
"Siap, mengerti!" balas para satpam yang bertugas dengan posisi hormat pada pria misterius itu.
"Kenapa semua hormat dan patuh pada pria misterius ini?" pada pria misterius ini tanya dalam hati Cinta.
"Dan kamu Cinta, kamu lapar ya?" tanya pria misterius itu seraya menatap Cinta yang masih berkutat di pikirannya sendiri.
"Eh iya, ya lapar kan belum makan sama sekali, he .he..!" jawab Cinta yang menutupi rasa malunya saat pria misterius itu melihatnya yang sedang terbengong.
"Ayo ikut, aku sedang berbaik hati. Aku akan mentraktir kamu makanan yang pasti kamu sukai!" seru pria misterius itu yang melangkahkan kakinya dan Cinta mengikutinya.
"Makanan yang aku sukai? memangnya kamu tahu apa makanan yang aku sukai?" tanya Cinta yang penasaran pada pria misterius yang ada didepannya.
"Kamu lihat saja nanti!" seru pria misterius itu yang sudah berhenti di samping sepeda motornya.
"Dari langkahnya berjalan, mengingatkan ku pada dia? ah apa mungkin dia? diakan atlet, kenapa polisi segan padanya?" tanya dalam hati Cinta yang semakin penasaran dengan pria misterius yang saat ini memberinya helm.
Pria misterius itu naik ke atas sepeda motor dan menyalakannya, Cinta terus memperhatikan cara pria itu menyalakan sepeda motor. Hal itu membuatnya semakin penasaran.
"Hei, melamun lagi ya? awas kesambet lho!" seru pria misterius.
"Eh iya, ma'af!" ucap Cinta yang kemudian naik ke atas sepeda motor tepat di belakang pria misterius itu.
Perlahan sepeda motor itu melaju keluar dari halaman asrama dan menuju ke jalan raya.
Dan akhirnya menepi dan berhenti di depan sebuah lapak gerobak bakso.
"Hei, kok tahu ya kalau aku suka bakso?" tanya Cinta yang penasaran saat turun dari sepeda motor sport milik pria misterius itu.
"Jelas saja tahu, semua orang pasti suka bakso!" jawab pria misterius itu yang melepaskan helmnya dan demikian pula dengan Cinta yang melepaskan helemnya.
Kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke lapak dan pria misterius itu memesan bakso dan lemon tea untuk Cinta.
"Bang satu dimakan disini dan satu lagi bungkus ya!" pesan Pria misterius itu.
"Iya tuan" jawab pedagang bakso sembari tetap meracik bakso buat pelanggan yang datang lebih awal.
Pria misterius itu kemudian melangkahkan kakinya menghampiri Cinta yang telah lebih dulu duduk di kursi yang telah disediakan oleh si pedagang bakso.
Cinta terus memandangi pria misterius itu yang duduk dihadapannya dengan penasaran.
Dan nampak pria misterius itu kikuk menghadapi tatapan kedua mata gadis yang ada dihadapannya.
"Apa kamu nggak gerah ya? pakai masker dan topi seperti itu terus menerus?" tanya Cinta yang penasaran.
"Tidak, aku sudah terbiasa karena ini adalah tugas!" ucap pria misterius itu.yang memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Hm..coba saja bagaimana kalau kamu makan?" gumam Cinta dalam hati yang membayangkan jika pria misterius itu makan, pasti akan melepas maskernya dan Cinta akan tahu siapa dia.
__ADS_1
Tak berapa lama bakso pesanan pria misterius itu untuk Cinta telah dihidangkan. Dan Cinta terkejut karena bakso yang dipesan hanya satu mangkok dan minumannya juga satu gelas saja.
"Lho kok cuma satu? apa kamu tidak makan?" tanya Cinta yang penasaran.
"Aku masih dalam waktu bertugas, jadi aku tidak boleh makan sampai tugasku selesai" jawab Pria misterius itu.
"Hm, begitu ya? baiklah, tapi benar nih nggak mau makan? enak lho?" goda Cinta.
"Tidak!" ucap pria misterius itu.
"Nih satu suap saja!" ucap Cinta sembari menyodorkan bakso di garpunya ke arah pria misterius itu
"Saya sudah bilang tidak, sekali tidaknya tidak! apa kamu mau didiskualifikasi dari lomba memasak?" ancam pria misterius itu, yang membuat Cinta menarik kembali tangannya dan melahap bakso yang akan diberikan pada pria misterius itu.
"Dasar pria misterius! sukanya mengancam saja! sebel jadinya!" gerutu Cinta yang terus mengunyah bakso yang ada di mulutnya.
