
Perlahan Cinta melangkahkan kakinya dan mencoba meraba-raba di sekitarnya dengan mencoba mengumpulkan seluruh keberaniannya.
Namun tiba-tiba saja Cinta menjerit kesakitan.
"Aaauww..!"
"Brugh...!"
Cinta menginjak pecahan kaca gelasnya tadi yang jatuh saat awal lampu padam tadi.
Pada saat menginjak pecahan kaca itu, dengan reflek Cinta kaget dan terpeleset pada saat ruangan sedang gelap itu.
Dan dia terjatuh dengan kepala membentur tepi meja, yang membuatnya tak sadarkan diri saat ini.
Sementara itu di ruangan lain, Gala yang masih berada di dekat sakelar listrik Restoran seperti mendengar sesuatu yang mencurigakan.
"Suara apa itu?" tanya Gala penasaran.
Karena khawatir, Gala menyalakan saklar listriknya dan dia melangkahkan kaki menuju ke arah dapur.
"Cinta!" panggil Gala saat masuk ke dapur dan melihat Cinta tergeletak di lantai dengan kaki dan dahi bersimbah darah.
Dengan cepat Gala membenarkan posisi terbaringnya Cinta.
"Cin..Cinta!" seru Gala seraya menggoyang-goyangkan tubuh Cinta.
"Darah, P3K nya..!" seru Gala yang kemudian mencari kotak pertolongan pertama pada kecelakaan itu.
"Ini dia!" ucap Gala saat membuka kotak lemari kaca kecil yang berwarna putih itu.
Kemudian Gala mencari obat luka, kapas dan perban.
Setelah membersihkan luka-luka di telapak kaki dan kepala Cinta, Gala mengobati luka-luka tersebut.
"Cinta, ma'afkan aku. Niatku bercanda, kenapa jadi begini" ucap Gala saat mulai memasang perban di dahi Cinta.
Sedangkan Cinta masih terkulai lemas.
Setelah selesai mengobati Cinta, Gala membopong Cinta ala bridal style dan melangkahkan kaki menuju ke ruangnya.
Karena di ruangannya ada kamar tidur yang biasa digunakan ibunya istirahat.
Gala membaringkan Cinta di tempat tidur yang berukuran besar itu, dan dia duduk di samping Cinta.
Ada perasaan menyesal dan Khawatir dalam diri Gala.
"Aku tak tahu kalau akan jadi begini!" racau Gala yang risau.
Dia merasakan seperti apa yang dirasakan Cinta saat ini.
Rasa kantuk menghinggapi Gala, dia kemudian membuat posisinya berbaring disamping Cinta dengan memejamkan kedua matanya.
Dan kini keduanya tidur satu ranjang di kamar itu.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Cinta sadar dari pingsannya.
Gadis situ membuka mata dan berusaha mengingat apa yang terjadi.
Dipegangnya dahi dan dilihat telapak kaki kanannya yang terbalut perban dengan rapi.
"Apa tuan galak yang mengobati luka-lukaku?" tanya dalam hati Cinta yang kemudian melihat disampingnya sosok Gala yang tertidur dengan pulasnya.
"Astaghfirullah! apa tuan galak berbuat macam-macam saat aku pingsan? aku harus pergi dari sini!":gumam dalam hati Cinta yang kemudian berusaha untuk bangkit.
"Aagh..!" Rasa sakit di kepalanya sangatlah mengganggunya.
Dan gadis itu kembali jatuh ke ranjang seraya memegang kepalanya yang terasa sangat sakit itu.
"Walaupun kedua orang tua Mas Gala menginginkan agar aku mendekatinya, tapi aku tidak mau serendah ini!" ucap dalam hati Cinta.
"Aku harus pergi dari tempat ini!" gumam dalam hati Cinta.
Karena hentakan tubuh Cinta di ranjang sangat kuat, membuat gelombang yang sangat terasa sampai di tubuh Gala.
Gala yang semula tidur nyenyak, terbangun karena hentakan di ranjang besar itu.
Setelah mengumpulkan nyawanya, Gala melihat Cinta yang terus berusaha berdiri namun tak juga bisa.
"Hei kamu mau kemana?" tanya Gala dengan ketus, untuk menutupi rasa bersalahnya.
"Aku mau pulang! aku tak mau disini bersama laki-laki mesum kayak kamu!' seru Cinta, walaupun sore kemarin dia bisa menghajar penjahat di depan Restoran Bali Ndeso, namun kali ini dia sungguh tak berdaya.
