Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 29 ( Petuah Daddy ken! )


__ADS_3

Sebagai seorang laki-laki yang berusaha bertanggung jawab atas seorang gadis yang ia pilih untuk menjadi kekasihnya, tentu ia tidak akan gentar untuk meminta izin, memohon restu dan menghadap orang tua kekasihnya.


Terutama sang Ayah. Karena dia lah cinta pertama dari kekasihnya. Lelaki pertama yang menyayangi dan rela melakukan apapun demi kekasihnya tumbuh dengan baik sejak kecil hingga kini duduk di sampingnya, dan siap berjuang untuk masa depan cinta mereka.


Dan bagi seorang pemuda yang sudah memiliki keturunan baik, dimana pendidikan mendukung, wajah tampan dan juga anak orang berpunya tentu memiliki kesempatan untuk bisa lebih mudah mendapatkan gadis yang dia inginkan.


Hanya saja yang menjadi masalah bagi pemuda satu ini adalah bukan tentang apa yang ia punya, dan dapat di lihat orang. Bukan tentang anak siapa dirinya, juga bukan pula apa yang ia dapat di usia muda.


Karena Ayah sambung dari gadis yang ia cintai jauh lebih mementingkan keseriusan, kelembutan, cinta dan kesetiaan yang di harapkan darinya.


Dengan tekat yang sudah bulat, dan keinginan agar selalu bisa bersama Cla, maka apapun akan di lakukan oleh Arsen. Termasuk menghadap Ayah kekasihnya lebih awal dari yang biasa di lakukan anak muda pada umumnya.


Di ruang tengah yang berisi empat orang tengah mengobrol, hanya Daddy Ken yang duduk dengan menyandarkan punggungnya. Sementara yang lain terlihat tak bisa duduk dengan tenang, termasuk Mommy Calina.


"Kapan kembali ke New York?" tanya Mommy Calina berbasa-basi.


"Lusa, Aunty..." jawab Arsen masih dengan wibawanya.


Aunty Calina mengangguk dengan senyuman yang seolah menunjukkan rasa bangga pada Arsen yang mampu menyelesaikan dua jurusan dala waktu yang bersamaan.


"Dari mana saja hari ini?" sahut Daddy Kenzo menatap tegas pada Arsen. Sang Daddy memilih langsung pada inti permasalahan.


Selain menatap mata Arsen, yang di lakukan sang Daddy sejak tadi adalah mengamati anak muda yang sudah berani mengantar anaknya pulang secara khusus itu dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Mencari titik yang membuat pemuda itu mungkin terlihat mencurigakan, atau tidak tepat jika mendampingi sang putri sambung yang sudah ia sayangi sejak lahir.


Arsen menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Ayah sambung Cla yang teramat sangat ia hormati.


"Sebenarnya.... saya pulang secara khusus memang hanya untuk menemui Cla, Uncle!" jawab Arsen. "Saya mencarinya melalui sinyal ponsel, dan bertemu dengannya di mall... Dan seharian ini kami hanya menghabiskan waktu di mall bersama Gwen dan Naufal. Makan, nonton, belanja, makan malam lalu pulang..." jawabnya sejujur mungkin.

__ADS_1


"Mereka sudah tiba sejak hampir satu jam yang lalu, kenapa kalian terlambat?"


"Kami hanya mampir ke mini market! Karena kami ingin membeli camilan dan kopi..." jawab Arsen apa adanya.


"Satu jam?" tanya Daddy Ken dengan nada tak percaya.


"Kami minum kopi di teras di minimarket." jawab Arsen lagi seadanya.


"Yakin di teras minimarket?"


"Iya, Daddy... Arsen tidak bohong..." sahut Cla lirih namun berharap penuh sang Daddy mempercayainya.


Daddy Ken menoleh pada sang putri. Ada gurat pilu di wajah tampan sang Ayah, ketika di depan matanya anak gadis yang ia manjakan dengan apapun yang ia miliki kini sudah bukan anak-anak lagi. Dia sudah hampir 22 tahun, dan sudah berani membela laki-laki lain selain dirinya, Papanya dan adik-adiknya.


"Daddy tidak bertanya padamu..." ucap sang Daddy berbicara dengan lembut.


"Maaf, Daddy..." Cla sedikit menunduk, menghindari tatapan sang Ayah sambung yang selalu terlihat menyejukkan pandangannya. Hanya saja kali ini Cla membaca gurat lain di wajah itu.


"Apa saja yang terjadi selama di mall sampai di rumah ini?" tanya Daddy Ken dengan nada menginterogasi.


Reflek Arsen menoleh pada Cla, dan Cla pun reflek menoleh padanya. Dan itu membuat pandangan mereka bertemu dengan tatapan lirih dari Cla. Kemudian tatapan yang tegas dan percaya diri dari Arsen.


Bukan tidak ada gugup, tapi Arsen memilih berusaha untuk gentle menghadapi Daddy kekasihnya sekarang di banding harus berurusan di belakang nantinya. Apalagi ia akan kembali ke New York dan entah, kapan bisa kembali ke Indonesia dan bertemu dengan kekasih hati.


