
"Jadi benar kata Tanaka. Semangat ya!" seru Ramaya.
"Terima kasih kak!" ucap Cinta.
"Lanjutkan pekerjaanmu!" seru Ramaya yang kemudian berbalik dan melangkahkan kakinya.
"Iya kak!" balas Cinta dan keadaan restoran kembali seperti sebelumnya.
Beberapa jam kemudian jam kerja di restoran Mirama telah usai, Cinta pun keluar dari dapur dan melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar restoran.
Tiba-tiba ada yang menepuknya dari belakang.
"Hei, Cinta!" seru orang itu dan Cinta pun menolehnya, dan ternyata dia adalah Tanaka.
"Oh, hai juga! kak Tanaka tumben, memangnya ada apa?" tanya Cinta yang penasaran.
"Apa kamu bisa memasak sushie?" tanya Tanaka yang penasaran.
Cinta menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya secara pelan-pelan.
"Aku nyerah untuk membuat sushie! apa kamu bisa mengajariku? kamukan orang Jepang, pasti bisa kan buat sushie nya?" tanya cinta yang menatap Tanaka dengan harap.
"Membuat sushie bagi yang awam seperti kamu ini, tidak bisa kalau dalam sehari saja!" jawab Tanaka yang melangkahkan kakinya menuju ke tempat parkiran mobilnya.
"Apa maksud kakak dalam sehari? bukankah lombanya masih lama?" tanya Cinta yang mengejar Tanaka.
"Dimajukan jadinya besok pagi! Dan malam langsung Pengumuman pemenangnya." jelas Tanaka.
"Hah, jadi aku bolos kerja ya kak?'' tanya Cinta.
"Nggak apa-apa, nanti menu masakan kamu diliburkan sehari" ucap Tanaka.
"Terus persyaratannya apa saja kak?" tanya Cinta yang penasaran.
"Sudah beres, kamu besok tinggal datang saja jam tujuh pagi! ok..!" jawab Tanaka yang membuka pintu mobilnya.
"Kakak mau mengantarkan aku?" tanya Cinta yang penasaran.
"Iya, biar aku tahu kamu sekarang tinggal dimana!" jawab Tanaka sembari mengulas senyumnya.
"Terima kasih kak!" ucap cinta yang membalas senyum Tanaka.
Cinta kemudian masuk ke mobil itu dan dan Tanaka menutup pintu mobil dan kemudian dia berjalan memutar dan membuka pintu mobil di bagian kemudi.
Setelah masuk ke dalam mobil, Tanaka menyalakan mobilnya dan menyempatkan diri menoleh ke arah Cinta dengan mengulas senyumnya.
Cinta yang dalam posisi disamping Tanaka pun membalasnya senyuman Tanaka dengan ramah.
Perlahan mobil itu melaju menuju ke tempat nenek Asih sesuai petunjuk Cinta.
__ADS_1
Dan hanya dalam waktu sekejap mereka telah sampai di depan rumah nenek Asih.
"Kamu mau kenalan sama nenek ku?" goda Cinta seraya tersenyum.
"Besok-besok saja, aku mau menyiapkan apa yang harus dibawa untuk lomba nanti!" ucap Tanaka.
"Oh, baiklah! kalau begitu sampai jumpa besok pagi ya!" seru Cinta seraya melambaikan tangannya.
"Ok, bye..bye..!'' balas Tanaka yang kemudian berlalu meninggalkan Cinta yang berdiri di depan rumah nenek Asih.
Setelah mobil Tanaka menghilang dari pandangan Cinta, gadis itu beranjak dari tempatnya berdiri.
"Cinta..!" tiba-tiba ada yang memanggilnya dari belakang.
Cinta segera menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya.
"Iwan..!" balas panggil Cinta oada saat tahu siapa yang memanggilnya. Dan dia adalah iwan, salah satu panitia lomba memasak di kampung dimana Cinta tinggal saat ini.
"Cinta, kamu dapat panggilan ikut lomba memasak di kalurahan!" seru Iwan seraya menyodorkan lembaran kertas, dan Cinta membacanya.
"Undangan ditujukan kepada pemenang lomba memasak tingkat kampung, bagi peserta yang menang diharapkan ikut dalam perlombaan memasak di balai kelurahan. Dimana nanti yang menang akan diundang di tingkat kecamatan dan seterusnya hingga tingkat nasional. Dan di tingkat nasional selain mendapat hadiah sebesar satu Milyar, acara perlombaan akan di siarkan langsung di televisi-televisi tanah air" ucap Cinta yang membaca kertas tersebut.
