
Kemudian Cinta keluar dari kamarnya dan menutup serta mengunci kamar dari luar, gadis itu melangkahkan kakinya menuju ke ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, sudah banyak peserta lomba memasak lainnya yang berada di sana.
Semua orang mendapat nasi box dan Cinta yang terakhir belum mendapatkannya.
"Anda yang bernama Cinta?" tanya seseorang yang membawa selembar foto dan ternyata si pembawa nasi box, dia memberi Cinta nasi box yang sebelumnya dia sendirikan.
"Iya, saya yang bernama Cinta" jawab Cinta dengan jujur.
"Ini nasi box untuk anda" kata orang tersebut dengan memberikan nasi box yang terdapat namanya.
"Terima kasih!" ucap Cinta yang menerima nasi box itu dengan mengulas senyumnya.
"Iya sama-sama" balas si pengantar nasi box tersebut yang juga mengulas senyumnya.
Dan ketika Cinta hendak membuka nasi kotak yang dibawanya, tiba - tiba pria misterius itu datang lagi dan memberi peringatan pada Cinta.
"Tunggu!" seru pria yang memakai Hoodie hitam itu yang berlari dari luar rumah dan menghampiri Cinta.
"Hati-hati, jangan kamu sentuh nasi itu Cinta!" seru pria misterius itu.
"A..apa-apa maksud kamu?" tanya Cinta yang penasaran.
"Kau lihat, nasi box kamu di beri nama sendiri dan pemberiannya pun yang terakhir kali. Apa kamu tak mencurigai kalau ada sesuatu dengan nasi ini?" jelas sekaligus tanya dari pria misterius tersebut.
"I..iya sih, tapi Cinta positif thinking saja" ucap Cinta yang menatap pria misterius itu.
"Dasar! sadar tidak kedatangan kamu di Jakarta ini jadi sasaran oleh orang-orang yang berniat jahat padamu!" seru Pria Misterius itu dengan menatap tajam kearah Cinta.
"Degh..!" Jantung Cinta seolah berhenti.
"Tatapan itu!' seru dalam hati Cinta yang seperti mengenal tatapan mata pria misterius itu.
"Hai kau, kemarilah!" seru pria misterius itu yang memanggil si pengantar nasi box tersebut.
Dan semua orang yang ada di ruang makan dan melihat kejadian itu terdiam dan menyaksikan apa yang tengah terjadi.
"A..aku tuan?" tanya si pengantar nasi box itu dengan wajah pucat pasi.
"Iya, mau siapa lagi!" jawab si pria pengantar nasi box itu dengan nada tinggi.
Si pengantar nasi box tersebut menghampiri pria misterius itu dengan gemetaran.
__ADS_1
"Jangan takut, aku tidak akan menyakiti kamu. Asal kamu jawab dengan jujur, kenapa nasi box untuk Cinta di sendirikan dan diberi nama sendiri?" tanya Pria misterius itu pada lelaki si pembawa nasi box itu.
"Ma'af tuan, saya hanya disuruh demikian. Saya tidak tahu maksudnya tuan!" jawab si pengantar nasi box itu.
"Siapa yang menyuruh kamu!" tanya pria misterius itu dengan nada tinggi.
"A..Arjuna, dia menyebutkan begitu!" jawab si pengantar nasi box itu dengan ketakutan.
"Arjuna? apa yang dia maksud om Juna?" tanya Cinta yang penasaran.
"Itu nama yang dikatakan oleh orang yang menyuruh saya!" ucap si pengantar nasi box itu yang masi ketakutan.
"Kita belum tahu, yang jelas sepertinya bukan Arjuna! sebaiknya kita pindah dari tempat ini. Kita bisa mengganggu yang lainnya" bisik pria misterius itu pada Cinta yang menatap pria pengantar nasi box itu dengan tajam.
"Sebaiknya kita pindah ke pos satpam saja!" usul Cinta yang tadi sempat melihat ada ruangan satpam di samping pintu gerbang asrama.
"Benar juga, ayo kita pindah ke pos satpam!" seru pria misterius yang kemudian mendorong pelan si pengantar nasi box tersebut.
"Untuk yang lainnya, silahkan lanjutkan makan siang kalian!" seru Cinta dan semua orang mengikuti seruan Cinta.