"Eh, apa tuan galak mulai perhatian ya sama aku?" tanya goda Cinta yang sebetulnya penasaran dengan perasaan Gala.
"Tentu saja!" jawab Gala yang kecelosan.
"Eh, jadi tuan galak ada rasa sama Ugly girl ini ya?" tanya Cinta seraya mengulas senyum tipisnya.
Menyadari kesalahannya, Gala berusaha meralat ucapannya.
"Ma..maksudku, tentu saja aku perhatian sama kamu buka karena aku suka sama kamu! tapi karena tak ada pengganti Chef Alleno saat ini!" seru Gala yang berusaha menutupi perasaannya.
"Oh, perhatian karena pekerjaan ya?" ucap Cinta yang kecewa.
"Jadi jangan berharap kalau aku akan mencintaimu Ugly girl! Tak akan ada cinta sebutir debu pun untukmu!" seru Gala dengan tatapan tajam.
Tatapan Gala itu seolah membuat jantung Cinta berhenti.
"Apa aku ada rasa sama orang yang bernama Gala ini? Kenapa sakit rasanya jika Gala bicara seperti itu!" gumam dalam hati Cinta yang sekali lagi mencoba berdiri dengan tertatih-tatih.
"Sudah aku bilang, kamu tidak boleh kemana-mana! kepala dan kakimu masih sakit!" seru Gala yang bangkit dari ranjangnya dan menghampiri Cinta.
Cinta tak menghiraukan apa yang dikatakan Gala, dengan tertatih-tatih Cinta melangkahkan kakinya dan kaki yang di perban Gala tiba-tiba mengeluarkan darah segar.
"Aaaghh..!" Cinta mengerang kesakitan dan gadis itu pun ambrug, yang dengan cepat Gala menagkap tubuh mungil Cinta.
Gala kembali membopong Cinta bagaikan bridal style, membawa Cinta kembali ke ranjangnya.
__ADS_1
"Sudah aku bilang, kamu itu tidak boleh kemana-mana dulu!" gerutu Gala sembari menurunkan Cinta ke atas tempat tidur.
Cinta melihat secara dekat wajah Gala, Cinta terpesona akan sikap dan wajah tampan Gala.
Gadis itu tetap diam dan terus memperhatikan lelaki bersamanya itu,
yang saat ini sibuk kembali mengobati kaki Cinta yang berdarah tadi.
...****...
Sementara itu di kediaman Hutomo, sepasang suami isteri sedang dilanda kekhawatiran.
"Pa, sudah jam tiga pagi, kenapa Gala tak kasih kabar ya? tadi katanya dia tidak berangkat kuliah karena hujan deras, sekarang hujannya sudah berhenti, kenapa dia tidak pulang-pulang?" pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan Riska mamanya Gala.
"Apa sebaiknya kita cari di restoran?" tanya Hutomo yang penasaran.
"Iya pa!" jawab Riska yang mengiyakan.
Mereka segera mengganti pakaian tidur mereka dengan pakaian santai.
Kemudian Hutomo memanggil sopir pribadinya yang rupanya sudah bangun dan selesai beribadah sholat malam.
"Pak Tarjo, tolong antarkan kami ke Restoran Bali Ndeso!" seru Hutomo saat menghampiri Sopirnya itu yang sedang mengopi.
"Siap Tuan, ma'af sebelumnya. Memangnya ada apa ya?" tanya sopir Hutomo yang bernama Tarjo itu.
"Gala dari semalam tidak pulang, kami sangat khawatir! apalagi semalam hujannya sangat menakutkan!" jawab Riska yang muncul dari belakang Hutomo.
"Baik tuan saya ambil kunci mobil serta dompet saya terlebih dulu tuan!' ucap Tarjo yang melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
Riska dan Hutomo menunggu Tarjo di ruang tamu.
Dan tak berapa lama, Tarjo sudah menghampiri mereka berdua.
Kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke garasi mobil.
Setelah semua masuk ke dalam mobil, Tarjo mengemudikan mobilnya menuju ke Restoran Bali Ndeso milik Riska yang kini dipegang oleh Gala.
Tak berapa lama mobil mewah itu, sampai di depan Restoran Bali Ndeso.
"Itu mobil Gala , berarti Gala masih disini ya pa!" seru Riska yang sudah keluar dari mobil mewahnya dan mendapati mobil mewah putranya berada di tempat parkir restoran Bali Ndeso.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1