"Wah, keren jika aku bisa sampai tingkat nasional!" seru Cinta yang bersemangat.
"Karena itulah, lusa kamu ikut lomba ya Cin! dan bawa nama desa kita denga gemilang!" seru Iwan yang memberi semangat pada Cinta.
"Iya, pastilah! Cinta akan ikut dalam perlombaan itu!'' seru Cinta dengan menggebu.
"Yapp, sama-sama!" balas Cinta.
"Assalamu'alaikum..!" ucap salam dari Iwan seraya melambaikan tangannya.
"Wa'alaikumsalam..!" balas Cinta yang juga melambaikan tangannya.
Setelah Iwan berlalu, Cinta melangkahkan kakinya masuk ke rumah nenek Asih.
"Assalamu'alaikum...nenek Asih!" ucap salam Cinta saat sudah berada di depan pintu yang sudah terbuka itu.
"Wa'alaikumsalam..!" jawaban dari dalam rumah, nampak nenek Asih yang sedang memakai apron atau celemek.
"Nenek, nenek memasak ya?" tanya Cinta yang penasaran.
"Iya, itu nenek buat sayur kangkung. Bantu nenek menyianginya ya" pinta nenek Asih yang menyiapkan bumbu untuk menumis kangkung itu.
Cinta menyiangi kangkung itu tanpa bersuara, karena di dalam pikirannya saat ini sedang banyak pikiran.
"Kamu sedang memikirkan apa Cin? seperti serius sekali?":tanya Nenek Asih seraya memasukkan bumbu yang sudah dikupas dan diirisnya itu masuk ke dalam penggorengan.
"Srengg.....!"
__ADS_1
Sementara Cinta yang sudah selesai menyiangi kangkung tersebut, mencuci dan mencucinya dan kemudian memberikannya pada nenek Asih.
"Cinta hanya memikirkan tentang lomba besok nek! dimana Masakan yang pertama kali ditandingkan adalah Sushii!" jawab Cinta yang menggantikan nenek Asih menumis kangkungnya.
"Buat sebisa kamu saja, dan jangan terlalu stress. Hal itu bisa merusak rasa masakan kamu. Jadi tetap tenang, anggaplah kamu bisa dan mampu" saran nenek Asih seraya mengulas senyumnya.
"Iya, terima kasih nek! Cinta mau mandi dulu ya nek!" seru Cinta yang mematikan kompornya.
"Apa kamu sudah sholat Ashar?" tanya nenek Asih yang mengambil piring untuk memindahkan sayur kangkung dari penggorengan, ke piring yang dia bawa.
"Sudah nek, tadi di tempat kerja. Tempat kerja sekarang banyak nganggurnya!" ucap Cinta yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
Sedangkan nenek Asih mengulas senyum dan kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Setelah mandi, Cinta dan nenek Asih makan bersama sebelum menunaikan ibadah sholat Maghrib.
"Paling suka kalau makan sayur kangkung, dengan nasi yang pulen dan masih hangat-hangat kuku.
"Alhamdulillah nikmat sekali masakan nenek!" puji Cinta setelah menghabiskan makanannya.
"Masakan kamu juga enak Cinta!' balas nenek Asih yang memuji Cinta.
Keduanya saling melemparkan senyum mereka dan tak terasa adzan sholat Maghrib berkumandang, Cinta segera mencuci piring dan kemudian melangkahkan kaki menuju ke kamarnya.
Cinta mengambil mukenanya dan mulai menunaIkan sholat Maghrib.
Selesai selesai sholat Maghrib, Cinta kembali membaca-baca informasi lomba dan juga macam-macam resep masakan yang kemungkinan akan di pertandingan.
Tak berapa lama Cinta mendengarkan adzan sholat Isya' dan dia menghentikan aktifitasnya.
Cinta menuju ke kamar mandi untuk berwudlu dan kemudian menunaikan ibadah sholat Isya'.
"Hoaaahaaaheeemmm...!"
Cinta menguap pada saat menyelesaikan sholat dan berdoanya.
Tubuhnya terasa tak karuan, dan Cinta merebahkan dirinya untuk beristirahat.
Dan tak berapa lama, Cinta sudah terlelap dalam mimpinya
....~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...