
"Iya, nenek juga mau istirahat. Nenek pesan sama kamu Cin, jaga kesehatan kamu karena sebentar lagi kamu akan ke tingkat nasional!" Pesan nenek Asih.
"Iya nek!" jawab Cinta yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
...****...
Hari-hari Cinta berlangsung begitu cepatnya. Tiba disaat lomba tingkat kecamatan dan kabupaten telah dia lalui dengan gemilang.
Hingga akhirnya dia menunggu perlombaan tingkat propinsi.
Pagi itu seperti biasa, Cinta dan Iwan berangkat bekerja bersama. Dan mereka telah sampai di tempat parkir sepeda motor.
Setelah memarkirkan sepeda motor sportnya, Iwan menerima helm dari Cinta dan meletakkannya di tempat biasanya.
Kemudian keduanya melangkahkan kaki menuju ke teras restoran Mirama.
"Nggak terasa Cin, tinggal selangkah lagi kamu ke tingkat Nasional!" ucap Iwan pada saat masuk ke restoran.
"Benar kak, sedikit deg-degan sih!" balas Cinta yang saat ini berjalan sejajar dengan Iwan.
"Cinta!" panggil seseorang dari belakang Cinta.
Gadis itu kemudian menoleh dan membalikkan badannya, dan betapa terkejutnya dia karena yang dihadapannya adalah sahabatnya waktu di restoran Bali Ndeso.
"Nila! Risky!" panggil Cinta yang kemudian menghamburkan pelukannya pada Dara.
"Aku rindu sekali padamu Cinta!" seru Nila pada saat keduanya melepaskan pelukan mereka.
Hal itu berbanding balik dari waktu pertama kali mereka berjumpa.
"Cinta juga rindu pada kalian" balas Cinta yang keduanya kini senyum mereka pun terkembang.
"Nampaknya kamu sukses di restoran ini ya Cin!" ucap Risky yang melihat kesekitarnya.
"Alhamdulillah, eh tumben kalian kemari. Pasti ada hal yang penting ya?" tanya Cinta yang penasaran.
"Coba kamu tebak, ada berita apa?" Nila yang balik bertanya.
"Cinta benar-benar tidak tahu, memangnya ada apa sih?" tanya Cinta yang memandang kedua sahabatnya itu.
"Kami yakin kalau kamu pasti tidak akan menyangka! kalau tuan Gala akan menikah!" jawab Nila dengan semangat.
"Me..menikah? A..apakah dengan Fransiska?" tanya Cinta dengan penasaran.
"Bukan, Dara!" jawab Nila dan Risky secara bersamaan.
"Hah....! co..coba kalian ulang, Cinta tidak salah dengar bukan?" tanya Cinta yang penasaran.
"Tidak Cinta, kamu tidak salah dengar!" jawab Nila yang bersemangat.
"Sebaiknya kita ke dalam ya! oiya ini Iwan teman sekaligus asisten Cinta!" ucap Cinta sembari memperkenalkan Iwan.
__ADS_1
Risky kemudian mengulurkan tangannya dan menyebut namanya.
Hal itu disambut oleh Iwan yang juga menyebut namanya.
"Risky!"
"Iwan!"
Setelah jabat tangan keduanya terlepas, Iwan mengulurkan tangannya pada Nila.
"Nila!"
"Iwan!"
"Oiya kak Iwan, kak Iwan ke dapur terlebih dahulu ya!" pinta Cinta.
"Oke!" jawab Iwan, yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke restoran dan kemudian menuju ke dapur.
"Ayo kita masuk dan duduk di kursi pelanggan!'' ajak Cinta dan kedua sahabatnya itu menyetujuinya.
"Cinta kamu pasti penasaran, dengan siapa gadis yang akan bersama Gala bukan?" tanya Risky pada Cinta.
"Iya, tentu saja aku sangat penasaran!" seru Cinta.
"Kamu jangan kaget ya, kalau yang bersama Gala saat ini adalah...!" ucap Nila yang menatap Risky dan menganggukkan kepalanya.
"Si..siapa?" tanya Cinta yang semakin penasaran.
"Da..dara? yang benar saja, kalian tidak salah sebut kan?" tanya Cinta yang ingin mengetahuinya lebih lanjut.
"Benar, dan ternyata mereka berdua adalah teman masa kecil!" jawab Risky yang mengulas senyumnya.
"Benarkah? kenapa kamu senyum-senyum Ky? kamu nggak apa-apa kan?" tanya Cinta yang bertambah penasaran.
"Aku tidak apa-apa, karena ternyata aku juga menemukan anak kecil pemberani yang dulu menolongku." jawab Risky yang menatap Nila.