"Kalau makan jangan sambil bicara, tersedak nanti!" seru pria misterius itu yang baru saja berhenti bicara, Cinta sudah terbatuk-batuk.
"Hukk...Hukk...Hukk...!"
"Benar kan apa yang saya bilang?!" seru pria misterius itu yang bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki menghampiri Cinta.
Ditepuknya tengkuk leher Cinta dengan pelan dan dia menyodorkan minuman lemon tea pada Cinta untuk diminum oleh gadis itu.
Cinta pun meminumnya hingga setengahnya, dan keadaannya saat ini sudah membaik.
"Sama-sama" balas Pria misterius itu yang kembali duduk diposisinya.
Cinta melanjutkan makan baksonya hingga selesai.
"Hei pria misterius, sepertinya aku tahu siapa kamu" ucap Cinta yang menatap pria misterius itu dengan penuh selidik.
"Oiya, memangnya siapa aku?" tanya pria misterius itu yang penasaran dengan apa yang ada dibenak Cinta.
"Om Juna? Arjuna Dwi Setya?" jawab Cinta yang belum yakin sepenuhnya
"Mengapa kamu yakin kalau aku ini Arjuna?" tanya pria Misterius itu yang penasaran dengan jawaban Cinta.
"Orang yang selalu melindungimu dan menjagaku hanya om Juna, dan keluarga aku dari ibu hanya om Juna saja" jawab Cinta yang terus memandang ke arah pria misterius itu.
"Orang yang melindungi dan menjagamu? bukankah itu bisa kamu dapatkan dari kekasih atau suami kamu?" tanya pria misterius itu yang seolah mengorek isi hati Cinta.
"Kekasih aku tak punya, apa lagi suami!" jawab Cinta yang kemudian menghabiskan minumannya.
"Hah, selama di Surabaya apa kamu tak punya kekasih?" tanya pria misterius itu yang penasaran.
Cinta menggelengkan kepalanya dan kemudian berucap " semuanya aku anggap sahabat, mereka terlalu baik untuk Cinta" jawab Cinta lirih.
__ADS_1
"Cinta, kamu yang semangat dalam perlombaan memasak nanti. Dan aku akan ada hadiah special buat kamu. " ucap pria misterius itu yang menatap Cinta dalam-dalam.
"Termasuk buka penyamaran kamu itu?" tanya Cinta yang kembali bersemangat.
"Iya, itu juga termasuk. Dan satu lagi, ada rahasia besar di keluarga kamu yang tentunya kamu harus tahu!" jawab pria misterius itu yang membuat Cinta semakin penasaran.
"Rahasia besar?" tanya Cinta yang meyakinkan dirinya.
"Iya, karena itulah kamu usahakan untuk bisa menjadi juara satu dalam lomba memasak tingkat nasional yang akan digelar besok!" jawab Pria misterius itu dengan pasti.
"Ok, Cinta akan berusaha semaksimal Cinta" ucap Cinta dengan semangat.
"Kalau begitu ayo kita kembali ke asrama!" ajak pria misterius itu yang kemudian bangkit dari duduknya dan demikian pula dengan Cinta.
Pria misterius itu membayar dan mengambil bakso yang dia pesan di bungkus untuk dia makan di ruang nanti.
Setelah itu keduanya berjalan menuju ke tampat dimana sepeda motor dia misterius itu terparkir.
Selesai memakai helm dan naik diatas sepeda motor tersebut, Pria misterius itu menyalakan sepeda motornya dan melakukannya dengan putar balik kembali ke arah Asrama penampungan peserta lomba memasak.
Tak berapa lama mereka telah sampai dan masuk ke halaman asrama.
Cinta kemudian turun dari sepeda motor sport itu, kemudian melepaskan dan memberikan helm yang dia pakai ke pria misterius itu.
"Cinta, semangat!' ucap pria misterius itu seraya menunjukkan tangannya dengan mengepal.
"Siap laksanakan!" seru Cinta yang menirukan gaya kedua polisi tadi saat menerima perintah dari pria misterius.
Pria misterius itu menganggukan kepalanya dan Cinta mengulas senyumnya.
Cinta kemudian membalikkan badannya dan melangkah masuk ke asrama. Dan sebelum menutup pintu, dia menyempatkan diri untuk melambaikan tangannya pada pria misterius itu.
Pria misterius itu membalas lambaian tangan Cinta, dan kemudian dia melajukan kendaraannya keluar dari asrama.
Sementara Cinta menutup pintu dan melangkahkan kaki menuju ke kamarnya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1