"Maafkan saya, Uncle..." ucap Arsen terdengar serius. "Hari ini saya meminta Clarice, putri sulung Aunty dan Uncle untuk menjadi... kekasih saya!" lanjutnya dengan dada berdebar hebat.


Bukan hanya Arsen, Cla juga mengalami hal yang sama. Bahkan kakinya nyaris bergetar karena takut sang Daddy akan menolak Arsen mentah-mentah setelah kejujuran sang lelaki.


"Dan..."

__ADS_1


"Dan apa!" seru Daddy Kenzo dengan tatapan yang tajam menghunus pada Arsen setelah menoleh sekilas pada putrinya.


"Dan Cla menyetujui nya..." jawab Arsen menatap mata Daddy Ken dan Mommy Cal secara bergantian. Sebagai bentuk jika ia serius dengan apa yang ia ucapkan.


Daddy Kenzo menarik nafas panjang hingga suaranya terdengar oleh yang lain. Dan tatapan mata yang beralih lurus ke depan. Seperti resah dan gelisah, tapi juga ada kagum dengan Arsen yang berani menghadap dirinya di hari pertama ia meminta Cla untuk menjadi kekasihnya. Jemari yang ada di atas paha *******-***** udara dengan helaan nafas yang kasar dan dada yang kembang kempis.


Mommy Cal tau apa yang terjadi dengan Daddy Ken. Dengan kekuatan cinta dan kelembutan yang ia miliki, Mommy Cal berusaha menenangkan Daddy Ken dengan merangkul lengan sang suami dan menatap lembut pada wajah dingin yang selalu terlihat tegas di manapun ia berada.


Mommy Cal sendiri sesungguhnya sudah shock, ketika tadi Naufal dan Gwen berkata jika Cla akan pulang di antar oleh Arsen tanpa penjelasan yang pasti.


Dan sekarang, ketika benar terungkap jika Arsen dan dan Cla menjalin hubungan, ada dua hal yang bertabrakan di dalam pikiran dan hati Ibu tiga anak itu.


Pertama, putrinya akan menjalin hubungan dengan laki-laki di tengah pergaulan bebas anak remaja. Apalagi Arsen sudah lama tinggal di luar negeri. Sedikit banyak pasti berpengaruh dengan kehidupannya.


Kedua, Mommy Cal sedikit lebih tenang, karena lelaki yang menjadi kekasih pertama putrinya adalah Arsen. Selain anak sahabat mereka, juga anak rekan bisnis Daddy nya. Sedikit banyak ada rasa tenang akan hal itu. Dan bagus, jika memang mereka bisa sampai menikah.


"Clarice..." gumam Daddy Ken menyebut nama putrinya. "Dia adalah satu-satunya putri di rumah ini, yang kami besarkan dengan penuh kasih sayang... Tidak ada kata yang menyakitkan yang pernah kami ucapkan untuknya. Tidak ada perlakuan kasar yang pernah kami lakukan padanya." ucap Daddy Ken dengan tatapan yang kosong ke arah depan.


"Dan jika kamu ingin menemukan jati dirimu dengan menjalin hubungan bersama putriku..." Daddy Ken menggantung kalimatnya dan menoleh Arsen dengan tatapan serius. "Jangan pernah sakiti dia! Jangan rusak dia apapun alasannya!" ucap Daddy Ken dengan penuh penekanan dan tatapan yang tajam bagai pedang yang menghunus musuh-musuhnya.


"Tidak ada barang pinjaman yang di kembalikan dalam keadaan rusak! Apalagi putriku yang bukan barang!" ucapnya tegas, penuh nada intimidasi. "Kau pasti paham maksudku, bukan?"


"Aku hanya ingin... siapapun yang menjadi kekasih putriku, tujuannya hanyalah untuk menjaganya sampai aku mengantarkan dia menikah!" ucap Daddy Ken dengan dada yang bergetar. "


Brighta Clarice Agasta, anak sambung yang sudah ia anggap sebagai anak kandung adalah putri satu-satunya Daddy Kenzo. Melepasnya untuk pergi bersama laki-laki yang di cintai anak gadisnya memang suatu hal yang berat untuk Ayah tiga anak itu.


Meski hanya baru dalam jenjang berpacaran. Karena fase inilah yang menurut para orang tua fase paling mengkhawatirkan. Di tengah gempuran media sosial. di tengah badai kemajuan jaman namun minim adab.


"Aku juga pernah muda, Arsen! Aku pernah seumuran mu! Aku pernah memiliki perasaan yang sama sepertimu!" ucap Daddy Kenzo. "Dan aku tau apa yang ada di dalam kepala mu jika tidak ada orang lain bersama kalian!"

__ADS_1


Apa yang di ucapkan Daddy Ken membuat jantung Arsen bagai dihujani batu meteor. Menusuk begitu dalam, hingga membuat dirinya merasa takut. Tapi Arsen sadar, kalimat Daddy Ken adalah bentuk cinta dari seorang Ayah untuk putrinya.


...🪴 Bersambung ... 🪴...


__ADS_2