
"Chef, pelanggan yang menyewa tempat nanti minta di hidangkan sayur urap, lauknya ikan asin, telur dadar, tahu tempe wajib ada. Dan sayur bayam untuk anak kecilnya." perintah Gala.
"Iya tuan Gala, akan saya usahakan" ucap Chef Alleno.
"Baiklah Chef Alleno, lakukanlah tugas kamu dengan baik!" ucap Gala yang kemudian berlalu menuju ke ruangannya.
Namun sebelumnya Gala memerintahkan Wiwid untuk menghandle semua pekerjaan di restoran.
Sementara itu Cinta kembali membantu Chef Alleno di dapur.
"Cinta, sepertinya kita kehabisan stok bahan sayuran, sedangkan Urap itu butuh sayuran terutama keningkir sama kelapa muda. Apa kamu bisa bantu, belikan ?" tanya Chef Alleno pada Cinta.
"Baik Chef, Chef catat saja belanjanya apa saja. Saya mau hubungi kakak angkat saya.Naik motorkan lebih cepat ya kan, Chef!" ucap Cinta sembari membuka layar ponselnya.
"Ok Cin!" ucap Chef Alleno dan diambilnya kertas dan bolpoin untuk menulis.
Sedangkan Cinta menghubungi Teguh.
📱"Hallo, Assalamu'alaikum..!"
^^^📱"Wa'alaikumsalam.., ini Cinta cak!"^^^
📱"Eh Cinta, ada apa Cin?"
^^^📱"Cak, bisa antar Cinta ke pasar tradisional tidak?"^^^
📱"Untuk apa Cin?"
^^^📱"Mau belanjalah! masak mau kencan! he..he.."^^^
📱"kan kencan sama aku!"
^^^📱"Idih, cak Teguh ya!"^^^
📱"Bercanda Cin!"
^^^📱"Iya cak, tapi bisa kan datang ke restoran secepatnya?"^^^
📱"In syaa Allah, aku on the way sekarang juga!"
^^^📱"makasih ya Cak!"^^^
📱"Iya, sama-sama!"
^^^📱"Assalamu'alaikum..!"^^^
📱"Wa'alaikumsalam..!"
Cinta kemudian menutup ponselnya dan menghampiri Chef Alleno yang sudah selesai mencatat belanjaannya.
"Sudah mencatatnya Chef?" tanya Cinta saat menatap chef yang sudah berumur namun belum juga bertemu jodohnya itu.
"Sudah, ini catatan dan uangnya" ucap Chef Alleno sembari memberikan cinta catatan kecil dan beberapa lembar uang untuk belanja.
"Nggak ada yang kelupaan kan Chef?' tanya Cinta yang mengingatkan.
"Kalaupun ada, nanti aku telepon kamu!" jawab Chef Alleno yang masih mempersiapkan segala sesuatunya.
__ADS_1
"Oke deh Chef, Cinta berangkat ya!' seru Cinta.
"Iya, hati-hati!" balas Chef Alleno.
"Siap, Assalamu'alaikum..!" pamit Cinta seraya melambaikan tangannya.
"Wa'alaikumsalam..!" jawab Chef Alleno yang mengulas senyum sebentar dan kemudian kembali dengan pekerjaannya.
"Cinta! mau kemana?" tanya Dara yang selesai menyapu.
"Ini ada tugas negara, he..he..!" jawab Cinta seraya terkekeh.
"To the point saja, tugas apa ya?" tanya Dara yang penasaran.
"Belanja-belanja! dah ya, Cinta sudah di tungguin. Daa dara!" jawab Cinta seraya melambaikan tangannya
"Hati-hati...!"pesan Dara.
"Iya!" balas cinta seraya melangkahkan kaki menuju ke pintu keluar restoran.
Pada saat keluar dari restoran, ternyata Teguh sudah berada di halaman restoran dan sedang mengotak-atik ponselnya.
"Dorr..! Cak Teguh..!" Cinta uang sengaja membuat kaget sasarannya.
"Astaghfirullah Cinta! kalau Cak Teguh jantungan bagaimana!" seru Teguh yang kemudian memasukkan ponselnya.
"Alhamdulillahnya nggak jantungan kan?' tanya Cinta yang membuat Teguh mengulas senyumnya.
"Iya Alhamdulillah..!" ucap Teguh yang memberikan helm lainnya pada Cinta.
"Berhubung Cinta belum tahu daerah sini, anterkan Cinta ke pasar tradisional!" pinta Cinta seraya memakai helm yang di terimanya dari Teguh.
"Bismillah...!" doa Cinta saat Teguh melajukan sepeda motornya.
Beberapa menit kemudian sepeda motor itu telah sampai di parkiran pasar tradisional.
