CHEF CINTA

CHEF CINTA
Jalan-jalan Bersama Teguh


__ADS_3

Cinta kemudian melangkahkan kaki meninggalkan Gala yang masih terbengong dan juga Fransiska yang sedang tersenyum kemenangan.


Cinta menutup pintu ruangan dan kemudian menarik nafasnya dalam-dalam dan berkata dalam hati.


"Jika mas Gala menjadi jodoh aku, pastilah esok akan ketemu dan kita dipersatukan kembali" ucap Cinta dalam hati.


Cinta kemudian menyeka air matanya yang berlinang di pipinya, kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke pantry dan bertemu dengan teman-temannya.


"Cinta bagaimana?" tanya Wiwid yang penasaran mewakili semua teman-temannya.


"Sebelum aku dipecat, aku dah resign dulu." ucap Cinta yang berusaha untuk tetap tersenyum.


"Apa resign? bukan mak lampir itu yang harusnya pergi?" tanya Dara yang tak rela jika Cinta yang harus undur diri.


"Cinta, jika itu keputusan kamu. Buatlah mengalah kamu ini untuk kemenanganmu esok hari. Kegagalan kamu hari ini adalah kunci kesuksesan kamu untuk yang akan datang." ucap Chef Alleno seraya menepuk bahu Cinta, berusaha menguatkan Cinta.


"Terima kasih Chef, Cinta akan ingat itu dan Cinta tidak akan melupakan kalian semuanya.


"Cinta, aku akan selalu merindukanmu!" ucap Dara diantara Isak tangisnya memeluk Cinta.


"Aku juga akan selalu merindukanmu Dara" ucap Cinta seraya menerima pelukan Dara.


"Cinta jangan lupakan aku juga, dan sering-seringlah kasih kabar pada kami ya!" ucap Wiwid yang biasanya tegas dengan Cinta, kali ini dia melemah dengan derai air matanya yang menetes di pipinya.


Cinta melepaskan pelukannya pada Dara dan kemudian memeluk Wiwid dengan erat, dan Wiwid pun menerima pelukan itu seakan dia tak mau terlepas dari Cinta.


Kenangan kebersamaan mereka muncul diingatan mereka, setelah itu Cinta berpamitan dengan yang lainya.


"Cin, oleh-oleh dari aku jangan ketinggalan ya! seru Chef Alleno yang mengingatkan.


"Sudah Chef, sudah ada di tas aku!" ucap Cinta seraya menunjukkan tas kecilnya yang seperti di dalamnya penuh dengan isinya.


"Ya sudah, cuma mengingatkan saja" ucap Chef Alleno sembari tersenyum.


Cinta pun membalas dengan senyuman pula.


Dan kemudian Cinta menghubungi Teguh, yang kebetulan Teguh belum mendapatkan penumpang.


...****...


Sementara itu Gala yang masih di dalam ruangannya bersama Fransiska yang saat ini berada di kamar mandi untuk mencuci muka dan merias dirinya.


"Kenapa aku seperti membuat kesalahan pada Cinta? apa aku bebar-benar jatuh cinta padanya?' tanya dalam hati Gala yang mengusap kepalanya dengan kasar.


Kemudian Gala mengambil beberaoa lembar uang dan memasukkannya dalam amplop.


Gala melangkahkan kakinya menuju ke pantry mencari keberadaan Cinta.

__ADS_1


Dan kebetulan Cinta keluar dari ruang pantry dan hendak melangkahkan kaki ke pintu keluar Restoran Bali Ndeso.


"Cinta tunggu!" panggil Gala saat melihat Cinta.


Cinta berhenti dan membalikkan badannya. Saat ini posisinya saling berhadapan dengan Gala.


"Ada apa tuan Gala?" tanya Cinta dengan sopan.


"Ada sedikit pesangon buat kamu, mungkin bisa buat modal usaha atau biaya hidup sebelum mendapatkan pekerjaan baru" ucap Gala yang memberikan amplop yang berisikan uang lembaran kertas itu.


"Tapi saya kerjanya belum genap sebulan?" tanya Cinta yang belum menerima amplop tersebut.


"Sudahlah terima saja, anggap sebagai rasa terima kasih kami selama ini banya membantu kelancaran restoran Bali Ndeso ini" jawab Gala yang menarik tangan Cinta dan meletakkan amplop yang berisikan uang tersebut diatas telapak tangan Cinta.


