
Gala menelepon Ibu Widya, yaitu Dosen yang mengajar di kampusnya pada hari ini.
...📲 "Hallo Assalamu'alaikum!"...
📲 "Wa'alaikumsalam! Ini siapa ya?"
^^^📲"Saya Galaxy dari Fakultas Ekonomi, mau ijin tidak bisa mengikuti mata kuliah malam ini!"^^^
📲"Oke, kami memaklumi. Karena cuaca sedang ekstrim!"
^^^📲"Oiya, Mutiara Cinta dari Fakultas Tata Boga juga inij tidak bisa mengikuti pelajaran sekolah."^^^
📲"Baiklah, tapi besok jangan bolos lagi ya!"
^^^📲"Oke Bu Widya! Terima kasih. Assalamu'alaikum..!"^^^
📲"Wa'alaikumsalam..!"
Gala kemudian menutup ponselnya dan kemudian duduk disamping Cinta.
"Mau sampai kapan kamu menutup mata terus? aku sudah pakai baju nih!" ucap Gala seraya memandang kearah Cinta.
Cinta kemudian membuka telapak tangannya namun dia masih menunduk malu.
"Aku sudah minta ijin dan memintakan kamu ijin pada dosen, jadi malam ini kita libur." kata Gala yang mengalihkan pandangannya.
"Oh, begitu ya!" kata Cinta yang sedikit mengangkat wajahnya.
"Hei kamu, kenapa tidak terima kasih padaku?" tanya Gala yang otomatis penasaran.
"Apa, terima kasih? seharusnya tuan itu tidak ambil firstkiss aku! Tahu tidak itu buat suamiku kelak!" seru Cinta dengan mengumpulkan keberaniannya.
"First kiss? terus mau kamu apa?" tanya Gala tambah penasaran.
"Kembalikan First kiss aku!" jawab Cinta dengan geram.
"Apa?" Gala bingung apa yang dimaksudkan Cinta.
"Mengembalikan First kiss? apa dia mau kita berciuman lagi?" gumam Gala dalam hati yang semakin bingung.
Gala menatap Cinta tajam dan dia mendekatkan wajahnya ke depan wajah Cinta.
Semakin lama semakin dekat, dan membuat Cinta terjatuh terbaring di sofa, dengan posisi Gala diatasnya.
"Ka..kau mau apa?" tanya Cinta yang meletakkan kedua telapak tangannya di bahu kanan dan kiri Gala yang saat ini tepat diatasnya, dia beeusaha mendorong tubuh Gala.
"Mengembalikan Firstkiss kamu!" jawab Gala yakin.
"Dasar mesum..!" seru Cinta dengan segenap kekuatannya mendorong Gala dan lagi-lagi Galabjatuh terduduk di lantai.
"Aargh...!"
Gala merasakan kesakitan yang amat sangat.
"Rasain dasar mesum!" seru Cinta yang puas membalas Gala dan juga mengira saat ini Gala hanya berakting saja.
"Kau membuat punggungku sakit!" seru Gala yang tertatih-tatih untuk berdiri.
"Eh, beneran sakit ya?" tanya Cinta yang dari perasaan senang karena puas mengerjai Gala, berubah menjadi menyesal dan kasihan pada Gala.
"Ya, sakit beneran lah! masak bohongan!" seru Gala kesal.
__ADS_1
"Ma'af, aku bantu duduk ya!" ucap Cinta yang memapah Gala sampai Gala duduk di sofa.
"Buatkan aku mie instant jumbo sekarang juga!" seru Gala dengan menatap Cinta.
"Mie instan?" tanya Cinta yang meyakinkan pendengarannya.
"Iya, hujan-hujan begini kan paling enak makan mie instan. Aku lapar saat ini!" seru Gala yang minta untuk dituruti.
"Heh, Iya-iya deh!" balas Cinta yang agak kesal, namun dia tetap melangkahkan kaki menuju ke dapur.
Cinta kemudian mencari mie Instan dan juga sayuran yang ada di lemari es.
Tanpa disadari Cinta kalau Gala mengawasinya di belakang Cinta.
Setelah mengambil panci, Cinta mengisinya dengan air yang secukupnya.
Kemudian Cinta menyiangi sayuran dan mulai memotong-motongnya.
Melihat cara Cinta memotong sayuran yang tak sesuai keinginannya, Gala memanggil Cinta.
"Cinta..!" panggil Gala yang kemudian dengan tertatih menghampiri Cinta.
"Eh, kenapa ke sini? katanya sakit?" tanya Cinta yang penasaran.
