Cinta Dalam Rindu

Cinta Dalam Rindu
Ct. 73 ( Keputusan Mommy Cal )


__ADS_3

Ponsel di atas meja sudah berdering beberapa kali. Namun rasa lelah dan mengantuk yang luar biasa membuat sang pemilik enggan untuk menerima panggilan telepon itu.


Tanpa ia ketahui jika di ujung panggilan sana ada ras terkuat di Bumi yang berulang kali mengumpat jengkel untuknya.


Sampai akhirnya dengan terpaksa ia meraih ponsel di atas meja, karena khawatir suara getaran ponsel di atas meja itu akan mengganggu tidur Clarice yang ada di dalam kamar sana.


"Hmm?" jawabnya dengan sangat malas, karena sesungguhnya ia tak tau siapa yang ada di ujung panggilan.


"Arsen?" panggil Daddy Ken.


Suara itu terdengar setelah terdengar kasak kusuk yang tak ia pahami. Dan suara itu sangatlah tidak asing di telinga Arsen meski ia masih sangat mengantuk alias tidak dalam keadaan sadar 100%.


Mata yang masih mengantuk seketika terbuka lebar menatap langit-langit kamar yang tidak terlalu terlihat jelas.


"Uncle Kenzo!" pekik Arsen.


Dan detik berikutnya sang pemuda langsung bangkit dari tidurannya. Tanpa bersandar pada sandaran sofa, mau tak mau ia membuka matanya lebar dengan beberapa kali mengusapnya menggunakan punggung tangan untuk menghalau rasa berat di pelupuk mata.


"Ya, Uncle?" jawab Arsen ulang.


Meski sudah berusaha untuk menahan rasa kantuk, tetap saja ia tidak bisa untuk tidak menguap. Akhirnya ia menutupinya dengan menghilang dari kameranya sendiri. Meski begitu suaranya masih bisa di dengar jelas oleh Daddy Ken dan yang lain.


"Maaf, Uncle mengganggu tidurmu..."


"Tidak apa, Uncle, Aunty!" jawab Arsen dengan suara serak-serak basahnya ketika melihat Mommy Calina juga muncul di layar.


"Di mana Clarice, Sen?" tanya Mommy Calina langsung pada intinya.


"Cla?" ulang Arsen. "Cla tidur di kamar, Aunty." jawab Arsen.


"Memangnya kamu tidur di mana?" Mommy Cal pura-pura tidak tau.


"Arsen tidur di sofa ruang tamu, Aunty." jawab Arsen apa adanya. Tidak ada rasa takut yang ia tunjukkan di raut wajahnya yang tampan.


Hanya saja ia tidak dapat membohongi hatinya. Karena sesungguhnya ada rasa takut yang ia pendam di dalam dada. Jika di munculkan tentu akan mengundang curiga wanita tiga anak yang terlihat menguasai layar ponselnya.


"Buktikan!" perintah Mommy Cal tidak ingin di bantah.


"Cal..." sahut Eyang Shinta yang merasa kasihan dengan yang tidur Arsen yang harus terganggu.


"Baiklah, Aunty!" jawab Arsen berdiri sembari menyembunyikan mulut yang menguap saking mengantuk dan lelahnya diri.


Terlihat jelas di layar ponsel Daddy Ken, jika Arsen tengah berjalan menuju satu-satunya pintu kamar yang ada di apartemen Arsen. Sedikit banyak Daddy Ken juga bisa memperkirakan seperti apa apartemen anak muda di luar negeri untuk berkuliah.


Dengan sangat pelan, Arsen membuka pintu kamarnya, kemudian dengan hati-hati pula ia menyalakan lampu utama kamar. Tanpa berbicara karena khawatir mengganggu tidur kekasihnya, Arsen hanya mengarahkan kamera pada ranjang empuk miliknya yang tengah di kuasai sang kekasih.


Terlihat di atas ranjang gadis yang sedang di cari oleh Mommy Cal tengah terlelap di balik selimut tebal milik Arsen. Raut wajahnya tampak tenang dan tetap cantik seperti biasa.

__ADS_1


Dan satu hal yang membuat Daddy Ken menyimpan seringai di ujung bibir...


' Bisa-bisanya dia terlihat tidak merasa bersalah sama sekali karena sudah membuat kekacauan di dalam rumah... '


Gumam Daddy Ken di dalam hati. Merasa gemas dan jengkel dengan anak gadisnya yang kabur untuk menemui kekasihnya di luar negeri.


Satu hal yang tidak pernah beliau lakukan, bahkan belum pernah mendengar cerita seperti itu sebelumnya.


Setelah Arsen menunjukkan seisi ruang kamar, kemudian ia kembali mematikan lampu utama setelah di rasa orang tua kekasihnya sudah cukup tau keberadaan Cla dan kondisi kamarnya.


"Dia sudah tidur sejak tadi, Aunty..." jawab Arsen sembari menutup pintu kamarnya.


"Kenapa ponselnya tidak bisa di hubungi?" tanya Mommy Cal terdengar datar setelah melihat sang putri tidur seorang diri di dalam kamar.


"Arsen juga kurang tau, Aunty... Dia hanya bilang ponselnya masih di tas."