"Beli apa sih Cin? siang-siang begini?" tanya Teguh saat sudah berhenti dan melepaskan helmnya.
"Di suruh Chef Alleno beli sayuran, karena ada yang booking tempat buat group arisan. Jadi mendadak masaknya!" jawab Cinta.
Kemudian Cinta dan Teguh masuk ke dalam pasar.
Teguh membantu Cinta memilih dan menawar harga sayur yang dalam jumlah banyak.
"Apa sudah lengkap belanjaannya?" tanya Teguh yang meminta daftar belanjaan dan dia mengecek kembali semua belanjaan.
"Sudah sepertinya Cak!" jawab Cinta yang sudah menghitung ulang.
"Oke, ayo kita pulang!" ucap Teguh, dan mereka pun melangkahkan kaki menuju ke parkiran sepeda motor.
Beberapa saat kemudian, mereka meninggalkan pasar tradisional tersebut.
Jalan yang di lalui sangat lancar, walaupun tepat waktu jam makan siang.
Ketika di persimpangan lampu merah, tanpa sengaja Cinta melihat sebuah sepeda motor sport milik Ayudia di mana di ada dua manusia berboncengan yang sangat familiar bagi Cinta.
"Ayudia, Shopia? apa mereka saudaraan ya?" tanya dalam hati Cinta yang terus melihat ke arah dua orang yang di kenalnya itu.
__ADS_1
Begitu mesranya Shopia berpegangan, seperti menandakan pasangan kekasih.
"Kata Chef Alleno kalau Shopia sakit trus kata Nila kalau Ayudia ada kepentingan keluarga, apa mereka membohongi kami ya?" Cinta yang membatin.
"Shopia bukannya sudah tunangan dengan Cheff Alleno? kenapa dia bersama Ayudia dan bertingkah seperti sepasang kekasih?" tanya demi tanya di benak Cinta.
Pada saat lampu hijau, Cinta kehilangan jejak Ayudia.
"Ah, kemana mereka tadi ya?" lagi Cinta bertanya dalam hati.
Dan tak berapa lama, Teguh mengurangi kecepatan laju kendaraannya saat sudah mendekat di restoran Bali Ndeso.
"Alhamdulillah sampai juga!" ucap Cinta yang kemudian turun dari sepeda motor dan melepaskan helmnya.
Dengan di bantu Teguh, mereka memindahkan hasil belanjaan ke dapur.
"Cak, ongkosnya berapa?" tanya Cinta saat masuk ke dapur.
"Kami ini ya!, kayak sama siapa saja? sudah gratis buat kamu!" ucap Teguh yang meletakkan belanjaannya di atas meja dapur.
"Makasih lho cak, sudah gratis masih di bantuin bawa sampai di dapur.!" ucap Cinta saat meletakkan belanjaannya di meja dapur.
"Sudah, besok-besok Cacak yang minta bantuan sama kamu!" ucap Teguh yang bersiap untuk keluar.
Tiba-tiba, ada yang memanggil teguh oleh seseorang yang keluar dari kamar mandi.
"Teguh... Teguhkah itu?" seru seorang laki-laki yang tak lain Chef Alleno.
"Aleno?" balas Teguh saat mengetahui siapa yang memanggilnya.
"Kalian saling kenal?" tanya Cinta yang penasaran saat kedua laki-laki itu saling tegur sapa.
"Kami satu kelas, satu bangku juga!" jawab Teguh yang saling berjabat tangan dengan Chef Alleno.
"Oiya? lantas kenapa Chef Alleno tidak segera menikah?" tanya Cinta yang sedikit membandingkan chef Alleno yang perjaka tua dengan Teguh yang sudah menikah dan beranak satu.
"Itu karena Alleno mengejar cita-citanya menjadi chef! sedangkan aku, malah menikah lebih dulu! he..he..!" ucap Teguh seraya tertawa renyah.
Cinta dan Cheff Alleno ikut tertawa.
"Eh, lupa Cinta kamu siangin sayuran tadi ya! Ma'af ya Teguh, kapan-kapan kita sambung lagi. Kami sedang repot karena sebentar lagi para pelanggan akan tibA.!" ucap Chef Alleno yang kemudian membuat Teguh mengundurkan diri.
"Oiya, aku yang seharusnya minta maaf telah ganggu kalian. Aku juga mau ngojek lagi.Ma'af ya!" kata Teguh sambil mengulurkan tangannya.
Ukuran tangan itu di sambut oleh chef Alleno, "Lain kali kita sambung lagi." ucap Chef Alleno yang kemudian memeluk Teguh.
Setelah menepuk dua kali punggung keduanya, Teguh kemudian berlalu meninggalkan restoran.
...~Â¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
~