
"Betul tidak ya, nama sesuai dengan alamat aslinya?" gumam Kirana yang kemudian berpikir.
"Besok akan aku cari alamat itu!'kata dalam hati yang telah yakin dengan sangat keputusannya.
"Oiya, aku mau coba lulur dari Cheff Alleno, apa benar bisa menghilangkan bekas luka di pipiku?" gumam Cinta yang mengingat oleh-oleh pemberian chef Alleno dan kemudian acinta mencobanya.
"Dingin dan wangi lulurnya, nyaman sekali di wajahku" gumam Cinta dalam hati.
Setelah selesai membalurkan lulur di wwajahnya, Cinta kembali membaringkan tubuhnya kembali ke tempat tidurnya dan dia terlelap dalam tidurnya diatas ranjang tempat tidur kosnya.
...****...
Pagi harinya, setelah membersihkan diri dan berhias, Cinta juga menyiapkan berkas-berkas untuk melamar pekerjaan dan seperti biasa Cinta mencari sarapan di tempat biasa, dengan ditemani Teguh di tempat biasa.
"Cak Teguh, bisa antar Cinta ke tempat ini?" tanya Cinta dengan menyodorkan kartu nama yang dia siapkan semalam.
"Oh, bisa saja. Apa kamu mau bekerja di restoran ini?" tanya Teguh yang penasaran.
"Iya, kemarin ada yang memberi kayu nama ini saat masih kerja di Restoran Bali Ndeso." ucap Cinta yang benar apa adanya.
"Tempat ini lumayan jauh ya dari pada restoran Bali Ndeso." Ucap Teguh.
"Iya nggak apa-apa kalau memang Cinta bisa diterima kerja dan cari pengalamanya juga" ucap Cinta sembari tersenyum.
"Oke ayo kita berangkat!" seru Teguh dan keduanya berangakat menuju ketempat yang dituju yaitu di restoran Mirama di Surabaya kota.
Tak berapa lama mereka telah sampai di tempat parkir restoran Mirama itu.
"Cak Teguh terima kasih telah diantarkan sampai disini!" ucap cinta pada saat turun dari sepeda motor dan mengembalikan helm milik Teguh.
"Good luck ya, semoga kamu direima bekerja disini!" ucap Teguh pada saat menerima helm dari tangan Sri
"Makasih cak!" ucap Cinta seraya mengulas senyumnya.
"Oke aku mau cari nafkah dulu, Assalamu'alaikum!" ucap pamit Teguh seraya menyalakan kembali sepeda motornya.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya cak!" ucap Cinta seraya melambaikan tangannya sambil mengulas senyumnya.
Setelah Teguh hilang dari pandanganya, Cinta bergegas masuk ke dalam restoran dan menghampiri bagian informasinya.
"Ma'af mbak, apa benar disini ada yang bernama Mira dan Rama?" tanya cinta pada saat berada di depan seorang gadis yang sedang bermain ponsel.
"Mira dan Rama, apa hubungan kamu sama mereka?" tanya gadis tersebut dengan nama di dadanya bertuliskan Desy itu.
"Saya mendapatkan kartu nama ini pada saat masih bekerja di restoran Bali Ndeso" jawab Cinta dengan mengulas senyumnya.
"Oh silahkan duduk, biar saya panggilkan sebentar kak Damira dan Kak Ramaya" ucap resepsionis yang bernama Desy itu.
"Iya, terima kasih" jawab Cinta yang kemudian dia mencari tempat duduk di samping meja informasi dan menebarkan pandangannya ke sekitar
restoran yang saat ini belum begitu ramai karena restoran memang belum buka.
Tak berapa lama datanglah yang menghampiri Cinta.
"Ma'af yang bisa kami bantu?" tanya seorang gadis cantik yang datang bersama seorang laki-laki yang nampak berpakaian rapi.