"Sejak tadi dia tidak bermain ponsel?" tanya Mommy Cal seolah tak percaya sang putri tidak menyentuh ponsel sama sekali.


"Tidak, Aunty..." jawab Arsen kembali menguap sembari mengucek mata yang basah oleh air mata kantuk untuk kesekian kalinya.


"Arsen?" panggil Mommy Cal dengan suara yang berubah menjadi dingin.


"Ya, Aunty?" jawab Arsen dengan jantung yang berdetak sedikit lebih cepat mendengar oktaf yang tak biasa ini.


"Kamu mencintai putriku?" tanya Mommy Calina dengan menahan kembang kempis di dada agar air mata tidak sampai jatuh maupun kembali menggenang di pelupuk mata.


"Kamu menyayanginya?"


"Ya, Aunty.. Tentu saja."


"Jaga dia! Jangan rusak dia, Arsen." pinta Mommy Cal terdengar begitu serius. "Jangan sakiti dia dengan cara apapun..."


"Saya tau, Aunty..." jawab Arsen mengangguk paham.


"Aunty harap... dia pulang dalam keadaan yang sama seperti saat ia datang. Kamu paham kan, maksud Aunty?"


"Ya, Aunty... saya paham!" jawab Arsen kembali mengangguk.


"Aku menitipkan dia padamu selama ia ada di sana."


"Arsen akan menjaga Cla dengan baik... Arsen paham apa yang Aunty khawatirkan..."


"Kamu tau, Aunty ingin sekali menjemput Clarice sekarang juga!" dengkus Mommy Cla. "Tapi perkataan Daddy nya tentang kamu membuat Aunty percaya kamu bisa menjaga dia sama seperti Ayah-Ayahnya ketika menjaganya."


Arsen terdiam, ia mendengarkan dengan seksama permintaan apapun yang di ucapkan oleh Ibu dari kekasihnya itu.


Hanya saja ia merasa gamang ketika di samakan dengan cara menjaga kedua Ayah Cla yang selalu menjaga super ketat anak gadisnya.

__ADS_1


"Jangan hancurkan kepercayaan Aunty padamu, Arsen!" lanjut Mommy Cal.


"Saya akan berusaha sebaik mungkin, Aunty."


"Hmm.. terima kasih, Arsen..." ucap Mommy Cal ketika mendengar nada serius yang di ucapkan oleh kekasih putrinya itu.


"Ya, Aunty..." jawab Arsen kini bisa menyandarkan punggungnya dengan lebih tenang dari sebelumnya.


Meski ia sangat yakin, tidak akan mudah bisa menjaga diri dari godaan syetan ketika tangah hanya berdua dengan sang kekasih. Tapi sudah menjadi tugasnya untuk menuruti keinginan orang tua kekasihnya yang sudah ia setujui.


"Dia bilang tidak? sampai kapan di sana?" sahut Daddy Ken mengambil alaih fokus layar ponselnya.


"Dia bilang.... cuti kuliah 10 hari. Tapi Arsen tidak tau kapan dia pulang, Uncle. Arsen belum mengecek tiketnya."


"Ya, sudah! aku titipkan putriku padamu sampai dia ingin pulang kembali ke Indonesia."


Ucapan Daddy Ken membuat sepasang mata Mommy Cal terbelalak lebar, namun akhirnya menciut dengan sendirinya ketika hanya di tanggapi oleh sebuah tatapan penuh makna dari sang suami.


"Siap, Uncle!" jawab Arsen.


"Dan pastikan dia tidak kelaparan. Dia sangat suka makan. Kamu tentu tau itu" ujar Daddy Ken membuat seisi ruangan terkikik mengingat benar begitulah anak gadis di rumah itu.


Tak terkecuali Arsen. Pemuda yang merasa tegang itu mengulum gelak tawa di bibir tipisnya mendengar candaan Daddy Ken.


Pun Mommy Cal, hampir tak bisa menahan bibir untuk tidak tersenyum. Namun sekuat hati ia menahan senyum itu untuk tidak terbit.


"Baik, Uncle."


"Hmm!" jawab Daddy Ken mengakhiri panggilan telepon.


"Puas, kan?" tanya Daddy Ken pada sang istri.


"Kita harus percaya pada Arsen, Cal..." ucap Nenek Nurita. "Mama yakin, Arsen adalah pemuda yang bertanggung jawab, meski setau Mama dulu dia sangat pecicilan..."


"Iya, Ma..." jawab Mommy Cal menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.


***


Di New York, setelah ponsel di tangannya kembali pada layar home schreen, Arsen terdiam, terpaku menatap fotonya bersama sang kekasih di layar ponselnya.


Hati sudah lega, mendengar kedua orang tua Cla mengizinkan Cla untuk bisa tinggal bersamanya di New York sampai Cla sendiri meminta pulang.


Ada rasa bangga dan lega ketika ia di percaya untuk menjaga seorang gadis yang menjadi kekasihnya. Ia sungguh tak menyangka jika ternyata Daddy Ken tak lantas menjemput Cla begitu saja.


Ia merasa lebih tenang saat ini. Karena kekhawatiran Cla untuk kemunculan Daddy Ken tiba-tiba kemungkinan besar tidak akan tejadi.


...🪴 Bersambung ... 🪴...

__ADS_1


__ADS_2