"Sebentar, aku kok bingung ya?"tanya Cinta yang memegang dagunya.
"Begini ya Cinta, Dara dan Tuan Gala yang tak sengaja saling bertabrakan. tiba-tiba dompet keduanya jatuh dan saling terbuka. Terlihatlah foto masa kecil mereka, yang keduanya sama-sana berdua. Dan sejak itulah mereka saling bertanya dan bercerita. Akhirnya dari persahabatan masa kecil mereka, timbullah benih cinta mereka" jelas Nila.
"Terus dari hubungan mereka apa tidak ada kendala dari kedua orang tua Gala?" tanya Cinta yang penasaran.
"Tidak, malah mereka sangat setuju. Karena sejak awal mereka memanfaatkan kamu agar Gala terlepas dari Fransiska, dan ternyata Dara lah yang bisa membuat Gala melepaskan Fransiska." jelas Nila.
"Terus bagaimana dengan kamu Ky? kamu kan dulu sempat bersama Dara?" tanya Cinta seraya memandang Risky penasaran.
Obrolan mereka terhenti sejenak setelah ada teman kerja Cinta yang menghidangkan minuman di meja depan mereka berserta camilan diatas piring kecil.
"Terima kasih," ucap Cinta pada karyawati itu.
Karyawati tersebut mengangguk dengan mengulas senyumnya.
__ADS_1
Dan kemudian percakapan ketiganya dimulai kembali.
"Aku dan Risky ternyata dulu teman sebangku, waktu itu kami sama-sama masih culun. Kami berdua selalu pakai kacamata hingga kami mendapatkan julukan duo culun." ucap Nila yang mengingat pada masa kecilnya dulu.
"Selain pakai kacamata, rambut Nila selalu dikepang dua namun berperawakan tomboy" jelas Risky yang mengingatkan masa lalunya.
"Sedangkan Risky yang selalu menjadi bahan Bullyan teman-teman Fu kelas bahkan satu sekolah m mendapat pertolongan Nila yang jago silat kala itu" jelas Nila.
"Terus kalian tahunya dari mana, kalau risky di cupu dan Nila sivtomboy?" tanya Cinta yang penasaran.
'Dari liontin kalung yang dipakai Nila, tiba-tiba keluar itulah yang membuatku penasaran. Karena aku dulu membelinya dengan tabungan aku, dan aku mengajak Nila ke pasar malam saat sebelum kami berpisah.'' ucap Risky sembari mengulas senyumnya karena mengingat kejadian pada saat mereka masih kecil.
"Ya Allah, nggak menyangka kalau restoran Bali Ndeso menjadi tempat reuni bagi kalian berempat! he..he..!" seru Cinta setelah meneguk minumannya.
"Benar juga, kami juga tak menyangka!" ucap Nila sembari tersenyum.
"Oiya, kamu tahu, siapa yang dekat dengan chef Alleno saat ini?" tanya Risky yang membuat tebakan buat Cinta.
"Apa kembali dengan Sophia?" tanya Cinta yang penasaran.
"Bukan, tapi Mbak Wiwid!" jawab Risky dengan serunya yang membuat Cinta terkejut.
"Bu..bukankah mbak Wid suka dengan Gala?" tanya Cinta yang penasaran.
"Mata dia eh bukan, semua mata perempuan memang sudah pasti akan tertarik sama tuan Gala. Namun yang namanya hati, siapa yang akan tahu!" jawab Nila yang menatap Cinta.
"Iya sih, aku sendiri sempat suka sama bos kalian. He..he..!" ucap Cinta yang terkekeh.
"Kamu Cin, kenapa ponsel kamu tidak kamu nyalakan?" tanya Nila yang penasaran.
"Ma'af ya, habisnya aku ingin sekali melupakan Gala waktu kemarin. He..he..!" jawab Cinta dengan cengengesan.
"Huh, kamu itu! nanti kamu harus tanggung jawab sama Dara! ha..ha..!" kelakar Risky.
"Dara? memangnya kenapa?" tanya Cinta yang penasaran.
"Sejak kamu meninggalkan restoran Bali Ndeso, Dara tak semangat kerja." jawab Risky.
"Tapi ada baiknya juga, dengan dia yang tak semangat kerja kemarin tiba-tiba saja dia bertabrakan dengan tuan Gala. Dan akhirnya mereka tahu kalau mereka adalah sahabat pada waktu masih kecil mereka!" tambah Nila.
"Oiya benar juga!" ucap Risky dan mereka pun saling tertawa bersama
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...