnya itu untuk kembali menuju ke terminal Joyoboyo.


Tak berapa lama, Cinta telah sampai di terminal dan dia mencari angkutan dengan jurusan ke arah rumah nenek Mulasih.


Setelah mencari urutan daftar angkutan, akhirnya Cinta menemukan angkutan yang jurusannya ke arah rumah nenek Mulasih.


Cinta kemudian naik dan masuk ke angkutan itu.


Tak berapa lama, angkutan itu berangkat karena penumpang sudah penuh.


Pada saat angkutan berjalan, tanpa sadar Cinta melamunkan Gala. Saat mereka berdua di restoran Bali Ndeso.


Pada saat itu Cinta melawan penjahat yang hendak mencuri mobil Gala.


...💭💭💭💭...


Sekali dua kali, Cinta berhasil menghindari serangan penjahat yang memegang belati itu.


"Sreet..!"


"Aaaghhh...!" Suara erangan Cinta yang kesakitan.


"Hei, siapa itu!" seru seseorang yang baru saja keluar dari restoran Bali Ndeso.


"Gawat, ayo kabur!" seru orang bertopeng yang membawa belati itu.


Setelah mendengar aba-aba seperti itu, dua orang yang tadinya terkapar karena pukulan Cinta, akhirnya ikut kabur dan mereka berlari menuju kendaraan mereka.


"Cinta, kamu tak apa-apa kan?" tanya orang yang tadi berteriak itu, seraya menghampiri Cinta yang terus memegang tangannya.


"Tuan Galak, tanganku terluka!" jawab Cinta yang memang kesakitan karena luka sayatan itu.


"Ayo sebaiknya masuk dan segera di obati!" seru Gala yang melangkahkan kaki dan membukakan pintu untuk Cinta.


"Apa kamu tadi yang melawan perampok itu sendirian?" tanya Gala saat menutup pintu restoran.


"I..iya, habisnya tingkah laku mereka aneh. Terus aku tegur, eh malah merayu aku. Aku hajar dua orang diantara tiga, ternyata yang satunya bawa senjata belati!" jelas Cinta yang berjalan ke arah dapur untuk mengambil kotak P3K yang selalu tersedia di tempatnya.


"Cinta, aku bantu ya!" ucap Gala yang mengambil kapas dan botol cairan kuning pembersih luka.


Dengan telaten Gala membersihkan luka itu, dan kemudian mengobatinya dengan obat luka lalu menutupnya dengan perban.


Cinta mengulas senyumnya memandangi wajah Gala yang sedang mengobatinya.

__ADS_1


"Apa lihat-lihat!" seru Gala dengan pasang muka masam.


"Ah, ternyata tuan Galak pengertian dan cakep juga, jangan-jangan mulai suka ya sama Cinta? he..he..!' ucap Cinta sambil terkekeh.


"Suka padamu? amit-amit, aku itu nggak mau gara-gara sakit ini, kamu bolos kerja." ucap Gala yang menutupi kata hatinya.


"Oh.,karena itu ya? kalau begitu pengertian dan cakepnya di cancel saja!" ucap Cinta yang mengganti mimik muka masam.


"Terserah kamu, aku juga nggak butuh pujian dari kamu! " ucap Gala yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke ruangannya.


"Tuan Galak, mau kemana?" tanya Cinta yang mengikuti Gala dibelakang laki-laki itu.


"Mandi, kan mau Kuliah!" ucap Gala tanpa menengok ke arah Cinta.


...💭💭💭💭...


Cinta pun senyum-senyum sendiri karena mengingat kenangan itu.


"Ning...Ning! Ning tidak apa-apa kan?" tanya wanita paruh baya yang sedikit ketakutan karena melihat cinta yang senyum-senyum sendirian.


"Eh, iya, saya tidak apa-apa kok Bu. Ma'af bila terganggu!" ucap Cinta yang menangkupkan kedua tangannya dan menunduk sambil mengulas senyumnya.


Nampak wajah merah bak kepiting rebus di wajah Cinta kali ini.


Cinta tak berani mengangkat wajahnya dan kembali mengalihkan pandangannya ke arah jalan raya.


Seolah tak sabar untuk cepat sampai di tempat pemberhentian yang menuju ke rumah nenek Asih.


Beberapa menit kemudian, angkutan itu berhenti di tempat yang dituju oleh Cinta dan Cinta bergegas untuk turun dan memberi ongkos pada sopir angkutan itu.


Tak berapa lama angkutan itu melaju dan menghilang dari pandangan Cinta.


Cinta menarik nafasnya panjang dan kemudian diavhembuskan secara pelan-pelan.


Setelah jalanan sepi, gadis itu menyebrang dan melangkahkan kaki menuju ke rumah nenek Asih.


Tibalah mereka di halaman sebuah rumah yang sedikit menjorok ke belakang, dimana di depannya terdapat sebuah kios kecil yang di tutup rapat.


Cinta tiba di depan pintu rumah nenek Asih, dan dengan segera Cinta mengetuk pintu rumah tersebut.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2