"Aku cuma memastikan cara kamu memasak, karena aku nggak mau makan mie instan yang masaknya asal-asalan!" seru Gala yang memanfaatkan situasi ini untuk mengerjai Cinta.
"Lha mau kamu bagaimana?" tanya Cinta yang penasaran.
Kemudian Gala memposisikan dirinya memeluk dari belakang tubuh Cinta, dan membantu Cinta untuk mengiris-iris sayurannya.
Desir jantung Cinta tak beraturan, dan demikian pula dengan Gala.
"A..aku kenapa? ada apa dengan ku ini?" gumam dalam hati Gala.
"Aduh, kenapa sedekat ini sih? jangan-jangan tuan Galak mendengar suara jantungku?" tanya dalam hati Cinta yang sangat khawatir
"Nah besok-besok kalau mau memasak mie instan buat aku sayurnya dipotong- potong sesuai keinginan aku, jangan lupa mienya di rebus dan airnya diganti yang baru" jelas Gala yang sudah melepaskan tubuhnya yang memeluk Cinta tadi.
"I..iya tuan galak!" seru Cinta yang melakukan tugas nya.
"Oiya, kalau sudah selesai bawa ke ruangan ku ya!" pinta Gala.
"Iya tuan Galak!' balas Cinta kesal.
Gala mengulas senyum kemenangannya karena bisa mengerjai Cinta, kemudian dia melangkahkan kaki menuju ke ruangannya.
Sementara itu Cinta juga sudah selesai memasak mie instannya.
Gadis itu kemudian membaginya menjadi dua mangkok.
Kemudian Cinta membawanya ke ruangan Gala.dan menaruh satu mangkok didepan Gala dan satu mangkok dihadapannya.
"Hei, kamu buat saja lagi! tadikan aku meminta buatkan mie Instan Jumbo, jadi mie instan ini semua untuk aku ya!" seru Gala yang merasa benar.
"Tapi tuan galak, anda kan sudah makan yang satu mangkok! jadi biarkan yang satu mangkok ini buat saya!" ucap Cinta yang saat ini dia juga sedang kelaparan.
"Tidak..tidak...tidak..! kau harus buat lagi!" seru Gala yang tak menghiraukan Cinta, dia makan dengan lahapnya.
"Ya sudah, deh!" ucap Cinta kesal.
__ADS_1
Dengan terpaksa Cinta kembali ke dapur dan berencana membuat lagi mie instan untuk dirinya.
Cinta mulai memasak lagi dan setelah selesai, dengan sengaja dia tidak membawanya ke ruangan Gala.
Cinta makan mie instan itu di dapur saat itu juga.
Sementara itu Gala yang telah selesai memakan dua mangkok mie Instannya, merasa ada yang aneh.
"Hei, Cinta kenapa belum datang juga ya?" gumam dalam hati Gala yang kemudian dia melangkahkan kaki keluar dari ruangannya.
Gala berjalan dengan rasa penasaran menuju ke dapur.
Sesampainya di depan pintu dapur, Gala mengintip Cinta dari tempatnya berdiri.
"Oh, rupanya asyik makan sendiri di sini ya!" gumam dalam hati Gala kemudian timbul keisengannya.
Gala melangkahkan kakinya menuju saklar penerangan Restorannya. Dan dia mematikan tombol penerangannya.
Dan akibatnya seluruh ruangan gelap gulita.
"He..he..! Rasakan kamu Cinta!" ucap jahil Gala dengan senyum kemenangannya.
Sementara itu Cinta yang sudah menghabiskan mie instannya, bangkit dari duduknya dan mengambil gelas lalu menekan keran dispenser yang selalu ada di dapur.
Karena jaraknya yang dekat, Cinta tidak memakai alas kakinya saat melangkahkan kaki ke depan dispenser.
Baru saja minum satu tegukan, tiba-tiba keadaan dapur dan sekitarnya gelap gulita.
"Prankk..!"
Gelas yang di bawa Cinta terjatuh reflek dan Cinta mulai ketakutan.
Sejak kecelakaan, Cinta menjadi phobia akan keadaan gelap.
Karena sering muncul bayangan-bayangan kecelakaan diantara kegelapan malam.
"Mama... papa... mama... papa..!"
Cinta terus meracau memanggil mama dan papanya, karena sejak kecil jika dalam keadaan mati lampu, mama dan papanya selalu menemaninya.
Namun Cinta lupa kalau Mama dan papanya telah tiada.
Perlahan Cinta melangkahkan kakinya dan mencoba meraba-raba di sekitarnya dengan mengumpulkan keberaniannya.
Namun tiba-tiba saja Cinta menjerit kesakitan.
"Aaauww..!"
"Brugh...!"
...~Â¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1