"Saya mendapat kartu nama ini pada saat saya masih bekerja di restoran Bali Ndeso. Dan ada saat ini saya telah berhenti dari pekerjaan saya itu. Apakah ada lowongan pekerjaan ya buat saya?' jelas sekaligus tanya Cinta yang sangat mengharapkan ya.
"Apakah anda yanh memesan, yang seperi ini?"
Menu-menu yang di minta adalah :
1.) Spagetti Bolognese Jawa ala Cinta
2.) Macaroni Schotel ala Cinta
3.) BUBLE TEA ala Cinta" jelas Cinta.
"Kenapa aku nggak ingat ya?" tanya gadis itu yang mengernyitkan kedua alisnya berusaha mengingat kejadian kemarin.
"Waktu itu kita jalan mencari makan siang bersama Tanaka yang baru pulang dari liburannya di luar negeri, dan kita iseng memesan menu yang tak tercantum dalam menu karena yang kita pesan adalah masakan barat." jelas Laki-laki yangbada di hadapan Cinta yang coba mengingatkan si gaddis yang bersamanya itu.
__ADS_1
"Oiya waktu itu kita pesan Spageti dan makaroni schotel serta minumnya Buble tea! masing-masing satu yang karena persaingan kita ini membuat pelayannya yang bernama Ayudia itu melayani kita dengan geram, he..he..!" ucap si gadis itu yang mulai mengingatnya.
"Iya, dan dia bilang "Ma'af ya nona-nona dan tuan, disini itu khusus makanan Indonesia dan khususnya masakan Jawa. Jadi tidak ada makanan yang anda pesan!' begitu dia berucapnya, benar bukan?"jawab dan tanya laki-laki itu.
"Iya dan aku paksa pelayan Ayudya itu untuk menyediakan pesanan kita 'Hei, disinikan restoran ternama.Tentunya chefnya kan juga hebat!' he..he.. seperti itu yang aku sampaikan pada pelayang itu!" ucap gadis itu dengan mengulas senyum karena mengingat kejadian kemarin..
"Dan dia bilang chef mereka sedang libur, jadi dan tidak bisa menghidangkannya, sampai-sampai supervisinya datang menemui kita. Dan pelayan yang bernama Ayudya itu menjelaskan tentang pesanan kita yang tak sesuai menu" jelas Laki-laki itu
"Iya dan kita masih tetap ngeyel pada waktu itu!":seru gadis itu dan Cinta menjadi pendengar setia saat mereka menceritakan kejadian kemarin.
"Dan supervisir itu dengan terpaksa akan mengusahakan walau dengan berat hati saat melihat daftar menu kita yang disodorkan oleh si pelayan yang bernama Ayudia itu." ucap Laki-laki itu.
" Supervisor itu membacanya dengan terkejut, walau pada akhirnya dia melangkahkan kaki masuk ke dapur dan dikiti si pelayan yang bernama Ayudya itu" ucap gadis itu.
"Dan kita mengatai mereka lelet, karena rasa takbsabar kita mengetahui hasil dari pesanan kita" ucap laki-laki itu.
"Dan tak lama kemudian, makanan sudah dihidangkan dan kita makan dengan lahapnya, karena masakannya yang rasa sensasinya lain dari yang pernah kita buat" sahut gadis itu.
"Akulah yang memasaknya!" ucap Cinta yang sebenarnya.
"Ohw, jadi kamu ya koki yang memasak pesanan kami kemarin itu?" tanya laki-laki itu.
"Iya itu saya yang memasaknya" jelas Cinta.
"Supaya kami lebih yakin lagi, bisa kamu memasak menu yang kami pesan kemarin? anggap saja sebagai test, diterima atau tidaknya kamu tergantung dari enak atau tidaknya masakan kamu nanti!" seru gadis itu sambil menatap Cinta dengan tak percaya kalau Cinta yang membuat semua menu pesanannya.
"Baik saya terima dan bisa tunjukkan di mana dapurnya?" tanya Cinta yang berusah membuat hatinya tenang dari rasa gugupnya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...