Kemudian pria misterius, si pengantar nasi box dan Cinta melangkahkan kaki menuju ke kantor satpam. Namun sebelumnya pria misterius itu menelpon seseorang.
"Sepertinya aku harus membawa kamu ke kantor polisi!" seru pria misterius itu yang menakut-nakuti si pengantar nasi box tersebut.
"Ampun tuan, jangan tuan!" ucap si pengantar nasi box itu dengan ketakutan.
Dan mereka sampai juga di kantor satpam.
"Permisi pak, kami mau minta waktunya untuk mengintrogasi orang ini" ucap pria misterius itu pada satpam yang bertugas.
"Ada masalah apa ya?" tanya satpam itu yang penasaran.
Belum sampai di jawab oleh pria misterius itu, tiba-tiba datang satu dua orang laki-laki bertubuh tegap yang berseragam polisi dan salah satu polisi itu membawa satu kotak tempat hewan yang berisi dua ekor tikus putih.
"Selamat siang! ada yang bisa saya bantu pak?" tanya seorang polisi yang menaruh hormat pada pria misterius itu.
"Tolong periksa nasi box ini, apakah ada racunnya atau tidak!" perintah pria misterius itu pada salah satu polisi yang menghampirinya itu.
"Siap laksanakan!" jawab polisi itu yang kemudian memberikan nasi box itu pada kedua tikus yang dibawa oleh polisi tadi.
Dan semua orang memperhatikannya dengan seksama pergerakan dari di ekor tikus itu.
Beberapa menit kemudian, dua ekor tikus itu menggelepar tak berdaya di dalam kotak tempat hewan tersebut. Dan lama-kelamaan tikus itu tak bernyawa.
__ADS_1
"Lihatlah! berarti benar dugaanku! ada yang menginginkan nyawa Cinta!" seru Si pria misterius itu yang menatap si pengantar nasi box itu dengan nanar.
"Ja..jadi aku akan dibuat seperti tikus itu?" tanya Cinta yang merasakan dadanya sesak.
"Nampaknya seperti itu nona!" jawab polisi itu yang juga menatap si pengantar nasi box itu dengan nanar.
"Siapa yang menginginkan aku mati, siapa, katakan siapa?" tanya Cinta yang berdiri dihadapan si pengantar nasi box itu dengan nafasnya yang tersengal-sengal.
"Sa..sa..saya hanya disuruh orang yang mengaku namanya adalah Arjuna, itu saja" jawab si pengantar nasi box itu dengan ketakutan.
"Om Juna? tidak mungkin....tidak mungkin om Juna!" racau Cinta yang terduduk dengan lemas di lantai.
Menghadapi situasi yang seperti itu, pria misterius itu mengambil ponselnya dan menunjukkan beberapa foto pada si pengantar nasi box tersebut.
"Arjuna yang kamu maksud apakah yang ini?" tanya pria misterius itu pada si pengantar nasi box dengan menunjukkan foto di ponselnya.
"Bu .bukan, bukan dia. Saya ingat wajahnya bukan dia!" jawab si pengantar nasi box tersebut.
"Apakah dia?" tanya pria misterius itu yang menunjukkan lagi sebuah foto pada si pengantar nasi box itu.
"I..iya dia, dia yang menyuruh saya tuan" jawab si pengantar nasi box itu dengan mata yang menandakan kejujurannya.
"Kamu cari orang ini, tangkap sekarang juga!" perintah pria misterius itu pada polisi yang tidak membawa kotak tempat hewan yang berisi tikus tadi.
"Siap laksanakan!" seru polisi tersebut yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan pos satpam dan menuju ke sepeda motornya.
"Dan kamu bawa si pengantar nasi box ini ke kantor polisi, karena dia adalah sebagai saksi. Jadi berikan perlindungan ekstra padanya!" perintah pria Misterius itu pada olisi yang membawa tikus tadi.
"Siap laksanakan!" seru polisi tersebut yang melangkahkan kaki keluar dari pos satpam bersama si pengantar nasi box.
Pria misterius itu menganggukan kepalanya dan kemudian dia menatap kearah satpam yang bertugas.
"Kalian, jaga asrama ini dengan baik. Jangan sampai kecolongan lagi seperti tadi, mengerti!" seru pria misterius itu dengan lantang.
"Siap, mengerti!" balas para satpam yang bertugas dengan posisi hormat pada pria misterius itu.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...