"Terima kasih, akan Cinta gunakan sebaik mungkin" ucap Cinta yang dengan terpaksa menerimanya.


"Nah begitu lebih baik!" seru Gala sembari mengulas senyum dan dalam hati berkata


"Kapan lagi aku akan bertemu denganmu Cinta?"


"Permisi tuan Gala saya permisi, jemputan saya juga sudah datang." ucap Cinta yang mengulas senyumnya pergi meninggalkan Gala dan keluar dari restoran tersebut.


Gala mengikuti Cinta sampai depan pintu dan melihat Cinta sudah bersama dengan driver ojek Online yang biasa bersama Cinta.


"Driver ojek online itu lagi, sebenarnya ada hubungan apa dia dengan Cinta?" rasa dalam hati Gala seraya mengepal tangannya.


"Makasih Cak!":ucap Cinta yang memakai helm pemberian Teguh.


"Iya, tumben masih siang kok dah balik, Cin?" tanya Teguh yang penasaran.


"Nanti Cinta ceritakan, kita jalan-jalan keliling Surabaya dulu juga nggak apa-apa! he..he..!" jawab Cinta sambil tersenyum.


"Ok, kalau begitu cepat naik ya! akan aku ajak kamu ke tempat yang mungkin kamu suka" ucap Teguh sambil mengulas senyumnya.


"Siap Cak!" balas Cinta yang sudah naik ke atas sepeda motor Teguh.


Dan sepeda itu melaju meninggalkan restoran Bali Ndeso dengan kecepatan sedang.


"Kita akan kemana Cak?" tanya Cinta yang penasaran .


"Nanti kamu juga akan tahu!" ucap Teguh sambil tersenyum.


Tak berapa lama Teguh menepikan sepeda motornya di depan sebuah warung bakso di kawasan Kodam Brawijaya Surabaya.



"Makan bakso?" tanya Cinta yang teringat kapan saat terakhir dia makan bakso bersama keluarganya.

__ADS_1


"Iya, apa kamu tak suka?" jawab sekaligus tanya Teguh pada Cinta.


"Suka Cak, cuma Cinta teringat saja sama keluarga Cinta. Itu saja kok!" jawab Cinta.


"Kalau begitu, ayo kita masuk!" Ajak Teguh dan Cinta mengangguk, kemudian mereka masuk dan mencari tempat duduk yang masih kosong.


"Kamu bakso apa Cin?" tanya Teguh saat melihat daftar menu bakso yang tersedia.


"Cinta bakso biasa di tambah telur puyuh sama minumnya es campur, tapi jangan diberi tape" jawab Cinta.


"Ok, tunggu di sini ya!" seru Teguh.


"Iya Cak!" jawab Cinta.


Teguh kemudian melangkahkan kaki ke pedagang bakso dan memesan pesanan mereka.


"Cak Di, Bakso telur puyuh satu, bakso kikil satu dan es Campur dua yang satu tidak pakai tape" pesan Teguh oada pedagang bakso itu.


"Siap cak, silahkan duduk dulu!" ucap Pedagang bakso yang biasa dipanggil Cak Di.


"Wokey!" balas Teguh yang kemudian melangkakan kaki kembali menghampiri Cinta dan duduk di kursi dari plastik yang ada di sebelah Cinta.


"Sudah pesan Cak?" tanya Cinta.


"Iya, sudah" jawab Teguh yang kemudian mereka bercerita tentang pengalaman Teguh selama menjadi driver ojek Online.


"Cak memang pernah mengalami pengalaman mistis?" tanya Cinta yang penasaran.


"Pernah, waktu itu ada orderan mengantar perempuan cantik seperti keturunan negeri bambu." jawab Teguh.


"Terus?" tanya Cinta yang menyimak cerita Teguh.


"Perempuan itu naik dari Gunung sari, eh minta diantar ke Kembang kuning. Awalnya nggak curiga sih, tapi setelah sampai di depan tempat pemakaman Umum, perempuan itu menghilang begitu saja" jelas Teguh.


"Ihh, serem juga ya!" ucap Cinta yang tiba-tiba bulu kuduknya merinding setelah mendengar cerita dari Teguh.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2